Bangka Belitung, Pesona dari Serumpun Sebalai

Mau liburan ke Bangka atau Belitung? Hubungi Nauly Tours & Travel. Ph : 021-7975894 atau klik di http://www.naulytour.com

Negeri tambang timah mencuri hati masyarakat Indonesia bagian Barat, khususnya Jakarta. Sejuta pesona destinasi wisata Bangka Belitung (Babel) menawarkan eksotisme vulgar. Dari panorama laut, budaya sampai rayuan mendalami sejarah.Image

Ranap Simanjuntak

Yoza, lelaki yang baru menginjak usia kepala tiga itu sibuk mengumpulkan beberapa orang yang baru keluar dari Bandar udara HAS Hanandjoeddin, kota Tanjung Pandan, Belitung. Kemudian, membimbing rombongan berjumlah sekitar 15 orang ke dalam tiga mobil avanza. “Kalau ke Tanjung Kelayang dari sini sekitar 15 menit,” kata lelaki yang menjadi agen wisata pribadi itu.

Yoza mengaku, setelah Sail Belitong tahun lalu dan hingar bingar kedahsyatan film Laskar Pelangi membuatnya kebanjiran job menjadi guide turis dalam negeri. “Paling banyak dari Jakarta bang. Kalau tidak, dari Riau,” katanya dengan logat Melayu yang kental.

Menuju ke arah Pantai Tanjung Kelayang, di pertengahan jalan sekitar 31 kilo meter dari Tanjung Pandan ada ada Pantai Tanjung Tinggi. Di sinilah tempat syuting film Laskar pelangi dari Novel karya Andrea Hirata.

Yoza berkisah, banyak wisatawan yang kini kepincut dengan Pulau Kepayang. Di situ merupakan kawasan penangkaran penyu wisata yang menjadi bagian wisata hope island. Dari Pantai Tanjung Kelayang menuju pulau yang dulu dikenal dengan nama pulau babi ini, bisa menyewa perahu nelayan sekitar Rp 400.000 bagi satu rombongan berjumlah 15 orang itu. Lama perjalanan menyebrangi laut biru berombak kecil hanya sekitar 20 menit. 

Pulau Kepayang merupakan daerah rimbun yang lebat dengan pohon. Aroma segar, hembusan angin pantai sekejap mengelus mesra siapa yang datang.  Pengunjung dapat melepas anak penyu atau tukik meuju pantai lepas dari tempat penangkaran berbentuk barak dipenuhi kolam kecil dengan biaya pengganti adopsi sebesar Rp 50.000.

Merasa betah di tengah deburan ombak di tempat ini, Anda dapat menyewa tempat bermalam yakni bungalow atau cottage terbuat dari kayu menghadap ke pantai seharga Rp 250.000 –  Rp 350.000 per malam. Bisa juga memanfaatkan fasilitas spot diving karena ombak terbilang kecil menggelitik sehingga sangat pas. Pilihan lain adalah snorkeling, diving, outbound di sekitar wilayah yang bebatuan.

Tapi bila sudah puas, perjalanan dapat dilanjutkan menuju beberapa pulau lainnya yang berdekatan. Ada pulau Lengkuas dengan mercusuar tegak menancap di sisi pantai berpasir putih sejernih kristal. Beberapa pulau granit kecil di sekelilingnya yang bisa dicapai dengan berenang atau berjalan melalui kedalaman air laut kurang dari 1,5 meter.

Image

Di dekatnya, ada Pulau Pasir dengan luas hanya sekitar 70 meter persegi. Dari kejauhan spot ini melukiskan pulau warna keperakan. Pasir putihnya yang kontras bertarung dengan warna air laut berwarna biru toska. Kalau mau menyelam di sini, Anda bisa menangkap hewan menarik seperti bintang laut.

Di sebelah timur, tepatnya Kabupaten Belitung Timur (Beltim) ajakan wisata daerah ini juga tak kalah menarik. Dari Tanjung Pandan, daerah ini ditempuh selama satu jam menggunakan kendaraan bermotor dengan jarak sekitar 80 kilo meter ada destinasi Pantai Burung Mandi yang berjarak 18 km dari kota Manggar (ibukota Belitung Timur).

Bedanya di sini tak ditemui batu granit besar seperti kebanyakan tempat di Belitung. Kedai-kedai penjaja kelapa muda menggoda siapa saja yang lewat. Pantai ini diberi nama Burung Mandi karena dekat dengan gunung Burung Mandi. Pohon pinus laut menjadi garis pantai yang membuat kesejukan orang bersandar di bibir pantai.

Tak jauh, sebuah vihara berumur lebih dari dua setengah abad bernama Dewi Kwan Im, namun berdiri megah dengan cat merah menyala. Tempat ini bersejarah dan yang menarik letaknya di atas bukit. Bagi pengunjung yang percaya nasib di sini dapat diramal atau diobati dengan bantuan juru kunci.

Saat ini kabupaten Beltim sedang melakukan berbagai kegiatan orientasi wisata. Bupati Beltim Basuri Tjahaja Purnama mengatakan, pemda sedang menggenjot tempat-tempat wisata di daerah tersebut dengan berbagai pilihan seperti wisata mangrove, tanam bakau atau penyediaan kapal cepat. “Bahkan ada pagelaran taraf internasional seperti festival Barongsai yang diikuti oleh enam negara pada Oktober mendatang. Masalah utama adalah infrastruktur yang kini sedang dibenahi,” katanya kepada SINDO Weekly, Senin (7/5).

Sejarah

Di belahan pulau lain dalam satu provinsi. Hanya membutuhkan waktu sekitar sejam dari Jakarta, Pulau Bangka menyapa ramah para wisatawan dalam negeri. Bila beruntung, dari ibukota Anda mendapatkan penerbangan tiket promo seharga Rp 300 ribu sekali jalan. Lalu, byur bisa langsung berenang dalam laut biru.

Siapa nyana kalau Bangka menyimpan kekayaan sejarah? Terutama ibukota Bangka, yakni Pangkal Pinang mulai berkembang sejak 1757. Ada yang bilang suku asli daerah ini adalah Melayu yang eksodus pelan-pelan dari kerajaan Johor dan Kerajaan Lingga-Riau.

Versi lain menyebutkan pejabat Belanda bernama J. Van den Bogaart datang ke Pulau Bangka pada tahun 1803 membagi penduduk Bangka pada waktu itu dalam 4 kasta, yaitu Cina, Melayu, orang Bukit atau orang gunung, dan orang Laut (sekak).

Soal wisata sejarah di Pangkal Pinang ada pula Museum Timah Indonesia yang tersohor. Museum yang dibuka pada 2 Agustus 1997 ini tercatat sebagai satu-satunya museum timah di Asia.Image

Wisata sejarah menjadi salah satu fokus pengembangan pariwisata di Bangka, terutama Pangkal Pinang. Sebab, ada 21 bangunan dan situs tua bersejarah di sini. Terdapat gereja tua depan alun-alun yang menjadi titik nol. Lalu rumah residen pejabat Belanda dan Tamansari Wilhelmina di sebelahnya. Masih banyak lagi lainnya.

Tak jauh berbeda dengan Belitung, Bangka mempersembahkan berbagai tujuan wisata, khususnya panorama laut. Banjir pilihanpantai bisa Anda kunjungi, seperti Pantai Tanjung Pesona, Parai Beach Resort, Pantai Batu Bedaun, Pantai Rebo, Pantai Tikus, Pantai Teluk Uber, Pantai Romodong, Pantai Penyusuk, Pantai Air Anyir. Semuanya pun punya keindahan memukau. Ya, Negeri Serumpun Sebalai (sebutan Bangka Belitung) memang punya sejuta pesona.

 

BOX

PANDUAN :

Menuju Bangka :

11 penerbangan dari Jakarta menuju Pangkalpinang

Menuju Belitung :

3 penerbangan dari Jakarta menuju Tanjung Pandan dan 1 penerbangan pagi dari Palembang.

Penyewaan

– Penyewaan mobil sekitar Rp.350.000/hari. Biar aman carilah pada penyewaan mobil yang punya armada banyak. Ini lebih aman karena perusaahan penyewaan tersebut tergolong aman.

– Jangan lupa menyewa alat selam. Di Bangka ada beberapa tempat, sedangkan di Belitung hanya ada di sekitar Kota Tanjung Pandan.

– Agar bisa menekan biaya transportasi bisa lebih baik bila Anda membawa alat-alat penyelaman sendiri atau menyewa dari Jakarta.

Penginapan

Tarif penginaapan beberapa hotel di Babel bervariasi mulai dari Rp 250.000 – Rp 500.000. Namun untuk wilayah Belitung hanya terdapat hotel di pusat kota.

Bisa pula menyewa rumah penduduk seperti di Belitung berkisar Rp 300.000-Rp 500.000 (untuk 6 orang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s