Menerka Jalan Pikiran Pep Berlabuh di Munchen

Dunia terkesima dengan pilihan Guardiola menukangi FC Hollywood. Menjadi pelatih dengan bayaran tertinggi di dunia, Pep menepis pilihannya itu bukan karena uang semata. Josep Guardiola

Ranap Simanjuntak dan Aji Nur Bramantio

Kejutan kali ini datang dari si plontos Josep “Pep” Guardiola. Arsitek handal yang membawa FC Barcelona menambatkan 14 gelar, diantaranya tiga trofi Spanyol dan dua trofi Liga Champion ini melabuhkan hati pada FC Bayern Munchen.

Keputusan pria berkebangsaan Spanyol ini jelas mengejutkan banyak pihak. Sontak pernah terdengar, Pep didekati klub-klub raksasa seperti AC Milan, Chelsesa, Manchester City, dan digadang menukangi  Manchester United menggantikan Sir Alex Ferguson. Bahkan, City dan Chelsea dikabarkan bersedia merogoh kocek besar.

Pep yang jobless sejak resmi keluar pada akhir musim 2011/2012 lalu akan menjadi nakhoda FC Hollywod mulai awal Juli mendatang. Keputusan ini tentu saja disambut gembira oleh Presiden Munchen Karl-Heinz Rummenigge. Dia bahkan, menyanjung kontrak tiga tahun itu sebagai pilihan idealis karena bukan alasan uang. “Jika ini murni karena uang, maka Bayern takkan punya kesempatan sama sekali,” ungkapnya.

Nyatanya ungkapan ini bertolak belakang dengan gaji yang diterima Pep. Mantan gelandang Brescia dan Roma ini mendapat bayaran tertinggi di seluruh dunia, dengan pendapatan 17 juta Euro (sekitar Rp 217,6 miliar) per tahun dalam tiga musim. Jumlah ini lebih besar ketimbang Carlo Ancelotti yang membesut PSG dengan 16 juta Euro (Rp 204,8 miliar) per tahun. Bahkan, lebih tinggi dari Jose Mourinho  yang hanya mendapatkan uang 13 juta Euro (Rp 116,4 miliar) per tahun di Real Madrid. Pep Allianz Arena. Munchen

Alasan lain yang membuat Pep kepincut menakhodai tim sepak bola yang bermarkas di Allianz Arena adalah soal konsep. Munchen, menurutnya, tak jauh beda strukturnya dengan Barcelona. Permainan dengan konsep bek yang matang didukung besar keuangan dan fanatisme supporter memudahkan Pep meracik alur permainan Munchen.

Ada empat alasan diungkapkan Guardiola kenapa memilih FC Hollywood, yakni, formasi permainan, link dan sumber daya, statistik pertandingan, serta tantangan baru. Formasi  4-3-3 Munchen hampir mirip dengan Barcelona dan sangat cocok dengan karakteristik Guardiola. Pep mudah mengutak atik Bayern layaknya Barcelona.

Pep FC Munchen

Di sisi lain, Pep masih kepincut melatih pada salah satu klub Inggris. Baginya, euforia sepak bola Inggris berbeda dengan negara lainnya. Namun, peraih dua kali penghargaan Pelatih Terbaik don Balon (2009 dan 2010) ini merasa karirsnya sebagai pelatih masih belia. Karena itu, Pep tak menutup kemungkinan akan bberlabuh ke Inggris.

“Saya selalu menemukan sepak bola Inggris sangat menarik. Banyak faktor yang menarik seperti lingkungan, keriuhan, dan suporter. Di Inggris, saya selalu terkejut bahwa orang sangat fanatik dengan klub kesayangannya. Itu sebabnya, mungkin, saya berharap memiliki kesempatan untuk melatih di sana,” ungkapnya.

Saat ini Liga Primer memang menjadi liga teratas dunia. Data audit yang dikeluarkan dari Deloitte pemasukan dari 20 klub Inggris itu mencapai 2 milliar Pounds (sekitar Rp. 30 Triliun) untuk musim 2011/2012. Sedangkan 18 klub Bundesliga hanya mengumpulkan 1,3 miliar pounds (sekitar Rp 19,5 Triliun) saja. Penonton Inggris juga lebih banyak, dengan raihan total 45.116. Ini masih di atas penyimak Bundesliga di seluruh stadionnya hanya disaksikan 34.599 penonton secara langsung.

Adakah keputusan Pep hijrah ke Munchen ini hanya demi menunggu waktu? Tak ada yang tahu. Meski begitu, pertemuan dengan Sir Alex Ferguson di New York menjadi buah bibir selanjutnya. Fergie yang menyatakan akan perjalanannya bersama United musim ini bisa saja menahan Guardiola untuk menggantikannya saat pension.

Lepas dari itu, di atas kertas upaya lobi meminang Guardiola sebenarnya sudah terjalin erat. Hal tersebut diungkapkan oleh Agen Guardiola, Jose Maria Orobitg. Dia bilang, kesepakatan sudah terjalin cukup lama, namun, kedua belah pihak sepakat untuk tidak mengumumkannya. Kabarnya pula, kesepakatan ini melibatkan Jupp Heynckes yang resmi pensiun pada 30 Juni mendatang.

“Penandatanganan (kontrak dengan Bayern) berlangsung sekitar Natal. Saya tidak ingat tepatnya kapan, tapi itu sekitar tanggal 20 Desember. Kami sengaja tak mengumumkannya agar bisa mengecoh media, ” lanjut Orobitg.

Kini, Pep sedang merenda tim besutannya itu. Isu beredar Neymar bakal diterbangkan ke markas Munchen beserta staf pelatih lainnya seperti Roberto Baggio, Raul Gonzalez, dan Luis enrique.  Ini dipercaya membawa pencerahan buat Munchen.

Saat ini, kualitas Munchen sendiri masih apik, baik di liga maupun liga Champions. FC Hollywood menjadi tim tertinggi kedua setelah Barcelona soal penguasaan bola dengan meraih sebesar 63%.

Gaya permainan satu-dua alias tiki-taka Munchen mengadopsi Barca bisa dilakukan dengan baik oleh Philipp Lahm, Bastian Schweinsteiger, Toni Kroos, hingga Holger Badstuber. Schweini sapaan Schweinsteiger bahkan mencatat rata-rata 69,9% penguasaan bola per pertandingan. Barcelona's coach Pep Guardiola attends a news conference at Joan Gamper training camp, near Barcelona

Setelah era Heynckes berakhir di Allianz Arena, tantangan baru bagi Guardiola membentuk kekuatan FC Hollywood menjadi klub terbaik dunia. Pertanyaannya, siapa pemain Bayern yang akan dipasang di dalam formasi dan siapa pemain yang nantinya akan dibuang oleh Guardiola? Dari segi kualitas bermain para pemain Bayern baik Lahm, Schweini, Ribery, hingga Robben yang masih menunjukkan form terbaiknya diyakini masih akan dipertahankan. Namun striker Bayer Muenchen Mario Gomez untuk sementara harus bersabar menunggu kesembuhan cedera engkel tatkala menjalani tur pra musim. Soal kualitas, kita lihat saja!

PRESTASI FC BAYERN MUNCHEN

Gelar

Juara (Tahun)

Runner-Up

Piala Interkontinental (Piala Dunia Antarklub) 2 kali (1977, 2001)
Liga Champions 4 Kali (1974, 1975, 1976, 2001) 5 kali (1982, 1987, 1999, 2010, 2012)
Piala Winners 1967
Piala UEFA 1996
Bundesliga/Liga Jerman 22 kali (1931/1932, 1968/1969, 1971/1972, 1972/1973, 1973/1974, 1979/1980, 1980/1981, 1984/1985, 1985/1986, 1986/1987, 1988/1989, 1989/1990, 1993/1994, 1996/1997, 1998/1999, 1999/2000, 2000/2001, 2002/2003, 2004/2005, 2005/2006, 2007/2008, 2009/2010) 10 kali (1969/70, 1970/71, 1987/88, 1990/91, 1992/93, 1995/96, 1997/98, 2003/04, 2008/09, 2011/12)
DFB-Pokal/Piala Jerman 15 kali (1957, 1966, 1967, 1969, 1971, 1982, 1984, 1986, 1998, 2000, 2003, 2005, 2006, 2008, 2010) 3 Kali (1985, 1999, 2012)
Premiere Ligapokal/Piala Liga Jerman 10 kali (1982, 1987, 1990, 1997, 1998, 1999, 2000, 2004, 2007, 2008) 2006
Trofi Santiago Bernabéu 3 kali (1979, 1980, 2002)

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s