Gemala Hanafiah, Surfer Perempuan yang Tak Pernah Kapok

GemalaHanafiahKalau kebanyakan perempuan berlomba-loma memutihkan kulit, tapi tidak dengan Gemala Hanafiah. Perempuan peranakan Aceh, Manado, Ambon dan Madura ini merasa pede dengan kulit cokelatnya yang terkesan terbakar karena banyak melakukan surfing. Dia terlihat nyentrik, bahkan mirip bule yang habis berjemur.

Tak jarang presenter salah satu televise nasional ini mengalami kecelakaan. Al—begitu dia disapa—sering mengalami kejadian tak mengenakkan. “Kemarin saya sampai copot kuku. Beberapa kali robek kaki karena kena karang,” ungkap perempuan kelahiran Balikpapan, 7 Maret 1980 ini.

Salah satu ikon surfing wanita di Indonesia itu juga pernah pernah kecelakaan saat melakukan diving. Ketika itu, Al mau back down (terjun ke air dengan posisi tubuh membelakangi) di laut Alor, Nusa Tenggara Timur. Tanpa disangka ternyata di wilayah itu ada penyelam lain sehingga terjadi tabrakan. “Kepala saya terbentur tangki oksigen teman saya. Masker putus dan kepala saya robek,” akunya.

Bahkan Al dulu mengaku sering melanggar larangan ibunya yang tak memberi ijin untuk ber-surfing ria. “Saya ini anak perempuan satu-satunya Nyokap ngelarang karena masalah kulit nanti terbakar. Tapi saya tetap saja bandel,” ceritanya sambil tertawa.

Toh Al terus menikmati setiap spot laut Indonesia yang menurutnya begitu memesona. Sampai-sampai perempuan yang doyan menulis ini beberapa kali bertemu langsung dengan hiu. “Tidak takut sama sekali. Karena setahu saya hiu di Indonesia itu hiu black tip atau white tip tidak makan orang. Mereka hanya cari plankton,” tambah Al.

Tentang keindahan laut, Al sendiri mengkritik beberapa tempat yang kepemilikannya dilakukan secara pribadi. “Turis manca negara lebih tahu tempat indah di sini. Dan, mereka sudah menguasai pantai seperti di pantai Nihiwatu, Sumba atau di Mentawai, Sumatera Barat. Orang luar tidak boleh surfing di depan ressortnya. Saya juga beberapa kali ditolak,” kritik Al. Gemala_Hanafiah_Krupskaya_6626559_n

Berikut adalah wawancara dengan Gemala Hanafiah di sela-sela kesibukannya. Simak nukilannya!

Sebelum terjun ke dunia surfing, hobi anda apa? 

Bela diri kempo karena memiliki hobbi membaca komik kung fu boy.

Kenapa bela dirinya tidak dilanjutkan?

Karena benar benar waktunya dihabiskan untuk surfing saja. Karena pas masuk pon harus serius bela dirinya  dan padahal beladiri ini hanya untuk suka sukaan saja. padahal waktu itu jawa barat memang kekurangan atlet cewek.

Untuk internasionalnya sudah kemana saja?

Asia tenggara saja. karena surfer indonesia terutama perempuan masih jauh banget dibanding negara lain seperti Australia atau Amerika Serikat di Hawai. Kita bandingannya baru Asia Tenggara. Itu pun di luar Jepang, karena mereka levelnya sudah jauh.

Kita baru surfing di Indonesia ini baru mulai tahun 2000an.  Karena itu, mulai anak kecil kita sekarang itu mulai dibina untuk internasional kedepannya. Kalau saya seperti ini hanya untuk lucu lucuan aja. ..haha

Memang potensi tempat surfing di Indonesia seperti apa? gemala

Kita itu bisa dibilang terbaik untuk ombak di seluruh dunia, bahkan lebih dari Hawai. Mungkin untuk ombaknya Hawai lebih brutal dan menantang istilahnya ya. Tapi Indonesia itu sepanjang tahun ombaknya ada, nah Hawai karena dia terekspos dilautan itu cuma 3-4 bulan setahun, sisanya hanya ombak angin.

Sama seperti di Australia bagus tapi dingin dan anginnya besar. Dan, kita seperti bali yang banyak dikenal orang. Ada sisi timur dan barat. Pada saat angin barat kita main ke timur dan saat angin timur kita main kebarat. Jadi, banyak tempat yang dipakai musiman dan kita akhirnya hangat. Kemudian ada hiu yang banyak diisukan orang orang (hiu salah tangkap diindonesia) jarang sekali dan hampir tidak pernah.

Anda sendiri pernah ketemu dengan hiu?

Kalau pas diving sering ketemu dan memang nyari hiu.

Nggak takut ketemu hiu?

Tidak ada sama sekali. Sebab setahu saya hiu di Jndonesia itu hiu karang kaya black tip, white tip shark yang tidak memakan orang, dan mereka cari plankton.

Selain menjadi presenter disebuah televisi dan surfer, aktifitas Anda sekarang apa?

Lebih banyak menulis. Saya sekarang ini menjadi kontributor “dive magz indonesia”. Makanya jadi lebih sering diving juga lalu sekarang diseriusin menulis blog.

Lalu, ada rencana untuk membuka sekolah surfing? GemalaHanafiah01

Haha…Kalau sekolah surfing itu rejekinya anak anak pantai. Kalau saya paling nyalurin dan kerja sama dengan travel online untuk buat paket surfing. Jadi kerja sama dengan anak lokal juga karena tidak bagus ambil lahan kerjaan mereka.

Anda pernah bilang ingin memperkenalkan wisata indonesia melalui surfing. Lalu, saat ini sudah sejauh mana?

Yang bisa saya usahakan paling dari program televisi itu sendiri dan sebisa mungkin ada konten surfingnya. Walaupun mereka bilang hal ini segmented banget. Ya tapi sebisa mungkin kenalin surfing dari situ karena mereka itu tahunya surfing dari bule saja.

Beberapa kali posting foto dan video banyak yang mengira Hawai, padahal itu adalah Pacitan…haha. Jadi pelan pelan tapi pasti orang mengenal. Terus dari candid travel saya upload dan mentweet beberapa kali seminggu tentang surfing dan daerah daerah surfing di Indonesia. Yang terakhir ini kerja sama dengan surf total.com dari Portugal. Kami membuat program edukasi surfing, dimulai dari klip-klip lima menit di TV One.  jJdi program ini seperti pengenalan dasar terhadap surfing seperti pengenalan ombak, angin dan arus.

Program itu dituju ke manca negara  atau lokal?

Lokal saja.Mancanegara tidak perlu lagi dibilang. Mereka sudah lebih tahu dari kita dan mereka sudah menguasai pantai seperti di pantai Nihiwatu (Sumba) dan Mentawai (SUmbar). Bahkan ada pantai – pantai yang punya mereka saja. Jadi orang luar itu tidak boleh surfing di depan ressortnya mereka. Dan, saya sudah beberapa kali ditolak seperti waktu di Sumba Barat itu harus ijin dulu. Kalau mau surfing bahkan untuk program di televisi tidak boleh. Gila aja tidak boleh! Masa ditolak sama negara sendiri? Begitu kita bilang, kita tidak boleh menyebut namanya paling Sumba Barat, dan oke baru boleh.

 Nah untuk uang, berapa uang sih yang harus keluar untuk menjalani hobi dari surfing ini?

Yang lucu kalau surfing itu harganya tidak beda jauh dari Rp 350 ribu. Setelah saya perhatikan, celana Rp 350, baju 350, tali Rp 350 ribu, grip Rp 350 ribu dan papannya macam macam. Tapi surfer ini masih lebih murah dari pada diving.

GemalaHanafiah09 Sejauh ini, apakah ada bantuan atau tanggapan positif dari pemerintah tentang surfing ini?

Tidak juga. Surfing saja tidak bisa masuk pon karena daerah yang punya potensi surfing itu tidak semua ada. Terus belum bicara musim.

Nah Anda sendiri punya berapa papan selancar?

Kira-kira 10 dan semuanya di dapat tidak dibeli. saya itu beli papan hanya sekali dan baru pertama kali terjun.

Boleh cerita, apakah hobi Anda ini awalnya mendapat dukungan dari orang tua?

Tidaklah pastinya, sebab saya ini anak perempuan satu satunya. Nyokap konsen terutama masalah kulit yang nantinya kebakar. Jadi saya memang sempat bandel untuk masalah hobi ini.

Kalau spot menarik untuk surfer diIndonesia dimana saja?

Banyak banget. Ada Nusa Lembongan di Bali, di mana tempat ini bisa surfing dan diving. Mentawai tempat play groundnya Indonesia. Bali sendiri sudah ramai, sementara daerah lain seperti Pacitan itu masih sepi.

Anda pernah kecelakaan saat surfing?

Kemarin saya sampai copot kuku. Kebanyakan sih kalau saya tidak juga karena sebelum main sudah memperkirakan. Ya tapi paling tidak saya pernah robek kaki karena kena karang.

Banyak tempat tempat surfing diluar yang sering diekspos melalui film, lalu bagaimana dengan pantai indonesia?

Kalau surfer itu menemukan resort yang ombaknya bagus, justru dia tidak mau diekspos dan jadi benar-benar hanya promosi sendiri. Seperti di Biak yang memiliki ombak bagus tapi itu di keep silent.

Tahun ini saya akan ikut kompetisi di North Mentawai. Kalau bisa saya ingin ikut, kalau tidak ikut kompetisinya biasanya akan ikut karena perserta cewek masih kurang. Tahun ini ISC kurang banget karena lagi kena masalah sponsor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s