Polo Lounge, Elegan Anggur di Jantung Kota Ibukota

Menikmati wine dari keramaian Jakarta dengan nuansa perbauran beragam citra. Polo Lounge menjadi tempat pilihan tepat bagi tempat kumpul eksekutif muda maupun ekspatriat.

Wahyu Arifin dan Ranap Simanjuntak POLO LOUNGE

Jejeran meja kursi di dalam Polo Lounge Jumat malam pekan lalu kemarin cukup ramai. Beberapa lelaki bule terlihat bercengekrama dalam satu meja dengan perempuan-perempuan lokal kolega perusahaannya. Cahaya lampu yang redup membuat ruangan itu temaram.

Tempat nongkrong asyik dengan tampilan klasik itu menyelip di antara hiruk pikuk Jakarta. Tepatnya di lantai 2 Menara Batavia, Jl. KH. Mas Masyur Kav126. Lokasinya amat strategis, tak jauh dari muara pertemuan dari Mega Kuningan dan jalan Sudirman.

Bila naik dari lift gedung Menara Batavia, Anda tinggal menuju ke arah selatan, hanya berjalan 10 meter. “Memang awalnya di sini sebagai tempat makan dan santai bagi karyawan yang ada di perusahaan gedung ini saja. Tapi kini, banyak pengunjung datang dari mana saja,” ungkap Arief Faisal Food & Beverage Manager Mercantile Atheletic Club sebagai induk usaha dari Polo Lounge.

Ketika memasuki pintu restoran sekaligus bar itu, pengunjung dihadapkan langsung dengan meja bartender. Hamparan wine atau anggur beragam merek dan juga cocktail tertata rapi di rak-rak belakang meja bartender. Meskipun cukup banyak pengunjung, ruangan tak terasa pengap dengan asap rokok. Maklum, biasanya banyak mulut-mulut asam yang tak tahan untuk mengepulkan asap nikotin. ”Di sini, bebas merokok mulai dari pukul 15.00 WIB sampai tutup. Kalau dari buka pagi pukul 08.00 WIB itu dilarang merokok. Tapi disediakan juga tempat smoking area di situ,” katanya seraya sebuah ruangan dengan sofa berwarna putih.

POLO LOUNGE 2 Arief menambahkan, pada ruangan utama Polo Lounge dapat menampung hampir 200 orang. Sementara disediakan VIP room yang berkapasitas 30 orang. ”Ada sekitar 40 seating dan 150 standing. Ruangan VIP juga bisa dipesan untuk berbagai urusan pribadi maupun meeting,” sebutnya.

Diana Indrani, Operational Manager Polo Lounge menambahkan, tak lama lagi tempat tersebut akan berubah konsep menjadi lebih elegan. ”Bakal ada peremajaan tempat serta setting tempat yang lebih menghadirkan nuansa hiburan lebih menjanjikan agar mengubah image kaku yang selama ini ada,” sebutnya.

Wine dan Sajian Makanan

Wine, cocktail, dan mocktail adalah jenis minuman yang bisa Anda nikmati. Pilihan wine berbagai jenis mulai dari merogoh kocek ratusan ribu hingga jutaan disediakan di tempat ini. ”Saat wine testing ini kami menghadirkan 4 jenis yang murah meriah, yaitu Chateau Subercaseaux Carbenet Sauvignon, Chateau Subercaseaux Sauvignon, D’arenberg Stump Jump Red, dan yang disukai perempuan yaitu Delicato Merlot. Harganya hanya Rp 350-450 ribu tiap botol,” jelas Arief.

Dirinya menambahkan, ada empat konsep anggur selain proporsi tanin dan alkohol. Karenanya wine sebagai ideologi yang menawarkan keseimbangan komponen dalam menunjukkan struktur anggur. ”Pertama soal manisnya. Anggur off-kering berada di antara dua ekstrem dan semi-sweet. Kedua, keasaman. Ini memberikan ketegasan karakteristik dan berfungsi sebagai tulang punggung. Lalu, tubuh. Ini karakteristik dalam anggur disediakan oleh kandungan alkohol di dalamnya,” urainya. ???????????????????????????????

Kemudian, komponen ketiga soal warna. Menurutnya, ini menjadi ciri khas dalam menentukan umur. Keempat, tekstur. Komponen ini menjadi penting di mana nuansa anggur saat menggulungnya dalam mulut. ”Anda bisa merasakan partikel, secara halus, kompleks, kering, dinamis, mentah, atau berat. Ia bahkan bisa mengganggu atau kasar. Dengan waktu dan usia, tekstur dari sebuah perubahan anggur dan memperoleh kedalaman dan kompleksitas,” tutur lelaki yang awalnya bekerja pada sebuah kapal pesiar berkeliling dunia ini.

Di sinilah, awal mula menikmati wine bukan hanya sekadar bermabuk ria. Rasa serta kualitas wine impor dari berbagai negara seperti dari Australia, Cili, Amerika Serikat pun bisa terus dijaga. Disediakan pula beberapa pilihan jualan per gelas untuk beberapa jenis wine. ”Kalau mau santai dengan minum wine sedikit saja bisa memesan per gelas saja dengan harga Rp 150 ribu. Selain itu ada pilihan minuman lainnya seperti bir. Atau yang tidak suka alkohol bisa memesan kopi, teh, susu, hingga juas buah segar,” lanjut Arief.

Selain itu disiapkan menu makanan, mulai tradisional sampai ala luar negeri. ”Ada nasi goreng, sop buntut, sandwich, pizza hingga pasta. Harga makanan Asia, Eropa, dan Jepang yang disajikan berkisar Rp 40 ribu hingga Rp 300 ribu. Jadi rasa premium harga kaki lima,” ketus Arief sambil tertawa.

Selain itu, Polo Lounge juga akan menggelar beberapa event yang disesuaikan dengan selera pengunjung seperti disertai musik disko. Bisa pula berubah menjadi tempat yang tenang bila diperuntukkan sebagai pertemuan bisnis. ”Pokoknya kami menyesuaikan dengan selera pengunjung,” pungkasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s