Profil Roy Suryo Menpoira, Berpacu Demi Olahraga Nasional

Roy suryo Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya memastikan Roy Suryo Notodiprojo sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olahraga baru pada 11 Januari 2013. Ia menggantikan Andi Alifian Mallarangeng. Pengangkatan tersebut,  berdasarkan beberapa pertimbangan, saran,  pandangan dari wakil presiden dan pejabat lain, serta menjaring pandangan dan masyarakat luas.

Berdasarkan hasil wawancara serta uji kepatutan dan kelayakan, Roy Suryo dinilai berkompeten menjalankan tiga tugas utama sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga yang baru. “Dan hasilnya baik,” SBY mengatakan, seperti dikutip dari Tempo.co. Menurut SBY, anggota Komisi Pertahanan dan Luar Negeri ini cakap untuk mengemban tugas sebagai Menpora. Ia juga mempertimbangkan integritas yang bersangkutan.

Beberapa saat setelah resmi menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga, nama Roy Suryo langsung melejit di dunia maya. Ia  menjadi trending topic di Twitter pada hari itu. Tanggapan positif dan negatif keluar atas pengangkatan tokoh yang dikenal sebagai pengamat telematika itu.

Saat itu Roy sempat mengatakan beban tugasnya kali ini cukup berat. Apalagi, ia sama sekali tak memiliki latar belakang ilmu olahraga. Meski mendapat cibiran dari banyak orang, ia berjanji akan menjalankan amanat ini dengan sebaik mungkin.

Nama kader dari Partai Demokrat itu mulai dikenal di publik ketika ia mengumumkan hasil analisis keabsahan suara Jaksa Agung Andi Muhammad Ghalib dengan Presiden B.J. Habibie kala itu. Majalah Panji Masyarakat memuat transkrip percakapan keduanya. Isinya Habibie secara halus minta Ghalib bersikap lunak terhadap Soeharto.

Seperti dikutip dari ambar76.wordpress.com, Ghalib membantah itu suaranya. Tapi Habibie secara tak langsung mengakui adanya pembicaraan itu. Roy Suryo tergelitik. Roy melakukan analisis dengan menggunakan audio spectrum analyzer, sebuah piranti lunak yang mampu mengidentifikasikan suara. Ini dilakukan dengan membandingkan suara rekaman dengan suara asli. Hasilnya, suara itu identik dengan suara Habibie dan Ghalib.

Pada Agustus tahun yang sama, beredar lagi transkrip rekaman pembicaraan beberapa orang penting. Suara-suara itu di antaranya mirip suara Arnold Baramuli, ketua Dewan Petimbangan Agung, menteri kabinet Tanri Abeng, wakil bendahara Partai Golkar merangkap debt collector Setya Novanto, dan rekannya Djoko S. Tjandra, pengusaha hotel yang juga menawarkan jasa penagihan utang.

Dalam pertemuan itu, Golkar dituduh mendapat dana Rp 50 miliar dari Bank Bali sebagai imbalan atas peran orang-orang ini dalam rekapitalisasi bank itu. Mereka membantah. Pemeriksaan negara untuk menyelidiki kasus Bank Bali juga dianggap tak tuntas. Roy melakukan analisis. Dengan menggunakan piranti lunak yang sama, Roy mendigitalkan rekaman tersebut dan hasilnya memperkuat laporan majalah Gamma, majalah yang pertama kali menurunkan transkrip rekaman.

Wartawan pun berlomba-lomba mewawancarai Roy Suryo. Undangan jadi pembicara mulai berdatangan. Sejak itu pula sosok Roy  Suryo menjadi familiar di masyarakat. Roy kerap menjadi saksi ahli dalam sejumlah kasus kontroversial, di antaranya kasus Prita Mulya Sari dan kasus skandal video porno Ariel. Roy suryo 3

Seperti ditulis Republika.co.id, terakhir, Roy Suryo menebar kontroversi ketika insidennya di sebuah maskapai penerbangan pada tahun 2011, nyaris memancing ricuh dengan penumpang lain. Bahkan akibat insiden yang melibatkan Roy tersebut, pesawat yang akan berangkat dari Jakarta tujuan Yogyakarta sempat terlambat mengudara.

Roy Suryo lahir pada 18 Juli 1968 di Yogyakarta. Ayahnya, Soejono Prawirohadikusumo, seorang neurolog dan ibunya, Soeratmijati Notonegoro, guru sekolah menengah. Roy Suryo generasi keempat dari Sultan Paku Alam III. Ibunda Roy adalah cucu Paku Alam III. Sebagai keturunan langsung Paku Alam, masa kecil dia habiskan di nDalem Notowinatan yang rindang dan luas bersama ketiga saudaranya.

Meskipun menyandang gelar raden mas, Roy tak merasa dirinya istimewa. Ia bermain layang-layang dengan tetangga atau keluar-masuk kampung. Kebiasaan Roy itu oleh Soejono Prawirohadikusumo, ayah Roy, dianggap sebagai sesuatu yang berbeda. Kakak tertua dan adiknya hampir tak pernah keluar-masuk kampung.

Ketertarikan Roy Suryo terhadap teknologi sudah terlihat sejak duduk di bangku sekolah dasar di Yogyakarta. Roy kecil gemar mengutak-atik mobil-mobilan. “Bisa bongkar, tapi nggak bisa pasang,” kenang Yayik Suryo, kakak perempuan Roy.

Roy kecil mempunyai cita-cita jadi sopir bus. Berdua dengan adiknya, Roy menamai mobil mainan mereka. “Kita punya mobil untuk presiden, mobil menteri, bus sekolah, pokoknya lengkap,” kenang Dony Suryo, seperti dikutip dari ambar76.wordpress.com.

Ketika meneruskan pendidikannya di sekolah menengah pertama, ketrampilan Roy dalam bidang elektronika mulai tampak. Di sekolah ia mengikuti kegiatan ekstrakurikuler elektronika. Ia sering membetulkan peralatan elektronik milik ibunya yang rusak. Di sekolah menengah atas, Roy ikut Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (Orari). Berdua dengan kakak sulungnya, Sony, Roy mulai mengutak-atik peralatan komunikasi radio itu.

Roy suryo 2Ketika meneruskan pendidikannya di sekolah menengah pertama, ketrampilan Roy dalam bidang elektronika mulai tampak. Di sekolah ia mengikuti kegiatan ekstrakurikuler elektronika. Ia sering membetulkan peralatan elektronik milik ibunya yang rusak. Di sekolah menengah atas, Roy ikut Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia atau biasa disebut Orari. Berdua dengan kakak sulungnya, Sony, Roy mulai mengutak-atik peralatan komunikasi radio itu.

Ketika lulus, berbekal minat dan bakat, Roy bertekad mencari ilmu yang lebih dalam di jurusan teknik elektro Universitas Gadjah Mada. Dalam formulir pendaftaran, Roy memilih jurusan teknik elektro sebagai pilihan pertama dan komunikasi, pilihan kedua. Pertimbangan Roy, di jurusan komunikasi ia akan belajar hal yang kurang lebih sama dengan jurusan teknik elektro.

Roy ternyata gagal masuk jurusan elektro. Tapi ia diterima di jurusan komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik pada 1986. Ini dua jurusan yang sama sekali berbeda. Satu teknik, satunya ilmu sosial.

Menurut Metrotvnews.com, Roy Suryo sering meraih penghargaan dari lomba fotografi tingkat nasional serta penghargaan dari berbagai pihak. Di antaranya dari Kadin bidang Telematika, Menteri Perhubungan saat era Agum Gumelar, majalah Trend Digital, Telkomsel, dan Garuda Indonesia.

Selain itu, ia juga aktif dalam kepengurusan Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia, juga tercatat sebagai salah satu konsultan teknis di situs resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Terakhir, ia tercatat sebagai Ketua Departemen Komunikasi dan Informasi di Partai Demokrat dan penanggung jawab redaksi di situs resmi Partai Demokrat.

Kini, Roy Suryo berbergerak cepat untuk menuntaskan berbagai persoalan yang sedang mendera olahraga di Tanah Air, salah satunya konflik di tubuh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s