Profil Inovasi Rinaldi Firmansyah

simak di sini : Rinaldi Firmansyah . Tulisan ini dimuat dalam buku Man Of The Year 2011 yang diterbitkan oleh RMOL pada 29 Januari 2012.

Di tengah ketatnya persaingan serta tantangan bidang IT, Rinaldi Firmansyah pengendali PT Telkom memiliki visi  jauh ke depan. Perkembangan teknologi yang membuat  Indonesian TelecomunicationFlag Carrier itu makin melesat.

Sadar tantangan dunia IT di masa depan, Dirut PT Telkom Rinaldi Firmansyah  sejak Oktober 2009 mencanangkan potofolio bisnis yang tak sekadar halo-halo dan berkirim SMS saja. Sejak itulah Rinaldi menetapkan bidang telecomunication, information, media dan edutainment (TIME) menjadi basis bisnis PT Telkom. Bahkan, TIME menjadi bagian dari transformasi perusahaan secara fundamental.

Guna mendukung bisnis TIME tersebut, Telkom pun telah menyelesaikan pembangunan infrastruktur backbone berupa fiber optic yang membentang dari Banda Aceh hingga Kupang di Nusa Tenggara Timur. Jaringan utama ini masing-masing melingkari (ring) Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Denpasar dan Mataram. Pembangunan ring terakhir yang baru saja diselesaikan adalah rute Mataram-Kupang, dengan nama proyek Mataram-Kupang dengan nama proyek Mataram Kupang Cable System (MKCS).

Dengan selesainya jaringan tersebut, Telkom telah mengoperasikan jaringan infrastruktur broadband Nasional sepanjang 26.299 km yang terdiri atas fiber optic backbone antarkota dan fiber optic dalam kota (regional metro). Bentangan ini mencakup ring Sumatera sepanjang 6.891 km; ring Jawa sepanjang 8.178 km, ring Kalimantan sepanjang 4.293 km, ring Sulawesi sepanjang 5.422 km serta ring Bali-Nusa Tenggara sepanjang 1.490 km. Bentangan jaringan infrastruktur itu dikenal dengan Nusantara Super Highway.

Salah satu tantangan PT. Telkom dewasa ini adalah tuntutan pembukaan isolasi telekomunikasi di kawasan Indonesia Bagian Timur melalui pemasangan jaringan kabel optik bawah laut. PT Telkom pun sedang mempersiapkan untuk menuntaskan pembangunan jaringan fiber optic dari Manado-Papua dengan rute melalui Ternate, Sorong, Manokwari, Biak, Jayapura, Ternate, Ambon, Fakfak, Timika sepanjang 5.693 km kabel laut. Proyek Sulawesi, Maluku, Papua Cable System (SMPCS) ini akan beroperasi secara bertahap mulai 2013.

Dengan selesainya proyek tersebut nantinya jaringan infrastruktur Nusantara Super Highway sudah menghubungkan seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bahkan tidak berhenti disitu. Telkom juga turut mendukung program pemerintah melalui Master Plan Percepatan dan perluasan Pembangunan Ekonomi (MP3EI). Dalam program MP3EI ini, Telkom berkomitmen membangun true broadband secara nasional sampai dengan 2015 yang dapat menghubungkan akses ke rumah pelanggan dengan kecepatan 20 Mbps-100 Mbps. Melalui true broadband ini, Telkom membidik 13 juta pelanggan rumah tangga (homepass) yang tersebar di 497 kota di Indonesia.

Bagaimana soal dana? Rinaldi tak mau terusik dengan beban utang. Dia menegaskan, seluruh anggaran dari kas internal perseroan dan sebagian lagi dari belanja modal (capex) perseroan tahun 2011 sudah siap. Jika proyek ini rampung, maka seluruh Indonesia tersambung oleh kabel optik bawah laut. Luar Biasa. Ini tentunya membuat kemajuan teknologi dan pengetahuan di bumi pertiwi makin berkibar.

Telkom sendirilah yang mengerjakan proyek ini tanpa membuat perusahaan patungan atau menggandeng mitra lain. Namun perusahaan pelat merah itu tetap melakukan tender pengadaan yang melibatkan beberapa perusahaan kabel. Tender dilakukan terhadap perusahaan yang pernah ikut dalam proyek sebelumnya.

Pembangunan jaringan kabel optik ini juga merupakan partisipasi nyata PT Telkom dalam upaya mempercepat perwujudan program Masterplan Percepatan Pembangunan dan Perluasan Pembangunan Indonesia (MP3I) dari pemerintah. Di mana, akselerasi pembangunan akan dipercepat melalui pembangunan infrastruktur.

Berdasarkan riset Taylor Nelson Solfres (TNS), jumlah pengguna internet di Indonesia diperkirakan melonjak signifikan dan diperkirakan mencapai 45 juta orang. Hal ini dipicu dengan semakin terjangkaunya harga komputer dan ponsel berteknologi tinggi. Terlebih, produk komputer dan ponsel kini semakin mudah digunakan untuk mengakses internet di setiap kesempatan. Terutama oleh generasi muda Indonesia. Dan kondisi ini memberikan keuntungan tersendiri bagi perusahaan telekomunikasi seperti PT Telkom.

Lonjakan Pelanggan
Ada yang membangkitkan harapan kinerja keuangan PT Telkom untuk terus tumbuh yakni jumlah pelanggan seluler naik 15,8 persen dari sebelumnya 88,32 juta menjadi 102,30 juta. Jumlah pelanggan Flexi meng alami kenaikan 17,9 persen dari sebelumnya 15,90 juta menjadi 18,74 juta. Demikian juga jumlah pelanggan wireline naik tipis 0,3 persen dari sebe lumnya 8,4 juta menjadi 8,42 juta.

Menurut Rinaldi masyarakat mulai “berminat’ kembali  memanfaatkan layanan telepon kabel. Sementara jumlah pelanggan broadband menunjukkan pertumbuhan yang sangat menggembirakan. Misalnya pelanggan Telkomsel Flash naik sebesar 74,4 persen dari sebelumnya 2,97 juta menjadi 5,19 juta. Sementara  pelanggan Speedy naik sebesar 41,2 persen dari se belumnya 1,41 juta menjadi 2 juta. Pelanggan Blackberry naik sebesar 381,4 persen dari sebelumnya 456 ribu menjadi 2,19 juta.  Kondisi ini membuat Rinaldi menaruh optimisme yang besar dengan layanan broadband yang diprediksinya akan menjadi salah satu bisnis unggulan PT. Telkom  ke depan.

Peningkatan jumlah pelanggan broadband pada Semester pertama diikuti pertumbuhan pendapatan Speedy sebesar 13,6 persen dan mobile broadband (Telkomsel Flash, Blackberry dan GPRS) sebesar 55 persen.

Secara total pendapatan Data dan Internet Telkom telah tumbuh sebesar 19,0 persen dan telah mendorong pencapaian total pendapatan operasi Telkom  sebesar Rp 34,46 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 5,94 triliun.

Manajemen Telkom tetap optimis bahwa PT. Telkom  tetap mampu bersaing di tengah-tengah persaingan  sangat tajam dalam industri telekomunikasi dan informasi. Rinaldi menjelaskan, Telkom tahun ini telah melaksanakan sejumlah agenda strategis, seperti pembangunan infrastruktur broadband, optimalisasi aset, dan inovasi produk-produk baru, seperti IPTV, Delima dan Cloud Computing. Menurutnya kapasitas yang ada saat ini bisa mendorong Telkom mencapai pertumbuhan berkelanjutan dan mam pu beradaptasi terhadap dinamika industri telekomunikasi nasional.

Sinergi
Untuk mendorong kontinuitas pertumbuhan, PT Telkom memiliki rencana strategis mengambil alih sisa saham PT. Telkomsel sebesar 35 persen dari Singapore Telecom Ltd (SingTel). Selain rencana take over di atas, untuk mewujudkan sinergi perusahaan di lingkungan BUMN, PT Telkom  menawarkan layanan Enterprise Resource Plan ning (ERP), yang meliputi software aplikasi microsoft navision, hardware untuk server, data centre, internet working, penyediaan layanan Colocation and Disaster Recovery Centre (DRC) kepada 32 BUMN serta melakukan empat perjanjian kerjasama.[4] Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi pe ngelolaan bisnis dan operasional BUMN seperti ketersediaan produk dengan harga lebih murah dan berkualitas baik.

Sinergi BUMN akan meningkatkan daya saing BUMN khususnya dalam menghadapi iklim persaingan yang semakin ketat dan juga meningkatkan kontribusi BUMN teha dap pendapatan negara. Rinaldi menegaskan, di lingkungan Telkom telah dilakukan sinergi dengan hasil yang menggembirakan. “Sejak Telkom Group melakukan sinergi antar anak perusahaan pada tahun 2006 selain telah dapat meningkatkan pendapatan juga berhasil memperoleh cost saving dan CAPEX Saving,” terangnya.

Sinergi Telkom Group meliputi bidang-bidang Commerce, Infrastruktur/Network dan Shared Service.  Rinaldi yakin dampak positif  serupa bisa terwujud melalui sinergi BUMN. Kerjasama dengan 32 BUMN ini tentu akan meningkatkan sinergi guna menambah nilai tambah masing-masing perusahaan. Dan Telkom tentu, dalam arahan Rinaldi akan menerima benefit yang sangat besar dengan kemitraan dengan sesama perusahaan BUMN yang akan mendongkrak kinerja Telkom di masa depan.


Sumber : http://ekbis.rakyatmerdekaonline.com/read/2011/05/30/28587
[1] http://ekbis.rakyatmerdekaonline.com/read/2011/05/30/28587/
[2] http://ekbis.rakyatmerdekaonline.com
[3] http://ekbis.rakyatmerdekaonline.com/news.php?id=32828
[4] http://ekbis.rakyatmerdekaonline.com/read/2011/04/06/23323/
Majalah BUMN Nomor 54/VI/2012

Pembawa Keuntungan Perusahaan dan Negara

Mencatatkan laba besar dan menyisihkan dana segar buat pengembangan bisnis TIME. Rinadi Firmansyah juga tokoh di balik kesuksesan PT Telkom meraih berbagai penghargaan dan sumbangsih bagi negara.

Rinaldi Firmansyah, MBA adalah laki-laki yang lahir di kota kecil Kepulauan Riau, Tanjung Pinang pada 10 Juni 1960. Dia memang bukan pendatang baru di PT Telkom karena sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan. Karirnya makin moncer ketika terpilih sebagai Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dalam RUPS Telkom, 28 Februari 2007 lalu. Dirinya pun menggantikan Arwin Rasyid.

Saat baru menjabat sebagai Dirut Telkom, alumni ITB Bandung dan ayah tiga anak (dua putri dan satu putra) ini menambah dua posisi direksi baru yakni Compliance & Risk Management yang dijabat Prasetyo serta Chief Information Technology yang dijabat Indra Utoyo.

Rinaldi sendiri pernah mengenyam pendidikan di Chartered Financial Analyst (CFA) di AIMR, Charlottesville, USA 1998 sekaligus meraih gelar  Master of Business Administration (MBA) dari Institut Pengembangan Manajemen Indonesia (IPMI) Jakarta 1988. Rinaldi pernah pula menjadi  Komisaris dan Ketua Audit Komite PT Semen Padang.

Di bawah kendalinya PT Telkom menjadi perusahaan yang makin bergelora. Lihat saja laba bersih perseroan di tahun 2010,  mencapai angka Rp 11,5 triliun. Tak lupa mengalokasikan 1 persen bagi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan di tahun 2011 mencapai Rp 115,37 miliar.

PT Telkom, membagi dividen tunai sebesar Rp 6,34 triliun di tahun 2011. Ini sekitar 55 persen dari laba bersih pada Tahun Buku 2010. Juga termasuk dividen sementara (interim) Perseroan yang telah dibagi pada 11 Januari 2011 sekitar Rp 526,1 miliar, atau sebesar Rp 26,75 per lembarnya. Dengan itu, maka jumlah dividen final yang dibayarkan kepada pemegang saham sekitar Rp 5,81 triliun atau minimal Rp 295,84 per saham.

Atas masukan dari Rinaldi, pemegang saham pun menyepakati pembukuan laba ditahan sebesar Rp 5,1 triliun. Dana segar ini digunakan untuk pengembangan bisnis TIME (Telecommunication, Information, Media, dan Edutainment).

Soal kinerja, Rinaldi memang jenius. Dia mampu melakukan sinkronisasi pengembangan teknologi dengan kepuasan pasar. Karenanya, berbagai penghargaan diraih PT Telkom. Tahun 2010, perusahaan pelat merah ini terpilih sebagai Asia Pacific Service Provider of The Year.

Tangan dingin alumnus Teknik Elektro, ITB Bandung ini juga menghantarkan PT Telkom menyabet penghargaan Most Consistent Dividend Policy & Strongest Adherence to Corporate Governance pada ajang 5th Annual Best Financial Institutional Award 2011. Oleh Alpha Southeast Asia di Jakarta pada 12 September 2011, PT Telkom dinilai konsisten memiliki semangat value creation tinggi. Sekaligus mampu memberi nilai bagi pemegang saham secara kontinu dengan nilai positif dari setiap investasi yang ditanam.

Tak lupa soal sumbangsih buat negara. Rinaldi mengaku, dari tahun ke tahun, kontribusi PT Telkom dalam bentuk pajak-pajak, dividen, Biaya Hak Penggunaan Frekuensi, dan masih banyak lagi lumayan besar.

Pada 2003, Telkom mampu memberikan kontribusi kepada negara senilai Rp 10,25 triliun. Tiap tahun nilai pemasukan bagi negara itu naik menjadi Rp 12,03 triliun (2004), Rp 14,48 triliun (2005), Rp 15,03 triliun (2006), Rp 22,31 triliun (2007), dan Rp 23,44 triliun (2008). Sedangkan 2009 dan 2010, kontribusi Telkom juga berkisaran di angka Rp 20 triliun.

Prinsip Good Corporate Governance selama ini menjadi salah satu program utama Telkom yang terbukti berdampak positif  bagi peningkatan kinerja. Dan, adalah Rinaldi sebagai sosok yang menentukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s