Maria Eva Soal Skandal Seks Anggota Dewan

Wawancara Maria Eva, Selasa (1/5/2012)

 Image

Sore Mba …

Iya

 

Mau Tanya-tanya sedikit dong Mba?

Boleh

 

Sekarang sibuk kegiatan apa?

Aku sibuk dengan bisnis karena punya perusahaan general contractor. Aku juga punya salon dan spa khusus untuk treatment yang sudah jalan dua tahun di daerah Rawasari Selatan. Itu kegiatan untuk sehari-hari.

 

Kalau nyanyi?

Masih. Jadi persiapan album baru. Kemarin albumnya sudah jadi. Tapi ternyata Menkoninfo Tifatul Sembiring mengeluarkan UU baru tentang RBT. Jadi RBT aku itu yang agak pending.  Insya Allah Mei ini bisa rampung.

 

Mba boleh tidak Tanya masa lalu?

Tidak apa-apa. Tidak masalah.

 

Dulu Mba, pernah mencuat dalam kasus skandal seks dengan Yahya Zaini. Bisa tidak jelaskan awal terjadi dan faktor pendukungnya?

Sebenarnya yang menimpa saya itu bisa saja terjadi dengan semua orang, baik itu artis, pejabat, ibu rumah tangga, maupun mahasiswa. Oleh sebab itu, hubungan intim itu urusan pribadi. Saya ingin member saran kepada masyarakat luas.

 

Yang perlu digarisbawahi adalah kita tak boleh ceroboh membuat video. Kan, kalau sudah senang, sudah cinta kadang-kadang kita lupa diri. Jadi kadang-kadang tanpa kita sadari dampaknya akan besar sekali.

 

Orang sekitar kita, tanpa sengaja bisa melihat file seperti di HP atau ipad. Nah kalau ada orang lain satu saja yang tahu maka bisa habislah kita. Namanya orang dekat itu belum tentu terus menjadi teman dekat. Bisa saja suatu saat menjadi musuh. Yang perlu diwaspadai keinginan kita untuk happy-happy.

 

Perlu juga diwaspadai musuh-musuh kita. Kalau sekarang misalnya dalam dunia politik yang bisa bekerjasama dengan orang dalam kita. Kalau namanya adegan seperti itu hamper semua orang sih. Apalagi sekarang ada kecanggihan teknologi.

 

Bisa sedikit kasih informasi kapan berkenalan dengan Yahya Zaini?

Oooh saya kan dulu di Wakil Bendahara DPP AMPI sementara beliau di Partai Golkar. Jadi kenal sudah lama. Kenalnya di situ. Suami-istri-lah kita dulu. Bukan hanya sekadar..hehe….

 

Di AMPI itu kan bersinggunngan dengan kegiatan Golkar. Apalagi saya termasuk pimpinan termuda DPP AMPI, jadi saya selalu dilibatkan dalam berbagai kegiatan. Keterlibatan di organisasi inilah yang membuat kami sering bertemu. Hampi setiap hari-lah.

 

Lalu mencuat jadi kasus karena apa?

Itu ada banyak faktor. Itu awalnya karena saya jual HP tapi kelupaan menghapus. Kebetula diketahui orang dekat yang menjadi musuhnya Pak Yahya. Saya dijadikan media untuk menjatuhkan seseorang. Bukan saya yang dijatuhkan.

 

Jadi Mba Eva dan Yahya Zaini nikah sirih berapa lama?

Itu dua tahun. Bukan satu- dua hari sama beliau. Malah sampai dua tahun setengah kalau tidak salah.

 

Saat itu Mba jatuh cinta?

Ya iyalah. Dia kan suami saya. Bisa nikah sirih di Gresik. Itu suami saya. Hanya waktu itu saya tidak mau menhetahui karena istrinya sangat jahat kepada saya.

 

Saat itu yang menyatakan jatuh cinta siapa?

Hehe…sama-sama-lah berdua. Lupalah mas, sudah lama. Sama-sama berdua.

 

Mas Yahya Zaini itu mesra itu saat itu?

Iyalah namanya sayang.

 Sekarang masih sering ketemu dengan Yahya Zaini?

Kalau ketemu sih tidak tapi masih sering telepon saja. Namanya pernah hubungan lumayan lama. Tapi karena beliau sibuk, menjadi ketua staf Golkar kalau ngga salah ya hanya telpon-telepon saja.

 

Pengalaman itu menjadi pelajaran. Diambil hikmahnya, kalau menurut aku bukan satu orang saja, dan bukan satu-satunya orang. Dan, aku yakin akan terjadi lagi kasus seperti itu.

 Image

Tekanan kasus itu besar tidak?

Iyalah, pasti.

 

Mba sampai stress saat itu?

Iyalah. Iya dong. Tapi sifatku lebih banyak seperti laki-laki. Menghadapi permasalahan aku very gentleman daripada laki-laki malah. Aku mengakui apa pun itu, walaupun salah. Apalagi kalau itu benar.

 

Saya bukan orang pengecut yang tidak mau mengakui perbuatan. Kalau sudah tersebar luas, kenapa tidak? Bukan masalah saya membuka aib, tapi daripada saya dikatakan pengecut. Saya terus terang. Tapi saya minta maaf mungkin ada yang terganggu. Kalau ada yang tidak memaafkan itu tergantung mereka.  Sekarang sudah tidak terlalu dipikirkan. Lebih baik mengambil positifnya saja.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s