CSR Mandiri, Wirausaha Muda

Langkah Pasti Membangun Negeri

National Lectures Series 2011

oleh : Ranap Simanjuntak

Lebih dari 240 juta jiwa mendiami bumi pertiwi membuat persaingan hidup makin ketat. Salah satunya soal kesempatan bekerja. Karena itu, PT Bank Mandiri Persero Tbk lewat coorporate social responsibility (CSR) mengembangkan potensi wira usaha sejak dini. Pengembangan pembekalan soal entrepreneurship salah adan keuangan milik pemerintah tersebut digelorakan lewat program Wirausaha Mandiri (WM) kepada para mahasiswa.

————————————–LEAD

Sadar kalau persoalan utama adalah membentuk paradigma, maka pembekalan serta penanaman pengetahuan menjadi orientasi utama. National Lectures Series 2011, demikian metode pencerahan teranyar berupa kuliah umum yang kini dikembangkan Bank Mandiri berkerjasama dengan Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional. Menggunakan video conference, mahasiswa di berbagai penjuru Indonesia yang telah menggunakan modul Kewirausahaan Mandiri mendapat pembekalan.

Kali pertama workshop berlangsung, Rabu (9/11) di gedung D Ditjen Dikti lantai 3 dengan tema ‘Pembekalan Kepemimpinan Bagi Generasi Penerus Bangsa’. Dua pembicara, yakni Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Pahala N Mansury dan CEO majalah Femina Suida Alisjahbana memaparkan rinci kunci entrepreneurship bermula dari jiwa kepemimpinan kepada mahasiwa dari tiga universitas yang hadir langsung (universitas Kresnadwipayana, universitas Esa Unggul, dan Universitas Persada YAI) dan mahasiswa di 12 universitas berbagai kota menyimak menggunakan video conference.

Pahala dalam makalahnya menjabarkan, awal mula melakukan wirausaha berlandasakan kepada semangat nasionalisme. Menurutnya, anak muda yang berkarakter mendahulukan kepentingan nasional baru kemudian kepentingan golongan. Untuk itu, keputusan dalam bidang usaha juga berpegang teguh kepada ideologi dan aturan negara.

“Kalau Bung Karno bilang, beri aku sepuluh pemuda yang membara cintanya kepada tanah iir dan aku akan mengguncang dunia. Artinya, orang muda harus punya semangat ketika memulai usaha. Kuncinya seperti  diungkapkan CEO Apple Steve Jobs yang baru meninggal, yaitu cintai apa yang kamu lakukan! Dan, menyenangkan orang yang merasa sulit karena dunia akan lebih baik dengan orang yang tidak puas dengan situasi mereka,” terang lelaki berkulit kuning ini.

Pahala kembali mengutip ungkapan Charles Darwin soal jenis manusia yang paling bertahan bukanlah manusia kuat atau cerdas, melainkan yang paling responsif terhadap perubahan. Di mana,jiwa wirausaha juga mampu memimpin perihal berkarya pun saat tantangan dan perubahan mendera.  “Lima dimensi pembentuk leader yang baik adalah meaning yaitu tujuan hidup buat kepentingan orang lain. Melihat hal positif juga optimis dalam semua tantangan atau disebut positive framing.”

“Lalu soal connecting atau hubungan luas dengan berbagai pihak. Kemudian, enganging yaitu kemampuan membangun hubungan rasa saling percaya. Terakhir, managing energy sebagai semangat besar yang mampu menulari orang lain. Ini tercermin dari kepemimpinan founding father  kita, Soekarno dan Hatta,” papar lulusan Akutansi Universitas Indonesia dan master bidang keuangan dari Stern School of Business, New York University, Amerika Serikat ini.

Apa pula tuntutan kompetensi bagi pemimpin? Pahala mengutarakan tiga pendukung. Pertama, kemampuan intelligence quotient (IQ) seperti analitis, penalaran, kemampuan verbal, dan kemampuan numeric. Kedua, emotional intelligence (EI) mencakup kesadar diri dan sosial ditambah manajemen diri sekaligus hubungan dengan pihak lain. Ketiga, Adversity Quotient sebagai respon  terhadap tantangan, peluang dan cobaan hidup.

Bank Mandiri, lanjut Pahala, memberi perhatian terhadap perkembangan wirausaha dengan partnership and environment development program (PKBL) sebagai langkah pasti membangun negeri. Tujuannya, menciptakan Indonesia mandiri. “Pada 2010, Indonesia sebagai Negara terbesar di urutan ke-17. Prediksinya tahun 2050 mendatang kita bisa di posisi ke-5 karena kekayaan alam yang bisa dikelola seperti sawit, timah, kakao, dan banyak lagi. Untuk itu, Bank Mandiri terus menjaga good corporate governance yang mengagendakan kepemimpinan yang baik,” tutur lelaki berusia 40 tahun itu.

Bank Mandiri sendiri mengucurkan dana sebesar Rp 30 miliar bagi program WM dengan mencatatkan sekitar 3300 anggota sejak tahun 2007. Selain pelatihan, terdapat pembinaan, pameran, dan bantuan publikasi di media massa. WM bermaksud menggerakkan ekonomi riil melalui sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai pilar penggerak perekonomian. Kini, Bank Mandiri sedang melakukan proses penyeleksian penghargaan Mandiri Young Technopreneur 2011.

Sementara pimpinan Femina Grup Suida Aslijahbana member paparan tak jauh berbeda dengan Pahala. Dengan benderang, perempuan berkulit putih ini menjabarkan inovasi atas berbagai tantangan serta persaingan. “Dulu, sebelum reformasi media massa seperti majalah dibatasi dan dikuasai pemerintah. Setelah kebebasan pers dibuka maka media massa menjamur, bahkan ada berbagai produk majalah dari luar negeri yang bersaing. Tapi kami terus memacu diri dan melakukan perbagai perubahan. Nyatanya produk Femina masih eksis digemari pembaca,” pungkasnya.

Dia juga menjawab pertanyaan beberapa mahasiswa yang menyaksikan acara itu dari video conference. Misalnya salah satu mahasiswa tehnik asal Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta bernama Ahmad soal ketakutannya memilih jurusan kuliah dan memulai usaha yang bukan bidang ilmu yang sedang digelutinya. Suida meyakinkan, segala hal harus dicoba. “Tak perlu takut, saya ini malah lulusan ilmu matematika dari Universitas di Amerika Serikat, tapi malah bekerja di media massa. Karena berani memulai dan berusaha maka juga bisa sukses,” jawabnya sambil tersenyum.

 

Tulisan ini sebagai bahan tulisan yangditerbitkan di http://www.tempointeraktif.com, koran Tempo, dan majalah Tempo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s