Sepenggal Cerita Kepala LP Cipinang,

Sang Nakhoda di Balik Jeruji

made putu gede   Punya rekam jejak yang takluk pada kemauan liar narapidana, Made kini punya pekerjaan rumah membenahi karut marut di lembaga permasyarakatan (LP) Cipinang. Terkenal anti suap dan tegas, dirinya berusaha membuat penjara lebih teratur.

Ranap Simanjuntak dan Yohannes Tobing

Tak ada kesan spesial dari lelaki berkuit coklat dengan kemeja kotak-kotak yang dia kenakan. Sejenak dia tak terlihat seperti lelaki berdarah Bali. Logat bicaranya kental khas Sunda. Siapa nyana kalau lelaki ini merupakan orang yang disegani para narapidana?

Memang karena lama bertugas di lembaga permasyarakatan Suka Miskin, Bandung lelaki bernama lengkap Dewa Putu Gede ini lancar berbahasa Sunda. Pekan lalu, dirinya dilantik menjadi Kepala LP Cipinang yang terkenal garang.

“Dalam masa tugas saya tidak ada kata mundur,” djawabnya. Pria yang sudah meniti karir selama 29 tahun dalam mengawasi kehidupan dunia jeruji ini seakan tak mau mengobral janji.

Dewa—begitu dia disapa—sepertinya paham betul tugas barunya. Berbagai persoalan, mulai dari penjara over kapasitas hingga tindak tanduk pencoleng hukum ibukota yang kisruh dia sikapi dengan keyakinan. “Semua ada kelemahan, makanya kelemahan akan saya tuntaskan dulu. Saya akan malu apabila pekerjaan sesuatu belum selesai tapi saya sudah mengundurkan diri,” sebut ayah tiga anak ini.

Di LP Cipinang saat ini ada lebih dari 2500 narapidana berbagai kasus kejahatan mulai dari maling ayam sampai koruptor kelas wahid. Padahal, kapasitas pemukiman para pesakitan itu hanya untuk 880 orang saja. “Yang akan saya lakukan pertama adalah pemindahan ke tempat lain. pembinaan agar proses pembinaan bisa berjalan baik,” sebut ayah tiga anak ini.

Made merupakan pekerja ulet. Dia terbilang sukses menukangi LP Suka Miskin berkapasitas 547 kamar. Di tempat itu, para tahanan dibekali dengan ketahanan keimanan dan ketrampilan sehingga bisa bersaing saat bebas dari penjara. Karena itu, pada 2011 Made mendapat penghargaan Kepala LP terbaik tingakt se-Indonesia.

Dirinya pun punya kenangan erat dengan para pesakitan kasus korupsi. Dengan cermat Dewa bisa menekan napi-napi penggerogot uang rakyat yang seringkali banyak ulah sekligus punya akses kekuasaan. Tak ayal, lulusan Akademi Ilmu Pemasyarakatan (AKIP) tahun 1983 ini mendapat berbagai ancaman. made putu lapas sukamiskin

Pada telepon selular yang dipakainya, suami dari Ni Kade Sri Kawiasih ini lantas memberi label nomor telepon seluler para pengancamnya dengan sebutan ‘setan’. “Kini di ponsel saya beberapa namasetan. Jadi, nomor-nomor itu saya kasih nama setan satu, setan dua, dan seterusnya,” ketus lelaki kelahiran Gianyar, Bali, 53 tahun lalu tersebut.

Contoh narapidana tindak pidana korupsi yang merasakan ketegasan Dewa misalnya  John Hamenda. Terpidana 20 tahun penjara dalam kasus pembobolan Bank BNI sembilan tahun silam dipindahkan ke LP Cibinong yang terkenal angker. Alasannya, John terbilang rewel sekaligus banyak permintaan. Begitu pula dengan mantan anggota DPR yang korup, Al Amin Nasution juga dialihkan ke LP Cipinang dengan alasan sering mengancam.

Soal pembinaan, Made memperlakukan tahanan secara beradab. Kepada seluruh staf dirinya menekankan pemenuhan hak narapidana seperti mendapatkan layanan kesehatan, mendapatkan pembebasan bersyarat bila bisa, dan dikunjungi sesuai dengan aturan yang ada. Made juga membekali para tahanan dengan melakukan pembinaan lewat pendalaman agama.

Gayus Tambunan pernah merasakan Hotel Prodeo Sukamiskin

Gayus Tambunan pernah merasakan Hotel Prodeo Sukamiskin

Meski bukan seorang Muslim, toh Dewa mendukung kegiatan kerohanian seperti kegiatan pesantren sebagai wujud pembinaan. Dirinya juga percaya jika kegiatan pesantren tersebut sangat membantu dalam mengubah mental spiritual napi jika nantinya telah bebas.Ini dipakainya agar para tahanan mau sadar dan mendekatkan kepada Sang Khalik. ”Semua manusia mempunyai kesalahan apa pun agamanya. Namun, intinya, mau tidak bertaubat dan memperbaiki kesalahan tersebut,” jelasnya. made putu pengajian

Made juga yang berperan membuat Suka Miskin sebagai penjara bersejarah sekaligus ramah. Oleh sebab itu, Menteri Hukum dan HAM Amir Syarifuddin pada 8 Oktober 2012 menetapkan LP Suka Miskin sebagai tempat cagar budaya. Karenanya, tempat ini banyak dikunjungi orang, khususnya para siswa sampai mahasiswa sebagai pembekalan pendidikan. “Setelah lulus saya langsung kerja di Suka Miskin, lalu pindah-pindah. Kemudian memimpin lapas itu selama 2 tahun, 4 bulan, 7 hari. Memang ada banyak kenangan,” tandasnya.

Kini, sebagai Kepala LP Cipinang, Dewa paham betul tugasnya makin berat. “Karena dilihat dari kasusnya multi etnis dan multi culture. Tentunya nanti melaksanakan aturan yang sudah ada. Kalau ada kelemahan maka saya akan coba membentuk tim dengan menyatukan pendapat dan pandangan para seluruh staf dan petugas bergabung dengan warga binaan disana,” dirinya menjelaskan.

Ketika ditanya soal hubungan pejjabat Direktorat Jenderal dan adanya indikasi gurita intervensi AS di dalam LP Cipinang, sejenak Dewa tertegun. Sebentar kemudian, dia mengatakan, soal studi banding itu agar mendapatkan gambaran di sistem luar negeri dan memadukannya dengan karena adanya kearifan- kearifan lokal di dalam negeri.

made lp cipinang “Kalau intervensi AS itu kalau ada dan memang merugikan pihak kita tentunya kami tolak. Tapi kalau memang ada kerjasama dengan pemerintah kita dan positif maka didukung. Yang pasti saya akan mengamanatkan menolak keras Halinar (HP, pungutan liar, dan narkoba),” pungkasnya.

Nama : Dewa Putu Gede

Pendidikan : – SI Fakultas Hukum, Universitas Pasundan Bandung (1992)

-S2 (Pasca Sarjana) IBLAM, Denpasar

Karir : Kasi Bispa Kanwil Kehakiman Tim-Tim, Ka Klpl Kupang, Ka Kplp Denpasar, Ka Rutan Negara Bali, Kalapas Tabanan, Kalapas Anak LLA Martapura, Kalapas LLA Balikpapan, Kalapas I SKM di Kalapas I Cipinang.

Penghargaan :

–      Penghargaan penggagalan penyelundupan ganja (2006)

–      Penghargaan I Kalapas kelas II diindonesia (2010)

–      Penghargaan terbaik nasional I untuk seluruh lapas se Indonesia (2011)

 

2 thoughts on “Sepenggal Cerita Kepala LP Cipinang,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s