Tentang Hattanomics, Apa Kata Pengamat?

Image

Wawancara Revrison Baswir

Image

Seorang analisis Kevin O’Rourke menggadang sistem perekonomian yang dikomandoi Hatta Rajasa sebagai Menteri Koordinator Perekonomian bernama Hattanomics yang banyak menentang kepentingan asing di negeri ini?

Menurut saya saya ini berlebihan kalau disebut dengan istilah Hattaconomis. Sebab, soal ekonomi yang melekat pada Hatta Rajasa adalah Masterplan Percepatan Pembangunan dan Perluasan Pembangunan Indonesia (MP3I).

Sementara hal lain seperti seperti bea ekspor minerba. Ini merupakan fakta dari objek-objek tertentu karena eksploitasi besar-besaran. Ini persoalan riil yang ditanggapi oleh Dewan Energi Nasional atau almarhum  Widjajono Partowidagdo sebagai Wakil Menter ESDM waktu itu yang melihat perlunya pengendalian ekspor mineral.

Soal kepemimpinan Hatta Rajasa sebagai komando sektor ekonomi para menteri dan pejabat negara Anda lihat bagaimana?

Saya melihat secara praktis ini tak berasa. Pak Dahlan Iskan jalan sendiri. Lalu, Gita Wirjawan sebagai Menteri Perdagangan juga jalan sendiri. Menteri Perindustrian yang dijabat MS Hidayat juga jalan sendiri.

Artinya tidak harmonis?

Sebenarnya dalam beberapa hal mereka tidak harmonis. Itulah saya katakana kalau bicara Hatta Rajasa paling jauh adalah MP3I itu.

Hatta Rajasa sebagai Menteri Perkonomian berarti punya kinerja yang belum maksimal?

Kalau sebagai Menkoperekonomian saya kira memang kurang. Contoh paling gampang adalah rebut soal kenaikan BBM yang membuat voting di parlemen. Nah sewaktu ribut-ribut tidak terdengar suara Hatta Rajasa. Jadi bagaiman mungkin dia bisa dibilang sebagai orang berpengaruh.

Yang ribut waktu itu adalah Jero Wacik, lalu almarhum Widjajono. Lalu, saat APBN yang seharusnya diterima oleh Presiden tidak diwakili oleh Menteri Koordinator Perkononomian, melainkan oleh Menteri Keuangan. Jadi, saya kira wacana Hattanomics itu berlebihan.

 

Ada yang bilang dampak melemahnya rupiah pada waktu lalu akibat aksi Hattanomics yang menggugat kepentingan asing, sehinga terjadi sentimen negatif dari internasional. Benarkah begitu?

Lemahnya rupiah karena kiris luar negeri dari Amerika Serikat menjalar kepada Eropa. Saya kira bukan karena Hatta Rajasa berusaha melawan asing yang Anda katakana. Belum ada reaksi sampai sejauh itulah!

 

Apakah Anda melihat wacana ini muncul sebagai kampanye Hatta Rajasa menuju RI-1 pada 2014?

Haha…saya tidak mau berspekulasi apakah dia menjadi calon atau tidak. Sebab, kalau melihat konstelasi politik baru mungkin seandainya dia menjadi calon presiden dari Partai Demokrat. Sebab, pertarungan saat ini masih dikuasai Partai Demokrat, Golkar, dan PDI Perjuangan.

Tapi apakah Anda melihat solusi baru soal ekonomi?

Karena Hatta Rajasa bukan berlatarbelakang ekonomi dan pemikiran dia sebagai Menteri Perkonomian itu tidak terlalu menonjol jadi saya tak bisa mengomtari apa-apa. Kecuali, bila dalam konteks dia mengusung sederet ekonom. Itu pun harus dilihat siapa saja ekonom-ekonom yang dia rangkul.

Nah ekonom-ekonom yang sekarang berada di sekitar Hatta Rajasa menurut Anda apakah cukup kapabel?

Siapa yang menonjol ekonom yang di sekitar Hatta Rajasa? Saya kira kita tak begitu tahu. Artinya tidak yang benar-benar kelihatan kuat. Apakah itu staf ahli atau staf khusus tidak ada yang kuat.

Jadi cukup sulit untuk mengatakan pemikirannya cukup jelas. Bahkan, dalam momen-momen genting malah tidak muncul.

 

Katanya lagi Hattanomics memunculkan kebijakan soal renegosiasi kontrak karya bagi sektor pertambangan perusahaan asing. Bukankah ini salah satu inovasi?

Saya tidak begitu percaya gagasan ini berasal dari Hatta Rajasa. Kecuali kalau sering kedengaran suaranya kita bisa konfirmasi.

Saya khawatir jangan-jangan Hattanomics ini bagian untuk mempromosikan Hatta Rajasa. Harus juga bisa dibaca secara terbalik. Sejauh yang ketahui Hatta Rajasa biasa-biasa saja dan belum mempunyai pandangan yang jelas dan kuat.

Berarti menurut Anda pandangan Hatta telah melakukan proteksi, restriksi, dan nasionalisasi bagi Indonesia tidaklah benar?

Tidak benarlah. Itu berlebihan. Harus ditelusuri lebih lanjut, siapa pengamat ini? Bagian dari apa dan motifnya apa?

 

Kalau untuk perekonomian Anda memberi nilai berapa bagi Hatta Rajasa bila diberi peringkat 1-10?

Dari sektor apa? Sejauh ini Hatta Rajasa sebagai Menteri Koordinator Bidang Perkonomian tak banyak member arti.

Misalnya infrastruktur?

Kalau infrastruktur berarti bicara MP3I. tapi itu kan belum jalan. Masih wacana. Kalau untuk sektor ekonomi ada banyak hal seperti ESDM, Perdangangan, Keuangan, dan lainnya.

Nah yang saat ini banyak menolong saat ini adalah sektor moneter. Kalau sector riil jelas babak belur, termasuk fiskal. Tragedi APBNP itu termasuk masalah kan. Hanya saja kerja keras BI menyelamatkan rupiah itu ternyata berharga mahal, sampai-sampai BI harus defisit. Itulah kondisi saat ini banyak yang menolong.

Sektor lain apakah tidak ada pengaruh dari kinerja Hatta Rajasa?

Saya kira tidak ada. Misalnya UKM bisa dilihat praktis tidak istimewa. Juga untuk sektor lainnya. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s