Profil Jenderal Pramono Edhie, Sang Putera Mahkota Militer

pramono edhie Track record mumpuni, bebas dari tudingan skandal, hingga punya dukungan besar belum membuat Pramono Edhie Wibowo berhasrat menjadi presiden. Adakah ini semisal seni berperang ala Sun Tzhi yang diterapkan sang jenderal?

Ranap Simanjuntak

Tuntutan netralitas TNI pada kancah politik tampaknya dipegang erat Pramono Edhie Wibowo. Jenderal bintang empat ini selalu emoh bicara soal dunia perpolitikan atau pertarungan pemilu 2014 mendatang. “Saya hanya ingin jadi tentara. Saya ini prajurit. Tidak boleh sampai menggunakan Angkatan Darat untuk kepentingan politik,” tandas Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) ini.

Selama ini memang Pramono merupakan kandidat yang digadang beberapa tokoh politik. Partai Golkar bahkan sempat menggelontorkan pinangan terbuka untuk mendampingi Aburizal Bakrie. Sementara politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul pernah menyebut adik kandung Ani Yudhoyono sebagai calon presiden yang kapabel.

Ini bisa dimaklumi. Beberapa kajian masih menyimpulkan rakyat Indonesia masih menaruh kepada pemimpin dari kalangan tentara. Misalnya saja penelitian Sugeng Sarjadi Syndicate menghasilkan responden terbesar memilih calon Presiden RI pada 2014 mendatang dari latar belakang militer dengan mengumpulkan 33,8 persen suara. Jauh di atas kalangan tokoh partai politik yang hanya 8.9 persen saja.

Pramono punya kans besar menyaingi tokoh militer lainnya seperti Prabowo Subianto atau Wiranto. Terlebih dengan dinasti militer yang amat kuat. Putera mahkota penumpas G30S PKI, Letjen (alm) Sarwo Edhie Wibowo ini punya ipar yang seluruhnya dari militer. Selain SBY, ada Letjen Letjen TNI (Purn) Erwin Sudjono dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Kolonel (Purn) Hadi Utomo. “Pramono punya segitiga kekuatan politik di Indonesia yaitu Islam, Jawa dan militer,” papar peneliti LSI Adjie Al Faraby.

Bicara soal kiprah, kelemahan Pramono hanya terletak pada sorotan nepotisme adik ipar SBY. Serta keraguan beberapa LSM HAM seperti Imparsial yang pernah mempertanyakan penugasan tatkala memimpin Kopassus bertugas di Timor-Timor tahun 1999.

Pengamat politik dari Indobarometer M Qodari menilai, kelemahan lain yang dimiliki pemilik Brevet Intai Tempur atau tanda warga kehormatan satuan di Kostrad ini adalah masalah popularitas. “Masalahnya Pramono belum dikenal masyakat secara luas seperti Prabowo. Profilnya juga belum semenonjol Prabowo,” imbuh Qodari.

Toh mendongkrak popularitas di negeri ini ada seribu macam cara. Karir Pramono belum tuntas. Dirinya masih punya kesempatan naik tahta menjadi Panglima TNI. Tepat pada 5 Mei mendatang, dirinya memasuki usia 57 tahun. Artinya menyisakan sisa setahun dari ketentuan UU No 34/2004 soal usia maksimal perwira TNI, yakni 58 tahun.

Hal menarik lainnya adalah Pramono bisa semacam mediasi perekat Partai Demokrat dengan PDI Perjuangan yang selama ini memanas. Soalnya, Pramono pernah menjadi ajudan Megawati Soekarnoputri (periode 2001-2004). Bahkan, saat itu terbilang setia meski SBY sudah menyatakan kampanye menjadi calon presiden. pramono edhie 2

Pramono berkisah, saat menjabat Komjen Kopassus, dia tak mengarahkan keluarga besar Kopassus mendukung SBY. “Waktu itu Pak SBY justru kalah dalam penghitungan suara di kompleks Kopassus dan Cijantung,” kenangnya.

Hingga kini, Pramono selalu menghindar bila dikaitkan dengan pencalonan presiden. Namun membaca dinamika politik bukanlah perkara ilmu pasti. Mantan Panglima Kostrad tak mau larut dalam laga persaingan calon presiden 2014. Bisa jadi ini pula sesuai dengan ungkapan filsuf sekaligus penulis asal Cina, Sun Tzhi. Bahwa seni berperang adalah menang tanpa bertempur. Siapa nyana?

BIODATA

Nama Lengkap         :       Pramono Edhie Wibowo

TTL                 :       Magelang, Jawa Tengah, 5 Mei 1955

 

PENDIDIKAN :

–       SMA 3, Jakarta ( 1974 )

–       Akabri, Magelang ( 1980 )

–       Sesko Angkatan Darat ( 1995 )

–       Sesko TNI ( 2001 )

JABATAN

–       Komandan Peleton 1/121/12 Grup I Kopassandha ( 1980 )

–       Perwira Operasi Denpur-2 Grup I Kopassandha ( 1981 )

–       Komandan Kompi 112/11 Grup I Kopassanda ( 1984 )

–       Perwira Intel Operasi Den-3/1 Grup I Kopassus ( 1986 )

–       Danden-2/1 Grup-1 Kopassus ( 1991 )

–       Kasi-2 Grup-1 Kopassus ( 1991 )

–       Pabanda Binsat Sops Kopassus ( 1992 )

–       Dansuspara Grup-3/Pusdik ( 1993 )

–       Komandan Batalyon 11/1 Kopassus ( 1995 )

–       Wakil Komandan Grup I/Kopassus ( 1996 )

–       Komandan Grup I/Kopassus ( 1997 )

–       Komandan Grup 5 (Anti Teror) Kopassus ( 1998 )

–       Ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri ( 2001 – 2004 )

–       Perwira Tinggi Staf Ahli Bidang Ekonomi Politik Sesko TNI ( 2004 )

–       Wakil Komandan Jenderal Kopassus ( 2005 )

–       Kepala Staf Daerah Militer IV/Diponegoro ( 2007 )

–       Komandan Jenderal Kopassus ( 2008 )

–       Pangdam III/Siliwangi ( 2009 )

Image

One thought on “Profil Jenderal Pramono Edhie, Sang Putera Mahkota Militer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s