Profil Nur Pamudji, Direktur Utama PLN

PLN“Indikatornya, Konsumsi Listrik Kian Meningkat”

Pada 2013, PLN memprediksi kebutuhan listrik akan tumbuh sekitar 8,6% seiring dengan tumbuhnya perekonomian Tanah Air. Karena itu, PLN pun menargetkan akan ada penambahan 3,2 juta pelanggan baru pada 2013.

Pemerintah sendiri berencana membangun jaringan distribusi sepanjang 9.256,7 km melalui program listrik pedesaan. Selain itu, akan ada pembangunan gardu distribusi dengan total kapasitas 217,5 MVA, serta penyediaan listrik murah dan hemat sebanyak 95.227 RTS.

Direktur Utama PLN, Nur Pamudji, menganggap kenaikan konsumsi listrik ini sebagai indikator pertumbuhan ekonomi. “Seiring dengan kenaikan konsumsi listrik, saya menyimpulkan ekonomi masyarakat meningkat sangat baik,” ujar Nur Pamudji saat wawancara khusus dengan Wahyu Arifin dan Oki Akbar dari SINDO Weekly. Berikut petikan wawancara selengkapnya:

Bagaimana pandangan Anda tentang prospek ekonomi kita?

Saya setuju dengan studi dari Lembaga Riset Internasional, McKensey Global Institute yang menyimpulkan Indonesia akan menjadi negara kekuatan nomor tujuh di dunia pada 2030. Saya punya pandangan yang sangat optimis soal itu.

Kenapa?

PLN punya data sangat riil dan akurat terkait konsumsi pemakaian listrik. Konsumsi listrik itu menjadi salah satu indikator pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan PLN adalah 10%. Ini adalah tertinggi setelah krisis. Tahun ini targetnya sama. Tahun lalu jumlah pelanggan baru PLN 3,9 juta. Jumlah ini merupakan campuran dari pelanggan industri sampai rumah tangga. Angka-angka tersebut mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi masyarakat kita mulai tinggi. Bisnis naik 11% dan industri naik 8% tiap tahunnya.

PLN punya data akurat soal pemakaian, pemasukan, dan pelanggan baru. Seiring dengan kenaikan konsumsi listrik, saya menyimpulkan ekonomi masyarakat meningkat sangat baik. PLN 2

Namun, sejumlah kalangan menilai peran pemerintah amat minim atas pertumbuhan itu. Pendapat Anda?

Saya tidak sependapat dengan pandangan orang soal peran pemerintah yang harus dominan. Dalam negara yang ekonominya sedang tumbuh, peran masyarakat, termasuk swasta, justru tinggi. Sementara, peran pemerintah semakin mengecil.

Kemajuan ekonomi berpengaruh pada persepsi kita. Apabila kita memandang masa depan dengan positif, niscaya ekonomi kita pun mengarah pada hal yang positif, artinya maju. Tapi, berlaku juga hal yang sebaliknya. Jadi, apabila kita ingin negara kita memiliki ekonomi maju dan berkembang, masyarakatnya harus ditanamkan pola pikir yang positif. Melalui pola pikir yang positif, daya pikir kita semakin kreatif dan maju. Ketika ekonomi tumbuh, otomatis kebutuhan akan listrik juga bertambah, dan PLN akan semakin berkembang usahanya.

Jadi, karakter bangsa kita sudah kuat?

Masyarakat kita bukan masyarakat yang manja. Karakternya sangat kuat untuk bertahan hidup dan berkeinginan maju. Hanya perlu masukan-masukan positif saja sehingga nilai-nilai positif untuk maju dan tidak bergantung itu semakin meluas. Saat pemerintah mengalami krisis moneter saja, masyarakat kita tetap mampu bertahan dan maju dengan segala keterbatasannya.

Lalu, seperti apa pemimpin yang diinginkan masyarakat?

Masyarakat memilih figur yang jujur, sederhana, dan simpel. Jadi, siapapun yang dapat membuktikan kalau dirinya jujur, prorakyat, dan bersahaja pasti akan melesat dan dipilih rakyat. Kondisi sosial politik kita saat ini ya seperti itu. Paling tidak, sudah sangat membaik.

Tentang PLN, apa target tahun ini?

Sebenarnya kami mengalir saja, tidak ada target terlalu tinggi. Tahun lalu saja, target pemerintah hanya akan ada tambahan pelanggan 2,5 juta. Tapi, justru terlampaui. Tahun ini kira-kira akan ada tambahan 3 juta pelanggan baru. Begitu juga pertumbuhannya, masih 10%. Tujuan utama kami adalah melayani masyarakat yang memang belum mendapat sambungan listrik karena listrik ini hak dasar warga negara kita. Kami ingin PLN dekat dan mempermudah masyarakat, baik soal pelayanan maupun permintaannya.

Pengusaha mengeluh dengan kenaikan tarif tenaga listrik.

Lo, setelah bertemu dengan kalangan pengusaha dan kami jelaskan alasan kenaikan listrik, mereka memahaminya. Kenaikan ini terkait dengan pertumbuhan konsumsi listrik yang otomatis membuat subsidi listrik juga naik. Harga jual listrik itu Rp700/kwh, harusnya Rp1200/kwh. Itu menjadi Rp700/kwh karena ada subsidi Rp500. Subsidi juga harus diminimalkan dengan kenaikan TDL agar APBN kita tidak jebol. Jika subsidi dipotong sedikit, itu pengaruhnya sangat besar bagi pemasukan negara. Pemasukan itu kan bisa kita buat untuk membangun jalan raya, bandara, dan infrastruktur lainnya.

PLN 3Lalu, apakah ke depannya subsidi untuk listrik akan dicabut?

Saya tidak berani mengatakan itu. Soal itu, pemerintah yang menentukan. Karena yang menetapkan TDL kan pemerintah. Soal apakah subsidi, misal yang besarnya mencapai triliunan rupiah itu wajar atau tidak, bisa kita kaji bersama. Angka segitu luar biasa besar dan bukan main-main jika dialokasikan untuk pembangunan yang lain, paling tidak infrastruktur.

Kalimantan adalah penghasil batu bara, ironisnya, seringkali kekurangan pasokan listrik. Kenapa itu bisa terjadi?

Oh iya, itu kan masalah yang terjadi terus-menerus di 2012 lalu. Sebenarnya, kita tengah membangun PLTU 10.000 MW. Itu PT Wika yang bangun. Tapi sudah setahun dites kok enggak selesai-selesai. Ternyata turbinnya bermasalah. Pada saat teknisi PLN memeriksa, pada saat produksi, turbinnya digenjot sampai ambles sehingga putarannya terhambat. Tapi itu sudah diselesaikan oleh PLN, sekarang sudah tidak ada masalah lagi.

Bagaimana dengan wilayah Indonesia Timur?

Sulawesi itu berlimpah ruah listriknya. Bahkan, di Sulsel surplus 40%. Pembangunan smelter-smelter sedang kami genjot. Nantinya, akan kita teruskan hingga ke wilayah Timur. Pembangunan yang tengah dilakukan PLN ini selaras dengan proyek MP3EI yang memang memerlukan pasokan listrik. Tentu wilayah Indonesia Timur jadi prioritas juga.

Bagaimana dengan PLTN, tenaga surya, dan geotermal. Apakah sudah masuk dalam rencana kerja PLN ke depannya?

Hemmm … untuk nuklir, itu sangat penting. Tapi, masyarakat kita masih belum bisa menerimanya. Dalam hal ini, pemerintah dan media harus mengomunikasikan soal nuklir ini dengan komunikasi yang baik kepada masyarakat. Teknologi PLTN yang dibangun era ini, sebenarnya sudah sangat canggih, bahkan bisa menghindari ledakan seperti di Fukushima atau Chernobyl yang sudah sangat lama sekali teknologinya.

Termasuk juga soal tenaga surya. Kita selama ini mengira tenaga surya hanya mengambil dari matahari: gratis dan murah. Padahal, teknologi untuk mengonversikan itu sangat canggih dan berbiaya mahal.

Sampai kini masih saja banyak keluhan pelanggan, misalnya tentang tagihan yang melonjak.

Ini kan terkait pola pikir dan perilaku konsumen yang hanya memakai, tapi tidak peduli dengan aliran listriknya. Terkadang meterannya itu tidak terdeteksi oleh petugas, semisal saat rumah kosong sehingga meterannya tidak bisa dicatat. Nah, lonjakan tersebut terkadang terjadi di saat itu. Sehingga, tagihannya disamakan dengan bulan-bulan yang lalu. Namun, saat ini kan memakai voucher. Jika dulu beli voucher harus dimasukkan nomornya di meteran listrik, bulan Maret ini sedang uji coba saat kita beli pulsa di ATM, secara otomatis langsung masuk pulsanya. Itu teknologinya sedang dikembangkan. Jadi seperti isi pulsa ponsel.

Soal penyerapan anggaran yang rendah, mengapa bisa terjadi pada PLN?

Tidak semuanya seperti itu. Soal anggaran ini, tahun lalu realisasi investasinya Rp50 triliun, lebih tinggi dibanding 2011 yang mencapai Rp47 triliun dan Rp45 triliun di 2010. Jadi, sebenarnya naik terus. Pada 2013, rencananya mudah-mudahan mencapai Rp65 triliun, paling tidak bisa Rp55 triliun.

Untuk APBN, PLN itu dibagi dua. Ada listrik pedesaan yang anggarannya Rp3 triliun dan listrik transmisi yang memiliki anggaran Rp6 triliun. Pedesaan itu realisasinya 90%. Soal transmisi saya akui memang cukup rendah.

aaaBiodata Nur Pamudji

Tanggal Lahir  : 1 Januari 1970

Pekerjaan         : CEO PLN (Persero)

Pendidikan      :

1985-S1 Teknik Elektro ITB

1995-Pasca-Sarjana Fakultas Teknik University of New South Wales, Australia

2003-Master of Public Management dari National University of Singapore

Karier :

1 November 2011: Dirut PLN

Desember 2009 : Direktur Energi Primer

April 2008 : General Manager PLN P3B Jawa-Bali

2005–2008 : Manager Sistem Operasi Pembangkit Jawa-Bali

2001–2001 : Manager Transmisi untuk Area Sulawesi Selatan

2004–2005 : Ketua Tim pengembangan Sistem Kompetensi SDM PLN

1985–2001 : Insinyur Sistem Operasi Pembangkit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s