Profil (Sepenggal Sudut Kesuksesan) Alex Noerdin

Dia sebagai oeraih penghargaan Governor Newsmaker 2011 oleh RMOL yang diadakan pada 29 Januari 2012

Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin dinilai sukses menggelar SEA Games 2011 meski sebelumnya banyak pihak yang meragukannya. Dia juga sosok tauladan pempin daerah sebagai gubernur yang sukses.

Meski namanya sudah lama dikenal masyarakat, Alex Noerdin semakin populer pasca penyelenggaraan SEA Games XXVI 2011. Di ajang pesta olah raga tingkat Asia Tenggara itulah Alex Noerdin mempertaruhkan nama besar sebagai Gubernur Sumatera Selatan.

Pasalnya, banyak pihak sebelumnya meragukan kemampuan Sumatera Selatan sebagai tuan rumah event bertaraf internasional itu. Namun tak goyah, dengan kerja keras serta kekompakan tim Alex Noerdin memberanikan diri memastikan dapat menggelar acara akbar tersebut.

Benar. Upacara pembukaan pesta olahraga SEA GAMES XXVI yang digelar di Palembang itu akhirnya memang berlangsung meriah dan sangat spektakuler. Puluhan ribu penonton di Stadion Gelora Bumi Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan, seolah tersihir oleh  permainan teknologi, animasi, dan tata cahaya yang dipadukan dengan keterampilan 3.500 penari dan penyanyi terkenal. Begitu juga jutaan pasang mata yang menyaksikan upacara pembukaan event tersebut dari layar kaca.
Banyak anggapan menilai, upacara pembukaan SEA GAMES kali ini merupakan termegah. Lebih megah ketimbang pembukaan 25 SEA GAMES sebelumnya. Termasuk segi biaya, pembukaan pesta olah raga ini juga spektakuler, menghabiskan dana lebih dari Rp150 miliar, untuk acara yang berlangsung selama tiga jam saja.

Sejak awal, sang gubernur memang bersikukuh untuk menggelar pesta pembukaan SEA Games di Palembang. Tujuannya,  memperkenalkan daerah 113.339 kilo meter persegi yang dia pimpin kepada masyarakat internasional. Karena itu, upacara pembukaan dan penutupan SEA Games  dipusatkan di Gelora Sriwijaya Jakabaring dan di sekitar Sungai Musi dan Benteng Kuto Besak, salah satu objek wisata kota Palembang.

Penyelenggaraan pertandingan SEA GAMES sendiri tidak hanya terpusat di Palembang. Di kota tersebut dipertandingkan 296 cabang olahraga, sedangkan di Jakarta sebanyak 266 cabang.

Seperti diketahui,  di ajang olah raga tingkat Asia Tenggara ini,  Indonesia berhasil mengumpulkan medali terbanyak dengan rincian 182 emas, 151 perak, serta 143 perunggu. Ini adalah kali pertama Indonesia menjadi kontestan terbaik setelah menjadi juara umum SEA GAMES setelah berpuasa menang selama 14 tahun. Terakhir, Indonesia memenangi SEA GAMES tahun 1997 di Jakarta.

Prestasi yang diraih kontingen Indonesia tentu sangat membanggakan dan melegakan semua pihak. Mahfum, sebelumnya banyak kalangan yang menilai bahwa untuk penyelenggaraan kegiatan tersebut persiapannya sangat minim. Banyak venue yang belum rampung, sementara waktu sudah semakin mepet.

Tak pelak, suara yang meminta pelaksanaan SEA GAMES 2011 agar ditunda mulai bergema dari gedung parlemen legislative, DPR RI.  Salah satunya adalah dari Wakil Ketua Komisi X, Utut Adianto. Mantan pecatur nasional itu  secara serius menyarankan agar pemerintah tidak lagi memaksakan penyelenggaraan event olahraga se-Asia Tenggara itu sesuai jadwal semula.

Ketika melakukan pengecekan di lapangan, Utut mengaku menemukan sejumlah venue untuk beberapa cabang olahraga masih belum siap. “Saya bicara seperti ini bukan untuk kepentingan politis, saya ini juga olahragawan, saya usul penundaan itu demi merah putih,” tegasnya.
Toh, Alex Noerdin tetap optimis, pihaknya mampu menjadi tuan rumah penyelenggaraan SEA Games 2011 dengan baik. Dalam diskusi dengan forum Pemimpin Redaksi Jawa Pos Group, Alex Noerdin memastikan bahwa pihaknya  bekerja siang malam untuk menuntaskan seluruh venue agar tepat waktu. Sehingga, tak ada lagi alasan untuk menunda pelaksanaan SEA GAMES. Ia mengakui, dalam beberapa hal masih ada kekurangan. “Kalau ada deviasi plus minus lima persen dalam pembangunan struktur dan arsitektural, ya itu masih dalam angka yang wajar,” ungkap Noerdin.

Menurut Alex Noerdin, SEA GAMES 2011 adalah program negara dan di masa depan akan memiliki dampak yang besar. Karena itu, rencana tersebut harus tetap jalan. Selain demi bangsa dan negara, event internasional itu juga dimaksudkan untuk kemajuan masyarakat Sumsel sendiri.

Bagi Alex Noerdin, SEA GAMES 2011 adalah momentum yang tepat untuk mempromosikan Palembang dan Sumatera Selatan. Palembang merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang akan memiliki perkampungan atlet lengkap dengan venue yang saling berdekatan. Ini mirip dengan Chiang Mai, Thailand, yang tahun 1995 membangun kompleks athlete village, yang jaraknya sekitar 1000 kilometer dari ibukota Bangkok.

Kompleks olahraga dengan segala fasilitasnya itulah yang menghidupkan detak ekonomi di Chiang Mai. Ribuan atlet dengan suporternya dari negara-negara Asia Tenggara yang menjadi peserta SEA GAMES hadir di sana. Banyak juga pengusaha yang akhirnya mampu menghidupkan ekonomi dan pariwisata di sana.

 

Pesta olah raga Asia Tenggara 2011 itu akhirnya memang digelar dengan pesta pembukaan dan penutupan yang sangat meriah. Terlepas dari kontroversi dan kekurangan di sana-sini, penyelenggaraan pesta olah raga SEA GAMES 2011 telah  mengangkat Palembang ke kancah internasional. Meski mengaku tekor dalam penyelenggaraan acara tersebut, Alex Noerdin tak kecewa. Sukses SEA GAMES justru memacu ambisinya untuk menjadikan Palembang sebagai tuan rumah ASIAN GAMES di tahun 2019 mendatang.

Optimis, Percaya Diri

Optimis, percaya diri dan tak pernah mudah menyerah memang menjadi ciri khas Alex Noerdin. Sikapnya itu boleh jadi merupakan keturunan dari orang tuanya yang seorang pejuang di Bumi Sriwijaya.

Lahir di Palembang, pada tanggal 9 September 1950, Alex Noerdin merupakan putera ketiga dari tujuh bersaudara pasangan HM Noerdin Pandji dan Hj Siti Fatimah. Sang ayah sendiri adalah pejuang kemerdekaan yang lahir pada 13 November 1924.

Dari segi pendidikan, sosok yang pernah menjabat Bupati Musi Banyuasin itu menjalani jenjang akademis yang cukup bagus. Ia meraih dua gelar sarjana (S1) sekaligus, yakni masing-masing dari Universitas Triksakti (1980) dan Universitas Atmajaya (1981).

Lalu ia melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri, seperti ke Nagoya, Jepang (1985), Rotterdam  Belanda (1987-1988); Program of the United Housing Urbanization, Harvard University, Cambridge (1992); serta Training Course in Integrated Urban Policy United Nations Population Fund (UNFP) Kobe, Japan (1996).

Pria yang menjabat Ketua Forum Komunikasi Daerah Penghasil Migas/FKDPM (2006-2009) hingga saat ini tersebut dikenal sebagai figur yang sangat aktif dan sukses dalam memimpin berbagai jenis organisasi. Baik organisasi kepemudaan atau kemasyarakatan, organisasi keolahragaan, maupun organisasi politik.

Alex Noerdin juga begitu aktif dan sukses memimpin berbagai organisasi cabang olahraga mulai dari karate-do, judo, menembak, billiyard, renang, catur, bola basket, hingga sepak bola. Beberapa jabatan strategis berhasil diraihnya, di antaranya adalah Ketua DPD INKAI Sumatera Selatan 91993-1995), Wakil Ketua POSSI (1997-sekarang), Wakil Ketua PB PRSI (2005-sekarang), Ketua Bidang Dana PB PABSI (2006-2011), Ketum Perbakin Sumatera Selatan (2006-2010).

Sementara dalam organisasi politik, sebelum diamanahi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Propinsi Sumatera Selatan (2004-2009), dirinya pernah menjadi Juru Kampanye dan Pengajar Karakterdes Golkar Kodya Palembang (1982) dan Wakil Sekretaris DPD Golkar Kodya Palembang (1988).

Di birokrasi pemerintahan, sebelum menjabat Gubernur Sumatera Selatan tahun 2006, Alex Noerdin adalah Bupati Musi Banyuasin. Dengan pengalaman birokrasi plus jenjang pendidikan serta kiprahnya di organisasi yang cukup intens membuat putra pejuang itu tak hanya berani, tegas dan percaya diri, melainkan juga memiliki kecakapan sebagai pemimpin.

Dengan bekal itu pula Alex Noerdin menorehkan prestasi dan kepeloporan di berbagai bidang. Sejak tahun 2002, misalnya, sebagai Bupati Musi Banyuasin, H Alex Noerdin mewujudkan program Berobat Gratis bagi seluruh warga.
Untuk mendukung program itu, telah dibangun Rumah Sakit Umum Daerah di Sekayu, Bayung Lencir, dan Sungai Lilin. Dia juga mengaktifkan Puskesmas Keliling dalam menjangkau pasien. SDM pelayan kesehatan dididik profesional melalui Akademi Perawat Sekayu serta melatih SDM Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu bekerjasama dengan Malaysia dan Singapura.

Ada pula program Sekolah Gratis bagi SD, SMP, dan SMA Negeri. Tahun 2006 diperluas ke sekolah swasta dan madrasah. Tahun 2007 kembali diperluas ke tingkat akademi, yaitu Politeknik dan Akademi Perawat Sekayu dengan standar internasional. Program Sekolah Gratis terbukti signifikan meningkatkan angka partisipasi sekolah wilayah yang dipimpinnya.

Ketika sebagian besar masyarakat di daerah lain kesulitan memperoh akses pelayanan kesehatan secara murah, Alex Noerdin justru menggulirkan program pelayanan kesehatan secara cuma-cuma.

Beberapa program yang ia luncurkan semasa Alex Noerdin menjabat bupati, diteruskan sampai seluruh wilayah Sumatera Selatan. Itu tak lama setelah dilantik sebagai gubernur di provinsi tersebut pada 2006 lalu. Di bidang pendidikan, misalnya, ia mencanangkan sekolah gratis 12 tahun sejak 2009, yang disambut antusias oleh masyarakat Sumatera Selatan.

Melalui program-program promasyarakat itu pula, nama Alex Noerdin semakin popular.  Dalam sebuah jajak pendapat yang diselenggarakan oleh Lembaga Kajian Lintas Politika terhadap figur bakal calon ketua DPD I Partai Golkar Sumatera Selatan, Alex Noerdin disebut sebagai kandidat yang paling popular. Jajak pendapat tersebut dilakukan untuk persiapan Musyawarah Daerah (Musda) VIII DPD I Partai Golkar Sumatera Selatan.

“Hasil jajak pendapat yang kami lakukan dapat disimpulkan bahwa Ketua DPD Partai Golkar Sumsel, H Alex Noerdin, yang kini menjabat Gubernur masih diharapkan para kader Golkar di tingkat akar rumput. Sementara calon-calon lain tak begitu populer,” kata Direktur Eksekutif Lintas Politika, Kemas Khoirul Muhklis, sebagaimana dilansir JPNN, Sabtu, 31 Oktober 2011.

Alex Noerdin, yang kini menjabat Gubernur Sumatera Selatan, tak hanya popular di Sumatera Selatan. Ia juga disebut-sebut  sebagai kandidat calon bakal Gubernur DKI Jakarta dari Partai Golkar yang akan bertarung di tahun 2012. Wakil Bendahara DPP Partai Golkar Harlara Tambunan, yang menyebut Alex masuk bursa bakal calon dari Golkar. DI luar Alex, ada Fadel Muhamad dan tiga figur yang sudah lama disebut-sebut.yakni Prya Ramadhani, Tantowi Yahya, dan Azis Syamsudin. Nama Alex Noerdin  muncul karena dia dinilai berhasil membawa Sumatera Selatan menjadi tuan rumah SEA GAMES XXVI.

 

Alex Noerdin mengakui, beberapa program kemasyarakatan yang ia lakukan, pada awalnya tidaklah mudah. Namun di sisi lain, ia juga berkeyakinan bahwa semua hal  pasti bisa dilakukan bila mau bekerja keras.

“Tidak mudah meyakinkan 11 bupati dan empat walikota se-Sumsel. Lebih berat lagi meyakinkan 11 DPRD kabupaten, empat DPRD kota dan DPRD Provinsi Sumsel. Tapi alhamdulillah, berkat kebersamaan, kami bisa melakukan kesehatan gratis dan pendidikan gratis dari SD hingga SMA,” ujar Alex, suatu ketika.

Di luar kisah sukses yang mengiringi perjalanan karirnya sebagai pejabat publik, Alex Noerdin juga sempat diterpa isu tak sedap. Berkaitan dengan pembangunan Wisma Atlet SEA Games 2011, misalnya, Alex Noerdin konon ikut serta menerima dana pembangunan wisma atlet untuk pelaksanaan pesta olahraga se-Asia Tenggara. Toh Alex dengan tegas menolak tudingan tersebut.

Kepala Biro Humas dan Protokol Kantor Gubernur Sumatera Selatan, Robby Kurniawan, kepada wartawan menegaskan bahwa selaku Gubernur dan pribadi, Alex tidak pernah meminta serta menerima fee pembangunan wisma atlet, seperti yang disebut-sebut selama ini.

Tulisan ini menjadi naskah dalam buku Man Of The Year 2011 RMOL.

ini adalah hasilnya :

ALex Nurdin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s