Cold Storage, Teruntuk Nelayan atau Pengusaha?

Bermaksud meningkatkan industralisasi perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menngelontorkan pembangunan cold storage kapasitas besar. Namun sejumlah kalangan menilainya sebagai ancaman bagi nelayan tradisional.Image

Ranap Simanjuntak, Debi Abdullah

Berada di antara ribuan pulau, Indonesia kerap dihadapkan masalah tersendatnya suplai bahan baku industri perikanan. Alhasil, pembangunan cold storage dipilih menjadi bagian pembangunan sistem rantai dingin. “Ini sangat menentukan. Implementasinya dipadukan pengembangan sistem logistik ikan nasional (SLIN),” ungkap dirjen Pengolahan dan Pemasaran Perikanan KKP Saut P Hutagalung kepada Debi Abdullah dari SINDO Weekly, Jumat (4/5).

Tak tanggung, pemerintah berencana mendistribusikan 20.000—30.000 unit cold storage sebagai dukungan proyek pengembangan pelabuhan penghubung antara sentra produksi dan sentra pasar maupun industri. Prioritasnya, pelabuhan di Indonesia bagian Timur seperti Ambon dan Sorong. Bahkan, KKP juga mendorong swasta menggelontorkan Rp 600 miliar dalam merealisasikan lima gedung pendingin berkapasitas hingga 30 ribu ton. Menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin), investasi swasta tersebut berimbas kompensasi insentif kemudahan memperoleh pasokan bahan baku ikan.

Saut menjelaskan, dalam master plan tahun 2012 sedang dikaji lebih jelas tempat yang akan dibangun. Kabarnya, pengembangan pelabuhan penghubung sentra pasar bertempat di Surabaya (Jawa Timur) dan Bitung (Sulawesi Utara). Kedua tempat ini diharapkan mampu mengumpulkan ikan dari sentra penghubung produksi untuk disebar ke usaha pengolahan.Image

Saut menyebut target produk olahan tahun ini sebesar 4,8 juta ton produk disepakati memerlukan dukungan cold storage. Hanya saja kebanyakan masih berkapasitas kecil. Nah kalau kapasitas besar seperti 2000 ton diperlukan inventasi Rp 35 miliar. Itu belum termasuk tanah seluas 4000 meter persegi. Sedangkan biaya pemeliharaan dan operasioanl tiap bulan mencapai Rp 200 juta hingga Rp 250 juta per bulan,” tambah Saut.

Kadin sendiri menyambut baik pembangunan cold storage. Namun Kadin, meminta KKP lebih serius memperbaiki sistem pasar perikanan pada wilayah penangkapan. Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur mengingatkan, revitalisasi pelabuhan lama diperlukan agar menjamin kapasitas lebih besar. “Setidaknya ada dua pelabuhan berskala internasional diperlukan sebagai penghubung moda transportasi lainnya. Buruknya sarana dan infrastruktur perikanan membuat ongkos logistik naik 17% sehingga memperlemah persaingan di pasar domestik maupun ekspor,” tutur Natsir.

 

Secara terpisah Koalisi Rakyat Untuk Keadilan Perikanan (Kiara) memandang pembangunan cold storage oleh pengusaha besar dapat mematikan inudstri perikanan tradisional. Fasilitas ruangan pendingan ini juga dapat digunakan sebagai pola terselubung penyaluran ikan impor ilegal seperti temuan pada cold storage di Indramayu milik pemprov Jawa Barat Januari lalu.

Sekjen Kiara, Riza Damanik pengadaan cold strorage kapasitas besar belum mendesak dan perlu dikaji kembali. “Yang benar pemerintah memberikan perlindungan isndustri tradisional yang dijalankan langsung nelayan. Kami berharap 2,7 juta nelayan tangkap tradisional mendapat yang fasilitas tersebut,” katanya kepada SINDO Weekly, Senin (7/5).

Riza menunjuk pola yang diberlakukan oleh beberapa Negara yang memberikan fasilitas cold storage kepada nelayan tradisional. “Di Cina 5 nelayan dapat satu cold storage. Kalau di Timor Leste 15 nelayan mendapat bantuan satu. Nah di Indonesia menurut saya 10 sampai 15 orang nelayan bisa mendapatkan bantuan cold storage dari pemerintah,” pungkasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s