Profil Joko Widodo, Fenomena Blusukan

Gubernur DKI Joko Widodo adalah sosok yang sangat fenomenal. Pernyataan ini tidak berlebihan jika melihat rekam jejak perjalanan karirnya di birokrasi dan kesehariannya.

jokowiSaat menjabat Wali Kota Solo, Joko Widodo yang kerak disapa Jokowi,   tercatat ke dalam lima besar Wali Kota Terbaik di Dunia berdasarkan publikasi The City Mayors Foundation, London, Inggris. Pada pemilihan Wali Kota Solo periode kedua (2010 – 2015), ia memenangkan persaingan hanya dalam satu putaran dengan suara mutlak, di atas 90%.

Tak berhenti sampai di situ. Dalam pemilihan Gubernur DKI  Jakarta, Jokowi yang berpasangan dengan Basuki Tjahja Purnama alias A Hok,  berhasil mengungguli nama-nama besar seperti gubernur incumbent saat itu, Fauzi Bowo, Gubernur Sumatera Selatan Alex Nurdin dan pasangan kandidat lain yang tak kalah populer.

Kini, ketika kepemimpinannya di DKI Jakarta belum seumur jagung, lelaki berperawakan kurus itu telah digadang-gadang sebagai calon presiden. Hasil survei yang dilakukan Pusat Data Bersatu (PDB), Jokowi menempati urutan puncak dengan 21,2% dalam soal elektabilitas, mengalahkan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto (17,1%), Megawati Soekarnoputri (11,5%),  Rhoma Irama (10,4%), Aburizal Bakrie (9,4%), dan Jusuf Kalla (7,1%).

Toh, sebagai orang Jawa Jokowi rupanya tak harus nggege mongso dan mabuk pujian. Menanggapi hasil survey itu, ia sepertinya tak ambil pusing. “Saya mau fokus bekerja di DKI, menyelesaikan masalah-masalah yang ada. Wong baru 4 bulan bekerja,” kata Jokowi kepada para awak media di balaikota beberapa waktu lalu. Ia mengaku masih memiliki banyak tugas yang harus diselesaikan.

Kemenangan demi kemenangan yang diraih Jokowi dalam berbagai laga pemilihan kepala daerah,– termasuk hasil survei calon presiden,–  merupakan fenomena yang sungguh luar biasa, dan tak pernah terjadi sebelumnya. Bayangkan, dalam survei capres, Jokowi yang relatif orang baru dalam kancah politik dan birokrasi di tanah air mampu mengalahkan para politisi senior sekelas Prabowo, Megawati dan Aburizal Bakrie.

Anak Emas PDI Perjuangan

Pada awalnya Jokowi bukanlah seorang politisi.  Penyandang gelar insinyur dari Fakultas Kehutanan UGM pada tahun (1985), sebelumnya dikenal sebagai pengusaha daerah. Setelah menyelesaikan pendidikannya, Jokowi sempat merantau ke Aceh, dan bekerja di salah satu BUMN di Aceh.

Namun tak lama kemudian ia kembali ke Solo dan bekerja di CV. Roda Jati,  perusahan yang bergerak di bidang perkayuan. Pada tahun 1998, Jokowi akhirnya berusaha secara mandiri di bidang permebelan. Dari sinilah ia mulai menjadi simpatisan PDI Perjuangan.

Dalam sebuah wawancara dipublikasikan di ugm.ac.id., Jokowi mengaku bahwa keterlibatannya di bidang politik lantaran ada permintaan serius dari elemen dan komponen masyarakat. “Untuk menjadi Wali Kota, memang saya harus punya partai yang membawa saya,” ujar Jokowi. Dari situlah Jokowi bergabung dengan PDI Perjuangan. Kini, melihat kinerja dan popularitasnya, Jokowi menjadi anak emas partai yang mengusungnya, PDI Perjuangan.

Ketika maju sebagai Walikota Solo, Jokowi menyatakan bahwa pencalonan dirinya dilandasi dengan beberapa alasan, diantaranya adalah karena dia memang benar-benar serius untuk maju, sekaligus ingin mengakomodasi aspirasi-aspirasi serius yang muncul dari banyak pihak, baik secara pribadi maupun secara kelompok dan organisasi.

Alasan kedua Jokowi, ia ingin agar besama-sama dengan seluruh komponen masyarakat membawa Solo ke arah yang lebih baik, baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional. “Yang ketiga, saya ingin pemerintahan ini diurus secara clean,  tegas dan tanpa kompromi, sehingga good governance dan clean government benar-benar terwujud,” tukasnya.

Meski belum sepenuhnya mampu mewujudkan keinginannya itu, Jokowi dengan gaya khasnya yang langsung turun ke bawah telah berhasil memikat hati masyarakat. Sebagai wali kota di daerah ini, Jokowi praktis ibarat raja. Semua titah dan kebijakannya dilaksanakan oleh segenap oleh aparat di bawahnya dan di-support penuh oleh lapisan masyarakat dengan suka cita.

Program-program prorakyat, terutama yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, pengembangan seni bidaya serta penataan usaha kecil mendapat sambutan yang sangat besar dari warga Solo. Salah satunya adalah pembangunan kawasan  Eco Culture City, atau kota ekonomi budaya. Dalam menjalankan program ini, Jokowi berhasil memindahkan ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang telah menempati lokasi-lokasi strategis dikota Solo, tanpa perlawanan apalagi menimbulkan bentrokan seperti yang kerap terjadi di daerah lain.

Dalam merancang sebuah kota dengan tata ruang yang benar, program ini justru didukung oleh para PKL karena Jokowi melakukannya dengan memanusiakan para pedagang itu.  “Kuncinya adalah pendekatan.  Dengan cara pendekatan kelompok dan pendekatan personal, kita ajak mereka dialog,” ujar Jokowi. jokowi 2

Turun langsung dan mengajak dialog tampaknya menjadi salah satu kunci sukses Jokowi. Cara ini pula yang ia terapkan kini, ketika ia memimpin Jakarta. Demi mengoptimalkan layanan kepada warganya, ia merancang sistem pelayanan terpadu satu pintu yang dapat digunakan untuk mengurus semua surat-surat birokrasi.

Sistem pelayanan terpadu satu pintu akan membuat birokrasi di pemerintahan DKI Jakarta berjalan lebih optimal. Pasalnya, sistem ini bakal memutus sejumlah kerumitan dengan memaksimalkan penggunaan teknologi informasi (online). Masyarakat yang menguasai teknologi dapat mengirim semua data berkaitan dengan surat yang ingin diproses melalui http://www.jakarta.go.id. Sementara masyarakat yang mengalami keterbatasan dapat mendatangi kantor terdekat dan akan dibantu dengan petugas di lokasi.

Dengan sistem tersebut, proses birokrasi pembuatan surat menjadi lebih mudah. Pengawasan pun dapat berjalan dari semua elemen karena masyarakat dapat mengetahui kendala yang memicu proses birokrasinya macet.

Untuk memastikan sistem tersebut berjalan dengan baik, Jokowi tak segan-segan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor kelurahan dan kecamatan. Langkah ini dipandang sebagai  tindakan awal yang baik untuk menata kinerja birokrat di Pemda DKI.

Selain mengunjungi kelurahan sebagai level jejaring birokrasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, Jokowi juga masih blusukan melakukan kunjungan ke banyak kawasan kumuh Jakarta. Hal itu dilakukan untuk memetakan permasalahan dan anggaran yang tersedia.

Jokowi seperti tak peduli dengan istilah pencapaian 100 hari kerja. Ia terus saja berkeliling kampung kumuh untuk mengatahui permasalahan yang ada agar dapat memutuskan langkah apa yang akan diambil untuk penyelesaiannya. Peninjauan langsung ke lapangan tersebut untuk mengetahui hal apa saja yang dapat segera dikerjakan.  “Masyarakat Jakarta perlu disegarkan dengan tindakan-tindakan lebih konkret dan cepat,” kata Jokowi kepada wartawan.

Dalam penanganan masalah kota Jakarta,  ia menargetkan harus ada kemajuan, hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun. Progresnya harus jelas.  Seperti mengenai banjir, setiap tahun harus ada perubahan sehingga lambat laun banjir tidak ada lagi di Jakarta. Juga  mengenai kemacetan lalu lintas, di mana pemerintah DKI Jakarta akan menangani secara bertahap. Jokowi mengaku  sudah memiliki konsep penanganannya dan akan disinkronkan dengan konsep yang dimiliki Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Untuk mengatasi kemacetan lalu lintas dan penataan pemukiman kumuh, Jokowi menemui Menteri BUMN dalam upaya menangani masalah kemacetan. Selain itu juga dibicarakan penataan pemukiman kumuh yang ada di kanan-kiri rel. Permasalahan kawasan kumuh memang harus segera ditata. Ruang terbuka hijau, kampung dengan drainase yang baik, kampung yang punya septic tank, dan kampung yang ada di ruang publik, serta yang ada ruang ekonominya menjadi sebuah keharusan untuk menuju Jakarta sebagai kota yang bersih dan bermartabat.

Sedangkan untuk mengatasi masalah banjir,  Jokowi telah menjalin sinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Ia sadar, penanganan masalah banjir tidak semudah membalik tangan. Karena itu, selain menggandeng instansi terkait, ia juga mengharap, warga juga ikut bekerja keras.

Gaya Jokowi yang sering blusukan ke daerah-daerah kumuh ternyata juga memancing komentar miring dari sejumlah kalangan.  Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Selamat Nurdin, meminta Jokowi agar mengambil langkah nyata, ketimbang melakukan kunjungan ke berbagai daerah. Dalam hal sengketa  Blok A Pasar Tanah Abang, kata Selamat, Jokowi harus memberikan opininya sehingga bisa menyelamatkan Blok A Tanah Abang tersebut.

Menanggapi masukan itu, Jokowi berkilah bahwa masalah di Jakarta banyak sekali. Pihaknya harus mempelajari satu-satu terlebih dahulu sebelum memberikan komentar atau tanggapan.

Itulah Jokowi, sosok yang sangat fenomenal tapi santun. Ia tak pernah emosional dalam menanggapai sesuatu. Bahkan, ketika ia harus berselisih paham dengan atasannya ketika itu, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, Jokowi terkesan mengalah meski ia tetap teguh mempertahankan pendapatnya.

jokowi 3 Di luar kesehariannya, Jokowi yang berperawakan kurus itu punya kegemaran yang cukup unik, yakni menggilai musik-musik cadas. Hampir semua grup musik rock di seluruh dunia ia suka.  Sebut misalnya Led Zeppelin, Nazareth, Queen, Metallica, Linkin Park, Lamb of God dan sejenisnya. Seperti ditulis Solopos, Jokowi  Punya koleksi lumayan komplet dari mulai kaset, poster hingga kaos.

Lagu-lagu rock tersebut sering diputarnya saat waktu senggang, baik di rumah maupun saat di mobil. Sedangkan kaos berbagai grup band musik cadas dalam beberapa kesempatan sering dipakainya. Terutama saat santai dan nonton konser rock. Jabatan yang disandangnya bukan halangan baginya untuk  tetap mencintai musik rock.

Dan kecintaan Jokowi terhadap musik rock, juga tak akan pernah mengganggunya untuk tetap aktif sebagai pemimpin yang harus fokus memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. (***)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s