Genjot Swasembada Kedelai, Mungkinkah?

Hattanomics kedelai 2Harga kedelai yang tinggi, mencapai Rp 7.000/kg membuat antusias petani. Hasilnya, produksi kedelai naik dua kali lipat, yakni mencapai 800.000 ton/tahun. Ini merupakan salah satu cara menggeliatkan program swasembada kedelai.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan, pemerintah akan mengkaji agar member perlindungan kepada petani lokal. “Kita bertekad untuk swasembada agar swasembada terjadi harus ada stabilitas harga pada petani. setiap importir harus membeli seluruh punya petani itu, terutama Bulog,” ungkapnya akhir Januari lalu.

Meskipun begitu, kebutuhan kedelai di tanah air cukup besar, yakni sekitar 2,2 juta hingga 2,4 juta ton per tahun. Sehingga, sisanya pemerintah melakukan impor lewat importir terdaftar yang diatur melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi sendiri mengingatkan, Harga Pokok Penjualan (HPP) untuk komoditas kedelai akan berubah setiap bulan. Hal ini dikarenakan harga kedelai yang fluktuatif. Karena itu, detail HPP akan dibahas lebih lanjut di tim teknis. “Karena harga itu untuk stabilisasi bagi pengrajin, sifatnya ditetapkan bulanan, bisa berubah, tapi dalam satu bulan itu harganya akan stabil ,”ujarnya.

Bayu menambahkan, HPP kedelai tidak flat atau akan mengikuti dinamika harga kedelai di pasar meskipunpara pengrajin lebih menginginkan harga kedelai yang lebih stabil.” Jadi kalau bikin satu bulan, dan kalaupun harus dilakukan penyesuaian itu mereka mau melakukan penyesuaian, tapi harus ada stabilitas seperti itu,” tambahnya.

Terkait dengan masalah importir, menurut Wakil Menteri Perdagangan, masih akan tetap melibatkan importir-importir yang selama ini ada, tetapi Bulog juga akan memiliki peranan yg lebih besar. “Dengan demikian pemerintah punya penyeimbang, pemerintah punya mekanisme untuk juga menyeimbangkan pasar kedelai. Disamping itu pemerintah juga akan punya ketentuan dengan mengatur importirnya, Itu yang akan kita lakukan,”ungkap Bayu. Hattanomics kedelai

Menurut Hatta, setiap importir kedelai wajib membeli kedelai dalam negeri, barulah kemudian melakukan impor untuk menutupi kekurangan. “Setiap importir harus membeli punya petani, kekurangannya diimpor melalui importir yang terdaftar di Kemendag,” ujarnya.

Sementara itu, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) menargetkan swasembada kedelai produksi tahun 2014 harus mencapai 2,7 juta ton. Karena itu, produksi kedelai harus mencapai 1,5 ton/hektar (ha).

“Laju peningkatan produksi harus mencapai 1,5 ton/ha dari sebelumnya 1,3 ton/ha. Di tahun 2014 surplus 137 ribu ton,” kata Ketua Umum KTNA Winarno Tohir.

“Tahun 2008, harga naik karena spekulasi pasar. Pemerintah memberikan insentif pengrajin tahun 2012 sehingga harga naik karena kekeringan lalu pemerintah membebaskan bea masuk impor senilai Rp350 miliar,” tambahnya.

Bukan itu saja, program penggenjotan swasembada kedelai ini juga akan diikuti dengan perluasan lahan. Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan luas tanam 1,6 juta per hektare (ha). “Kementan merencanakan dan menargetkan luas tanam sebesar 1,6 juta per ha. Ini merupakan salah satu tata niaga swasembada kedelai 2014,” ujar Kepala Badan Ketahanan Pertanian Ahmad Suryana.

Lalu di mana lahan potensial kedelai?  Ahmad menjawab seluruh daerah di Indonesia khususnya di daerah Aceh dan Nusa Tenggara Barat (NTB), tambahnya, adalah lahan potensial. Sedangkan penggarapan kedelai di Jawa Timur dan Jawa Tengah yang akan terus diperbaiki lahan kedelainya. “Itu salah satu strategi agar produksi sebesar 2,7 juta ton,” sebutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s