Profil Dirut PT Pembangunan Jaya Ancol Budi Karya Sumadi: “Masyarakat Kita Sudah Dewasa dan Cerdas”

ceo ancol 3 Lama melenggang sendirian tanpa saingan sebagai tujuan wisata terbesar di Tanah Air, Taman Impian Jaya Ancol (TIJA) kini mendapatkan saingan baru dengan hadirnya Trans Studio di Jakarta dan Bandung.

Namun, manajemen PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (PJA) anak usaha dari Ciputra Group selaku pengembang TIJA tak merasa khawatir dengan persaingan tersebut. “Kami memandang persaingan sebagai suatu hal yang positif. Masyarakat mempunyai beragam pilihan tempat wisata,” ujar Direktur Utama PJA Budi Karya Sumadi.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus meningkat dan jumlah penduduk Indonesia yang besar juga memberi peluang bagi pertumbuhan industri wisata. “Jangan lupa, saat ini jumlah penduduk Indonesia sekitar 250 juta orang, sementara sasaran dari industri wisata sendiri baru 25–30 juta orang. Jadi, peluang untuk pertumbuhan industri wisata masih besar,” lanjut pria yang gemar mengumpulkan kayu-kayu antik ini. OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kondisi politik pun, menurut Budi, situasinya relatif stabil. “Dengan demikian, dunia usaha akan berjalan sebagaimana mestinya tanpa gangguan berarti,” ujar Budi. Nah untuk mengetahui lebih jauh pandangannya mengenai Indonesia saat ini, berikut petikan wawancara Budi Karya Sumadi dengan Windarto dari SINDO Weekly:

Apakah situasi politik akan memanas menjelang Pemilu 2014 sehingga iklim usaha terganggu?

Tidak ada masalah dengan situasi politik saat ini. Apalagi situasi politik saat ini relatif stabil. Saya pikir hal ini disebabkan oleh masyarakat kita yang sudah semakin dewasa dan cerdas dalam memandang siklus 5 tahunan tersebut. Dengan demikian, dunia usaha pun akan berjalan sebagaimana mestinya tanpa gangguan yang berarti.

Gonjang-ganjing di Partai Demokrat, misalnya, tentunya akan memicu perkembangan politik yang lebih luas lagi?

Itu kan dinamika politik di dalam partainya sendiri. Bukankah hal semacam itu sudah biasa. Rakyat pun menanggapinya biasa saja.

Bagaimana Anda menilai jalannya pemilu yang akan datang?

Saya meyakini pemilu akan berjalan lancar dan damai. Kemudian, terlepas dari mana pun asalnya atau apa pun partai politiknya, saya berharap pemilu tersebut akan melahirkan pimpinan nasional yang terbaik.

Bila kondisi politik stabil, bagaimana dengan situasi perekonomian saat ini?

Situasi ekonomi Indonesia saya pikir sangat baik. Apalagi, di saat banyak negara lain dunia mengalami perlambatan ekonomi, ekonomi Indonesia tetap tumbuh stabil. Pertumbuhan ekonomi yang tetap positif, tingkat inflasi dan suku bunga yang rendah merupakan modal yang baik bagi perseroan yang tengah memperbaiki kinerjanya untuk melaju lebih cepat lagi.

Apa konsekuensi pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut terhadap perseroan?

Tentu saja berdampak kepada meningkatnya pendapatan dan daya beli masyarakat. Kondisi ini menyebabkan kemampuan konsumsi masyarakat di sektor wisata juga meningkat. Selain karena pertumbuhan ekonomi Indonesia, kenaikan jumlah pengunjung juga dipengaruhi oleh jumlah penduduk Indonesia yang sekitar 250 juta orang. Sementara, sasaran dari industri tempat wisata sendiri baru 25–30 juta orang. Jadi, peluang untuk industri tempat wisata tumbuh masih besar.

Bagaimana Ancol menangkap peluang pertumbuhan ekonomi tersebut?

Kami menangkap peluang tersebut dengan menghadirkan berbagai macam pilihan fasilitas hiburan. Selain itu, wahana permainan yang ada juga kami lengkapi. Dengan makin lengkapnya fasilitas permainan hingga fasilitas penginapan tersebut, kami menargetkan pertumbuhan jumlah pengunjung sekitar 3–5 persen per tahunnya. Itu pertumbuhan yang wajar dalam industri untuk yang sudah di atas 10 juta (pengunjung). Bahkan di Amerika dan Jepang, mereka juga tumbuh sekitar 3 persen satu tahun. Ini karena volume-nya sudah besar sekali.

ceo ancol Dari sisi regulasi, apakah ada yang perlu diperbaiki untuk mendukung pertumbuhan industri wisata?

Saya pikir, regulasi yang sudah dibuat oleh pemerintah saat ini sudah pas untuk menciptakan situasi yang kondusif untuk mendukung industri. Jadi tidak ada persoalan dalam hal ini.

Ancol kini mendapatkan saingan dari Trans Studio yang sudah berdiri di Bandung dan Makassar. Bagaimana Anda menanggapi persaingan tersebut?

Kami memandang persaingan sebagai suatu hal yang positif. Dengan persaingan di industri tempat rekreasi yang semakin ramai, masyarakat mempunyai beragam pilihan tempat wisata. Selain itu, kami juga memandang pangsa pasar industri tempat wisata masih besar.

Kabarnya, perseroan juga akan melakukan ekspansi ke sejumlah daerah ?

Ya Anda benar, kami sudah mulai berpikir untuk melakukan ekspansi ke daerah lain di Indonesia. Saat ini kami sedang menjajaki sejumlah lokasi di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Prosesnya sedang berjalan. Kami berharap semoga lancar dan segera selesai.

Apakah ada rencana Ancol menggarap bidang lain di luar rekreasi dan properti?

Kami tidak bisa hanya fokus untuk mengeksploitasi Ancol, karena itu ada batasnya. Maka mulai beberapa tahun lalu, selain menguatkan dan mengembangkan usaha yang telah ada, kami juga akan mencari sumber-sumber pendapatan baru untuk diversifikasi usaha yang menunjang pertumbuhan yang berkesinambungan.

Salah satu contohnya, adalah diversifikasi usaha dengan membentuk anak usaha yang berfokus pada bidang infrastruktur jalan tol Akses Tol Priok (ATP), yang diharapkan akan menghasilkan pendapatan. Sekadar informasi, pada 2011 lalu, kami telah melakukan pengembangan usaha baru berbasis bisnis infrastruktur dan utilitas. Misalnya melalui pengoperasian Ancol New Water, yang merupakan aplikasi Sea Water Reverse Osmosis (teknologi penyulingan air laut menjadi air tawar sebagai bahan baku air bersih). Saat ini produksinya sudah 5.000 meter kubik per hari. Sekarang memang baru untuk kebutuhan sendiri, tetapi nanti akan dikembangkan untuk warga di DKI Jakarta.

Biodata Budi Karya Sumadi

Nama                                       : Ir. Budi Karya Sumadi

Tempat, tanggal tahir : Palembang, 18 Desember 1956

Pendidikan      :

1981                            Sarjana Arsitektur Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta

1975                            SMA Xaverius Palembang

1972                            SMPN 1 Palembang

1969                            SD Muhammadiyah Palembang

Karier              :

1979–1980                  Asisten Dosen Jurusan Arsitek FT UGM

1989–1991                  Manager Marketing Property PT Pembangunan Jaya Ancol

2001–2004                  Direktur Keuangan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.

2001–2004                  Direktur Keuangan PT TIJA

2001–sekarang            Komisaris PT Philindo

2004–sekarang            Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.

2004–sekarang            Direktur Utama PT TIJA

Ingin Menjadi yang Terbesar di Asia Tenggara

Bila ada satu perusahaan yang kiprahnya hampir mencapai setengah abad, salah satunya adalah PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. Pasalnya, sejak awal berdirinya kawasan wisata terpadu di belahan utara Jakarta, yang semula bernama Taman Impian Ancol itu pada 1966, perusahaan itu sudah terlibat. ancol 1

Saat itu, untuk mewujudkan kawasan wisata terpadu tersebut, Pemerintah Propinsi DKI Jakarta, menunjuk PT Pembangunan Jaya sebagai Badan Pelaksana Pembangunan (BPP) Proyek Ancol. Sejalan dengan peningkatan kinerja, pada 1992, status BPP Proyek Ancol diubah menjadi PT Pembangunan Jaya Ancol.

Atas perubahan itu, konsekuensinya terjadi perubahan kepemilikan dan persentase kepemilikan saham, yakni 20% dimiliki oleh PT Pembangunan Jaya dan 80% dimiliki oleh Pemda DKI Jakarta.

Agar bisa terus mengembangkan kawasan itu, serta untuk mencitrakan kuatnya bisnis yang dikembangkan, Juli 2004 PT Pembangunan Jaya Ancol pun go public. Artinya, status kepemilikan saham pun kembali berubah, 72% saham dimiliki Pemda DKI Jakarta, 18% PT Pembangunan Jaya, serta 10% masyarakat.

Langkah go public ini, dilakukan dalam rangka meningkatkan kinerja perusahaan serta menciptakan sebuah good & clean governance. Kinerja dan citra yang positif ini, diyakini akan memacu perusahaan untuk terus tumbuh dan berkembang secara sehat di masa depan.

Selain itu, PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk. juga melakukan upaya repositioning, ditandai dengan diluncurkannya logo baru Ancol pada Juli 2005. Perubahan tersebut tidak semata mengganti logo perusahaan, tetapi juga untuk memacu semangat dan budaya perusahaan secara keseluruhan.

Sejak itu pula, di bawah Budi Karya Sumadi sebagai Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol yang menggantikan pendirinya, yaitu Ciputra, visi perusahaannya pun berubah. Visinya, “Ancol Spectacular”, yang bertujuan menjadi perusahaan pengembang properti dengan kawasan wisata terpadu terbesar dan terbaik di Asia Tenggara yang memiliki jaringan sentra rekreasi terluas.

Visi itu pun diwujudkan secara nyata, melalui pendapatan yang terus meningkat. Menurut Budi, pada 2012 lalu realisasi pendapatan sekitar Rp1,1 triliun dengan laba senilai Rp170 miliar. Tahun ini, Budi menargetkan pendapatannya naik ke angka Rp1,3 triliun, dengan laba diprediksi mencapai Rp190 miliar.

Harus diakui, hingga saat ini kawasan wisata terpadu dan terlengkap—paling tidak—di Indonesia adalah Ancol. Di kawasan tersebut, PT Pembangunan Jaya Ancol hingga kini mengelola lebih dari 20 wahana wisata, pertunjukkan, dan permainan. Beberapa yang terkenal adalah Dunia Fantasi (Dufan), Seaworld, Atlantis Water Adventure, dan yang baru diluncurkan yaitu Ecopark.

Terkait wisata ilmiah, PT Pembangunan Jaya Ancol pun mengembangkan Dunia Fantasi alias Dufan sebagai salah satu pusat edutainment yang ada di Ancol, yakni dengan dibukanya Fisika Dunia Fantasi (Fidufa) dan Pentas Prestasi. Sekadar informasi, Dufan telah memiliki sertifikat ISO 9001:2008 sejak 2009. ancol

Selain itu, perusahaan milik Ciputra ini juga mengembangkan bisnis propertinya, meliputi hunian berupa kaveling dan unit townhouse. Lalu ada pula properti komersial, seperti ruko, gedung perkantoran, service residence, serta penyewaan lahan. Adapun bisnis property lain, di antaranya berupa Coasta Villa Best Resort Living dan Apartemen Northland Ancol Residence.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s