Profil Susno Duadji, di Antara Kontroversi Putusan dan Pinangan Politik

susno Ditetapkan sebagai tersangka sejak 2010, kasus Susno menjadi perdebatan publik. Mantan Kabareskrim itu mengaku, siap menjalani keputusan hukum apabila prosesnya benar. Dia juga akhirnya melabuhkan diri ke PBB

Ranap Simanjuntak

Diskusi bertajuk ‘Ketika Hukum Menghadapi Kekuasaan Penguasa’ di Galery Café, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Kamis sore pekan lalu terasa menegangkan. “Pak Susno ada di Indonesia. Sebentar lagi saya akan menghadirkan beliau ke ruangan ini,” ungkap salah seorang kuasa hukum Susno Duadji, Aryanto Sutadi menjawab desakan wartawan yang ingin melaihat kehadiran pensiunan polisi bintang tiga tersebut.

Berselang sejam, sekitar pukul 17.00 WIB, mobil Toyota Camry berpelat nomor B 2 DJI memasuki pelataran. Lelaki yang mengenakan kemeja berwarna abu-abu itu sontak dikerubungi para pencari berita. Inilah kehadirannya yang pertama kepada publik setelah hampir setahun bak ditelan bumi.

Dengan suara lantang dan penuh ketegasan, pensiunan jenderal polisi bintang tiga itu memaparkan posisinya yang senantiasa menaati hukum. Lelaki kelahiran Sumatera Selatan, 1 Juli 1954 tersebut mengaku tidak takut dijebloskan penjara. “Perkara Susno ini beda dengan perkara koruptor lainnya. Tolong jangan ada kalimat jurus Susno berkelit. Saya belum pernah menolak eksekusi putusan. Ada sekali pemanggilan eksekusi tapi itu salah,” katanya.

Mantan Kabareskrim Mabes Polri ini juga selama dalam pengasingan sudah mempersiapkan diri menerima hal terburuk. “Saya sudah latihan selama sembilan bulan untuk dihukum. Saya sudah menyuruh kepada pengacara saya untuk menulis surat permohonan ke MA, Kejaksaan Agung, eksekutor kejaksaan negeri Jakarta Selatan dan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang isinya agar dipercepat mengeluarkan keputusan dan dipercepat mengeluarkan eksekusi,” sebut jebolan Akabri Kepolisian tahun 1977 ini.

Seperti diketahui, orang yan pertama kali mengeluarkan pernyataan cicak versus buaya tersebut mejalani masa persidangan dalam kasus penanganan perkara PT Salmah Arowana Lestari (SAL) serta kasus dana pengamanan Pilkada Jawa Barat 2008 sebesaar Rp 4,2 miliar. Di persidangan PN Jakarta Selatan, untuk kedua kasus dia dinyatakan bersalah dengan hukuman penjara 3 tahun 6 bulan dan denda Rp 200 juta subsider kurungan penjara 6 bulan dari Putusan PN Jaksel bernomor 1260/pid.B/2010PN.Jkt.Sel pada 24 Maret 2011. Susno lantas mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta. Namun pengadilan PT Jakarta menolak banding dan memutuskan Susno tetap dipenjara 3 tahun 6 bulan. Akan tetapi, dalam putusan PT ditulis nomor dan tanggal yang salah, yakni tertera bernomor 1288/Pid.B/2010/PN.Jkt.Sel tanggal 21 Februari 2011. “Itu bukan perkara Susno, tapi perkara orang lain. Nomor registernya berbeda,” jelas suami dari Herawati ini.

Bagi, anak kedua dari delapan bersaudara ini ada kejanggalan menjelang putusan PT tersebut. Di mana, dua majelis hakim dua minggu menjelang putusan sidang malah diganti sehingga keduanya hanya menjadi penonton. “Ini kenapa tidak diungkap? Kenapa malah fokus hanya ingin menghukum saya. Tapi ya sudahlah, kalau saua mau dihukum saya tidak takut. Tapi tolong caranya yang benar,” tambahnya. susno 3

Susno juga mewanti-wanti dirinya dimajukan sebagai tersangka kasus korupsi karena sebelumnya berjuang memberantas korupsi. “Dan, harus diingat perkara mafia pajak sesungguhnya dengan memasukkan saya ke dalam sel tidak berjalan. Misalnya kasus Gayus (Tambunan) tentu melibatkan para pejabat. Saya sudah ungkapkan semua pada 2010, tapi orang cepat lupa. Loh kasus dakwan Arwarna juga pertama saya yang mengungkap,” ungkap orang yang pernah mengeluarkan testimoni soal kasus Bank Century tersebut.

Kemudian, Susno melanjutkan ke tingkat lebih tinggi lewat MA. Namun, MA menolak permohonan kasasinya namun tak disebutkan masalah penahanan sebagaimana tertuang pasal 197 KUHAP. Putusan hanya mengisyaratkan menolak kasasi dan membebankan biaya perkara sebesar Rp 2.500. “Ada yang menafsirkan kalau ditolak kembali ke PT. Hukum jangan ditafsir-tafsir, apalagi putusan itu bukan kasus saya,” imbuhnya.

Selasa pekan ini, Kejaksaan Negeri melakukan upaya eksekusi dari hasil rekomendasi MA, MK, dan pakar hukum. Namun kuasa Susno hal ini melanggar aturan.”Tidak sah karena tidak ada kewenangan. Kalau jaksa memalsukan putusan MA maka akan dijerat pasal 23 UU No 31tahun 1999 jo pasal 421 KUHP ancaman 6 tahun penjara,” sebut Fredrich Yunadi dalam pesan singkatnya kepada SINDO Weekly.

Masuk Politik

Lalu, apa saja yang dilakukan mantan Wakil Ketua PPATK ini selama menghilang dari publik? Dia bilang hanya menikmati kebersamaan dengan keluarga. Saya habiskan waktu dengan cucu serta mengikuti perkembangan berita, termasuk Bank Century tapi biarlah soal itu¸wong urusan saya saja belum selesai,” aku ayah dua anak ini. yusril-ihza-mahendra-dan-susno-duadji

Sebagai seorang yang dibesarkan dari keluarga pas-pasan, Susno ingin menelurkan rasa kesederhanaan. Sebab, ayahnya, Duadji yang berprofesi sebagai seorang supir dan ibunya, Amah hanyalah pedangang kecil membiasakannya hidup dengan segala rasa syukur.”Saya lulus SMA pilih Akpol karena gratis. Di dunia ini tidak ada yang direncanakan. Semua atas sutradara Sang Maha Kuasa yang membuat,” cerita orang yang sudah melancong ke puluhan negara dalam mempelajari perkara hukum termasuk korupsi ini.

Kemudian, Yusril Ihza Mahendra sebagai petinggi Partai Bulan Bintang (PBB) mengajaknya ikut bergabung. Susno pun menjawab tantangan itu sebagai niat memperbaiki bangsa. “Tapi saya tidak mau jadi caleg.

Saya kan katanya koruptor. Kalau nanti terpilih, nah nanti memangnya saya mewakili para koruptor?,” pungkasnya sambil terkekeh.

 

BIODATA

Nama: Drs. Susno Duadji, SH, MSc

Tanggal Lahir: Pagar Alam, 01 Juli 1954.

Pangkat : Purn. Komjen Polisi

Rumah: Puri Cinere, Depok

Pelatihan dan Kursus :

–              Senior Investigator of Crime Course (1988)

–              Hostage Negotiation Course (anti-teror) di University of Louisiana USA (2000)

–              Studi Perbandingan Sistem Kriminal di Kuala Lumpur, Malaysia (2001)

–              Studi Perbandingan Sistem Polisi di Seoul, Korea Selatan (2003)

Dan Anti Money Laundering Training Counterpart in Washington DC,USA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s