Harap Cemas Menanti Kebangkitan Sepak Bola

Hasil KLB membawa PSSI dalam babak baru mengakhiri dualisme sepak bola Indonesia. Namun, bagi-bagi kue masih kentara. Akankah yang kecewa bakal membuat kekuatan tandingan? KLB PSSI

Ranap Simanjuntak

Sihar Sitorus terlihat kurang semangat. Intonasinya terdengar landai. “Ya ini sebuah realita. Apakah saya masuk ke realita yang sama atau enggak, itu kemudian hari,” jawabnya kepada SINDO Weekly ketika ditanya upaya apa yang akan dia lakukan menyusul hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Minggu (17/13) di Hotel Borobudur.

Sihar sepertinya tak mau terpancing dalam polemik yang membelit PSSI . Namun, aksi walk out (WO)nya bersama lima anggota anggota Komite Eksekutif (Komek) paling tidak membuktikan rekonsiliasi belum selesai. Apalagi, ada 18 caretaker pengprov yang mencoba masuk arena sidang. “Mereka seharusnya diperbolehkan masuk mengikuti kongres,” ungkap Sihar.

Kelima tambahan anggota Komek yang keluar ruangan selama KLB itu adalah Wakil Ketua Umum PSSI Farid Rahman, Tuty Dau, Widodo Santoso, Mawardy Nurdin, serta Bob Hippy. Akibatnya, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin mengeluarkan keputusan skorsing kepada mereka. “Untuk sekarang saya lagi tidak mood hasil keputusan ini. Kalau mau diskors sah-sah saja. Yang penting dijelaskan saja aturan apa yang menyatakan kami bersalah,” pinta anak pengusaha ternama DL Sitorus ini.

Sihar coba membela diri. Menurutnya langkah mereka keluar ruangan tersebut bukanlah aksi WO. Ada agenda terselubung yang digulirkan tambahan di luar agenda tersusun yaitu penentuan waktu dan tempat pelaksanaan Kongres Tahunan PSSI. Poin ini baginya tidak tercantum dalam kontrak kerja sama (MoU) antara PSSI dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) yang ditandatangani di Kuala Lumpur, Malaysia, Maret 2011. KLB 2

“Itu bukan WO. Kami hanya keluar karena agenda KLB hanya empat sesuai MoU yaitu unifikasi liga, revisi statuta, menyertakan pemilik suara Kongres Solo 2011, dan pengembalian empat status anggota Komite Eksekutif (exco) terhukum; La Nyalla Mattalitti, Roberto Rouw, Tonny Aprilani, dan Erwin Dwi Budiawan, ke PSSI. Jadi kami keluar karena keempat agenda itu sudah selesai,” tuturnya.

Di sisi lain, Djohar Arifin menyembulkan senyum atas bentukan duet baru hasil peleburan Indonesian Premier League (IPL)  dan Indonesia Super League (ISL). Sementara, Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) resmi dibubarkan. Disaksikan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo dan perwakilan FIFA, Djohar bersama La Nyalla menandatangani kesepakatan bersama.

La Nyalla sebagai orang nomor satu di KPSI kini diberi jabatan baru sebagai Wakil Ketua Umum PSSI.  Menurutnya, pembubaran KPSI ini diikuti syarat perubahan struktur komite etik, banding, dan wasit harus dirapatkan ulang di rapat Komek. “Justru saya harus mengucapkan Inalilahi Wainalilahi Rojiun karena ini adalah tanggung jawab besar bagi saya,” sanggahnya.

KLB 3 Hasil KLB ini juga memberikan konsep penyatuan liga yang diyawarkan PT Liga Indonesia (LI) diterima dalam kongres ketimbang pesaingnya PT Liga Prima Indonesia Sportindo. Kartu tanda hijau yang diacungkan peserta kongres lauh lebih banyak ditujukan buat konsep yang diajukan PT LI (lihat box). CEO PT LI, Joko Driyono menjelaskan, jumlah klub ISL akan kembali ke titik asal pada 2016. Secara bertahap peserta dikurangi dengan memperbanyak julah tim yang terkena degradasi. Ini pernah dilakukan PSSI era Agum Gumelar.  “22 klub juga bias berkurang kalau tidak lolos verifikasi sesuai standar AFC. Bila ada kembaran klub pada IPL, maka akan digantikan dengan posisi di bawahnya dari keempat klub yang lolos kompetisi tahun 2014,” jelas Joko.

Menanti Keputusan FIFA

Djohar optimis KLB PSSI kali ini akan sukses dari penilaian FIFA dan AFC. “Indonesia sudah pasti terhindar dari FIFA. Baru setelah itu kongres selanjutnya akan dilaksaanakan pada 6 Juni di Jakarta.,” tuturnya bersemangat.

Namun tentu ini belum final. Ada rumor tak sedap yang diterbitkan lewat akun Twitter @Asian_Football Divisi Marketing dan Bisnis AFC menyangkut situasi persepakbolaan Indonesia. Tertulis “Rumblings from Geneva that FIFA will reject the unexpected #Indonesia FA congress resolutions and go ahead with ban. History says unlikely.” Atau berarti, “Merujuk pada bocoran dari suara-suara di Jenewa bahwa FIFA akan menolak hasil kongres yang tidak terduga dari federasi sepakbola #Indonesia dan akan menyiapkan sanksi. Sejarah berkata tidak mungkin.”

Namun itu hanyalah rumor yang belum terbukti. Kepastian soal keputusan FIFA sejatinya baru terbit paling lama Mei mendatang. Kita harus menunggu dengan lapang dada. Di satu sisi, ada masalah yang belum terselesaikan yakni akar pahit yang dirasakan enam anggota Komek dan 18 caretaker pengprov yang suaranya dibuang. Akankah mereka melakukan PSSI tandingan?

Revisi Statuta PSSI:

–      Anggota Komek berjumlah 15 orang. Ketum PSSI berhak memilih langsung empat Komek baru hingga 2015

–      Bab I ketentuan Umum (ada penambahan poin)

–      Ada penambahan pada pasal 23 yakni soal Peserta Kongres

–      Pasal 31 adanya penambahan poin soal pengadaan KLB

–      Isi pasal 38 yang menyebut Komek tidak bisa mengambil keputusan  jika jumlah anggota Komek yang hadir di bawah dua pertiga direvisi menjadi satu pertiga

–      Perubahan isi di Bab V: Komite Eksekutif

–      Perubahan dan penambahan poin BAB VI: Ketua Umum

Proses Penyatuan PT Liga Indonesia :

–      Penyatuan atau unifikasi liga baru dimulai pada tahun 2014. Tahun ini ISL dan IPL masih akan berjalan sendiri-sendiri.

–      Peserta kasta teratas liga profesional pada tahun 2014 berasal dari 18 klub ISL dan 4 klub IPL.

–      Pada tahun 2014 dan 2015 akan diberlakukan sistem dua promosi-empat degradasi, sehingga pada tahun 2016 hanya akan ada 18 klub peserta kasta teratas liga profesional. Mulai tahun 2016 dan seterusnya, akan diberlakukan sistem tiga promosi-tiga degradasi.

–      Nama liga tetap Indonesian Super League (ISL).

–      Pengelola liga tetap PT. Liga Indonesia.

–      Liga Super dan Divisi Utama adalah liga profesional, sementara divisi di bawahnya adalah liga amatir.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s