Pemadaman Bergilir, PLN Merasa Lebih Baik dari Tahun Lalu

aaaaaaSecara teori,memang bila dibanding 2012, kinerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) tentu akan lebih baik pada tahun ini. Harap maklum, di tahun ini PLN bakal menikmati penjualan setrum yang lebih mahal.

Sejatinya, kinerja PLN sudah gemerlap di 2012. Pedagang setrum ini mencatatkan penjualan Rp126,9 triliun sepanjang tahun lalu dengan total pemakaian listrik 172.178 gigawatt hour (GWh), dan total pelanggan mencapai 49,51 juta.

Angka penjualan 2012 itu tumbuh 11,3% dibanding 2011 yang sebesar Rp114,06 triliun. Pendapatan sebesar itu, kontribusi terbesar disumbangkan golongan rumah tangga dengan penjualan mencapai Rp45,81 triliun di 2012, tumbuh 12,2% dari penjualan golongan rumah tangga di 2011 yang mencapai Rp40,82 triliun.

Sementara itu, golongan industri menyumbang penjualan Rp42,92 triliun di 2012, tumbuh 11,2% dari penjualan listrik untuk golongan yang sama di 2011 yang sebesar Rp38,59 triliun. Kemudian, penjualan kepada pelanggan golongan bisnis mencapai Rp26,93 triliun, meningkat 7,6% dari penjualan di golongan yang sama di 2011, sebesar Rp25,01 triliun.

Tentang jumlah pelanggan, pada 2012 pelanggan PLN mencapai 49,51 juta. Jumlah pelanggan tumbuh 8,5% dibandingkan dengan total pelanggan PLN pada 2011, yaitu sebanyak 45,63 juta pelanggan. Golongan rumah tangga masih menjadi pelanggan terbesar PLN pada 2012 dengan 45,88 juta pelanggan, tumbuh 8,3% dibandingkan jumlah pelanggan rumah tangga PLN pada 2011 yang sebesar 42,34 juta. Sementara itu, pelanggan PLN golongan bisnis pada 2012 mencapai 2,09 juta pelanggan, naik 6,1% dari jumlah pelanggan golongan yang sama di 2011 dengan 1,97 juta pelanggan.

Pemadaman Bergilir

PLN 5PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) merencanakan tidak ada pemadaman bergilir lagi di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, terkait pekerjaan perbaikan menara saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET), mulai Selasa (2/4/2013).

Hal ini karena sejak Senin sore sistem interkoneksi Jawa-Bali, khususnya di Jawa bagian barat, mendapat tambahan pasokan listrik 250 megawatt dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Labuan, Banten, yang dipercepat pekerjaan pemeliharaannya.

Menurut Manager Senior Komunikasi Korporat PT PLN Bambang Dwiyanto, Selasa (2/4/2013), pihaknya juga optimis pemadaman tidak terjadi lagi, karena melihat besarnya partisipasi pelanggan industri, bisnis, dan umum pada Selasa ini yang dengan sukarela mengurangi pemakaian listriknya. PLN 4

Bambang menjelaskan, Selasa ini, beban listrik di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten turun dibandingkan rencana awal. Semula diprediksi beban di ketiga provinsi itu pada siang hari 13.500 mw. Namun realisasinya, hanya sekitar 13.000 mw atau terdapat penurunan sekitar 500 mw yang menunjukkan peran serta aktif pelanggan dalam penghematan pemakaian listrik.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya atas partisipasi pelanggan dan berharap selama pekerjaan perbaikan menara SUTET hingga Jumat (5/4/2013) tetap mengurangi pemakaian listriknya,” kata dia menegaskan.

Sebagaimana diberitakan, terkait pekerjaan perbaikan menara SUTET di Sumedang  yang telah dimulai sejak Kamis (28/3/2013) jam 22.00 WIB, semula PLN merencanakan melakukan pemadaman bergilir pada hari kerja Senin – Jumat tanggal 1 – 5 April 2013. Pengerjaan perbaikan menara SUTET di Sumedang mencapai kemajuan menggembirakan dan ditargetkan pada 5 Maret 2013 akan selesai sesuai rencana awal.

Perajin Rajut Binong Jati Rugi Rp 100 Juta per Jam

Salah satu yang terkena imbas akibat pemadaman tersebut adalah perajin sentra rajut di Binong Jati. Dari 250 perajin yang ada, total kerugian mencapai Rp 100 juta per jam. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Paguyuban Rajut Muda Bandung, Cepi Andriana, kepada wartawan, usai acara silaturahmi dengan bakal calon wali kota Bandung, Ridwan Kamil, di kawasan sentra rajut Binong Jati, Selasa (2/4/2013).

Menurut Cepi, pemadaman terjadi selama 3 hari, sejak Sabtu (30/3/2013) hingga Senin (1/4/2013). Hari Sabtu pemadaman terjadi di malam hari selama 2 jam, Minggu 3 kali pemadaman, sedangkan Senin pemadaman hingga memakan waktu 5jam. “Tiga hari itu tentu saja berpengaruh. Meskipun proses rajut manual, tapi finishing tetap pakai mesin dan butuh pencahayan. Satu jam pemadaman saja kerugian mencapai 100 juta,” terang Cepi. 030112_RHN-BISNIS 03 IMBAS TDL KE SENTRA RAJUT

Menurut Cepi, pihaknaya banyak menerima komplain dari para perajin. Namun tidak bisa berbuat apa-apa karema memang sudah dijadwalkan pemadaman bergilir. “Jangankan sampai 1 jam, 10 menit saja banyak yang komplain. Tapi ya mau bagaimana, kami tidak bisa berbuat apa-apa,” tandasnya.

Jadwal Pemadaman Bergilir

Ini dia jadwalnya PLN yang akan melakukan pemadaman bergilir pada 4 April 2013.

Kamis, 4 April 2013

Tahap I pukul 9.00 – 12.00 WIB

1. Setia Budi: Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jl. Sudirman, Jl. Karet Belakang, Casablanca, Jl. Dr. Satrio, Tebet, Pancoran, Jl. Gatot Subroto dsk

2. Pulo Mas: Jl. Matraman Raya, Kayu Manis, Tegalan, Rawamangun, Cipinang, Utan Kayu, Manggarai, Jatinegara Kaum, Cempaka Putih, Jl. Raya Pulogadung dsk

3. Serpong: Puspitek Serpong, Jl. Rawa Buntu, Kp. Dandang, Jl. Raya Serpong, Jl. Raya Suradita, Kawasan Industri Techno Park Serpong dsk.

4. Maximangando: Ds. Gembong Pasir Jaya, Kp. Ganda Sari, Kp. Cerewet, Ds. Dumpit Jatake, Jl. Panunggangan, Kp. Komp Lippo Karawaci, Jl. Raya Serang dsk

5. Pegangsaan: PT IGI Jl. Raya Bekasi Pulogadung, PT Wahana Garuda Lestari Pulo Gadung, Jl. Raya Bekasi, Tipar Cakung, Jl. Pegangsaan Raya dsk

Tahap II pukul 12.00 – 15.00 WIB

1. Miniatur: Pondok Gede, Jagakarsa, Ciracas, Cipayung, Cijantung, Jl. Raya Bogor, Centex, Tanah Merdeka, Kramatjati, Bambu Apus, Susukan, Trikora Halim dsk

2. Gambir Baru: Jl. A.Yani, Jl. Perintis Kemerdekaan, Pulomas Barat, Jl. Percetakan Negara,  Jl. Cempaka Putih, Rawasari, Kelapa Gading, Jl. Sunter dsk

3. Duren Tiga: Jl. Raya Pasar Minggu, Warung Buncit, Pejaten, Kali Bata Timur, Komp. Kalibata Indah, Gang Arab, Cililitan, Cawang 3, Ragunan, Jati Padang dsk

4. Gandul: Pondok Cabe, Cireundeu, Lebak Bulus, Rempoa, Pasar Jum’at, Ciputat, Pondok Labu, Fatmawati, Cilandak, TB. Simatupang, Pamulang, Cinere dsk

5. PT Pangeran Karang: PT. Pangeran Karang Jl. Raya Bekasi

Tahap III pukul 15.00 – 18.00 WIB

1. Grogol: Jl. Makaliwe, Tanjung Duren, Slipi, Kyai Tapa, Tomang, Daan Mogot, Latumenten, Pesing, Jl. Kali Angke, Jl. Kapuk Raya dsk

2. Petukangan: Jl. Panjang, Ulujami, Pondok Betung, Bintaro, Ciputat, Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Pondok Indah, Radio Dalam, Kebayoran Baru, Ciledug, Jombang, Pondok Ranji, Kreo, Karang Tengah, Pondok Aren, Pesanggrahan, Joglo, Petukangan dsk

3.Cikupa: PT. Dong Joe Ind, Kp.Sindang Sari, Ds.Suka Mantri Pasar, Jl. Raya Serang, Ds. Bojong Cikupa, Ds Pasir Nangka, Tiga

4. Ciledug: Mall & Carrefour CBD Ciledug, Ruko CBD Ciledug, Jl. Ciledug Raya dsk

5. Pulo Gadung: Kawasan Industri Pulogadung, KBN, Pulo Lentut, Rawa Gelam, Tipar, Jl. Raya Penggilingan, Raya Cacing, Jl. Raya Bekasi dsk

Tahap IV pukul 18.00 – 21.00 WIB

1. Gandaria: Jl. Raya Bogor, Palsigunung, Cimanggis, Kelapa Dua Menpor, Kampung Rumput, Cisalak, Cijantung, Bulak Ringin Cibubur dsk

2. Jatirangon: Pondok Gede, Lubang Buaya, Pinang Ranti, Jati Asih , Kp Sawah, Perum Bumi Asih, Kranggan, Perum Villa Nusa Indah dsk

3. New Tangerang: Perum Total Persada, Kp. Doyong, Ds Gembor, Kota Bumi, Sitanala, Rajeg, Bayur, Selapajang, Sepatan, Jl. Raya Mauk dsk

4. Plumpang: Jl. RE Martadinata, Raya Cilincing, Sunter Agung, Sunter Podomoro, Jl. Yos Sudarso, Tupar Raya, Warakas, Jl Enggano, Tanjung Priok dsk

5. Kemang: Jl. Ampera Raya, Pondok Indah, Pejaten Raya, TB. Simatupang, Tanjung Barat, Poltangan, Pasar Minggu, Cipete Raya, Fatmawati, Cilandak dsk

6. Pondok Indah: PT Makro Ciputat, Komp. UI Ciputat, Kertamukti, Komp IAIN, Jl. Niaga Hijau 3, Kencana Indah 1,4, Pd. Indah, Kebayoran Lama, Simprug dan sekitarnya.

Advertisements

Profil Nur Pamudji, Direktur Utama PLN

PLN“Indikatornya, Konsumsi Listrik Kian Meningkat”

Pada 2013, PLN memprediksi kebutuhan listrik akan tumbuh sekitar 8,6% seiring dengan tumbuhnya perekonomian Tanah Air. Karena itu, PLN pun menargetkan akan ada penambahan 3,2 juta pelanggan baru pada 2013.

Pemerintah sendiri berencana membangun jaringan distribusi sepanjang 9.256,7 km melalui program listrik pedesaan. Selain itu, akan ada pembangunan gardu distribusi dengan total kapasitas 217,5 MVA, serta penyediaan listrik murah dan hemat sebanyak 95.227 RTS.

Direktur Utama PLN, Nur Pamudji, menganggap kenaikan konsumsi listrik ini sebagai indikator pertumbuhan ekonomi. “Seiring dengan kenaikan konsumsi listrik, saya menyimpulkan ekonomi masyarakat meningkat sangat baik,” ujar Nur Pamudji saat wawancara khusus dengan Wahyu Arifin dan Oki Akbar dari SINDO Weekly. Berikut petikan wawancara selengkapnya:

Bagaimana pandangan Anda tentang prospek ekonomi kita?

Saya setuju dengan studi dari Lembaga Riset Internasional, McKensey Global Institute yang menyimpulkan Indonesia akan menjadi negara kekuatan nomor tujuh di dunia pada 2030. Saya punya pandangan yang sangat optimis soal itu.

Kenapa?

PLN punya data sangat riil dan akurat terkait konsumsi pemakaian listrik. Konsumsi listrik itu menjadi salah satu indikator pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan PLN adalah 10%. Ini adalah tertinggi setelah krisis. Tahun ini targetnya sama. Tahun lalu jumlah pelanggan baru PLN 3,9 juta. Jumlah ini merupakan campuran dari pelanggan industri sampai rumah tangga. Angka-angka tersebut mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi masyarakat kita mulai tinggi. Bisnis naik 11% dan industri naik 8% tiap tahunnya.

PLN punya data akurat soal pemakaian, pemasukan, dan pelanggan baru. Seiring dengan kenaikan konsumsi listrik, saya menyimpulkan ekonomi masyarakat meningkat sangat baik. PLN 2

Namun, sejumlah kalangan menilai peran pemerintah amat minim atas pertumbuhan itu. Pendapat Anda?

Saya tidak sependapat dengan pandangan orang soal peran pemerintah yang harus dominan. Dalam negara yang ekonominya sedang tumbuh, peran masyarakat, termasuk swasta, justru tinggi. Sementara, peran pemerintah semakin mengecil.

Kemajuan ekonomi berpengaruh pada persepsi kita. Apabila kita memandang masa depan dengan positif, niscaya ekonomi kita pun mengarah pada hal yang positif, artinya maju. Tapi, berlaku juga hal yang sebaliknya. Jadi, apabila kita ingin negara kita memiliki ekonomi maju dan berkembang, masyarakatnya harus ditanamkan pola pikir yang positif. Melalui pola pikir yang positif, daya pikir kita semakin kreatif dan maju. Ketika ekonomi tumbuh, otomatis kebutuhan akan listrik juga bertambah, dan PLN akan semakin berkembang usahanya.

Jadi, karakter bangsa kita sudah kuat?

Masyarakat kita bukan masyarakat yang manja. Karakternya sangat kuat untuk bertahan hidup dan berkeinginan maju. Hanya perlu masukan-masukan positif saja sehingga nilai-nilai positif untuk maju dan tidak bergantung itu semakin meluas. Saat pemerintah mengalami krisis moneter saja, masyarakat kita tetap mampu bertahan dan maju dengan segala keterbatasannya.

Lalu, seperti apa pemimpin yang diinginkan masyarakat?

Masyarakat memilih figur yang jujur, sederhana, dan simpel. Jadi, siapapun yang dapat membuktikan kalau dirinya jujur, prorakyat, dan bersahaja pasti akan melesat dan dipilih rakyat. Kondisi sosial politik kita saat ini ya seperti itu. Paling tidak, sudah sangat membaik.

Tentang PLN, apa target tahun ini?

Sebenarnya kami mengalir saja, tidak ada target terlalu tinggi. Tahun lalu saja, target pemerintah hanya akan ada tambahan pelanggan 2,5 juta. Tapi, justru terlampaui. Tahun ini kira-kira akan ada tambahan 3 juta pelanggan baru. Begitu juga pertumbuhannya, masih 10%. Tujuan utama kami adalah melayani masyarakat yang memang belum mendapat sambungan listrik karena listrik ini hak dasar warga negara kita. Kami ingin PLN dekat dan mempermudah masyarakat, baik soal pelayanan maupun permintaannya.

Pengusaha mengeluh dengan kenaikan tarif tenaga listrik.

Lo, setelah bertemu dengan kalangan pengusaha dan kami jelaskan alasan kenaikan listrik, mereka memahaminya. Kenaikan ini terkait dengan pertumbuhan konsumsi listrik yang otomatis membuat subsidi listrik juga naik. Harga jual listrik itu Rp700/kwh, harusnya Rp1200/kwh. Itu menjadi Rp700/kwh karena ada subsidi Rp500. Subsidi juga harus diminimalkan dengan kenaikan TDL agar APBN kita tidak jebol. Jika subsidi dipotong sedikit, itu pengaruhnya sangat besar bagi pemasukan negara. Pemasukan itu kan bisa kita buat untuk membangun jalan raya, bandara, dan infrastruktur lainnya.

PLN 3Lalu, apakah ke depannya subsidi untuk listrik akan dicabut?

Saya tidak berani mengatakan itu. Soal itu, pemerintah yang menentukan. Karena yang menetapkan TDL kan pemerintah. Soal apakah subsidi, misal yang besarnya mencapai triliunan rupiah itu wajar atau tidak, bisa kita kaji bersama. Angka segitu luar biasa besar dan bukan main-main jika dialokasikan untuk pembangunan yang lain, paling tidak infrastruktur.

Kalimantan adalah penghasil batu bara, ironisnya, seringkali kekurangan pasokan listrik. Kenapa itu bisa terjadi?

Oh iya, itu kan masalah yang terjadi terus-menerus di 2012 lalu. Sebenarnya, kita tengah membangun PLTU 10.000 MW. Itu PT Wika yang bangun. Tapi sudah setahun dites kok enggak selesai-selesai. Ternyata turbinnya bermasalah. Pada saat teknisi PLN memeriksa, pada saat produksi, turbinnya digenjot sampai ambles sehingga putarannya terhambat. Tapi itu sudah diselesaikan oleh PLN, sekarang sudah tidak ada masalah lagi.

Bagaimana dengan wilayah Indonesia Timur?

Sulawesi itu berlimpah ruah listriknya. Bahkan, di Sulsel surplus 40%. Pembangunan smelter-smelter sedang kami genjot. Nantinya, akan kita teruskan hingga ke wilayah Timur. Pembangunan yang tengah dilakukan PLN ini selaras dengan proyek MP3EI yang memang memerlukan pasokan listrik. Tentu wilayah Indonesia Timur jadi prioritas juga.

Bagaimana dengan PLTN, tenaga surya, dan geotermal. Apakah sudah masuk dalam rencana kerja PLN ke depannya?

Hemmm … untuk nuklir, itu sangat penting. Tapi, masyarakat kita masih belum bisa menerimanya. Dalam hal ini, pemerintah dan media harus mengomunikasikan soal nuklir ini dengan komunikasi yang baik kepada masyarakat. Teknologi PLTN yang dibangun era ini, sebenarnya sudah sangat canggih, bahkan bisa menghindari ledakan seperti di Fukushima atau Chernobyl yang sudah sangat lama sekali teknologinya.

Termasuk juga soal tenaga surya. Kita selama ini mengira tenaga surya hanya mengambil dari matahari: gratis dan murah. Padahal, teknologi untuk mengonversikan itu sangat canggih dan berbiaya mahal.

Sampai kini masih saja banyak keluhan pelanggan, misalnya tentang tagihan yang melonjak.

Ini kan terkait pola pikir dan perilaku konsumen yang hanya memakai, tapi tidak peduli dengan aliran listriknya. Terkadang meterannya itu tidak terdeteksi oleh petugas, semisal saat rumah kosong sehingga meterannya tidak bisa dicatat. Nah, lonjakan tersebut terkadang terjadi di saat itu. Sehingga, tagihannya disamakan dengan bulan-bulan yang lalu. Namun, saat ini kan memakai voucher. Jika dulu beli voucher harus dimasukkan nomornya di meteran listrik, bulan Maret ini sedang uji coba saat kita beli pulsa di ATM, secara otomatis langsung masuk pulsanya. Itu teknologinya sedang dikembangkan. Jadi seperti isi pulsa ponsel.

Soal penyerapan anggaran yang rendah, mengapa bisa terjadi pada PLN?

Tidak semuanya seperti itu. Soal anggaran ini, tahun lalu realisasi investasinya Rp50 triliun, lebih tinggi dibanding 2011 yang mencapai Rp47 triliun dan Rp45 triliun di 2010. Jadi, sebenarnya naik terus. Pada 2013, rencananya mudah-mudahan mencapai Rp65 triliun, paling tidak bisa Rp55 triliun.

Untuk APBN, PLN itu dibagi dua. Ada listrik pedesaan yang anggarannya Rp3 triliun dan listrik transmisi yang memiliki anggaran Rp6 triliun. Pedesaan itu realisasinya 90%. Soal transmisi saya akui memang cukup rendah.

aaaBiodata Nur Pamudji

Tanggal Lahir  : 1 Januari 1970

Pekerjaan         : CEO PLN (Persero)

Pendidikan      :

1985-S1 Teknik Elektro ITB

1995-Pasca-Sarjana Fakultas Teknik University of New South Wales, Australia

2003-Master of Public Management dari National University of Singapore

Karier :

1 November 2011: Dirut PLN

Desember 2009 : Direktur Energi Primer

April 2008 : General Manager PLN P3B Jawa-Bali

2005–2008 : Manager Sistem Operasi Pembangkit Jawa-Bali

2001–2001 : Manager Transmisi untuk Area Sulawesi Selatan

2004–2005 : Ketua Tim pengembangan Sistem Kompetensi SDM PLN

1985–2001 : Insinyur Sistem Operasi Pembangkit