Konflik Suriah: Adu Kuat Sang Pendukung

Suriah makin genting. Pasukan oposisi yang mulai masuk jantung kota Damaskus mendapat dukungan blok Barat. Sementara Presiden Suriah didukung tiga negara, yakni Iran, Cina, dan Rusia. Gambar:

 Ranap Simanjuntak

 Sontak saja pidato Bashar al Assad, Ahad (06/01/2013) lalu bikin berang AS dan sekutunya.Presiden Suriah bergelar dokter itu menuding oposisi sebagai budak kekuatan asing. Dalam pidato pertama Assad dalam tujuh bulan terakhir itu dirinya menawarkan penyelesaian konflik saudara lewat jalur dialog. Bahkan transisi kekuasaan akan direncanakan. Hanya saja, menurutnya, murni dari rakyat Suriah, bukan tanpa campur tangan asing.

Assad menguraikan rencana transisi denganterlebih dulu adanya kesepakatan pada konferensi dialog nasional. Negara-negara internasional diminta berhenti mendanai persenjataan oposisi dan membantu para pengungsi pulang ke rumah mereka. Barulah operasi militer bakal dihentikan. Bila ini berjalan mulus, maka pemerintah Suriah katanya akan menggelar suatu konferensi dialog nasional dengan pihak oposisi dari dalam dan luar negeri. Dengan catatan mereka tidak lagi menerima perintah dari luar negeri.

“Kita berada dalam kondisi perang, musuh-musuh kita menggunakan warga Suriah dan warga asing. Ini adalah perang untuk mempertahnkan Negara. Kita bertemu semua hari ini. Tidak ada kegembiraan ketika ada keabsenan dalam keamanan dan stabilitas di negara kita. Kita harus melindungi negara kita.”

“Kita akan akan berdialog dengan budak kekuatan asing. Kemudian, dibuat piagam nasional yang akan menjadi dokumen rujukan bagi masa depan politik dan ekonomi Suriah. Piagam ini akan disetujui lewat referendum. Setelah itu, pemilu legislatif akan diselenggarakan, disusul dengan pembentukan suatu pemerintah baru,” demikian sepenggal pidato presiden yang sudah berkuasa sejak tahun 2000 tersebut.

Tak berlangsung lama, sejumlah Negara, khususnya pendukung oposisi mencemooh isi pidato Assad. Setidaknya 130 negara yang tergabung dalam naungan PBB mengakui oposisi sebagai perwakilan sah rakyat Suriah. Misalnya saja menteri luar negeri Turki Ahmet Davutoglu menilai pernyataan tersebut hanya pengulangan saja serta berisi janji kosong. Sementara Departemen Luar Negeri AS merasa pidato itu sekadar upaya mempertahankan rejim kekuasaan dan tidak melakukan tujuan rakyat Suriah yang mau melakukan transisi politik. ’’Inisiatif Assad jauh dari kenyataan, ia ingin merongrong upaya utusan perdamaian PBB dan Liga Arab Lakhdar Brahimi. Ia hanya  akan  memungkinkan rezimnya melanggengkan penindasan,” kata Juru Bicara Deplu AS, Victoria Nuland.

Senada diungkapkan, Menteri Luar Negeri Inggris William Hague. Dalam pesan Twitter-nya dia mengatakan, pidato Assad sebagai janji kosong. Bahkan, Hague menuding janji reformasi itu akan menipu. “Kematian, kekerasan dan penindasan yang melanda Suriah adalah ciptaannya sendiri,’’ sebutnya.

Sementara Menteri luar negeri Jerman Guido Westerwellemengungkapkan, pidato Assad sebagai alih-alih bela diri lagi. Dan, Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa (UE) Catherine Ashton sama juga dengan yang siungkapkan Presiden SBY enyerukan Assad harus mundur untuk menghasilkan solusi politik perang yang terjadi di Suriah.Gambar

Di sisi lain, Presiden Suriah juga mendapat dukungan. Kali ini tambahan pujian datang dari Iran yang sama-sama anti Al Qaida dan AS. Tawaran solusi Assad sebagai pengakhiran konlik yang menurut catatan PBB sudah menewaskan 60.000 orang itu dinilai komperehensif. “Republik Islam berinisiatif mendukung Presiden Bashar al-Assad yang menawarkan solusi komprehensif atas krisis negaranya. Rencana Assad itu termasuk solusi menolak kekerasan dan terorisme, serta menolak setiap campur tangan asing di negeri ini, dan melakukan proses politik yang komprehensif untuk mengakhiri konflik, ” ungkap Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi.

Dukungan Iran makin menguatkan Assad yang sebelumnya sudah dibantu Cina dan Rusia. Selama ini Beijing dan Moskow memang getol membantu pemerintah Suriah melawan oposisi. Bahkan, dua negara itu beberapa kali menghambat uapaya Barat yang mengintervensi Suriah lewat PBB. Cina dan Rusia setidaknya tiga kali mengeluarkan hak veto atas keputusan Dewan Keamanan PBB yang akan menjatuhkan sanksi terhadap Suriah. Rusia juga selama ini memasok pemerintah Suriah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s