Profil Bintang Perbowo, Presiden Direktur PT Wijaya Karya Tbk. (Wika)

Wika“Politik dan Ekonomi Mulai Terpisah”

BINTANG Perbowo sudah malang melintang di bisnis konstruksi. Meniti karier di PT Pembangunan Perumahan sejak 1980, Bintang kini memimpin perusahaan infrastruktur dan konstruksi papan atas, PT Wijaya Karya Tbk.

Di tangan Bintang, yang memimpin sejak Mei 2008, tentakel bisnis perusahaan pelat merah itu menjangkau banyak bidang, seperti jembatan, jalan tol, pelabuhan, dan pengairan. Pada 2013, Wika berpeluang memperoleh sejumlah megaproyek. Lewat konsorsium dengan perusahaan Jepang, Obayashi, Wika menjadi salah satu nominasi pemenang tender pembangunan terowongan bawah tanah proyek MRT.

Berikut kutipan wawancara Debi Abdullah dari SINDO Weekly dengan Bintang Perbowo, Presiden Direktur PT Wijaya Karya Tbk.

Bagaimana Anda melihat kondisi ekonomi Indonesia, khususnya di bidang konstruksi infrastruktur?

Untuk Asia Tenggara, Indonesia merupakan salah satu negara terbaik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia 6,3 persen. Kalau di sektor konstruksi, nilainya bisa dobel, 12 persen. Saya berharap Pemerintah memprioritaskan anggaran untuk infrastruktur. Pemerintah juga kini mencanangkan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Jika itu terus dilaksanakan, investasi di bidang infrastruktur akan meningkat. Itu harapan saya.

Ekonomi Indonesia secara garis besar sangat bagus karena kapasitas internal juga mendukung, seperti sumber daya alam. Ada semen, pertambangan, batu bara, semua ada. Jadi, tinggal bagaimana mengelolanya. Jumlah penduduk juga ikut mendukung itu semua.

Pemilu 2014, apa harapan Anda?

Kalau melihat perkembangan beberapa pemilu sebelumnya, saat ini saya menilai politik sudah tidak begitu memengaruhi ekonomi. Siapapun presiden yang terpilih tidak akan banyak memengaruhi ekonomi. Politik dan ekonomi sepertinya sudah mulai terpisah. Pemilihan presiden ya dilaksanakan, ekonomi jalan terus. Sudah beberapa kali terjadi konflik, tapi sepertinya tidak berdampak apa-apa bagi ekonomi.

Jadi, situasi politik tak berpengaruh?

Itu urusan Pemerintah untuk menjaga kondisinya. Memang ada macam-macam pergulatan politik, tapi tidak memengaruhi ekonomi secara signifikan. Kita harus mengakui keberhasilan Pemerintah menjaga keamanan tetap kondusif. Selain itu, Pemerintah juga bisa menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil.

Anda punya pilihan figur calon presiden yang pantas?

Saya tidak tahu. Pasti nanti ada nama yang muncul di saat-saat terakhir.

Apa harapan Anda kepada presiden terpilih nanti?

Paling tidak dia bisa melanjutkan apa yang sudah dirintis lima tahun terakhir ini. Memang harus kita akui banyak kemajuan, tapi di sana-sini tetap masih banyak kekurangan. Itu biasa.

Soal kesenjangan antara kaya dan miskin yang masih ada?

Dari sisi perusahaan, kami bisa melakukan CSR (corporate social responsibility). CSR perusahaan setidaknya bisa membantu mengentaskan kemiskinan. Tapi CSR bukan dalam arti memberi bantuan uang langsung, melainkan CSR yang bisa memberdayakan masyarakat.

Misalnya, kita negara agraris, maka bagaimana kita membangkitkan pertanian. Di Indonesia petani banyak tapi kok miskin. Apakah kita perlu mencetak sawah baru atau meneliti tanaman padi hingga membuahkan varietas baru yang unggul. Misalnya padi yang siklusnya lebih cepat agar bisa memenuhi kebutuhan lebih banyak. Wika 2

Bagaimana dengan CSR Wika sendiri?

Kami fokus ke pendidikan dan penyediaan air bersih. Air bersih di daerah sangat kurang. Maka kami membantu membuat pompa sumur dalam yang menarik air dengan menggunakan tenaga surya. Di dusun yang jauh dari kota dan tanpa sumber listrik, kami bantu dengan solar.

Selain itu, kami juga mewajibkan penanaman pohon. Setiap proyek wajib menanam 10.000 pohon. Pohon ditanam di lokasi proyek atau dekat perkampungan yang tidak jauh dari proyek. Untuk penanaman pohon ini kami berdiskusi dengan lurah setempat, pohon apa yang cocok di daerah itu. Pohonnya nanti dirawat oleh masyarakat setempat. Kami juga menyediakan kebutuhan perawatannya, misalnya pupuk kandang. Setelah enam bulan, kami serahkan ke penduduk.

Soal bisnis, berapa nilai kontrak yang didapat pada 2012?

Kami menargetkan kontrak Rp16,52 triliun pada 2012. Terakhir kami mendapat Rp17, 125 triliun. Jadi, target terlampaui, bahkan lebih, 103, 66 persen.

Bagaimana pada 2013?

Kami punya target kurang lebih 20 persen dari kontrak yang sudah dihadapi. Hingga kini nilainya Rp33 triliun. Kami akan naikkan menjadi Rp38,8 triliun. Banyak yang kita hadapi ke depan. Ada proyek listrik, jalan, jembatan, dan aspal.

Berapa besar modal belanja untuk 2013?

Rp1,7 triliun. Biaya sebesar itu untuk investasi beton, pembuatan pabrik baru, dan pengembangan energi listrik.

Berapa target laba pada 2013?

Untuk laba kotor, kami menargetkan naik 26 persen, yakni kurang lebih Rp1,5 triliun dari Rp1,1 triliun pada 2012.

Bagaimana ekspansi di luar negeri?

Awal tahun ini kami membangun rusunami di Aljazair. Kami bergabung dengan perusahaan lokal di sana. Nilainya sekitar Rp950 miliar. Untuk jalan tol di Aljazair, kami hanya kontraktor. Panjangnya 400 kilometer. Di sana, kami juga bekerja sama dengan Jepang. Ini sudah berjalan selama empat tahun.

Bagaimana investasi di Wika?

Makin banyak. Kalau dulu investor asing hanya 2,7 persen, kini sudah mencapai 17 hingga 18 persen. Investor asing meningkat karena mereka melihat fundamen kami baik. Saham Wika juga naik terus. Kami memang pernah turun hingga Rp165 per lembar saat krisis. Tapi kami terus bina sehingga membaik di harga Rp720 hingga Rp750 per lembar. Sekarang malah sudah Rp1.660 per lembar.

Bagaimana Anda membangun budaya perusahaan?

Kami memiliki sistem pembangunan SDM dan sistem penanganan risiko terhadap karyawan. Dari semua BUMN konstruksi, Wika itu paling lengkap dan paling baik. Kami memiliki target bagaimana setiap tahun minimal empat karyawan dikirim ke sekolah pascasarjana di luar negeri. Kami juga fokus meningkatkan kesejahteraan karyawan dan keluarga mereka. Gaji dan manfaat pensiun kami prioritaskan.

Wika bintangBiodata Bintang Perbowo :

Tempat/Tanggal Lahir:            Jakarta/15 Februari 1954

Pendidikan:

1990                S1 Ekonomi Universitas Krisnadwipayana, Jakarta

1997                S2 Manajemen Prasetya Mulya Business School, Jakarta

 

Karier:

1980-2008                   PT Pembangunan Perumahan

1999-2008                   Direktur Keuangan PT Pembangunan Perumahan

2008-sekarang             Presiden Direktur PT Wijaya Karta Tbk.

Penghargaan:

1988                            Lencana Satya Jasa Perunggu

1998                            Lencana Satya Jasa Perak

Wika 3Berbekal Gelora Bung Karno, Menatap MRT

GELANGGANG Olahraga Bung Karno, Senayan, Jakarta, sudah berusia lebih dari setengah abad. Namun, stadion megah itu masih kokoh berdiri hingga kini. Mulai digunakan pada Februari 1962, Stadion GBK tetap menjadi arena utama olahraga nasional. GBK menjadi kebanggaan rakyat juga PT Wijaya Karya Tbk.

Wika pun ikut mengerjakan pembangunan proyek mercusuar Presiden Soekarno itu. Saat itu, proyek mengejar tenggat pelaksanaan Games of the New Emerging Forces (Ganefo) pada November 1963. Ganefo sendiri adalah ajang olahraga multicabang yang digagas Bung Karno untuk menandingi Olimpiade.

Wika lahir dari semangat antikolonialisme Bung Karno. Gelombang nasionalisasi pada dasawarsa 1960-an menggulung sejumlah perusahaan Belanda, termasuk Naamloze Vennotschap Technische Handel Maatschappij en Bouwbedijf Vis en. Perusahaan itu kemudian dikuasai Indonesia dengan nama PT Perusahaan Negara Bangunan Widjaja Karja yang merupakan cikal bakal Wika.

Awalnya, Wika diberi tugas mengerjakan instalasi listrik dan pipa air. Satu dasawarsa kemudian, perusahaan pelat merah ini berkembang menjadi pemain utama di bidang konstruksi. Peran penting mereka terlihat pada pembangunan jaringan listrik di Asahan dan proyek irigasi Jatiluhur.

Tak butuh waktu lama, sejak 1980-an, Wika mulai melakukan diversifikasi bisnis. Pada 1997, Wika mulai memasuki bisnis produksi beton lewat anak perusahaan PT Wijaya Karya Beton. Pada 2012, Wika Beton, bersama PT Komponen Beton—anak perusahaan Mitsubishi milik Jepang—membentuk perusahaan patungan PT Wijaya Karya Komponen Beton.

Tentakel bisnis Wika kian merambah. Unit bisnis strategis Wika menjangkau banyak sektor, antara lain konstruksi industri, infrastruktur, bangunan, dan investasi. Namun, bisnis utama Wika di bidang konstruksi energi tetap tak diabaikan.

Wika juga tak jago kandang. Di Aljazair, Wika membangun jalan tol 400 kilometer. Jalan itu menghubungkan Tunisia dan Maroko. Produk beton Wika juga dilirik negara seperti Irak. Target Wika berikutnya adalah negara tetangga di Asia Tenggara, Myanmar.

Sedangkan di Tanah Air, kuku bisnis Wika semakin menancap. Sejumlah megaproyek konstruksi seakan tak bisa lepas dari namanya. Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) sepanjang 5,4 kilometer adalah satu contohnya. Pada 2013, proyek besar lain bahkan telah menanti. Sebut saja proyek Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta.

Lewat konsorsium dengan perusahaan Jepang, Obayashi, Wika kini termasuk kandidat pemenang tender pembangunan terowongan bawah tanah proyek MRT. Proyek ini bagian dari tahap pertama MRT, yakni rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia. Panjang proyek 15,1 kilometer. Total nilai proyek mencapai Rp4 triliun hingga Rp4,5 triliun. Proyek direncanakan mulai berjalan pada 2013 hingga 2016.

Kondisi ini membuat Wika menjadi buruan investor di pasar saham. Apalagi saham perusahaan terus naik dari Rp165 per lembar saat krisis 1998 hingga Rp1.660 per lembar pada 2012. Sejumlah perusahaan sekuritas memperkirakan saham Wika akan mencapai harga Rp1.900 per lembar pada 2013, harga saham premium bagi sebuah perusahaan konstruksi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s