Ekpansi Bisnis Singa Terbang Di 2013

Lion Air melakukan eskpansi bisnis besar-besaran tahun depan. Perusahaan penerbangan yang terkenal low cost carrier ini mencoba peruntungan bisnis angkutan logistik darat. Sementara anak usahanya, Batik Air bakal masuk kelas penerbangan full service.

Ranap Simanjuntak Image

Lion Air Group, induk perusahaan maskapai penerbangan PT Lion Mentari Airlines masih gigih mengembangkan bisnis bidang transportasi. Baru membentuk maskapai Lion Biz Jet sebagai penyewaan jet pribadi menggunakan 4 unit unit pesawat Hawker 900XP kapasitas 8 orang, Lion tahun depan bakal menambah dua bisnis lagi.

Lion Air akan masuk jalur darat menggeluti binis otomotif dengan menyediakan layanan bus bandara dan truk kargo.  Menggandeng produsen bus dan truk asal India, Ashok Leyland bisnis baru ini direncanakan dijual secara massal apabila mendapat restu pemerintah.

Menariknya, maskapai berlambang singa itu akan menjadi pelaku langsung penyaluran angkutan logistik darat. Ini sebagai kepanjangan tangan dari hasil menggenjot bisnis kargo yang menaikkan target pendapatan dari 2% total pendapatan tahun lalu naik hingga 15% tahun ini.

Menurut Direktur Umum Lion Air Edward Sirait, penandatangan kemitraan dengan Ashok Leyland sudah masuk tahap awal pada bulan lalu. Kini, sedang mencari lokasi pabrik. “Tahapnya masih mencari lahan di Batam. Tanahnya masih ditentukan. Kita sedang bertahap. Belum menentukan pabrik sebagai pembuat mesin atau pabrik rakitan, “ tuturnya kepada SINDO Weekly di Lion Air Tower lantai 5, Jakarta Pusat, pekan lalu.

Lelaki berusia 55 tahun yang biasa disapa Edo itu menceritakan langkah merambah bisnis angkutan logistik darat ini tak lepas dari ambisi Lion Group memberikan pelayanan intermoda terpadu. Karenanya sudah dibentuk tim khusus mengkaji sekaligus menghitung total investasi. “Kami kan punya beberapa perusahaan seperti Wings Air, Lion Air dan beberapa perusahaan lainnya. Jadi kami akan melayani jasa angkutan seperti one stop shooping.”

“Untuk beratarung pada pasar yang sudah ada sangat sulit. Karena itu, kami sekaligus menjadi pelaku, khususnya angkutan logistik yang melayani umum. Tidak ada trayek. Rencananya door to door,” imbuhnya.

Ekspansi kedua, Lion Group bakal menelurkan maskapai baru bernama Batik Air. Meski berbeda manajeman dan pengelolaan, namun bisnis baru ini masih dalam pantauan usaha Lion Group. Ditargetkan beroperasi Maret 2013, Batik Air akan berkantor di lantai 10 Lion Air Tower.

Batik Air sendiri menjadi maskapai penerbangan full service yang bersaing dengan Garuda Indonesia dan Pacific Royale Airways. “Karena layanan premium, kami memodifikasi jarak antarkursi sehingga lebih leluasa. Desainnya mewah, ada tambahan Wi-Fi dan monitor TV di masing-masing tempat duduk. Juga bisa menggunakan telepon sendiri di udara. Bila itu nanti semua mendapat persetujuan,” sebut Edo.

Sesuai namanya, 10 pesawat Boeing 737-900 ER yang beroperasi dicat batik, dan para pramugari menggunakan seragam bercorak batik. Edo menjelaskan, segmen penerbangan dipilih rute regional sebanyak 60% dan rute domestik 40 % untuk pesawat berkapasitas 190 kursi ini. Medan dipilih sebagai hubungan untuk Asia Barat menuju Asean, sedangkan jalur Asia Timur melalui Manado.

Rute internasional meliputi India, China bagian Selatan, Bangkok dan Australia. Sedangkan rute domestik diperhitungkan lewat jam keberangkatan yang masih lowong. “Sekarang sedang melakukan penerbitan Surat Izin Usaha Penerbangan. Kami yakin bisa bersaing dengan maskapai lain di layanan ini,” tutup Edo.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s