Piala Afrika Super Eagles Juara Baru di Benua Hitam

nigeria Setelah absen selama 19 tahun akhirnya Nigeria berhasil meraih trofi Piala Afrika. Sementara kuda hitam Burkano Faso mengaku puas di urutan kedua.

Ranap Simanjuntak

 Senyum sumringah terlontar dari bibir pelatih Nigeria, Stephen Keshi. Lelaki paruh bayu berumur 51 tahun itu meloncat girang setelah Nigeria memenangkan final Piala Afrika, Senin (12/2/2013).  Super Eagles—julukan timnas Nigeria—menang 1- 0 atas Burkina Faso. Mereka mendapatkan tiket Piala Konfederasi di Brasil Juni mendatang.

Nama Keshi memang menjadi sorotan publik setelah dirinya menjadi arsitek timnas Nigeria. Lelaki kepala plontos itu menjadi orang kedua yang mengangkat trofi Piala Afrika sebagai pemain dan pelatih. Keshi, saat Piala Afrika1994 menjadi kapten mengantarkan negaranya meraih kampiun. Sebelumnya ada nama Mahmoud El Gohary yang pernah meraih juara Piala Afrika bersama Mesir sebagai pemain tahun 1959 dan berlanjut menjadi pelatih tahun 1998. nigeria pelatih

Selain itu, dirinya menjadi warga Nigeria pertama yang menjadi juara Piala Afrika sebagai pelatih. Padahal, di awal kompetisi, kepemimpinan Keshi sendiri banyak dipertanyakan. Dia tidak memanggil pemain berpengalaman seperti Peter Odemwingie dan Obafemi Martins. Big Boss lebih memilih memberikan kepercayaan kepada pemain muda dari liga domestik yang minim pengalaman seperti gol Sunday Mba. Nyatanya, Sunday Mba menjadi pahlawan setelah menjebloskan gol tunggal ke gawang Kiper Burkina Faso Daouda Diakite di menit ke-40. Bahkan, gelandang Warri Wolves itu menjadi man of the match.

Dengan kemenangan ini, Nigeria menyematkan tiga kali trofi Piala Afrika (1980,1994, dan 2013) dan mengakhiri penantian selama 19 tahun. “Saya selalu percaya kepada mereka (pemain) sejak kami melakoni kamp latihan di Portugal, saya mengatakan mereka bisa merengkuh trofi. Saat itu, mereka tidak mempercayai saya dan mengira saya hanya asal bicara. Tapi mereka mulai yakin ketika kami sampai di sini. Dan, saya harus mengatakan kalau saya sangat bahagia untuk mereka. Ini adalah trofi mereka,” ungkapnya merendah.

Sedangkan pemain negara di Afrika Barat tak kalah gembira, terutama Joseph Yobo. Kapten tim sekaligus pemain senior ini baru sekali mencium trofi kejuaran paling bergengsi di benua hitam tersebut. Bek veteran yang merumput di Fenerbahce itu merupakan paling konsisten sejak masuk tim inti pada 2001. “Luar biasa. Mimpi kami akhirnya jadi kenyataan juga. Saya sudah menunggu sekitar 11 atau 12 tahun. Saya sudah bilang ini adalah Piala Afrika terakhir saya. Ini capaian yang mengagumkan,” aku mantan pemain Everton itu.

Menariknya lagi, ada bonus tak biasa yang akan didapat saat tim pulang ke tanah air mereka. Sekumpulan organisasi PSK Nigeria bernama ANP, sebelumnya telah mengumbar janji hadiah seks gratis selama seminggu setelah melaju pada babak perempat final. “Untuk menunjukkan dukungan kami kepada tim nasional, kami memberikan pesta seks gratis selama sepekan, seandainya Super Eagles berhasil memenangkan trofi Piala Arika 2013,” sebut salah seorang perwakilan ANP.

Memang sejauh ini pasukan Elang Super tampil atraktif dengan mengemas formasi menyerang 4-3-3 selama kompetisi. Tim Nasional Nigeria sukses menundukkan Mali dengan skor 4-1 di babak semi final. Super Eagles sendiri mampu mempecundangi tim favorit, Pantai Gading pada perempat final.

Di fase grup C sendiri, mereka bermain apik dengan empat gol dalam tiga laga. Untuk melaju delapan besar ini, Super Eagles sendiri sudah bertemu Burkina Faso dengan hasil imbang 1-1. Kemudian, mampu melibas Ethiopia dengan skor 2-0. Dan, turut membantu mengantarkan pulang juara bertahan Zambia lebih awal dengan hasil imbang 1-1. Sang juara bertahan asuhan Herve Renard hanya mampu mengumpulkan tiga poin, hasil tiga kali imbang.

Di sisi lain, tim unggulan tuan rumah hanya bisa merasakan pertandingan hingga perempat final. Afrika Selatan yang menggantikan Libya sebagai tuan rumah karena dilanda perang saudara sebagai tuan rumah juga tak bisa bicara banyak. Dewi Fortuna tak berpihak kepada mereka saat digelar drama adu pinalti. Mali menang dengan skor 3-1 yang membuat Tokelo Rantie, dkk tak Berjaya di kandang sendiri.

 Kejutan Kuda Hitam

          Juara kedua, Burkina Faso tak terlalu larut dalam kesedihan. Kekalahan pada pertandingan akhir tak membuat fans Burkina Faso tak kecewa, sebab tim kesayangannya itu dinilai sudah tampil fantastis di ajang tahun ini. Di partai final sendiri Burkina Faso nyaris menyamakan kedudukan ketika Wilfried Sanou mendapatkan kesempatan namun sayangnya tergelincir saat ia mengatur tendangan.

Mereka tetap berpesta dengan melakukan parade jalanan menuju kembali ke rumah. Pelatih Burkina Faso Paul Put mengungkapkan, timnya yang menjadi underdog di turnamen sudah membuktikan kebanggaan. “Kami mungkin kelelahan saat tampil di final namun saya tidak mau beralasan. Namun, tim ini berjuang hingga detik akhir. Saya sangat bangga dengan mereka dan saya rasa seluruh warga Burkina Faso layak bangga dengan para pemain itu,” katanya sehabis final.

Apalagi, pemain Burkina Faso, Jonathan Pitroipa dinobatkan sebagai pemain terbaik. Pemain 26 tahun ini bermain bagus sepanjang gelaran dengan membukukan dua gol. Salah satu aksi terbaiknya yakni tatkala mencetak gol kemenangan di masa perpanjangan waktu saat melawan Togo (1-0) pada perempatfinal. nigeria Jonathan Pitroipa

Pitroipa berhasil mengalahkan tiga kandidat pemain Nigeria, seperti John Obi Mikel, Victor Moses dan Emmanuel Emenike. Pemain klub Rennes ini sebenarnya sempat tak diperbolehkan bermain pada laga final. Hal tersebut karena dirinya diganjar kartu merah setelah menerima kartu kuning kedua saat melawan Ghana di babak semifinal. Beruntung, Komite Wasit pada Konfederasi Sepak Bola Afrika CAF membatalkan kartu merah tersebut setelah wasit Tunisia Slim Jdidi mengaku telah membuat kesalahan. Apalagi hasil rekamana video menunjukkan Pitroipa tidak diving.

Di tempat terpisah Mali meraih medali perunggu pada Piala Afrika 2013, setelah berhasil mengalahkan Ghana 3-1. Pada pertandingan di stadion Nelson Mandela Bay itu gol dicetak Mamadou Samassa (21′) dan Seydou Keita (48′). Ghana berhasil memperkecil ketertinggalan lewat gol Kwadwo Asamoah pada menit ke-82. Namun, Mali berhasil kembali menggetarkan jala gawang Ghana saat injury time lewat gol Sigamary Diarra.

Skuad Nigeria

Kiper: Vincent Enyeama (Maccabi Tel Aviv, Israel); Austin Ejide (Hapoel Be’er Sheba, Israel); Chigozie Agbim (Enugu Rangers, Nigeria)

Belakang: Elderson Echiejile (SC Braga, Portugal); Juwon Oshaniwa (Ashdod FC, Israel); Joseph Yobo (Fenerbahce, Turki); Efe Ambrose (Celtic FC, Skotlandia); Azubuike Egwuekwe (Warri Wolves, Nigeria); Kenneth Omeruo (ADO Den Haag, Belanda); Godfrey Oboabona (Sunshine Stars, Nigeria)

Tengah: John Mikel Obi (Chelsea FC, Inggris); Nosa Igiebor (Real Betis, Spanyol); Ogenyi Onazi (SS Lazio, Italia); Obiora Nwankwo (Calcio Padova, Italia); Fegor Ogude (Valerenga FC, Norwegia); Reuben Gabriel (Kano Pillars, Nigeria)

Depan: Ahmed Musa ( CSKA Moscow, Rusia); Emmanuel Emenike (Spartak Moscow, Rusia); Victor Moses (Chelsea FC, Inggris); Sunday Mba (Enugu Rangers, Nigeria); Ikechukwu Uche (Villarreal FC, Spanyol); Brown Ideye (Dynamo Kyiv, Ukraina); Ejike Uzoenyi (Enugu Rangers, Nigeria)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s