Piala Afrika 2013, Perebutan Juara Baru

Piala Afrika Aura perseturuan negara-negara benua hitam membesar meski jumlahnya makin mengecil. Tuan rumah dan juara bertahan kandas di tengah jalan.

Ranap Simanjuntak

Didier Drogba tak dapat menahan laju air mata dari kedua bola matanya. Kapten sekaligus striker Pantai Gading itu sesunggukan setelah timnya kandas oleh Nigeria dengan skor 1-2 Senin (4/2/2-13) dini hari. Padahal, The Elephants—julukan Pantai Gading—awalnya diunggulkan karena bertabur para bintang yang merumput di liga elite Eropa seperti Yaya Toure, Salamon Kalou, dan Cheikh Tiote (Newcastle).

Drogba merupakan salah satu orang yang paling sedih karena ini bisa jadi Piala Afrika terakhir yang akan dia ikuti. Dengan usia 34 tahun, maka kecil harapan baginya untuk ikut lagi membela Pantai Gading dua tahun mendatang. “Ini sudah berakhir,” ungkapnya. Piala Afrika Drogba

The Elephants memang selama ini dijagokan menjuarai Piala Afrika. Sayangnya lagi negara yang berada pada peringkat pertama dalam rangking FIFA untuk negara Afrika itu selalu kesulitan menyematkan mahkota juara. Empat turnamen terakhir saja, mereka dua kali melaju ke partai puncak sebanyak dua kali, yakni 2006 dan 2012. Namun tak sekali pun menggondol juara.

Betapa tim The The Elephants merasakan sedih? Tim yang dalam pertandingan selalu mendapat dukungan sekaligus sorakan penonton ini harus pulang lebih awal. Penjaga gawang Pantai Gading, Boubacar Barry saja ketika dikalahkan Nigeria meninggalkan lapangan secara diam-diam. Sambil tertunduk, ia mengusap-usap matanya yang tampak berkaca-kaca.

Sementara Bek tengah Souleman Bamba tak bisa menyembunyikan kekecewaan. “Ini sangat menyakitkan. Kami merupakan tim favorit, tapi sayangnya kami tak mampu mengelola apa yang kami inginkan. Kami memulai babak kedua dengan sangat bagus, kami mampu menyamakan kedudukan. Tapi, untuk beberapa alasan kami tak bisa menambah gol dan merasakan penyesalan,” imbuh pemain yang merumput di liga Nigeria tersebut.

Untuk tuan rumah sendiri, Afrika Selatan hanya bisa merasakan pertandingan hingga perempat final. Afrika Selatan yang menggantikan Libya karena didera perang saudara sebagai tuan rumah juga tak bisa bicara banyak. Dewi Fortuna tak berpihak kepada mereka saat digelar drama adu pinalti. Mali menang dengan skor 3-1 yang membuat Tokelo Rantie, dkk tak Berjaya di kandang sendiri.

Afrika Selatan sendiri nyaris tersingkir dalam laga melawan Maroko. Beruntung pemain belakang Siyabonga Sangweni berhasil mencetak gol penyeimbang kedudukan pada menit 86 sehingga menghasilkan tiket Bafana Bafana melaju ke perempat final.

Di sisi lain, sang juara bertahan Zambia juga tak mengigit dalam turnamen kali ini. Zambia harus angkat koper lebih awal lantaran gagal lolos dari fase grup. Tim asuhan Herve Renard tersebut hanya mampu mengumpulkan tiga poin, hasil tiga kali imbang.

Memasuki semifinal, empat negara terkuat akan bersaing dalam pertandingan di pertengahan minggu ini. Mereka adalah Mali, Nigeria, Burkina Faso, dan Ghana.

Mali, yang lolos ke perempatfinal akan berhadapan dengan Nigeria. Melajunya Mali membuat rakyatnya bersorak-sorai dan begitu bersemangat, sejenak melupakan kerusuhan perang saudara atas pemberontakan Islamis di negara itu. Tekanan dan intimidasi tak lagi dipikirkan karena Les Aigles—julukan Mali—menjadi kebanggaan sebab sudah meroket di Piala Afrika.

Pahlawan tim ini bisa dibilang adalah lelaki penjaga mistar gawang, Soumbeyla Diakite. Palang pintu yang merumput di klub lokal Stade Malien itu berhasil menggagalkan beberapa kali serangan berbahaya para bomber musuh.

Hanya saja musuh kali ini, Nigeria bukan lawan mudah. Sebab, Nigeria bisa mengalahkan juara favorit Pantai Gading. Striket Negara itu, Emenike merasa akan bermain maksimal saat berhadapan dengan Mali sekaligus berhasarat membawa sepatu emas. “Kami mengalahkan tim yang selalu dibicarakan banyak orang. Salah besar jika kami akan menyingkirkan Mali dengan mudah. Menjadi top scorer akan menjadi bonus bagi saya, karena saya mewakili Nigeria dan bukan diri saya,” terang striker Spartak Moscow ini.

 Kejutan Kuda Hitam

Sedangkan duel lainnya adalah Ghana yang berhasil melaju seusai mengalahkan Tanjung Verde dengan skor 2-0. Nantinya, Asamoah Gyan dkk berhadapan dengan tim kuda hitam, Burkina Faso. Bisa dikatakan, sang kuda hitam memang memberi kejutan selama Piala Afrika2013 ini.

Burkina Faso memang menjadi tim mengejutkan sebab mampu melibas Togo dalam laga perempat final. Emanuel Adebayor, dkk tak kuasa menahan kekuatan salah satu negara di Afrika Barat tersebut.

Piala Afrika Faso          Burkina Faso sudah menancapkan taringnya dengan menjadi salah satu dari empat negara terkuat kejuaran Afrika yang digelar dua tahunan ini. Burkina Faso memastikan diri menuju semifinal Piala Afrika 2013 setelah usai menundukkan Togo  dengan Jonathan Pitroipa sebagai satu-satunya pencetak gol di akhir ekstra time pada menit ke 105.

Naasnya, striker andalan mereka Alain Traore mengalami cedera. Pencetak gol terbanyak di Piala Afrika ini dipastikan tidak bisa bermain lagi di ajang tersebut karena cedera. Traore mengalami cedera otot saat Burkina Faso berhadapan dengan Zambia. Cedera itu membuatnya harus absen hingga dua bulan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s