Republik Menggugat, AS Terancam Bubar

AS terancam bubar atas merebaknya petisi negara-negara bagian. Mereka minta bercerai dari negara serikat Amerika. Upaya ini tak lain buntut kekalahan Partai Republik dari kursi presiden.

Ranap Simanjuntak 

Gedung Putih bergoyang. Tiba-tiba saja situs We the People yang dikelola pihak istana kepresiden Abang Sam kebanjiran dukungan. Namun, ini malah membuat pening pemerintahan yang dikomandoi Barrack Obama. Sebab, ratusan ribu warga menyatakan petisi meminta negara bagian tempat tinggalnya memisahkan diri atau merdeka dari AS.

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 50 negara bagian atau hampir 100 persen melontarkan petisi. Dipelopori 20 negara bagian, yakni diawali Lousiana kemudian Texas. 18 negara bagian lain menyusul, yaitu : Alabama, Arkansas, Colorado, Florida, Indiana, Kentucky, Louisiana, Michigan, Mississippi, Missouri, Montana, New Jersey, New York, North Carolina, North Dakota, Oregon, South Carolina, Tennessee, dan Georgia. Sedangkan 30 negara negara bagian latah minta merdeka.

Petisi pemisahan Texas menjadi paling kuat, karena negara bagian terbesar kedua setelah Alaska itu hingga Minggu (18/11/2012) malam berhasil membukukan 114.636 tanda tangan. Jumlah ini empat kali lebih dari kuota konsitusi yang menyebutkan syarat petisi setidaknya ditandatangani oleh 25.000 orang. Karenanya, pemerintah bakal merespon petisi ini. Hanya saja dalam konstitusi AS  tidak ada aturan soal ketentuan negara bagian untuk memisahkan diri.

New York Daily News mencatat negara bagian seperti Lousiana menyusul melewati ambang batas tuntutan dengan memperoleh dukungan lebih dari 35 ribu warga. Sedangkan Di Nort Caroline, Alabama, Florida, Tennese, dan Georgia dukungan mulai merangkak melewati 20 ribu, dan diprediksi bakal melewati ambang batas pada minggu ini.

Beberapa alasan mengapa petisi itu dibutuhkan pun terlontar. Beberapa warga menyebutkan terjadinya pelanggaran secara terang-terangan atas hak-hak warga AS. Meski belum terinci hak-hak seperti apa. Ada pula alasan perlakuan otoritas kemanan transportasi yang arogan. Pegawai otoritas kemananan ini melakukan pemeriksaan di bandara-bandara yang dianggap telah mengusik kenyamanan warga.

Namun, kemungkinan terbesar dari keinginan memisahkan diri ini lekat dari bara politik. Keinginan merdeka diduga buntut kekalahan capres Partai Republik, Mit Romney dari Obama pada pemilihan 6 November lalu. Sebab, dari 20 negara bagian pelopor tersebut, tercatat 18 negara bagian merupakan kantong suara Partai Republik.

Dalam pernyataan kepada Dallas Morning News, Gubernur Texas Rick Perry menegaskan kalau dirinya tak punya kepentingan pada peningkatan petisi tersebut. Meskipun pada 2009 dia pernah melontarkan gagasan bahwasanya masalah Texas adalah tak bisa meninggalkan AS setelah pada 1845 bergabung dlam serikat. “Gubernur Perry percaya pada kebesaran Uni Amerika dan tidak ada yang harus dilakukan guna mengubahnya, “tulis sekretaris pers Catherine Frazier.

Namun gubernur Texas menyatakan ketidakpuasaan atas kepemimpinan dari Washington.  “Tapi dia juga berbagi frustrasi terhadap kewenangan pemerintah federal. Sekarang, lebih dari sebelumnya, negara kita membutuhkan kepemimpinan yang kuat dari negara-negara seperti Texas, ” tambahnya.

Sementara Bendahara Hardin County, Peter Morisson menyatakan dukungan petisi secara terbuka. Dirinya menyarankan warga Texas terus memberi bantuan suara atas aksi ‘perceraian damai’ ini. Mengutip Washington Post, Morisson mmeberi dukungan kalau kehendak warga Texas untuk memisahkan diri dari ‘belatung’ yang terpilih kembali.

Di lain sisi, studi baru yang dilansir politics.gahter.com mengungkapkan, setidaknya 22% dari orang yang disurvei mendukung negara mereka memisahkan diri dari serikat. Dari mereka yang setuju dengan ide merdeka, 43%  diantaranya merupakan Republikan. Menariknya lagi, walau upaya pemisahan telah mendapatkan banyak liputan berita, namun hasil survai menyimpulkan 27% penduduk sama sekali tidak tahu atau mendengar perkara petisi ini. Bahkan, mereka yang tak tahu soal petisi kebanyakan adalah warga ekonomi menengah ke atas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s