Profil Elvyn G. Masassya, Direktur Utama PT Jamsostek (Persero)

Jamsostek“Kita Tidak Bisa Menutup Mata Terhadap Tingkat Kemiskinan”

Tanpa saingan, PT Jamsostek (Persero) kian lincah bergerak. Harap maklum, Jamsostek adalah penyelenggara tunggal jaminan sosial. Perusahaan ini adalah lembaga penyalur asuransi sosial satu-satunya di Indonesia. Kini perseroan tersebut akan melakukan transformasi. Nantinya, misalnya, peserta Jamsostek tak melulu buruh. Pekerja nonformal macam tukang becak pun akan mendapat jaminan serupa.

“Tugas kami bukan menghadapi kompetitor. Tugas kami adalah demi kualitas pengelolaan perusahaan, meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas coverage kepesertaan, memperbaiki aspek komunikasi, meningkatkan governance, dan sebagainya,” ujar Direktur Utama PT Jamsostek (Persero), Elvyin G. Masassya, kepada Oki Akbar dari SINDO Weekly, pekan lalu.

Tak hanya soal perusahaan yang dipimpinnya, Elvyn juga mengurai banyak hal tentang politik dan masalah buruh. Berikut petikan wawancara selengkapnya.

Apa penilaian Anda tentang kondisi bangsa secara umum saat ini?

Semakin baik. Melihat kondisi Indonesia tentu tidak boleh secara parsial, tetapi harus menyeluruh secara ekonomi, sosial, politik, hukum, keamanan, dan sebagainya. Secara umum, saya menangkap adanya progres walaupun ada hal-hal tertentu yang mungkin harus lebih diperhatikan.

Hal-hal tertentu itu bisa dicermati ketika Indonesia mendapat rating dari lembaga Internasional dengan memberikan catatan tentang beberapa hal. Dalam kurun lima tahun terakhir, setelah krisis 2008, sudah banyak perbaikan. Ini bisa dicermati GDP atau Gross Domestic Product di atas US$3500/kapita. Kelas menengah Indonesia terus tumbuh. Pemilik uang di bank yang nilainya di atas Rp500 juta kian banyak. Itu menunjukkan indikator treatment yang baik, meskipun kita juga tidak bisa menutup mata tentang tingkat kemiskinan yang masih cukup tinggi.

Artinya, saya melihat ekonomi kita tumbuh. Tapi masalah income distribution, pemerataannya masih menjadi hal yang harus diperhatikan.

Lalu, bagaimana dengan dinamika politik saat ini?

Meskipun banyak dinamika, saya rasa belum ke arah dinamika yang kontraproduktif, masih dalam wujud demokrasi muda. Demokrasi muda itu kan sama seperti remaja, masih banyak genit. Menurut saya tidak terlalu berbahaya, tidak mengarah kepada konflik horizontal atau vertikal. Ya, lebih pada kegenitan saja.

Dari sisi keamanan, satu, dua, masih ada, tapi dalam beberapa tahun terakhir sudah manageable. Rapornya sudah makin membaik.

Buruh banyak turun ke jalan. Menurut Anda?

Ini masalah aspirasi. Ini dinamika, bukan menjadi persoalan besar. Nantinya jika perekonomian ini membaik dan keuntungan pengusaha makin membaik, maka gaji buruh pun semakin membaik. Semua itu berkorelasi.

Lalu, kenapa ada fenomena seperti itu? Itu adalah gambaran negara yang berdemokrasi, keterbukaan, sebab 20 tahun lalu kan tidak mungkin. Jadi, untuk masa ini aspirasi bisa dilakukan dengan banyak cara, termasuk turun ke jalan. Kesimpulannya, masih banyak hal-hal yang perlu diperhatikan dalam peningkatan kesejahteraan sosial dan ini bukan hanya tugas negara atau pemerintah, melainkan juga harus menjadi perhatian kita semua. Jamsostek 4

Ini adalah tahun politik, apa harapan Anda terhadap presiden baru pada Pemilu 2014?

Siapapun yang akan terpilih menjadi presiden nantinya, saya berharap putra terbaik bangsa itu dapat mendukung penuh program jaminan sosial.

Dari sekian nama capres yang muncul, siapa yang menurut Anda layak?

Saya menganggap yang muncul saat ini itu hanya opini.

Lantas, bagaimana kesiapan Jamsostek untuk menjalani BPJS (Badan Pengelola Jaminan Sosial) Ketenagakerjaan?

Kami membuat menjadi tiga tahapan. Tahap pertama, fase rekonsiliasi yakni di 2012. Kedua fit in infrastructure di 2013, dan ketiga sustainability service and benefit dimulai 2014.

Pada tahapan ke-2 di 2013 ini, kita mulai mengubah aspek kepesertaan. Jadi nanti Jamsostek bisa mengover pekerja formal maupun informal, mulai dari tukang becak sampai semua pekerja. Itu sebabnya kami akan membuka outlet di 497 kabupaten kota. Dari sisi pelayanan, kami akan mencanangkan one day service, jadi semua peserta Jamsostek apabila mau mengklaim dalam waktu satu hari harus sudah selesai. Datang hari itu, harus hari itu juga mendapat uangnya. Jamsostek 5

Dari sisi keuangan, kami mencanangkan cashless transactions, tidak ada lagi transaksi dengan uang. Semua account to account dengan bank. Dari sisi investasi, kami mencanangkan investment to support. Kami akan masuk lebih ke sektor riil secara langsung. Selain itu, juga di pasar modal dan perbankan.

Dari sisi transformasi SDM, kami membuat organisasi baru. Kami akan memekarkan kantor wilayah. Kami akan menempatkan SDM dengan dasar kompetensi, pendekatannya adalah human capital. Yang terakhir, kami akan memperbaiki proses pengelolaan perusahaan, walaupun sampai saat ini sudah banyak yang mengapresiasi Jamsostek.

Jadi, nanti apa bedanya dengan Jamsostek sekarang?

Kita harus menjadi lebih baik. Ini juga dapat dilihat dari berubahnya visi, yakni menjadi lembaga penjamin sosial berkelas dunia, terpercaya, bersahabat, serta unggul dalam operasional dan pelayanan. Makna berkelas dunia ini bukan berarti saya akan membuka cabang di luar negeri, melainkan dalam hal kualitas. Jadi BPJS nantinya bisa disejajarkan dengan lembaga sejenis di negara lain. Untuk sampai ke sana tentu kita mempunyai langkah-langkah dalam transformation program, transformasi itu mengartikan perubahan. Jadi, tidak hanya sekadar berubah nama dan logo.

Jamsostek bertransformasi dengan dasar UU No.24 Tahun 2011, yakni harus berubah menjadi badan hukum publik terhitung mulai 1 Januari 2014. Tidak hanya itu. Kami melakukan perubahan secara menyeluruh, seperti mengubah visi, menciptakan budaya kerja baru, dan etos kerja baru. Dari sisi perusahaan, perusahaan ini harus less bureaucratic, less feudalism, more modern, more friendly, dan more friendship.

Bagaimana jaminan kesehatan setelah ditangani oleh BPJS Kesehatan?

Saat ini, di Jamsostek itu ada empat program, (1) jaminan hari tua, (2) jaminan kecelakaan kerja, (3) jaminan kematian, dan (4) jaminan kesehatan. Keempat hal ini merupakan jaminan yang diberikan oleh Jamsostek kepada pekerja Indonesia. Terhitung 1 Januari 2014 tidak lagi menyelenggarakan program jaminan kesehatan, namun diambil alih BPJS kesehatan, sekarang kita kenal sebagai PT Askes.

Setelah menjadi BPJS, badan hukum Jamsostek juga berubah. Sekarang PT (Persero) BUMN, nantinya akan menjadi badan hukum publik. Kalau sekarang kami melapor kepada Menteri BUMN, nanti 1 Januari 2014 kami melapor langsung kepada presiden. Kemudian per 1 Juli 2015, Jamsostek akan menambah satu program yang dinamakan jaminan program pensiun.

Lalu, untuk siapa yang menjadi peserta Jamsostek, saat ini pesertanya adalah pekerja swasta di sektor formal, termasuk pekerja mandiri—UMKM, entrepreneur, dan sebagainya. Peserta ini nantinya akan mendapat jaminan pensiun dari Jamsostek. Jadi, berbeda dengan Jamsostek sebelumnya.

Lalu, apa saja tantangan negara ini dalam soal kesejahteraan sosial?

Bagaimana memperbaiki distribution of income atau distribusi pendapatan bagi masyarakat. Dari sisi persentase, di Indonesia ini orang-orang yang dianggap miskin itu lebih kurang 60 juta jiwa. Tantangannya adalah bagaimana yang 60 juta ini berkurang. Jadi solusinya adalah memperbaiki distribution of income, memperluas lapangan pekerjaan, serta membuka dan mempermudah akses bagi orang yang tidak mampu itu berhubungan dengan perbankan atau sektor keuangan, sehingga mereka bisa mengembangkan aktivitasnya dalam hal ekonomi dan mendapatkan pendapatan yang lebih baik.

Adakah kendala yang berarti dalam perjalanan Jamsostek selama ini?

Kami menyebutnya tantangan. Bagaimana seluruh lapisan di Jamsostek ini ikut serta dalam transformasi menuju hidup yang berkualitas. Jika perusahaan bisa lebih baik, tentu semua akan bisa berjalan lebih baik. Tantangan yang bersifat eksternal harus bisa kami handle. Belum semua perusahaan bisa sadar soal jaminan sosial ini adalah hal yang needed, padahal UU menyatakan wajib. Implementasinya yang wajib itu tidak dipenuhi. Ini karena masih ada mindset: jika ikut serta dalam Jamsostek ini hanya akan menimbulkan cost, padahal ini investasi.

Jamsostek 2 Jamostek sindoBiodata Elvyn G. Masassya

Tempat, Tanggal Lahir: Medan, 18 Juni 1967

Pendidikan:

• Magister Manajemen (Keuangan) Institut Teknologi Bandung (ITB)

• Sarjana Ekonomi jurusan Manajemen Universitas Jayabaya, Jakarta

 Karier:

Mei−Oktober 2002                             Komisaris Bank Bali

Oktober 2002–Oktober 2006              Direktur PT Bank Permata Tbk.

Januari–Desember 2008                      Corporate Secretary PT Tuban Petrochemical Industries

Desember 2008–Agustus 2012           Director PT Jamsostek (Persero)

Agustus 2011−April 2012                  Commissioner Investment Director PT Marga Mandalasakti

Agustus 2012− sekarang                     President Director PT Jamsostek (Persero)

BOX

Menuju Jaminan Pensiun

PT Jamsostek kian cemerlang saja. Kinerja perusahaan bermoto ‘pelindung pekerja’ ini menutup 2012 lalu dengan senyum. Direktur Utama Jamsostek Elvyn G. Masassya mengungkap dana kelola perseroan yang tercatat pada rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) 2012 semula ditetapkan Rp125 triliun, nyatanya melesat di luar perkiraan mencapai Rp131 triliun.

Selanjutnya, hasil pengembangan investasi hingga November 2012 telah mencapai sekitar Rp13 triliun, melebihi target RKAP yang ditetapkan senilai Rp12 triliun. “Total aset Jamsostek saat ini telah mencapai sekitar Rp135 triliun,” ujar Elvyn sumringah.

Pada 2013, perseroan akan semakin menggenjot kinerja dengan strategi pengembangan hasil investasi dan memperluas kepesertaan guna mengumpulkan premi. Portofolio investasi pada 2013 tidak akan jauh bergeser dari tahun sebelumnya. Adapun perinciannya adalah obligasi antara 44%−46%, deposito sekitar 28%−30%, saham 20%−22%, reksadana sekitar 7%−9%, serta properti dan penyertaan modal sekitar 2%.

Obligasi masih menempati urutan pertama portofolio investasi Jamsostek dengan nilai sekitar Rp53 triliun hingga November 2012. Adapun obligasi yang dipilih adalah Surat Utang Negara (SUN) yang mencapai 60% dari total investasi di obligasi serta sisa obligasi korporasi yang memiliki peringkat investasi minimal A. Jamsostek kantor

Sedangkan untuk memperluas kepesertaan, Jamsostek terus menjalin kerja sama dengan pihak-pihak lain, misalnya dengan industri perbankan. Jamsostek antara lain telah menggandeng PT Bank Negara Indonesia untuk melakukan co-branding.

Pilot project kerja sama co-branding ini telah diujicobakan kepada sekitar 25.000 karyawan dan 4.000 karyawan Jamsostek. Elvyn menjelaskan, co-branding ini akan diperluas kepada sekitar lima juta nasabah Jamsostek di wilayah DKI Jakarta pada 2013.

Selanjutnya untuk program ini, Jamsostek akan menggandeng sejumlah bank BUMN seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. dan PT Bank Mandiri Tbk..

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s