Persaingan Pesawat, Raja Antara Boeing dan Air Bus

Wawancara Presiden Direktur Indonesia Air Transport (Syafril Nasution)ImageImage

 Bagaimana Anda melihat dominasi Boeing dalam persaingan bisnis di Indonesia?

Sebenarnya ada banyak faktor yang menentukan. Baik itu Boeing atau Airbus memiliki keunggulan masing-masing. Namun garis besarnya Boeing bisa dikatakan lebih efisiensi karena pengeluarannya yang lebih rendah. Garuda sendiri seluruhnya memakai Boeing itu pasti punya alasan sendiri. Sedangkan Mandala menggunakan Airbush juga pasti punya alasan sendiri.

Masakapai tentunya memilih jenis pesawat sesuai dengan kebutuhan dan perencanaan serta kegiatan perusahaan mereka. Ini tergantung kepada jumlah populasi jenis pesawat yang sudah ada karena memudahkan dalam perawatan, pembelian suku cadang hingga penyediaan pilot. Kalau jenis pesawat berbeda maka akan berbeda pula. Tentu ini tidak efisien.

 

Apakah perbedaan jenis pesawat seperti Boeing, Airbus atau seperti Sukhoi yang jatuh itu berdampak terhadap persaingan bisnis penerbangan?

Memang ada, tapi pesawat tak sepenuhnya berpengaruh terhadap persaingan bisnis. Tapi yang terpenting adalah kinerja seperti marketing, on time top performance(OTP).

Tapi bukankah Sukhoi seperti Supert 100 yang naas itu punya keunggulan sendiri?

Memang benar. Sukhoi itu cukup baik karena punya kelebihan bisa mendarat pada landasan yang pendek. Nah dalam beberapa landasan di Indonesia memang masih banyak bandara yang mempunyai landasan pendek. Karenanya, memang Sukhoi ini dianggap baik untuk beberapa wilayah.

Apalagi Sukhoi dapat memuat penumpang berkisar 98-100 orang, sehingga berkapasitas middle. Ini cukup efisiens dalam mengangkut dalam wilayah yang tak terlalu jauh.Image

Menurut Anda manakah negara produsen pesawat yang saat ini lebih baik?

Menurut saya sama saja. Sekarang Indonesia ini negara bebas sehingga bisa menentukan pilihan kemana saja. Yang terpenting apakah bisa mendapatkan keuntungan.

 

Apakah ada persaingan sengit antara AS dan Rusia?

Semua negara yang dapat memproduksi pesawat tentunya akan bersaing mendapatkan berbagai keuntungan mulai dari penjualan pesaat, maintenance hingga suku cadang. Jadi bukan saja AS dan Rusia. Kalau misalnya dari Perancis lebih menguntungkan kenapa tidak memilih itu?

 

Tidak adakah dampak embargo yang dulu pernah diberikan AS?

Menurut saya tidak ada. Itu lebih kepada militer atau persenjataan.

 

Lalu, menurut Anda bagaimana prediski persaingan bisnis penerbangan dewasa ini?

Bisnis kue penerbangan itu masih banyak. Tinggal bagaimana dia memainkan perannya dalam porsi kue tersebut. Kuncinya, Negara ini adalah Negara kepulauan. Antara satu tempat ke tempat lain dengan waktu singkat cara paling efektif dan efisien adalah menggunakan pesawat.

Masalahnya tinggal mngkaji daerah atau rute penerbangannya saja cocok atau tidak. Misalnya IAT menggarap jalur Pontianak-Solo dan Pontianak-Jogja karena dari Pontianak banyak kegaiatan pergerakan orang antara dua daerah ini namun belum banyak maskapai memburu rute ini. Jadi, intinya tinggal peka saja.   

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s