LNG Tangguh Kini Train-3

Sempat tersendat akibat pembubaran BP Migas, pembangunan kilang gas Tangguh train 3 mulai digenjot. Sementara train 2 juga mulai melanjutkan produksi.

makin diperbesar

makin diperbesar

Ranap Simanjuntak

Meski tak berhubungan langung, gelar kehormatan Knight Grand Cross in The Order of The Bath oleh Ratu Inggris Elizabeth II awal November lalu kepada Presiden SBY terbukti membawa arah kepastian pembangunan train-3 Gas Tangguh di Teluk Bintuni, Papua Barat. Perusahaan migas asal Inggris, British Petroleum Berau Ltd atau BP Indonesia sebagai motor konsorsium kini sibuk mempersiapan pembangunan kilang baru di awal tahun depan.

Nasib train-3 Tangguh ini sebenarnya sempat terkatung atas pembubaran BP Migas oleh MK. Namun akhirnya Jero Wacik selaku Kepala Satuan Kerja Sementara Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SK Migas) sepakat menandatangi proposal rencana pengembangan (plan of development/POD) tahap II.

Di sisi lain, kebakaran train-2 Tangguh sudah mulai beroperasi setelah terjadinya kebakaran pada salah satu kilangnya. Dengan demikian, pendapatan train yang sudah eksis sebelumnya ini sebagian bisa digunakan dalam pembiayaan train-3.  Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini mengungkapkan, operator blok Tangguh, BP Indonesia sudah menjamin penerimaan negara dengan skema trust borrowing scheme (TBS). Artinya para pemilik modal yang dilakukan oleh para bank melakukan pembayaran penjualan LNG sebagai jaminan investor sekaligus penjamin buat pembeli.

Train-3 Gas Tanggung sedianya akan menampung gas alam cair sebanyak 3,8 juta ton tiap tahun. Bila sesuai jadwal maka langkah selanjutnya adalah lelang untuk desain rinci (front end engineering design/FEED) yang memakan waktu delapan bulan hingga setahun. Di, mana produksi ini bisa dimulai sekaligus dipasarkan pada 2018. Dengan skema penjualan 60% untuk ekspor, sementara 40% bagi kebutuhan dalam negeri.

Gde Pradyana, Deputi Pengendalian Operasi SK Migas menambahkan, hal yang mendesak dalam pengembangan train-3 Tangguh ini adalah temuan tambahan volume cadangan baru sebesar 4-5 trilion cubic feet. “Hal ini juga dalam menambah nilai manfaat supaya ada supply domestik karena train 1 dan train 2 tidak ada dibawa ke bawa kepada pasar domestik,” katanya kepada Yohannes Tobing dari SINDO Weekly, Selasa (11/12/2012) malam.

Menurutnya, persetujuan pengembangan POD itu meliputi penyediaan gas untuk PLN, Petrokimia, dan industri lokal di Papua menjadi satu paket. Pemerintah sendiri berupaya menelurkan formula harga gas alam cair khususnya kepada PT PLN (Persero) dengan patokan harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) atau atau Japan Cocktail Crude (JCC).

Kabarnya , alokasi gas dari Train 3 Tangguh khusus PLN diberikan sebanyak 24 kargo per tahun. Kesepakatan harga gas antara BP Indonesia dan PLN dengan formula 11% dikalikan JCC  ditambah biaya transportasi sebesar US$ 1 per juta british thermal unit (mmbtu). Namun harga gas akan naik berkisar 12 – 14,5% terhadap JCC secara bertahap. Pemerintah juga akan mengalokasikan sebagian hasil gas, baik dari pengalihan pasokan gas dari Train 1 dan Train 2 yang semula untuk Sempra ke pembeli lain maupun dari Train 3 untuk konsumen domestik lain, yakni industri.

Karena harga gas ekspor ke AS jatuh maka pemerintah menyusun alokasi 42 kargo setiap tahun. Namun penyaluran ke pasar domestik baru 10 kargo, yang terdiri delapan untuk pupuk dan dua kargo lainnya ke PLN.  Sedangkan pada 2014 dan 2015, penyaluran gas hanya 20 kargo, yakni 8 kargo untuk pupuk dan 12 kargo untuk PLN. Hal senada juga terjadi dari 2016 hingga 2018 dimana 21 kargo bakal akan disalurkan. Terdiri dari 12 kargo ke PLN dan sisanya untuk beberapa proyek baru 2019 nanti. Sisanya, dilego BP Indonesia kepada eksportir dengan harga tertinggi.

BP Presiden Regional Asia Pasifik William Lin mengaku akan terus menjalankan kerjasama dengan pemerintah Indonesia melalui SK Migas dalam penyelesaian proyek. Serta berusaha untuk meminimalkan gangguan terhadap operasi LNG Tangguh dan bisnis pada umumnya.  “Kami tidak akan berspekulasi mengenai apakah mungkin memiliki dampak pada proses persetujuan train 3 kilang LNG Tangguh,” katanya.

“Kami memproyeksikan akan dapat menyelesaikan final investment decision (FID) tahun 2014, sehingga proses commissioning bisa dilakukan pada 2018 mendatang,” tambah William.

Sementara anggota Komisi VII DPR, Bobby Rizaldi merasa pemberian LNG kepada domestic itu setengah hati. “Kalau begini, maka pemerintah mengisyaratkan akan mengekspor,” katanya.

Bobby berharap pemerintah bisa memperhatikan kebutuhan gas dalam negeri yang terus meningkat. “Kalaupun ekspor dilakukan, ia menilai seharusnya ini hanya diterapkan di pasar spot  atau jangka pendek  saja. Lihat saja penjualan ke AS yang jatuh harus dicari solusi,” ungkapnya.

Namun Gde Pradyana mengingatkan kalau pasar internasional sedang lesu, maka perlu membuat kontrak penjualan yang lebih baik. “Saat ini AS menemukan kilang gas besar, meski mereka belum menetapkan kebijakan ekspor. Sementara kilang-kilang di beberapa negara seperti Australia juga mulai beroperasi. Bila dalam waktu bersamaan AS dan Australia menetapkan ekspor bisa jadi kita kesulitan memasakan LNG,” kilahnya.

 

Kepemilikan Saham Tangguh

No Nama Perusahaan Besarnya Kepemilikan
1. BP Indonesia 37,16%
2. MI Berau BV 16,3%
3. CNOOC Ltd 13,9%
4. Nippon Oil Exploration (Berau), Ltd. 12,23%
5. KG Berau/KG Wiriagar 10%
6. LNG Japan Corporation 7,35%
7. Talisman 3,06%

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s