Miranda Kerr :Merawat Alis Pakai Sendok

Tak seperti kebanyakan perempuan cantik lainnya, model negeri Uncle Sam dari Australia, Miranda May Kerr punya kebiasaan merawat kelentikan bulu mata pakai sendok. Istri dari aktor Orlando Bloom tersebut mengambil cara jitu merawat kecantikan dengan cara cepat dan ringkas.

Setelah menjadi ibu, dia menyudahi kebiasaan perawatan kecantikan yang membutuhkan waktu lama seperti menggunakan banyak krim malam atau melakukan perawatan wajah dan kulit yang rumit. Dia pun memilih membersihkan diri menggunakan sikat mandi setiap hari. Lalu hanya menambahkan memakai minyak buah mawar di malam hari. Menurutnya yang penting hidup sehat, seperti kebiasaan mengkonsumsi buah mengkudu.

Bagaimana sendok dapat merawat kelentikan bulu mata Kerr? Dia menjelaskan, setelah memoleskan maskara, dirinya meletakkan sendok teh dengan punggung sendok menempel di kelopak mata. Dengan bantuan bantalan jempol, Kerr menekan bulu matanya ke bagian cekungan sendok. Nah menurutnya panas alami dari tangan itulah yang membantu bulu mata melengkung secara bagus. “Kamu bisa melentikkan bulu mata dengan sendok kalau sedang tidak membawa penjepit bulu mata,” aku model berusia 29 tahun ini.

Miranda yang penganut Budha ala Jepang itu memang doyan dengan kealamian. Orang Australia pertama yang berpatisipasi dalam iklan Victoria’s Secret (yang sering menimbulkan kontroversi) itu juga merawat matanya agar tetap bersinar lewat aplikasi lip balm di sisi luar mata.

Advertisements

Myanmar dan Potensi Wisata yang Terbelalak

bagan–salah satu destinasi Myanmar

Wisata ke Burma, Dimulai dari Obama

Sejak menerapkan politik terbuka, Myanmar meroket sebagai tujuan wisatawan dunia. Geliat bisnis dan tanda-tanda pembangunan sudah terlihat di negara junta militer.

Bona Ventura

Billboard minuman berkarbonasi ramai terpampang di persimpangan lalu lintas kota Yangon, Myanmar. Salah satunya memuat kerja sama dengan MTV EXIT (End Exploitation and Trafficking), yang mengumumkan akan menggelar konser Jason Mraz pada 16 Desember mendatang di kaki Pagoda Shwedagon, Yangon. Pertunjukan musisi yang hit dengan lagu I’m Yours tersebut menjadi konser musik dunia pertama di Myanmar.

Mengutip mtvexit.org, Mraz mengatakan tidak sabar untuk menorehkan sejarah di Myanmar. “Aku pergi ke sana dengan rasa syukur dan hormat. Aku berharap dapat membuat perbedaan,” tukasnya, pekan silam. Konser tersebut rencananya akan disiarkan oleh televisi nasional Myanmar dan jaringan internasional Music Television (MTV) pada 2013.

Direktur Promosi Pariwisata Kementerian Hotel dan Pariwisata Myanmar, Khin Win Dari, mengatakan konser Jason Mraz menjadi salah satu bagian untuk mendorong pariwisata negeri mereka. Sejak menerapkan politik terbuka setahun belakangan, Pemerintahan Tan Shwe ingin menarik perhatian wisatawan ke negaranya. Dalam 12 bulan terakhir, Myanmar meroket ke puncak daftar negara yang harus dikunjungi wisatawan. Tanda-tanda pembangunan pun terlihat di jalanan kota Yangon.

Menurut laporan Myanmar Times¸ mereka membentuk federasi pariwisata untuk memperluas turis dan pengunjung bisnis. “Pemerintah berusaha untuk membuatnya senyaman mungkin bagi pengunjung internasional,” kata Khin.

Geliat turisme ke negara yang identik dengan junta militer semakin terasa, setelah Presiden AS, Barack Obama mengunjungi Myanmar pada pekan kemarin. Kunjungan Obama diprediksi bakal memicu dan mendorong investor menanamkan modal di sana. CNN bahkan mengatakan kedatangan Presiden AS ke-44 itu telah menghilangkan stigma bahwa Myanmar sebagai negara yang tidak aman dikunjungi wisatawan internasional.

Selaras dengan citra yang mulai membaik, Departemen Penerbangan Sipil Myanmar berencana merenovasi Bandara Internasional Yangon. Dari kapasitas sekarang 2,7 juta penumpang menjadi 3,7 juta penumpang pada 2013. Dua tahun berselang mampu menyerap 5 juta orang.

Pada tahun 2011, Kementerian Hotel dan Pariwisata menghitung jumlah pengunjung seluruhnya 391.176. Pada 2012, angka itu diperkirakan akan meningkat menjadi 500.000. Pemerintah sendiri khawatir bahwa infrastruktur negara itu belum mampu mengatasi ledakan wisatawan, terutama selama bulan-bulan puncak seperti November sampai Maret.

Dari 25.358 kamar hotel nasional, 8.152 tersebar di Yangon, baik yang berupa hotel maupun rumah tamu. Mengingat, pada bulan Desember 2011 saja ada 47.475 pengunjung internasional memasuki negara, 43.800 di antaranya masuk di Yangon. “Selama high season, kamar sangat terbatas,” kata Didier Belmonte, general manager dari The Strand. “Kami melihat wisatawan yang tiba di Yangon tanpa operator akomodasi dan mereka harus mengatur tur untuk terbang ke Bagan atau Mandalay, untuk mencari kamar hotel yang masih tersedia.”

Di Yangon ada hotel baru, Centrepoint Hotel. Diharapkan dibuka tahun 2013 dan akan menambahkan 200 sampai 300 kamar. Masih ada lagi “empat atau lima” hotel yang akan dikembangkan dalam beberapa tahun ke depan untuk menyambut wisatawan. Sayangnya, belum tersedia pemandu wisata yang andal dan berpengalaman.

Wisatawan Cina tercatat merupakan pengunjung paling banyak pada tahun 2011, atau meliputi 15.95% dari total 62.018 wisatawan yang mengunjungi Myanmar. Pemandu berbahasa Inggris cukup banyak. Ada sekitar 1.931 pemandu berbahasa Inggris. Kebetulan, Myanmar bekas jajahan Inggris sehingga sebagian orang tak masalah memandu wisata dengan bahasa Inggris.

Bus dan kereta api, sementara ini melayani ke berbagai tujuan. Namun, keberangkatan suka terlambat. Tetapi, karena tak ada pilihan lain, kaum wisatawan tetap lebih suka naik kereta api. Sementara kendaraan umum, kondisinya boleh dibilang kurang memadai. Kualitas kendaraan umumnya rendah: tidak ada jendela dan interior jelek. Apalagi, mereka harus dipacu di jalan darat yang banyak lubang dan rusak parah.

Perjalanan dengan kapal laut bisa juga, tapi jalurnya terbatas. Perjalanan dengan pesawat terbang menjadi pilihan utama. Penerbangan diarahkan untuk mengangkat wisata lokal atau jalur penerbangan domestik.

Tulisan II

Highlight Bagian II:

Demokrasi Membuka Arus Wisata

 Terbukanya tirai isolasi Myanmar yang diwarnai cerita berdarah, ternyata membuka pula peluang bagi pariwisata. Kunjungan meningkat sejak National League for Democracy (NLD), partainya Aung San Suu Kyi, menang.

Ranap Simanjuntak dan Debi Abdullah

Ternyata ada hubungan yang erat antara demokrasi dan kunjungan wisata ke suatu negara. Kunjungan turis ke suatu negara mengalir setelah kehidupan demokrasi berkembang. Contohnya adalah Myanmar. Dalam dua tahun belakangan ini, tawaran wisata ke Myanmar menggebu-gebu di dunia maya. Sebuah kota kuno bernama Bagan, di Mandalay, Burma, bahkan menjadi tujuan yang harus dikunjungi oleh wisatawan dunia.

Sejak runtuhnya kekuasaan junta militer dan digelarnya Pemilu 7 November 2010, Myanmar mulai dilirik dunia. “Dulu, hanya sebagian kecil dari kami yang melakukan promosi tentang Myanmar. Namun, sekarang, kami disibukkan oleh pertanyaan-pertanyaan tentang Myanmar,” kata Gloria Ward dari Ultimate Travel Company, Burma, seperti dikutip Telegraph, pekan silam.

Pertikaian politik telah menutup arus wisata ke negeri itu. Kekuasaan otoriter militer selama 48 tahun telah memberangus demokrasi. Tak ada jaminan keamanan dan fasilitas untuk kunjungan wisata dari mancanegara. Negara-negara dunia pun—diprakarsai Amerika Serikat—mengisolasi Myanmar.

Mulanya, setelah meraih kemerdekaan dari Inggris 4 Januari 1948, nama resmi Myanmar adalah Union of Burma atau Birma. Perjuangan kemerdekaan ini dimotori oleh Aung San, ayahanda Aung San Suu Kyi. Namun, junta militer, setahun setelah kudeta 1988, menggubahnya menjadi Myanmar. Alasannya, agar etnis non-Birma merasa menjadi bagian dari negara. Toh AS, Uni Eropa, dan kelompok oposisi prodemokrasi—termasuk Aung San Suu Kyi—dan aktivis solidaritas internasional, tetap menggunakan istilah Burma.

Selain itu, junta militer juga mengubah nama kota terbesar (dulu ibu kota) Rangoon menjadi Yangon. Kemudian, pada 7 November 2005, ibu kota negara dipindahkan ke Naypyidaw. Sistem otoriter ala junta militer berakhir sejak digelarnya Pemilu 2010, suatu pemilihan umum yang hampir 20 tahun tak diadakan.

Pada awal kemerdekaan, konstitusi menganut konsep dua kamar (bikameral) dengan perdana menteri sebagai pemimpin kabinet. Bisa dikatakan, sejak 1948 sampai 1962, pemerintahan sipil Burma dilakukan secara demokratis berdasarkan perwakilan rakyat. Walau begitu, konflik internal masih saja berlangsung gara-gara pertarungan kepentingan politik, sosial, atau etnis.

Proses demokrasi berganti otoriter setelah kudeta militer pimpinan Jenderal Ne Win yang berhasil menumbangkan kepemimpinan sipil, Perdana Menteri U Nu pada 1962. Jenderal Ne Win memilih jalan sosialis, Burmese Way to Socialism. Dirinya pun mengembangkan pemerintahan militer yang antiasing. Akibatnya, Burma semakin jauh dari pergaulan internasional. Ia juga membubarkan semua partai politik dan mendirikan Burma Socialist Programme Party sebagai partai tunggal. Di sisi lain, Partai Komunis Burma dan kelompok-kelompok etnis terus memperebutkan pengaruh.

Akibat langkah Ne Win menasionalisasi sejumlah perusahaan asing dan swasta, perekonomian negeri seluas 680 ribu kilometer persegi itu pun kian merosot. Padahal sebelumnya, Burma merupakan pengekspor beras terbesar. Pertumbuhan ekonominya hanya terpaut sedikit di bawah Jepang. Akhirnya, tahun 1987, ekonomi Burma benar-benar ambruk. Nilai mata uang jatuh, banyak tabungan masyarakat di bank dihapus. Burma lantas jatuh menjadi negara termiskin dan terkorup di dunia.

Muncullah aksi demonstrasi menentang pemerintah yang gagal. Demonstrasi terjadi di beberapa kota termasuk di Rangoon. Sesekali, aktivis mahasiswa bersama biksu memimpin gerakan. Namun, gerakan ini diakhiri dengan pembantaian pada 8 Agustus 1988, atau dikenal sebagai peristiwa 8-8-88. Sekitar 3.000 aktivis tewas. Ne Win pun mengundurkan diri.

 

Ambang Demokrasi

Hadirnya demokrasi di Myanmar tak lepas dari perjuangan peraih hadiah nobel perdamaian, Aung San Suu Kyi. Dia adalah politikus dan aktivis prodemokrasi. Suu Kyi mengawali karier politiknya dengan mendirikan National League for Democracy (NLD), yakni sebuah partai yang didirikannya bersama aktivis guna menentang kuasa junta militer. Dulu, oleh junta militer, segala tindak tanduk Suu Kyi dicurigai dan dianggap membahayakan bagi kekuasaan militer.

Setelah tragedi 8-8-88, NLD mengambil alih kekuasaan dari Jendral Ne Win. Dua tahun kemudian, NLD ikut serta dalam Pemilu 1990. Tak sia-sia, usaha wanita yang lahir di Yangon 19 Jumi 1945 ini membuahkan hasil. NLD yang dipimpinnya meraih 59 persen suara. Ini menjadikan NLD menguasai 80 persen kursi parlemen, Suu Kyi pun segera diajukan sebagai Perdana Menteri.

Namun, pintu demokrasi yang hampir terbuka berkat kemenangan Pemilu 1990 lagi-lagi digembok oleh junta militer. Militer yang saat itu berkuasa lantas mengambil-alih tampuk kekuasaan dan membatalkan kemenangan NLD. Suu Kyi pun kemudian menjadi tahanan rumah. Beberapa aktivis ikut menjadi tahanan, bahkan ibu dua anak ini mengalami perlakuan intimidasi politik yang tak adil di negaranya.

Selama menjadi tahanan rumah, Suu Kyi terus berjuang untuk demokrasi di negaranya. Sepuluh tahun setelah mendapat hadiah nobel perdamaian 1991, akhirnya Suu Kyii dibebaskan dari tahanan rumah 13 November 2010. Seluruh dunia riuh menyambut kebebasannya. Pintu untuk demokrasi kian terbuka.

Ketidakpuasan banyak pihak atas Pemilu 2010 membuat pemerintah gerah mendapat sorotan dunia. Maka, 1 April 2012, Myanmar menggelar pemilu lagi. Usaha Suu Kyi membuahkan hasil. Ia memenangkan kursi parlemen. Kemenangan itu menjadi penting setelah berjuang puluhan tahun demi demokrasi.

Suu Kyi terpilih masuk ke dewan perwakilan rakyat. Yang menjadi masalah kemudian adalah adanya konflik dengan etnis muslim Rohingya di negara itu. Sehubungan dengan hal itu, Suu Kyi menuntut anggota fraksi dari Partai Solidaritas dan Pembangunan, yang merupakan mayoritas di parlemen, agar menyusun aturan hukum guna melindungi kelompok minoritas. “Saya menuntut seluruh anggota parlemen segera membahas undang-undang perlindungan etnis minoritas agar kita bisa menjadi demokratis sepenuhnya,” kata Suu Kyi seperti dilansir BBC.

Selain menuntut adanya payung hukum untuk memastikan keadilan buat warga minoritas, Suu Kyi juga meminta agar pemerintah segera meningkatkan perekonomian di wilayah miskin agar konflik antar etnis tidak muncul lagi. Kalau konflik padam, maka negeri itu akan dibanjiri wisatawan.

 

Swasembada Garam, Asa Setelah 50 Tahun

Berhasil meningkatkan produksi garam, tahun ini pemerintah mengklaim swasembada konsumsi garam. Sayangnya, perlindungan bagi petani masih belum maksimal.

panen garam di musim kemarau  

Oleh :Ranap Simanjuntak

Musim kemarau berlalu sudah. Percikan air langit mulai membasahi belantara nusantara. Hal ini membuat petani garam ramai-ramai beralih profesi demi sesuap nasi.

Meski begitu, hasil panen tahun ini, hingga Oktober lalu cukup menggembirakan. Ketua Asosiasi Petani Garam Seluruh Indonesia (APGSI) Jabar, M Taufik mengungkapkan, kemarau panjang telah memberi keuntungan bagi petani garam. “Hasil produksi tahun ini melimpah, walau secara harga tidak sebagus yang diharapkan,” katanya.

Karena hingga tengah tahun depan menjadi musin penghujan, maka produksi garam menjadi nihil. Akibatnya konsumsi garam hingga semester pertama tahun depan berasal dari produksi tahun ini. Dari data Kementerian Kelautan dan Perikanan tercatat, produksi nasional tahun ini bisa mencapai 2,531 ton (hingga 9 November). Jumlah itu berasal dari produksi garam petani sebesar 1,636 juta ton, produksi non petani mencapai 390.700, PT Garam 385.000 ton, dan sisa impor 119.900 ton.

Hingga akhir tahun, diprediksi stok garam hingga 1,811 juta ton. Jumlah ini mampu memenuhi kebutuhan garam konsumsi selama semester I 2013 yang tak produksi dengan kebutuhan 720.000 ton. Sementara sisanya 1,091 juta ton bisa digunakan untuk kebutuhan garam industri selama Januari-Februari tahun depan. “Atau pilihannya bisa ekspor,” kata Dirjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan Sudirman Saad kepada SINDO Weekly.

Kalau pilihan ekspor dilakukan artinya Indonesia dapat menghapus jejak kelam selama 50 tahun terakhir. Sebab, selama setengah abad tersebut, Indonesia selalu dibanjiri impor garam. Sudirman mengungkapkan, impor garam konsumsi tahun 2013 harus stop. “Impor garam industri juga akan berkurang dengan konversi stok sisa produksi yang ada,” jelas lelaki yang menakhodai program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) ini.

Apa yang membuat produksi tahun ini meningkat? Sudirman menunjuk berbagai program PUGAR telah menunjukkan keberhasilan. Di mana, produksi petambak dengan luas areal hampir 19 ribu hektar  dapat meningkat. “Tahun lalu, hasil satu hektar hanya mencapai 40-50 ton/Ha/tahun per tahun, bisa bertambah menjadi 80 ton/Ha/tahun. Lalu, dengan terobosan PUGAR seperti teknologi Ulir Filter hasilnya bisa berkembang hingga 120 ton/Ha/tahun. Hasilnya juga mengandung mengandung NaCL di atas 97%,” Sudirman bangga.

Namun lelaki berkulit kuning ini mengingatkan swasembada garam yang kini dicapai jangan hanya beberapa tahun saja, sehingga kemudian akan impor lagi. “Perlu membangun sentra garam dari hulu sampai hilir,” jelasnya.

Sementara Ketua Yayasan Garam Fadel Muhammad merasa pemerintah harus tegas memperhatikan petani garam dengan menetapkan harga garam yang cocok. “Sekarang garam swasembada itu berkat PUGAR yang saya buat waktu menjabat menteri. Nah agar terus terjaga pemerintah perlu menetapkan harga yang cocok dan juga mau membelinya. Kalau sekarang Rp 750 per kg saya rasa sudah baik,” ungkap politisi Partai Golkar ini.

Fadel Muhammad bersama Sudirman Saad

Namun Fadel mengingatkan pemerintah agar menyentil PT Garam. Perusahaan pelat merah yang berfungsi memproduksi sekaligus memasarkan garam ini, menurutnya punya catatan kinerja kurang apik. “Ya memang selama ini kurang performance,” tutur mantan Gubernur Gorontalo, Selasa (20/11/2012), di Jakarta.

Hal ini diakui Sudirman. Baginya PT Garam belum maksimal belum melakukan kerja membawahi garam nasional dengan penguasaan seluas 5700 hektar. Sebab, hasil laporan perseroan tersebut mencatatkan produksi sebesar 70 ton/Ha/tahun, padahal di Cirbon saja bisa mencapai 120 ton/Ha/tahun. “Perlu juga memisahkan perannya. Seharusnya biar fokus, PT Garam mengurusi sektor hulu atau hilir saja. Jangan memproduksi tapi juga bisa menjual,” ungkapnya.

Sedikit menilik ke belakang. Medio tahun ini harga garam sempat anjlok hingga membuat para petambak marah. Lalu atas komando Menteri Perekonomian Hatta Rajasa dibentuk Tim Koordinasi Swasembada Garam Nasional, yang terdiri dari Kementerian Kelautan dan Perikanan,  Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Perdagangan. Lalu keluarlah Harga Pokok Pembelian (HPP) garam yang ditetapkan pemerintah pada tahun 2011, yaitu Rp 750 rupiah/kg untuk garam kualitas satu dan garam kualitas kedua dipatok Rp 550 rupiah/kg.

Nayatanya penetapan harga itu di lapangan masih saja dilanggar. Misalnya menurut data Presidium Aliansi Asosiasi Petani Garam Rakyat Indonesia (A2PGRI) di wilayah Madura, pada September lalu, PT Garam menetapkan harga KW1 Rp 480 per kilogram diterima di gudang serta KW2 Rp 410 per kilogram. Harga ini bahkan di bawah perusahaan swasta, seperti PT Susanti Mega, yang berani mematok harga beli Rp 560 per kilogram untuk KP2 di gudang. “Harga PT Garam jelas jauh sekali dari ketentuan harga pemerintah,” kata A2PGRI anggota Faisal Baidowi.

Bahkan, Ketua Himpunan Masyarakat Petani Garam (HMPG) Jatim, Hasan, melansir survei yang dilakukan pihaknya di seluruh wilayah Jatim, ditemukan harga garam Rp 350 ribu untuk KW I, dan Rp 300 ribu untuk KW II di collecting point. Sungguh menyimpang dari ketentuan.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C Sutardjo lantas memanggil para importir produsen garam impor untuk mendapatkan laporan realisasi penyerapan garam rakyat. Padahal, 12 importir produsen garam konsumsi telah sepakat untuk menyerap garam rakyat. Dan, selama panen raya yang berakhir Oktober lalu, dilakukan penghentian impor garam.

Sharif tak lupa member apresiasi terhadap keberhasilan program PUGAR. Menurutnya, setidaknya ada empat isu strategis yang terus menjadi dasar perhatian dalam melaksanakan Program PUGAR. Pertama, kurangnya akses sumber permodalan bagi para petambak sehingga para petambak garam rakyat banyak yang terjerat pada bakul, tengkulak dan juragan.

Kedua, adanya isu  masih lemahnya keberpihakan dan upaya proteksi pemerintah yang menyebabkan usaha garam rakyat menjadi tidak prospektif dan marketable. Ketiga, berkembangnya isu tata niaga garam yang pro liberalistik dengan tidak adanya penetapan standar kualitas garam, sehingga menyebabkan deviasi harga yang tinggi di tingkat produsen petambak garam maupun para pelaku pasar. Di sisi lain, masih maraknya penguasaan kartel perdagangan garam di tingkat lokal.”

“Keempat, menyangkut isu kualitas garam yang masih memerlukan intervensi pemerintah yang dilakukan melalui indsutrialisasi guna menghasilkan mutu dan nilai tambah,” jelas pengganti Fadel Muhammad ini.

Karena itu, Sharif bersama tim tengah mengupayakan agar pemerintah terus mengurangi penguasaan yang dilakukan oleh kartel dan upaya dalam menaikkan posisi tawar petambak garam. “Ini pertama kali garam konsumsi swasembada tahun ini. Termasuk kita bisa ekspor. Kita pernah ekspor tahun 60-an, Insya Allah tahun depan kita ekspor,” pungkas dia.

KETERANGAN

 

Impor Tahun 2011

Garam Konsumsi        : 923.756 ton

Garam Industri   : 1.691.444 ton

TABEL STOK GARAM KONSUMSI TAHUN 2012

 

Uraian Jumlah

(dalam ton)

Produksi Tahun 2012

–      Petambak

–      PT Garam

–      Sisa impor tahun 2012

 

2.531.056,24

2.026.856,24

385.000

119.900

Kebutuhan Garam Konsumsi

–      Kebutuhan Semester I/2012

–      Kebutuhan Semester I/2013

1.400.000

720.000

720.000

Surplus Garam Konsumsi Hingga Semester I/2013 1.091.056,24

Pakistan,

Angin Segar untuk Taliban

Guna mendukung upaya damai, Pemerintah Pakistan membebaskan tahanan Taliban Afganistan. Sementara Pakistan masih mengembangkan pesawat tanpa awak. 

Mullah Baradar dari penjara

Ranap Simanjuntak

Mullah Baradar dan Anwar ul-Haq Mujahid mengurai senyum puas. Dua petinggi kelompok Taliban Afganistan ini menghirup udara bebas setelah dilepaskan dari tahanan oleh Pemerintah Pakistan.

Mullah Baradar merupakan Pemimpin Taliban Afganistan yang menjadi petinggi nomor dua Mullah Omar. Sementara Anwar ul-Haq Mujahid adalah komandan senior Taliban. Kedua orang ini merupakan bagian dari 13 anggota Taliban yang ditahan Pakistan dan dibebaskan hingga pekan ini.

Pembebasan itu merupakan hasil kesepakatan pekan lalu. Pakistan menyetujui pembebasan beberapa tahanan Taliban Afganistan sebagai upaya rekonsiliasi negara itu dengan anggota Dewan Tinggi Perdamaian Afganistan. Sebelumnya, tercapai kesepakatan atas pertemuan Ketua Dewan Perdamaian, Salahuddin Rabbani dengan jajaran pemimpin Pakistan, yakni Presiden Asif Ali Zardari, Perdana Menteri Raja Pervez Ashraf, dan Panglima Militer Jenderal Ashfaq Parvez Kayani.

Jumat (16/11/2012), Pakistan setidaknya sudah membebaskan sembilan pemimpin terkemuka kelompok radikal Islam, Taliban. Putra dari pejuang Yunus Khalis (komandan Afganistan saat berperang melawan Uni Soviet di era 1980-an) merupakan salah satu tahanan yang dibebaskan. “Kami telah menerima janji dari Pemerintah Pakistan bahwa dalam waktu dekat, tiga pemimpin Taliban akan dibebaskan,” ungkap Salahuddin Rabbani.

“Para tahanan yang dibebaskan ini tak akan diserahkan ke Pemerintah Afganistan. Kami akan menjamin keamanan mereka dan mereka bisa pergi ke mana saja atau hidup bersama dengan keluarga,” Rabbani menambahkan.

Namun, seperti diberitakan Reuters, pembebasan pemimpin bernama panjang Mullah Abdul Ghani Baradar ini bisa jadi kunci untuk mencapai perdamaian karena dia masih disegani di kalangan Taliban. “Meskipun kami tidak terlalu yakin apakah mereka dapat memainkan peran penting dalam perundingan perdamaian, ini merupakan isyarat positif dari Pakistan dalam membantu upaya perdamaian,” kata seorang pejabat Afganistan tersebut.

Selain itu, rencana pembebasan Menteri Kehakiman Taliban, Mullah Turabi, juga bakal membawa angin segar perdamaian dua negara tetangga itu. Tahanan lain yang dibebaskan adalah dua pejabat intelijen. Di kalangan Pemerintah Afganistan sendiri yakin kalau perdamaian dengan Taliban adalah cara terbaik untuk mencapai stabilitas di negara itu pasca-ditarik mundurnya seluruh pasukan NATO pada 2014 mendatang.

Afganistan memang sudah lama mengupayakan akses ke para tahanan itu untuk membantu proses perdamaian yang terhenti tersebut. Dukungan dari Pakistan, yang mendukung rezim Taliban pada akhir 1990-an, dianggap penting sebagai upaya rekonsiliasi Afganistan.

Sementara pihak Taliban Afganistan dalam pernyataan Jumat pekan lalu bersikeras menuntut Pakistan untuk membebaskan para tahanan lainnya. Pembebasan itu, menurut mereka, pasti akan meningkatkan kepercayaan antara kedua negara bertetangga itu dan rakyat mereka. Pihak Taliban sendiri beranggapan anggotanya masuk Pakistan bukan untuk melakukan peperangan atau teror, melainkan mereka berkelit bahwa pejuang garis keras itu hanya menjalankan misi medis atau alasan manusiawi lainnya saat masuk ke area Pakistan. “Tidak pernah melakukan tindakan yang dapat dikenakan hukuman dan pemenjaraan atau mencelakakan rakyat dan Pemerintah Pakistan,” sebut pernyataan itu.

Presiden Pakistan sendiri berjanji untuk mendukung usaha perdamaian Afganistan karena berdampak bagi kestabilan dan kesejahteraan Pakistan. Di satu sisi, Islamabad secara rahasia tengah mengembangkan pesawat-pesawat tak berawak yang dipersenjatai. Selama ini, pesawat nirawak itu menyerang kelompok-kelompok militan Taliban dan Al-Qaida di wilayah kesukuan terpencil di Pakistan, yang berbatasan dengan Afganistan.

Republik Menggugat, AS Terancam Bubar

AS terancam bubar atas merebaknya petisi negara-negara bagian. Mereka minta bercerai dari negara serikat Amerika. Upaya ini tak lain buntut kekalahan Partai Republik dari kursi presiden.

Ranap Simanjuntak 

Gedung Putih bergoyang. Tiba-tiba saja situs We the People yang dikelola pihak istana kepresiden Abang Sam kebanjiran dukungan. Namun, ini malah membuat pening pemerintahan yang dikomandoi Barrack Obama. Sebab, ratusan ribu warga menyatakan petisi meminta negara bagian tempat tinggalnya memisahkan diri atau merdeka dari AS.

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 50 negara bagian atau hampir 100 persen melontarkan petisi. Dipelopori 20 negara bagian, yakni diawali Lousiana kemudian Texas. 18 negara bagian lain menyusul, yaitu : Alabama, Arkansas, Colorado, Florida, Indiana, Kentucky, Louisiana, Michigan, Mississippi, Missouri, Montana, New Jersey, New York, North Carolina, North Dakota, Oregon, South Carolina, Tennessee, dan Georgia. Sedangkan 30 negara negara bagian latah minta merdeka.

Petisi pemisahan Texas menjadi paling kuat, karena negara bagian terbesar kedua setelah Alaska itu hingga Minggu (18/11/2012) malam berhasil membukukan 114.636 tanda tangan. Jumlah ini empat kali lebih dari kuota konsitusi yang menyebutkan syarat petisi setidaknya ditandatangani oleh 25.000 orang. Karenanya, pemerintah bakal merespon petisi ini. Hanya saja dalam konstitusi AS  tidak ada aturan soal ketentuan negara bagian untuk memisahkan diri.

New York Daily News mencatat negara bagian seperti Lousiana menyusul melewati ambang batas tuntutan dengan memperoleh dukungan lebih dari 35 ribu warga. Sedangkan Di Nort Caroline, Alabama, Florida, Tennese, dan Georgia dukungan mulai merangkak melewati 20 ribu, dan diprediksi bakal melewati ambang batas pada minggu ini.

Beberapa alasan mengapa petisi itu dibutuhkan pun terlontar. Beberapa warga menyebutkan terjadinya pelanggaran secara terang-terangan atas hak-hak warga AS. Meski belum terinci hak-hak seperti apa. Ada pula alasan perlakuan otoritas kemanan transportasi yang arogan. Pegawai otoritas kemananan ini melakukan pemeriksaan di bandara-bandara yang dianggap telah mengusik kenyamanan warga.

Namun, kemungkinan terbesar dari keinginan memisahkan diri ini lekat dari bara politik. Keinginan merdeka diduga buntut kekalahan capres Partai Republik, Mit Romney dari Obama pada pemilihan 6 November lalu. Sebab, dari 20 negara bagian pelopor tersebut, tercatat 18 negara bagian merupakan kantong suara Partai Republik.

Dalam pernyataan kepada Dallas Morning News, Gubernur Texas Rick Perry menegaskan kalau dirinya tak punya kepentingan pada peningkatan petisi tersebut. Meskipun pada 2009 dia pernah melontarkan gagasan bahwasanya masalah Texas adalah tak bisa meninggalkan AS setelah pada 1845 bergabung dlam serikat. “Gubernur Perry percaya pada kebesaran Uni Amerika dan tidak ada yang harus dilakukan guna mengubahnya, “tulis sekretaris pers Catherine Frazier.

Namun gubernur Texas menyatakan ketidakpuasaan atas kepemimpinan dari Washington.  “Tapi dia juga berbagi frustrasi terhadap kewenangan pemerintah federal. Sekarang, lebih dari sebelumnya, negara kita membutuhkan kepemimpinan yang kuat dari negara-negara seperti Texas, ” tambahnya.

Sementara Bendahara Hardin County, Peter Morisson menyatakan dukungan petisi secara terbuka. Dirinya menyarankan warga Texas terus memberi bantuan suara atas aksi ‘perceraian damai’ ini. Mengutip Washington Post, Morisson mmeberi dukungan kalau kehendak warga Texas untuk memisahkan diri dari ‘belatung’ yang terpilih kembali.

Di lain sisi, studi baru yang dilansir politics.gahter.com mengungkapkan, setidaknya 22% dari orang yang disurvei mendukung negara mereka memisahkan diri dari serikat. Dari mereka yang setuju dengan ide merdeka, 43%  diantaranya merupakan Republikan. Menariknya lagi, walau upaya pemisahan telah mendapatkan banyak liputan berita, namun hasil survai menyimpulkan 27% penduduk sama sekali tidak tahu atau mendengar perkara petisi ini. Bahkan, mereka yang tak tahu soal petisi kebanyakan adalah warga ekonomi menengah ke atas.

BERTABUR CAHAYA, DIWALI ALIAS DEEPAVALI MENYIHIR DUNIA

Tulisan ini ada di majalah SINDO Weekly edisi 38 (22-28 November 2012)

Tulisan ke -1

Diwali, Pesta Cahaya untuk Semua

foto : kompasiana-bertabur cahaya atas kemenangan

Diwali merupakan festival bagi semua kelompok etnis di India. Jutaan cahaya lampu, aneka makanan, dan pembelian emas meningkat. Meski transaksi tidak sebanyak tahun lalu, mereka tetap merayakan kemenangan kebaikan atas kegelapan.

Oleh :  Bona Ventura

Selama lima hari di pekan kemarin, cahaya warna-warni menerangi jalanan di India. Lampu minyak dari tanah liat (diya) ditempatkan di sepanjang kusen dan pintu rumah. Beberapa toko memasang bola lampu kecil. Para perempuan, baik di kota maupun desa, pergi dari rumah ke rumah, menampilkan kerajinan tangan nan indah. Terbuat dari bubuk berwarna-warni dan bunga.

Mereka percaya, cahaya lampu dan rumah bersih yang dihias indah akan dikunjungi Lakshmi, Dewi Kekayaan, Kemakmuran, dan Kedermawanan dalam agama Hindu. Dewi Lakshmi adalah pasangan Dewa Wishnu, berinkarnasi menjadi Sinta, istri dari Rama.

Dalam keyakinan Hindu, deretan cahaya itu sebagai perayaan kembalinya Rama dan Sinta setelah berperang melawan Rahwana, raja jahat berkepala sepuluh. Barisan cahaya tersebut menandakan kemenangan terang atas gelap. Masyarakat India menyebutnya Diwali atau Deepavali, kini dikenal sebagai Festival Cahaya.

Diwali dirayakan dalam Sharad Purnima—bulan penuh—pada Ashvina Amavasya, sekitar Oktober atau November tiap tahunnya. Selama satu malam saat bulan purnama, umat Hindu India percaya Dewi Lakshmi akan memberikan kekayaan. Mirip tradisi Natal di Barat, saat orang-orang menghiasi rumah dan membuka cerobong asap, menanti Sinterklas membagikan hadiah.

Diwali juga menandai awal Tahun Baru Hindu. Banyak bisnis di India memulai tahun buku baru pada liburan Diwali. Seperti hari raya agama lain, selama Diwali, mereka mengenakan pakaian baru, menyajikan hidangan manis, dan berbagi makanan dengan keluarga dan teman-teman. Tapi, ada yang menarik dari Diwali. Dua hari sebelum perayaan, orang-orang membeli perhiasan dan barang-barang berharga dari logam. Hari itu dikenal sebagai Dhanteras.

Mengutip World Gold Council (WGC), pada festival Diwali tahun lalu, permintaan emas di India mencapai 933 ton atau 32% dari permintaan emas dunia. Begitu pula tahun ini, kendati harga emas lebih tinggi ketimbang 2011. Arendra Thakur, perwira di Angkatan Laut India, merogoh kocek hingga 250 ribu rupee untuk membeli perhiasan emas kepada istri dan anak perempuannya di toko perhiasan di Mumbai. “Harga memang lebih tinggi dari tahun lalu. Tapi saya tidak bisa melupakan tradisi tahunan membeli emas untuk pesta Diwali,” katanya, seperti dikutip The National.

Lemahnya nilai tukar rupee terhadap dolar Amerika Serikat, membuat harga emas di India melonjak tajam, yaitu 32 ribu rupee per 10 gram dibandingkan festival tahun lalu, sebesar 27 ribu rupee. Kenaikan harga emas membuat pedagang cemas. Salah satunya, Dheeraj Jain, pemilik toko Surana Gold di Mumbai. “Harga tinggi, pelanggan jadi ragu untuk membeli emas sekarang,” ujar dia.

Bila pembelian emas tahun lalu marak dua hari jelang festival, kini transaksi lebih banyak saat festival berlangsung dan setelah Diwali. Kepala logam mulia di Emirates National Bank of Dubai, Gerhard Schubert, berujar tingginya harga emas membuat kendurnya permintaan pada festival Diwali 2012. Data WGC mengatakan investasi emas dan permintaan perhiasan di Negeri Anak Benua jatuh ke 181,3 ton pada kuartal kedua tahun ini, turun dari 294,5 ton selama periode yang sama tahun lalu. Hal ini tidak lepas dari fluktuasi rupee dan tekanan inflasi di India.

Bukan Hanya Umat Hindu

Schubert berharap festival Diwali 2012 dapat mengembalikan daya beli emas warga India. “Kekuatan membeli India memang belum sebaik sebelumnya. Tetapi Diwali bisa menjadi kantong permintaan emas dunia,” katanya. Asa yang juga dinanti pedagang emas internasional, termasuk Dheeraj, mengharap yang terbaik datang bagi pedagang emas. Pasalnya, India merupakan konsumen perhiasan emas terbesar di muka bumi. Festival Diwali memberi dampak signifikan terhadap penjualan emas secara fisik.

foto : tempo.co

Selain umat Hindu, festival Diwali juga dirayakan agama Jain di India. Bagi penganut Jainisme, Diwali menandai ulang tahun pencapaian Guru Mahavira ke nirwana pada 527 SM. Festival ini jatuh pada hari terakhir bulan Ashvin, akhir tahun kalender India. Perayaan dimulai sejak pagi hari hingga malam Diwali. Ketika itu, Mahavira melakukan khotbah terakhirnya dan sebanyak 18 raja-raja di India Utara menghadirinya. Mereka memutuskan cahaya pengetahuan Mahavira harus tetap hidup secara simbolis dengan pencahayaan dari lampu.

Peristiwa itu disebut Diwalior Dipavali, yang disusun oleh Acharya Jinasena dalam kitab Harivamsha Purana. Namun, Diwali bukan sekadar menyalakan lampu. Lebih dari itu, umat Jain harus menyalakan lampu internal mereka, membangkitkan cahaya batin sebagaimana diajarkan Guru Mahavira.

Sementara bagi umat Sikh, Diwali mempunyai makna khusus. Pada abad ke-16, kaum Sikh berkumpul di Kota Amritsar menentang rezim Dinasti Mughal dengan merayakan Diwali. Keajaiban pun menghampiri Guru Hargobind yang bebas usai ditahan di bawah Pemerintahan Kaisar Mughal, Jahangir. Warga Sikh kemudian menyalakan cahaya di Kota Amritsar. Karena itu, Diwali menjadi festival bagi seluruh kelompok etnis di penjuru India. Di seluruh negeri, sekolah dan perkantoran ditutup untuk liburan, seraya berucap, “Happy Diwali.”

 

Tulisan ke-2

Perayaan Kemenangan Sampai Pelosok Dunia

Kemegahan Diwali dirayakan hingga seantero dunia. Beberapa pemimpin negara bahkan memberikan apresiasi khusus. Namun, perayaan umat Hindu ini ternyata sepi di Indonesia.

Oleh :  Ranap Simanjuntak

Pesta warna-warni Deepavali atau lebih dikenal dengan sebutan Diwali telah menyulap seantero dunia. Festival dengan tampilan cahaya yang meruah ini diperingati di seluruh dunia seperti Kanada, Trinidad, Guyana, Inggris Raya, Fiji, Amerika Serikat (AS), Mauritius, Australia, Nepal dan negara-negara lainnya.

Diwali merupakan akumulasi perayaan beberapa agama seperti Dharmik–Hindu, Sikh, Jainisme, dan Buddhisme. Selama tiga hari, tempat jalannya perayaan bakal megah dengan festival lampu yang berwarna-warni. Dari gedung eksekutif Eisenhower di Gedung Putih, kemeriahan Diwali juga terasa di Negeri Abang Sam. Perayaan di Istana AS ini dimulai oleh mantan presiden George W. Bush. Namun, dia tidak pernah secara pribadi berpartisipasi dalam perayaan.

Presiden AS Barrack Obama Merayakan Diwali Dari Gedung Putih

Presiden AS Barack Obama merupakan salah satu orang yang rutin mengikuti acara ini tiap tahunnya. Pada 2009, Obama menjadi Presiden AS pertama yang menyalakan lampu tradisional di ruang timur Gedung Putih tersebut. Setahun kemudian, dirinya merayakan pagelaran Diwali di Mumbai. Pada 2011 juga diadakan di Gedung Putih. Sedangkan tahun ini, dia merayakan bersama wakilnya, Joe Biden, di Gedung Putih.

Dengan memulai pencahayaan tradisional “diya” atau lampu kedua, pemimpin AS ini merayakan bersama kelompok pejabat India–Amerika, anggota masyarakat, dan beberapa diplomat. Namun, Obama memuji ketahanan Sikh pascatragedi di Gurudwara Wisconsin tahun lalu, di mana terjadi penembakan yang telah menewaskan enam orang. “Awal tahun ini, kita diingatkan akan kejahatan ketika seorang pria bersenjata masuk ke Gurudwara Sikh di Oak Creek, Wisconsin, dan melepaskan tembakan,” kata Obama memberi sambutan.

“Sebagai akibat dari tragedi mengerikan itu, kita melihat ketahanan sebuah komunitas yang memperoleh kekuatan dari iman mereka dan rasa solidaritas dengan tetangga mereka antara Sikh dan non-Sikh. Kita juga diingatkan bahwa keindahan Amerika tetaplah keragaman dan hak untuk kebebasan beragama. Diwali adalah waktu untuk berkumpul dengan keluarga dan teman-teman yang sering ditandai dengan makanan enak dan menarik,” lanjut Obama.

Toh, bukan saja Washington yang ramai merayakan. Dengan jumlah lebih dari dua juta orang Hindu (antara tiga juta orang India atau Asia Selatan, termasuk Indo-Karibia) di Amerika Serikat, perayaan kali ini juga meriah di New York. Sebelumnya, konser udara terbuka di alun-alun Jagan dibatalkan akibat terjangan badai Sandy. Akhirnya dipilihlah pertunjukan di Liberty Avenueyang berjalan mulus.

Di samping itu, Hindu Guyana dan penganut lain melakukan tradisi perayaan Diwali paling menyenangkan di lingkungan New York bagian utara, Jersey, Connecticut, dan Pennsylvania akhir pekan lalu. Interior dan eksterior bisnis, toko, rumah-rumah, serta kuil-kuil dihias perlengkapan penerangan lampu diya dan pohon-pohon elektronik yang dihiasi dengan ciamik. Beragam paket liburan pun dibuka. Para gubernur di AS tak ketinggalan memuji kebaikan di balik makna Diwali dan kerja keras dari umat Hindu, membantu membangun mozaik etnis yang sekarang mendefinisikan komunitas mereka di seluruh Amerika.

Begitu pula dengan tetangga AS, yakni Kanada. Meski masih menderita akibat sengatan topan Sandy, hampir satu juta Indo-Kanada yang tinggal di sana, juga mengadakan pesta di Toronto. Perdana Menteri Kanada Stephen Harper turut membaur bersama Indo-Kanada saat perayaan berlangsung di Parlemen Hill, Ottawa. “Ini Perayaan Nasional Diwali. Sekarang, dalam peringatan ke-12, berkembanglah budaya dan persahabatan yang erat antara India dan Kanada. Kami sangat berterima kasih atas kontribusi ke negara kami. Diwali, juga dikenal sebagai Festival Cahaya, memperingati kemenangan kebaikan atas kejahatan dan cahaya atas kegelapan,” jelas Harper.

Sementara di Inggris, tiga puluh ribu orang memadati Golden Mile untuk perayaan Hari Diwali. Lalu lintas Belgrave Road ditutup selama tiga jam saat pesta kembang api dan cahaya meletus dibarengi aksi jalan kaki. Sementara di taman rekreasi Cossington, acara tak kalah meriah. Fitur klasik India, Bollywood dan penari Bhangra ikut menghangatkan suasana.

Perayaan ini dijalankan oleh Leicester City Council dan Dewan Festival Hindu Leicester dengan pertunjukan kembang api yang spektakuler. Perdana Menteri Inggris David Cameron juga mengajak semua untuk menjaga budaya ini. “Sekali lagi, aku berharap agar semua yang memperingati Diwali sangat bahagia dan sejahtera,” katanya.

Sedangkan Singapura memanfaatkan momentum tersebut dengan menggali potensi wisata. Tercatat selama perayaan, ada peningkatan lebih dari 45% arus masuk wisatawan India dibandingkan tahun lalu. Pemerintah Singapura menyediakan beberapa acara seperti The Village Festival, The UTSAV Parade Street, dan Festival Api yang dimulai seminggu sebelum perayaan Diwali. Sehingga wisatawan India seperti berada di kampung halaman.

Beberapa jalan pun terpaksa ditutup selama perayaan Diwali. Di kuil Sri Mariamman, orang-orang berduyun-duyun nimbrung untuk menyeberangi lubang api. Sehabis imam kepala yang pertama menyeberangi lubang api, 4.200 laki-laki lainnya mengikuti prosesi penyeberangan dari belakang. Little India di Serangoon Road tak kalah megah dengan perayaan kali ini.

Deepavali juga merebak di Sri Lanka. Bahkan, Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapaksa sendiri yang membuka sambutan dengan memberi penekanan cahaya sebagai simbol harapan perdamaian dan ketenangan melalui semangat berbagi. “Ini menandai kemenangan kebaikan atas kejahatan, dan membawa cahaya pengetahuan atas kegelapan kebodohan yang merupakan quests abadi manusia. Saya berharap semua umat Hindu yang mengikuti Deepavali, bahagia dan damai,” ucap Mahinda.

Namun, hal kontras terjadi di dalam negeri. Di Indonesia, perayaan Diwali kurang begitu dikenal, bahkan perayaan semacam ini tidak pernah ada, termasuk Bali yang mayoritas penduduknya adalah Hindu. Sebab, festival ini mirip dan bermakna sama dengan Galungan. Hanya saja, tradisi Galungan dihubungkan masyarakat Bali dengan kekalahan Mayadenawa sebagai tokoh jahat atas Dewa Indra. Ini menjadi bukti bahwa Hindu bukan hanya sekadar ritual, melainkan lebih pada pemaknaan konsep yang disesuaikan dengan kultur dan sejarah masyarakatnya.

Ekpansi Bisnis Singa Terbang Di 2013

Lion Air melakukan eskpansi bisnis besar-besaran tahun depan. Perusahaan penerbangan yang terkenal low cost carrier ini mencoba peruntungan bisnis angkutan logistik darat. Sementara anak usahanya, Batik Air bakal masuk kelas penerbangan full service.

Ranap Simanjuntak Image

Lion Air Group, induk perusahaan maskapai penerbangan PT Lion Mentari Airlines masih gigih mengembangkan bisnis bidang transportasi. Baru membentuk maskapai Lion Biz Jet sebagai penyewaan jet pribadi menggunakan 4 unit unit pesawat Hawker 900XP kapasitas 8 orang, Lion tahun depan bakal menambah dua bisnis lagi.

Lion Air akan masuk jalur darat menggeluti binis otomotif dengan menyediakan layanan bus bandara dan truk kargo.  Menggandeng produsen bus dan truk asal India, Ashok Leyland bisnis baru ini direncanakan dijual secara massal apabila mendapat restu pemerintah.

Menariknya, maskapai berlambang singa itu akan menjadi pelaku langsung penyaluran angkutan logistik darat. Ini sebagai kepanjangan tangan dari hasil menggenjot bisnis kargo yang menaikkan target pendapatan dari 2% total pendapatan tahun lalu naik hingga 15% tahun ini.

Menurut Direktur Umum Lion Air Edward Sirait, penandatangan kemitraan dengan Ashok Leyland sudah masuk tahap awal pada bulan lalu. Kini, sedang mencari lokasi pabrik. “Tahapnya masih mencari lahan di Batam. Tanahnya masih ditentukan. Kita sedang bertahap. Belum menentukan pabrik sebagai pembuat mesin atau pabrik rakitan, “ tuturnya kepada SINDO Weekly di Lion Air Tower lantai 5, Jakarta Pusat, pekan lalu.

Lelaki berusia 55 tahun yang biasa disapa Edo itu menceritakan langkah merambah bisnis angkutan logistik darat ini tak lepas dari ambisi Lion Group memberikan pelayanan intermoda terpadu. Karenanya sudah dibentuk tim khusus mengkaji sekaligus menghitung total investasi. “Kami kan punya beberapa perusahaan seperti Wings Air, Lion Air dan beberapa perusahaan lainnya. Jadi kami akan melayani jasa angkutan seperti one stop shooping.”

“Untuk beratarung pada pasar yang sudah ada sangat sulit. Karena itu, kami sekaligus menjadi pelaku, khususnya angkutan logistik yang melayani umum. Tidak ada trayek. Rencananya door to door,” imbuhnya.

Ekspansi kedua, Lion Group bakal menelurkan maskapai baru bernama Batik Air. Meski berbeda manajeman dan pengelolaan, namun bisnis baru ini masih dalam pantauan usaha Lion Group. Ditargetkan beroperasi Maret 2013, Batik Air akan berkantor di lantai 10 Lion Air Tower.

Batik Air sendiri menjadi maskapai penerbangan full service yang bersaing dengan Garuda Indonesia dan Pacific Royale Airways. “Karena layanan premium, kami memodifikasi jarak antarkursi sehingga lebih leluasa. Desainnya mewah, ada tambahan Wi-Fi dan monitor TV di masing-masing tempat duduk. Juga bisa menggunakan telepon sendiri di udara. Bila itu nanti semua mendapat persetujuan,” sebut Edo.

Sesuai namanya, 10 pesawat Boeing 737-900 ER yang beroperasi dicat batik, dan para pramugari menggunakan seragam bercorak batik. Edo menjelaskan, segmen penerbangan dipilih rute regional sebanyak 60% dan rute domestik 40 % untuk pesawat berkapasitas 190 kursi ini. Medan dipilih sebagai hubungan untuk Asia Barat menuju Asean, sedangkan jalur Asia Timur melalui Manado.

Rute internasional meliputi India, China bagian Selatan, Bangkok dan Australia. Sedangkan rute domestik diperhitungkan lewat jam keberangkatan yang masih lowong. “Sekarang sedang melakukan penerbitan Surat Izin Usaha Penerbangan. Kami yakin bisa bersaing dengan maskapai lain di layanan ini,” tutup Edo.