Kejutan Samsung Bernama Tizen

samsung tizen Samsung yang mendominasi pasar global kini menelurkan sistem operasi teranyar bernama Tizen. Hal ini membuat Google ketar-ketir. Di sisi lain, ada dua sistem operasi lain meramaikan persaingan pasar ponsel.

Ranap Simanjuntak

Bukan main seriusnya Samsung menggarap ponsel kelas high end. Raksasa teknologi asal Korea Selatan ini bakal meluncurkan ponsel cerdas berbasis sistem operasi baru bernama Tizen. Padahal, baru saja mereka merilis Galaxy S IV dengan berbagai kecanggihan seperti fitur pendeteksi pergerakan mata. Serta, akan meluncurkan Galaxy Note 3 dengan mengusung layar fleksibel anti pecah, menggantikan kedigdayaan Galaxy Note 2.

Dari lansiran TheVerge, Wakil Presiden Eksekutif Samsung, Lee Young-Hee menyebut smartphone berbasis Tizen pada kuartal ketiga, antara Agustus atau September mendatang. “Ponsel Tizen akan menjadi tonggak sangat penting. Itu adalah produk terbaik yang dilengkapi dengan spesifikasi terbaik,” jelas Lee.

Lee pun memberi isyarat platform software ini menjadi produk isimewa. Ini bisa menjadi partner sekaligus pesaing berat si robot hijau. Bahkan, Samsung akan menelurkannya dalam beberapa seri ponsel. “Kami berharap bisa membawa sistem operasi Tizen untuk perangkat kategori menengah ke bawah kelak,” tambahnya.samsung tizen 2

Tizen merupakan proyek besar Samsung bersama produsen prosesor Intel dan Linux Foundation yang dipastikan menjadi pilihan lain dari sistem operasi yang sukses sebelumnya seperti Apple iOS, Google Android, RIM BlackBerry, dan Microsoft Windows Phone. Sistem operasi ini merupakan sistem operasi bersifat terbuka (open source) untuk perangkat mobile yang memakai inti program (kernel) Linux.

Ada penggabungan sejumlah modul seperti manajemen jaringan dari MeeGo proyek pada Tizen. Hasilnya merupakan kombinasi dari operasi sistem mobile Moblin yang diciptakan oleh Intel dan Maemo yang diciptakan oleh Nokia.

Selain itu, Tizen sendiri akan dirancang untuk digunakan dalam tablet, netbook, smartphone, Smart TV, GPS dan perangkat lainnya. Software development kit Tizen sudah diterbitkan oleh Samsung. Namun, hal tersebut masih pada pembatasan lisensi proprietary. Juga, termasuk web lingkungan pengembangan terintegrasi, kompilasi toolchain, contoh kode, emulator dan dokumentasi. samsung tizen 3

Apa sebenarnya kelebihan sistem operasi anyar ini? Secara akumulasi terletak pada dukungan HTML5 yang bisa dibilang terbaik. Lalu, mampu menampung banyak aplikasi lapisan kompatibilitas yang akan memungkinkan perangkat untuk menjalankan aplikasi yang dikembangkan untuk sistes operasi lain seperti Android.

Dengan begitu, Tizen mampu menjalankan aplikasi Android berkat sebuah program yang disebut Application Compatibility Layer (ACL). Open Mobile selaku perusahaan motor penggerak ACL mengklaim aplikasi Android akan dapat dijalankan pada perangkat berplatform Tizen dengan kompatibilitas 100% dan menampilkan respon pengguna yang sama seperti pada perangkat Android sebenarnya.

Tizen sejatinya membawa harapan menjadi proyek yang sukses, karena diperkirakan lebih disukai para pengembang untuk layanan aplikasi dan layanan Mobile. Selain itu diprediksi akan menjadi OS andalan dari beberapa perangkat khususnya Smartphone dan Tablet. samsung tizen 4

Makin panas

Hubungan Samsung dan Google akhir-akhir ini semakin panas. Google yang menjadi pimpinan dalam konsorsium Open Handset Alliance (OHA) yang beranggotakan 84 perusahaan dalam memasarkan Andoid lagi was-was. Robot hijau yang dia buat meski sudah menjelma menjadi sistem operasi paling handal teknologi dewasa ini dihantui hantu bagi-bagi kue.

Dengan memakai sistem operasi terbuka milik Google ini, Samsung menjadi raksasa mobile. Tahun lalu saja, produk mereka menguasai hingga 40% pasar smartphone global. Samsung dengan mudah mampu menjual puluhan juta unit hanya dalam hitungan kuartal saja. Hal ini membawa kekhawatiran bagi Google kalau Samsung yang selama ini mendapat bagian 10% dari penghasilan iklan mobile Google akan minta jatah lebih besar.

Di samping itu, Samsung juga gregetan dengan akuisisi Google atas Motorola Mobility. Beberapa produsen Android menilai Google akan member tempat lebih besar buat Motorola dalam industri ponsel pintar Android. Nah cara Samsung mendukung proyek Tizen ini disebut-sebut sebagai upaya agar tak bergantung sepenuhnya pada Android.

Samsung kemudian bergabung dalam proyek besar organisasi Linux Foundation setelah operator seluler Sprint Nextel asal AS dan raksasa teknologi otomotif Automotive Grade Linux Workgroup turut bergabung. Pada Juni 2012, Samsung menyatakan bergabung dengan Linux Foundation dan langsung menjadi donatur tingkat Platinum sebagai level tertinggi dalam struktur keanggotaan. Samsung dalam hal ini, diwajibkan donasi US$ 500 ribu per tahun. Karena itu, persaingan Google dan Samsung kian sengit.

Tandingan Lain

          Tahun ini, selain Tizen juga hadir dua sistem operasi operasi mobile open source baru selain Andoid, yakni Firefox OS, dan Ubuntu. Mereka akan memperebutkan tiket menjadi pengganti robot hijau.

samsung tizen 5 Secara ringkas, Firefox OS dikembangkan Mozilla Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang menciptakan perangkat lunak peramban (browser). Ia merupakan penamaan ulang dari proyek “Boot to Gecko” (B2G), yang pada mulanya juga proyek sistem operasi mobile berbasis web terbuka dari Mozilla. Firefox OS diungkapkan menjadi ekosistem mobile yang sepenuhnya terbuka.

Dibangun sepenuhnya pada standar web terbuka dan aplikasi yang dikembangkan juga dengan teknologi HTML5. Sejauh ini dua produsen ponsel asal China ZTE dan TCL menyatakan sanggup membuat ponsel dengan sistem operasi dibalut prosesor Snapdragon dari Qualcomm yang juga akan rilis tahun ini.

Sedangkan Ubuntu yang juga dibangun dengan kernel Linux dirancang buat gadget pada perangkat dengan prosesor berarsitektur ARM dan X86. Kabarnya akan ada tambahan Application Programming Interface (API) guna membujuk para pengembang dan diluncurkan akhir tahun. Namun, Ubuntu beda kelas karena menargetkan lebih banyak segmen pasar kelas menengah ke bawah.

Asa Dirut PT Askes Fahmi Idris

fahmi idrisPengalihan korporasi PT Askes menjadi badan publik BPJS Kesehatan sedang digenjot. Baru dilantik sejak Januari lalu, tugasnya sudah menggunung meracik sistem bantuan kesehatan bagi rakyat kecil.

 Ranap Simanjuntak

 “Saya melihat sejauh ini Pak Fahmi cukup baik. Dalam beberapa kali sidang, beliau memaparkan rencana kerja yang jelas dan transparan. Kita tunggu saja bagaimana nanti kinerjanya,” demikian Poempida Hidayatullah, anggota Komisi IX DPR RI menanggapi sosok Direktur Utama (Dirut) PT Askes (Persero) Fahmi Idris.

Poempida menekankan, perlunya nakhoda mumpuni buat PT Askes yang sedang mempersiapkan diri dalam transformasi menjadi Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS). Di mana, sejak 1 Januari 2014, perusahaan pelat merah ini akan menjadi BPJS Kesehatan yang memfasilitasi bantuan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu sesuai UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS.

Fahmi Idris sendiri menilai, proses peralihan itu tidaklah mudah. Sebab banyak yang diperhatikan, mulai dari data kepesertaan, perangkat pendukung sampai ketenagakerjaan. Begitu pula soal pengalihan aset, liability, dan kewajiban korporasi.Karenanya, hampir saban hari lelaki kelahiran Palembang, 1 Februari 1968 itu selalu rapat, baik internal maupun eksternal. “Di internal misalnya melakukan proses transformasi kultural maupun struktural. Untuk eksternal misalnya melakukan koordinasi dan komunikasi yang efektif dengan lintas sektoral,” sebut mantan Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) periode 2006 – 2009 ini.

Untungnya, Fahmi bukanlah baru dalam terbentuknya BPJS. Dia merupakan anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), yang membidani lahirnya BPJS. Suami dari Rini Purnamasari itu awalnya sebagai tokoh ahli DJSN pada 2008. Kemudian, menjadi Ketua Komisi Pengkajian dan Penelitian DJSN sejak 2012.

Selain itu, track record selaku dokter membuatnya paham betul perkara kesehatan. Setelah lulus fakultas kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) pada 1993 dia langsung mempraktekkan ilmunya di daerah kecil Sumatera Selatan (Sumsel). Dua tahun kemudian, menjabat Kepala Puskesmas Makarti Jaya, Sungsang di Sumsel. Kemudian, lulusan terbaik pasca sarjana program Ilmu Kesehatan Masyarakat UI pada 1998 itu selanjutnya menjadi pegawai negeri sipil sebagai staf pengajar di Universitas Sriwijaya. fahmi idris 2

Kecintaannya terhadap bidang pendidikan serta perkembangan ilmu kedokeran membuat Fahmi serius menelurkan pengetahuan kepada para mahasiswa. Alahasil dirinya mendapatkan penghargaan dosen berprestasi oleh Fakultas Kedokteran Unsri pada 2005. Juga meraih Life Achivement Award dari Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia pada 2008.

Anak almarhum H Ali Aga ini juga sempat santer ditawari jabatan wakil menteri kesehatan (wamen) saat resguffle 2011. Akan tetapi batal lantaran alasan seorang menjabat wamen harus pernah menjabat eselon 1A. Ini sesuai dengan UU tentang Kementerian Negara dan Peraturan Presiden No 47/2009 tentang Organisasi Kementerian.

Di sisi lain, dirinya juga terlibat aktf dalam organisasi sosial maupun keagamaan. Fahmi tercatat sebagai Ketua Majelis Pimpinan Pusat ICMI (2011-2016), pengurus pusat Dewan Masjid Indonesia (2012-2017),dan Ketua Koordinator Panti Asuhan/Majelis Taklim di bawah Yayasan HM Ali Agam (2006-saat ini). “Kita terus melakukan peningkatan layanan kepada masyarakat melalui program gotong royong untuk sehat,” imbuh Fahmi di hadapan anggota dewan masjid Indonesia.

Merujuk harapan, Fahmi berharap mewujudkan jaminan kesehatan buat seluruh rakyat pada 2019. “Saat ini saja, sekitar 63,13% dari 236 juta penduduk Indonesia yang bisa menikmati skema asuransi kesehatan. Sisanya 36,87% masih perlu penanganan lebih lanjut. Nah dengan adanya BPJS Kesehatan melalui program jaminan kesehatan nasional, kita berharap agar penduduk Indonesia dapat merasakan fasilitas jaminan kesehatan secara merata setidaknya di tahun 2019,” tambah mantan Koordinator Sekretaris Bersama 5 Organisasi Profesi Kesehatan (Ikatan Bidan Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia, Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia, Persatuan Dokter Gigi Indonesia, dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia) itu.

Fahmi menambahkan, saat ini, jumlah orang miskin dan tidak mampu yang ditanggung pemerintah melalui skema Jamkesmas meningkat dari 76,4 juta jiwa tahun 2012, menjadi 86,4 juta jiwa di 2013. Ditargetkan jumlah ini akan bertambah menjadi 97,6 juta jiwa, atau berkisar 40% dari seluruh masyarakat Indonesia dengan tingkat kesejahteraan terendah.

Ayah tiga anak yang pernah menerima penghargaan Satyalencana Karya Satya X oleh  Presiden SBY pada 2010 itu menjelaskan, nantinya jumlah peserta BPJS Kesehatan tatkala beroperasi sebanyak 121,4 juta orang. Jumlah itu berasal dari peserta Askes, program JPK Jamsostek, Jamkesda, Jamkesmas dan lainnya. “Hal yang perlu diperhatikan pemerintah salah satunya jumlah penduduk lanjut usia di atas 60 tahun diperkirakan akan terus meningkat hingga 2025. Masalah ini tidak hanya membayangi negara Indonesia saja tapi juga menjadi masalah negara-negara lain di dunia,” ungkapnya.

fahmi idris 3 Lelaki yang sudah mendapat pelatihan sekaligus pengkajian kesehatan di berbagai negara seperti Filipina, Australia hingga Jerman ini lantas menggenjot peran besar BPJS Kesehatan. Hal utama soal penyerapan kartu Jamkesmas yang tahun lalu baru mencapai 6.915.598 surat keabsahan peserta. Sehingga, akan menambah armada tenaga kerja. “Untuk verifikator independen yang ada selama ini akan direkrut menjadi pegawai BPJS Kesehatan karena sudah punya pengalaman. Tentunya melalui mekanisme rekrutmen pegawai dan seleksi pagawai yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Ketika ditanya soal nasib status nasib PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (PT AJII), Fami tak mau buru-buru ambil kesimpulan. Baginya, status anak usaha PT Askes ini masih menunggu disahkannya RPP Pengelolaan Aset dan Liabilitas BPJS Kesehatan. “Saat ini atas keputusan pemegang saham, PT Askes diminta melakukan kajian terkait divestasi PT AJII,”  jawab lulusan terbaik predikat andalan peserta program pendidikan reguler Lemhannas RI XLV pada 2010 tersebut.

 BIODATA FAHMI IDRIS

Nama : Dr. dr. Fachmi Idris, M.Kes

Tempat, Tanggal Lahir : Palembang, 1 Februari 1968

 Istri : Dr. dr. Rini Purnamasari, Sp. A.

Anak : Ridho Fachri M, Rizqy Fachri M, Rifa Rahma A

 PEKERJAAN:

Dirut PT Askes (Persero) : 2013-2018

Dewan Komisaris PT Askes (Persero) : 2008 s/d sekarang

Wakil Ketua Komite Audit PT Askes (Persero) : 2009-2011

Dewan Pengawas RS Moh Husin Palembang (BLU) : 2007- 2011

Dosen FK UNSRI : 1997 – Sekarang

Kepala Puskesmas Makarti Jaya, Sungsang MUBA Sumatera Selatan : 1995

PENDIDIKAN:

-      Sekolah Dasar Negeri 62, Palembang (1973 – 1980)

-      Madrasah Ibtida’yah 1 (Tangga Buntung), Palembang (1973 – 1980)

-      Sekolah Menengah Pertama Negeri 5, Palembang (1980 – 1983)

-      Sekolah Menengah Atas Negeri 10, Palembang (1983 – 1986)

-      Fakultas Kedokteran Unsri (1986 – 1993)

-      Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, Program Pasca Sarjana UI (1996–1998)

-      Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat dari UI (1998 – 2003)

Profil Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo: Dari Ekonomi Biru Sampai Swasembada Garam

Menjawab berbagai keraguan atas pengetahuan soal kelautan dan perikanan, Sharif Cicip Sutarjo mampu membawa konsep Blue Economy berazas kelanjutan. Ia juga berhasil  mengukir swasembada garam yang dirindukan selama setengah abad.

Sharif Cicip Sutardjo 2Angin reshuffle pada Oktober 2011 mencuatkan nama Sharif Cicip Sutardjo. Lelaki kelahiran Yogyakarta, 10 Oktober 1948 ini menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) menggantikan Fadel Muhammad.

Di tengah berbagai dukungan ada pula suara sumbang mengungkapkan nada sinis atau pesimistis berlebihan. Seperti diutarakan Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) Riza Damanik sehari sebelum Sharif Cicip Sutardjo dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai MKP. “Dari hasil penelusuran kami, tidak ada koneksinya antara dia dan kelautan serta perikanan, dia tidak memiliki keahlian di bidang itu,” katanya.

Riza menilai, kelautan dan perikanan memiliki pekerjaan rumah yang sangat banyak sehingga dibutuhkan orang yang berpengalaman dan memiliki keahlian di bidang itu.Pemilihan tersebut lebih terasa aroma kompromi politik dibandingkan keinginanan untuk meningkatkan kinerja. “Tidak ada keraguan kalau dia yang dipilih penuh pertimbangan politik,” tambahnya.

Namun Cicip—begitu dia disapa—tak banyak mengomentari perihal debat kusir. Dia langsung saja memulai lembaran baru pekerjaan dengan menapaki pekerjaan secara serius. Misalnya saja, melanjutkan pilot project Fadel Muhammad sebagai MKP dengan konsep Minapolitan, yakni pembangunan ekonomi kelautan dan perikanan berbasis kawasan.

Sosoknya yang terkesan low profile sekaligus tak ingin terikat kaku pada sistem protokoler membuatnya lima hari pasca dilantik langsung ikut rapat dengan dewan legislatif yang notabene doyan mengkritik. Di gedung kura-kura itu, Cicip dalam rapat kerja pertama dengan Komisi IV DPR RI bersedia menjalankan pekerjaan dengan mempelajari terlebih dulu.  “Kita mesti pelajari dulu, baru kita akan bicara langkah ke depan,” sebut Cicip.

Toh tak lama, dia memerintahkan program penuntasan pembangunan 41 lokasi program percontohan Minapolitan.  Selanjutnya, setelah memahami akar masalah, Cicip mengusung program industrialisasi sektor perikanan dengan upaya memodernisasi nelayan dan memperkuat sistem manajemen pelayanan pelabuhan.

Ada pencetusan konsep Ekonomi Biru alias Blue Economy. Hal ini yang kemudian bahkan sudah menjadi gaung di dunia internasional. Di mana, pemerintah Indonesia di Forum Rio+20 di Rio de Janeiro, Brasil pada akhir Juni 2012 menyampaikan usulan tentang prinsip Ekonomi Biru guna mendorong kesadaran global terhadap pengelolaan laut dan sumber daya pesisir.

Sebenarnya pemikiran Blue Economy sendiri terlahir dari oleh Gunter  Pauli, seoarang Pendiri Zero Emissions Research Institute. Dalam buku karangannya, Blue Economy: 10 Years-100 initiatives-100 Milion Jobs   (2010) itu tersusun langkah rapi mencapai tujuan akhir dalam menggeser masyarakat dari kelangkaan menuju kelimpahan. Prinsipnya, efesiensi sumber daya, nirlimbah (zero waste), inklusi sosial, pemerataan sosial dan kesempatan kerja bagi orang miskin, inovasi dan adaptasi serta  efek ekonomi pengganda.

Sebagai nakhoda Cicip melihat perlunya pencapaian peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan mengedepankan konservasi keanekaragaman hayati yang berpusat pada rakyat dengan pula menitikkan pada kearifan lokal. Sehingga, masyarakat pesisir dan nelayan mendapatkan pengetahuan atau edukasi soal pemeliharaan ekosistem.

Berbagai sosialisasi kemudian diluncurkan. Dibuatlah penyuluhan secara rutin soal pelarangan merugikan pelestarian seperti penangkapan ikan dengan bom. Pengembangan wisata bahari yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan juga diarahkan kepada pemikiran keberlangsungan dan keberlanjutan di masa mendatang.

Hal ini amat penting mengingat luas laut Indonesia lebih kurang 5,8 juta kilo meter persegi atau 2/3 luas wilayah keseluruhan RI. Dengan garis pantai sepanjang 95.181 km sebagai yang terpanjang kedua di dunia setelah Kanada, maka potensi sumberdaya perikanan laut yang cukup besar, bisa punah bila tak dijaga pelestariannya.

Sejatinya, program Cicip ini telah menunjukkan hasil. Beberapa indikator keberhasilan terpampang jelas dalam sumbangan kenaikan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Perikanan sebesar 6,48%, produksi perikanan mencapai 15,26 juta ton, produksi garam menyentuh angka 2,02 juta ton. Begitu pula tingkat konsumsi ikan dalam negeri naik hingga 33,89 kg/kapita serta Nilai Tukar Nelayan (NTN) yang memberi gambaran peningkatan taraf hidup nelayan.

Cicip pula memberi tambahan gambaran sukses konsep Blue Economy lewat pengembangan kawasan konservasi perairan yang dikelola secara berkelanjutan mencapai luas 16,06 juta hektar (ha). Selain itu, kawasan konservasi bertambah lagi seluas 661,4 ribu ha.

Bukan cuma itu, pemanfataan kawasan terbilang efektif. Pulau kecil yang selama ini menganggur mulai dimanfaatkan sekaligus dilestarikan. Setidaknya hingga 2012, jumlah pulau-pulau kecil termasuk pulau kecil terluar yang telah dikelola sebanyak 60 pulau. Di sisi lain, sektor pengawasan pun berlangsung baik. Presentase wilayah perairan yang bebas IUU Fishing dan kegiatan perusakan lainnya ditekan hingga 41%.

Pada 2013, pendekatan Blue Economy lalu dikembangkan melalui peningkatan nilai tambah dan sinergi hulu-hilir usaha ekonomi kelautan dan perikanan. Basisnya pada komoditas, kawasan serta pembenahan sistem dan manajemen. Di mana, pelabuhan sebagai salah satu yang dibenahi.

Cicip memerintahkan kelanjutan berbagai program yang terbukti membawa hasil seperti Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP), program Pengembangan Desa Pesisir Tangguh (PDPT), dan Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR). Hanya saja titik perhatiannya dipusatkan pada pelabuhan di 200 lokasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di seluruh wilayah Indonesia. “Juga memastikan kegiatan lintas sektor dapat terlaksana,“ imbuh alumnus Universitas Padjaran Bandung ini.

Agar mencapai hasil maksimal, pengembangan karantina ikan dan pengendalian mutu melalui peningkatan mutu produk digalakkan. Sekaligus melakukan pengendalian impor ikan secara maksimal. “Untuk bidang konservasi dan lingkungan, KKP telah mendorong Pemda terlibat pelaksanaan COREMAP III serta peningkatan kualitas lingkungan di pulau-pulau kecil melalui rehabilitasi ekosistem pesisir,” paparnya.

Dengan begitu, capaian produksi perikanan hingga 22,39 juta ton bisa terlaksana. Alhasil, sesuai target pertumbuhan PDB perikanan sebesar 7,25% yang memberi sumbangsih pembangunan nasional. Serta mengerucutkan jumlah penduduk miskin nasional di wilayah pesisir.

Akibat keterbatasan anggaran pemerintah, lantas Cicip mendorong terwujudnya kawasan pertumbuhan ekonomi berbasis partisipasi sektor usaha. Diberikan insentif dan perlakuan khusus agar mengundang sektor usaha membangun kawasan pertumbuhan ekonomi.

Hilirisasi Rumput Laut

Melihat komoditas rumput laut Indonesia punya keunggulan komparatif, Cicip lalu mendorong hilirisasi olahan rumput laut. Ini guna memacu ekspor produk rumput laut olahan. Sebab, selama ini ini berbagai produknya seperti ATC (Alkali Treated Cotonii), SRC (Semi Refine Caraginan), dan RC (Refine Caraginan) bisa menjadi daya jual tersendiri. Sharif Cicip Sutardjo

Menurut Cicip, hilirisasi ini akan berdampak pada penguatan struktur industri di dalam negeri, peningkatan nilai tambah, perluasan lapangan kerja, dan terpenuhinya pasar dalam negeri serta meningkatnya ekspor olahan rumput laut. “Industrialisasi rumput laut tidak hanya sebatas untuk meningkatkan devisa negara, tetapi juga untuk memberikan lapangan pekerjaan dan kesejahteraan bagi pembudidaya rumput laut yang umumnya merupakan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir,” terangnya.

Selama ini, ekspor bahan baku rumput laut Indonesia hingga mencapai kisaran 75-80 persen. Namun ada ketergantungan impor karagenan sebesar 1.320 ton. Karenanya Cicip menggulirkan menempatkan rumput laut sebagai komoditas utama, bersanding dengan komoditas tuna, tongkol, cakalang, udang, bandeng, dan patin.

Pada 2011 sendiri, produksi rumput laut Indonesia adalah sebesar 5,17 juta ton pada 2011. Namun dua tahun belakangan jumlahnya meningkat signifikan. Bahkan pada 2014 mendatang, target produksi basah rumput laut naik dua kali menjadi 10 juta ton per tahun. “Sebagai bahan baku industri, rumput laut memiliki lebih dari 500 end product. Saat ini permintaan akan produk olahan komoditas rumput laut sangat dibutuhkan oleh industri, baik pangan maupun non pangan,” begitu Cicip member alasan.

Swasembada Garam

Selama hampir 50 tahun negeri ini dilanda kekurangan produksi garam, akhirnya pada 2012 pemerintah telah mengklaim hasil swasembada garam. Hal ini berkat gebrakan Cicip mengintensifkan Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) untuk memacu produksi dan kualitas garam rakyat.

Program ini dinilai efektif karena berhasil meningkatan produksi garam dari rata-rata 55 ton/ha menjadi 73,73 ton/ha. Serta, mewujudkan kesadaran stakeholder garam nasional dalam membenahi sistem dan tata kelola niaga garam yang berkeadilan dan berkesinambungan antara petani garam rakyat, industri garam nasional.

Mengacu data Kementerian Kelautan dan Perikanan, stok garam konsumsi tahun 2012 sebanyak 2.978.616 ton, meliputi produksi garam rakyat pada 40 kabupaten/kota, tujuh sentra garam, dan 33 lokasi penyangga dengan total sebesar 2.473.716 ton. Ditambah stok PT Garam 385.000 ton dan sisa impor garam 119.900 ton. Sedangkan kebutuhan garam konsumsi pada semester II-2012 sebanyak 720.000 ton, dan pada semester I-2013 diprediksi 720.000 ton sehingga terdapat surplus garam konsumsi nasional sebanyak 1.538.616 ton.

Sang Politisi, Pengusaha, dan Hasrat Membangun Desa

 Sejatinya, Sharif Cicip Sutardjo sebagai politisi handal. Dia merupakan salah satu pimpinan Partai Golkar yang kini menjadi salah satu Wakil Ketua Umum periode 2009-2014. Di era Orde Baru dia pernah menjadi anggota MPR RI.

Perjuangan politiknya menyangkut pengentasan kemiskinan dan mengurangi pengangguran, terutama di kawasan pedesaan. Menurutnya, saat ini memang banyak pembangunan di desa. Namun pembangunan seperti hotel, lapangan golf, pusat perbelanjaan itu tak berorientasi pada pemberdayaan kapasitas masyarakat desa.

“Pembangunan di desa beda dengan pembangunan desa. Yang terjadi sekarang masyarakat desa semakin terpojok secara perekonomian dan tergeser secara sosial. Perlu segera diupayakan perubahan yang drastis. Kami yakin pemerintah bisa memanfaatkan momentum saat ini untuk mengubah postur APBN yang lebih pro desa,” ungkap mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 1986-1989 ini. Sharif Cicip Sutardjo fadel

Sebagai Anak dari seorang ayah yang berprofesi sebagai tentara ini terbiasa dengan kedisiplinan. Karenanya, Cicip selalu tepat waktu dalam mengerjakan tugas maupun pekerjaan. Begitu pula tatkala dia ditunjuk menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan menggantikan teman satu koleganya satu partai, Fadel Muhammad yang sama-sama menjabat Wakil Ketua Umum Partai Golkar.

Ketua Dewan Penasehat Kadin 2009-2010 ini, memberi perhatian soal konservasi pengelolaan sumber daya laut dan pesisir. Hingga pertengahan 2012 saja, Indonesia tercatat berhasil menetapkan kawasan konservasi laut seluas 15,35 juta ha atau mencapai 76,75 persen dari target yang telah ditetapkan sebesar 20 juta ha pada 2020. Salah satu yang berhasil misalnya penetapan kawasan konvervasi laut Sawu seluas 3,5 juta hektar sebagai kawasan konservasi laut dan terbesar di Asia Tenggara, bahkan di dunia berdasarkan jenisnya.

Selain itu, lelaki berusia 54 itu merupakan salah satu pengusaha properti sukses. Ia adalah seorang Dirut Ariobimo Perkasa yang sekaligus sebagai pemilik kelompok usaha tersebut. Perusahaan itu sendiri pernah menjadi kontroversial saat rencana pembangunan Mall Taman Ria pada 2010.

Perjalanan karirnya sendiri bermula saat terpilih sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) 1983 – 1989 dan Anggota Tim Evaluasi Program Pin Nasional 2002. Dirinya pun pernah menjadi Ketua Komite Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Telematika Perposan dan Media Massa pada tahun 2000 hingga 2004.

Cicip pernah mencalonkan diri menjadi Ketua Umum Kadin tetapi dikalahkan oleh MS Hidayat yang sekarang menjadi Menteri Perindustrian. Ia dikabarkan sebenarnya juga pernah menjadi salah satu orang yang sempat dinominasikan oleh Partai Golkar untuk menjabat posisi kementerian baik pada tahun 2004 maupun 2009. Barulah 19 Oktober 2011 dia resmi menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan.

Profil Roy Suryo Menpoira, Berpacu Demi Olahraga Nasional

Roy suryo Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya memastikan Roy Suryo Notodiprojo sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olahraga baru pada 11 Januari 2013. Ia menggantikan Andi Alifian Mallarangeng. Pengangkatan tersebut,  berdasarkan beberapa pertimbangan, saran,  pandangan dari wakil presiden dan pejabat lain, serta menjaring pandangan dan masyarakat luas.

Berdasarkan hasil wawancara serta uji kepatutan dan kelayakan, Roy Suryo dinilai berkompeten menjalankan tiga tugas utama sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga yang baru. “Dan hasilnya baik,” SBY mengatakan, seperti dikutip dari Tempo.co. Menurut SBY, anggota Komisi Pertahanan dan Luar Negeri ini cakap untuk mengemban tugas sebagai Menpora. Ia juga mempertimbangkan integritas yang bersangkutan.

Beberapa saat setelah resmi menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga, nama Roy Suryo langsung melejit di dunia maya. Ia  menjadi trending topic di Twitter pada hari itu. Tanggapan positif dan negatif keluar atas pengangkatan tokoh yang dikenal sebagai pengamat telematika itu.

Saat itu Roy sempat mengatakan beban tugasnya kali ini cukup berat. Apalagi, ia sama sekali tak memiliki latar belakang ilmu olahraga. Meski mendapat cibiran dari banyak orang, ia berjanji akan menjalankan amanat ini dengan sebaik mungkin.

Nama kader dari Partai Demokrat itu mulai dikenal di publik ketika ia mengumumkan hasil analisis keabsahan suara Jaksa Agung Andi Muhammad Ghalib dengan Presiden B.J. Habibie kala itu. Majalah Panji Masyarakat memuat transkrip percakapan keduanya. Isinya Habibie secara halus minta Ghalib bersikap lunak terhadap Soeharto.

Seperti dikutip dari ambar76.wordpress.com, Ghalib membantah itu suaranya. Tapi Habibie secara tak langsung mengakui adanya pembicaraan itu. Roy Suryo tergelitik. Roy melakukan analisis dengan menggunakan audio spectrum analyzer, sebuah piranti lunak yang mampu mengidentifikasikan suara. Ini dilakukan dengan membandingkan suara rekaman dengan suara asli. Hasilnya, suara itu identik dengan suara Habibie dan Ghalib.

Pada Agustus tahun yang sama, beredar lagi transkrip rekaman pembicaraan beberapa orang penting. Suara-suara itu di antaranya mirip suara Arnold Baramuli, ketua Dewan Petimbangan Agung, menteri kabinet Tanri Abeng, wakil bendahara Partai Golkar merangkap debt collector Setya Novanto, dan rekannya Djoko S. Tjandra, pengusaha hotel yang juga menawarkan jasa penagihan utang.

Dalam pertemuan itu, Golkar dituduh mendapat dana Rp 50 miliar dari Bank Bali sebagai imbalan atas peran orang-orang ini dalam rekapitalisasi bank itu. Mereka membantah. Pemeriksaan negara untuk menyelidiki kasus Bank Bali juga dianggap tak tuntas. Roy melakukan analisis. Dengan menggunakan piranti lunak yang sama, Roy mendigitalkan rekaman tersebut dan hasilnya memperkuat laporan majalah Gamma, majalah yang pertama kali menurunkan transkrip rekaman.

Wartawan pun berlomba-lomba mewawancarai Roy Suryo. Undangan jadi pembicara mulai berdatangan. Sejak itu pula sosok Roy  Suryo menjadi familiar di masyarakat. Roy kerap menjadi saksi ahli dalam sejumlah kasus kontroversial, di antaranya kasus Prita Mulya Sari dan kasus skandal video porno Ariel. Roy suryo 3

Seperti ditulis Republika.co.id, terakhir, Roy Suryo menebar kontroversi ketika insidennya di sebuah maskapai penerbangan pada tahun 2011, nyaris memancing ricuh dengan penumpang lain. Bahkan akibat insiden yang melibatkan Roy tersebut, pesawat yang akan berangkat dari Jakarta tujuan Yogyakarta sempat terlambat mengudara.

Roy Suryo lahir pada 18 Juli 1968 di Yogyakarta. Ayahnya, Soejono Prawirohadikusumo, seorang neurolog dan ibunya, Soeratmijati Notonegoro, guru sekolah menengah. Roy Suryo generasi keempat dari Sultan Paku Alam III. Ibunda Roy adalah cucu Paku Alam III. Sebagai keturunan langsung Paku Alam, masa kecil dia habiskan di nDalem Notowinatan yang rindang dan luas bersama ketiga saudaranya.

Meskipun menyandang gelar raden mas, Roy tak merasa dirinya istimewa. Ia bermain layang-layang dengan tetangga atau keluar-masuk kampung. Kebiasaan Roy itu oleh Soejono Prawirohadikusumo, ayah Roy, dianggap sebagai sesuatu yang berbeda. Kakak tertua dan adiknya hampir tak pernah keluar-masuk kampung.

Ketertarikan Roy Suryo terhadap teknologi sudah terlihat sejak duduk di bangku sekolah dasar di Yogyakarta. Roy kecil gemar mengutak-atik mobil-mobilan. “Bisa bongkar, tapi nggak bisa pasang,” kenang Yayik Suryo, kakak perempuan Roy.

Roy kecil mempunyai cita-cita jadi sopir bus. Berdua dengan adiknya, Roy menamai mobil mainan mereka. “Kita punya mobil untuk presiden, mobil menteri, bus sekolah, pokoknya lengkap,” kenang Dony Suryo, seperti dikutip dari ambar76.wordpress.com.

Ketika meneruskan pendidikannya di sekolah menengah pertama, ketrampilan Roy dalam bidang elektronika mulai tampak. Di sekolah ia mengikuti kegiatan ekstrakurikuler elektronika. Ia sering membetulkan peralatan elektronik milik ibunya yang rusak. Di sekolah menengah atas, Roy ikut Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (Orari). Berdua dengan kakak sulungnya, Sony, Roy mulai mengutak-atik peralatan komunikasi radio itu.

Roy suryo 2Ketika meneruskan pendidikannya di sekolah menengah pertama, ketrampilan Roy dalam bidang elektronika mulai tampak. Di sekolah ia mengikuti kegiatan ekstrakurikuler elektronika. Ia sering membetulkan peralatan elektronik milik ibunya yang rusak. Di sekolah menengah atas, Roy ikut Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia atau biasa disebut Orari. Berdua dengan kakak sulungnya, Sony, Roy mulai mengutak-atik peralatan komunikasi radio itu.

Ketika lulus, berbekal minat dan bakat, Roy bertekad mencari ilmu yang lebih dalam di jurusan teknik elektro Universitas Gadjah Mada. Dalam formulir pendaftaran, Roy memilih jurusan teknik elektro sebagai pilihan pertama dan komunikasi, pilihan kedua. Pertimbangan Roy, di jurusan komunikasi ia akan belajar hal yang kurang lebih sama dengan jurusan teknik elektro.

Roy ternyata gagal masuk jurusan elektro. Tapi ia diterima di jurusan komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik pada 1986. Ini dua jurusan yang sama sekali berbeda. Satu teknik, satunya ilmu sosial.

Menurut Metrotvnews.com, Roy Suryo sering meraih penghargaan dari lomba fotografi tingkat nasional serta penghargaan dari berbagai pihak. Di antaranya dari Kadin bidang Telematika, Menteri Perhubungan saat era Agum Gumelar, majalah Trend Digital, Telkomsel, dan Garuda Indonesia.

Selain itu, ia juga aktif dalam kepengurusan Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia, juga tercatat sebagai salah satu konsultan teknis di situs resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Terakhir, ia tercatat sebagai Ketua Departemen Komunikasi dan Informasi di Partai Demokrat dan penanggung jawab redaksi di situs resmi Partai Demokrat.

Kini, Roy Suryo berbergerak cepat untuk menuntaskan berbagai persoalan yang sedang mendera olahraga di Tanah Air, salah satunya konflik di tubuh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Profil Joko Widodo, Fenomena Blusukan

Gubernur DKI Joko Widodo adalah sosok yang sangat fenomenal. Pernyataan ini tidak berlebihan jika melihat rekam jejak perjalanan karirnya di birokrasi dan kesehariannya.

jokowiSaat menjabat Wali Kota Solo, Joko Widodo yang kerak disapa Jokowi,   tercatat ke dalam lima besar Wali Kota Terbaik di Dunia berdasarkan publikasi The City Mayors Foundation, London, Inggris. Pada pemilihan Wali Kota Solo periode kedua (2010 – 2015), ia memenangkan persaingan hanya dalam satu putaran dengan suara mutlak, di atas 90%.

Tak berhenti sampai di situ. Dalam pemilihan Gubernur DKI  Jakarta, Jokowi yang berpasangan dengan Basuki Tjahja Purnama alias A Hok,  berhasil mengungguli nama-nama besar seperti gubernur incumbent saat itu, Fauzi Bowo, Gubernur Sumatera Selatan Alex Nurdin dan pasangan kandidat lain yang tak kalah populer.

Kini, ketika kepemimpinannya di DKI Jakarta belum seumur jagung, lelaki berperawakan kurus itu telah digadang-gadang sebagai calon presiden. Hasil survei yang dilakukan Pusat Data Bersatu (PDB), Jokowi menempati urutan puncak dengan 21,2% dalam soal elektabilitas, mengalahkan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto (17,1%), Megawati Soekarnoputri (11,5%),  Rhoma Irama (10,4%), Aburizal Bakrie (9,4%), dan Jusuf Kalla (7,1%).

Toh, sebagai orang Jawa Jokowi rupanya tak harus nggege mongso dan mabuk pujian. Menanggapi hasil survey itu, ia sepertinya tak ambil pusing. “Saya mau fokus bekerja di DKI, menyelesaikan masalah-masalah yang ada. Wong baru 4 bulan bekerja,” kata Jokowi kepada para awak media di balaikota beberapa waktu lalu. Ia mengaku masih memiliki banyak tugas yang harus diselesaikan.

Kemenangan demi kemenangan yang diraih Jokowi dalam berbagai laga pemilihan kepala daerah,– termasuk hasil survei calon presiden,–  merupakan fenomena yang sungguh luar biasa, dan tak pernah terjadi sebelumnya. Bayangkan, dalam survei capres, Jokowi yang relatif orang baru dalam kancah politik dan birokrasi di tanah air mampu mengalahkan para politisi senior sekelas Prabowo, Megawati dan Aburizal Bakrie.

Anak Emas PDI Perjuangan

Pada awalnya Jokowi bukanlah seorang politisi.  Penyandang gelar insinyur dari Fakultas Kehutanan UGM pada tahun (1985), sebelumnya dikenal sebagai pengusaha daerah. Setelah menyelesaikan pendidikannya, Jokowi sempat merantau ke Aceh, dan bekerja di salah satu BUMN di Aceh.

Namun tak lama kemudian ia kembali ke Solo dan bekerja di CV. Roda Jati,  perusahan yang bergerak di bidang perkayuan. Pada tahun 1998, Jokowi akhirnya berusaha secara mandiri di bidang permebelan. Dari sinilah ia mulai menjadi simpatisan PDI Perjuangan.

Dalam sebuah wawancara dipublikasikan di ugm.ac.id., Jokowi mengaku bahwa keterlibatannya di bidang politik lantaran ada permintaan serius dari elemen dan komponen masyarakat. “Untuk menjadi Wali Kota, memang saya harus punya partai yang membawa saya,” ujar Jokowi. Dari situlah Jokowi bergabung dengan PDI Perjuangan. Kini, melihat kinerja dan popularitasnya, Jokowi menjadi anak emas partai yang mengusungnya, PDI Perjuangan.

Ketika maju sebagai Walikota Solo, Jokowi menyatakan bahwa pencalonan dirinya dilandasi dengan beberapa alasan, diantaranya adalah karena dia memang benar-benar serius untuk maju, sekaligus ingin mengakomodasi aspirasi-aspirasi serius yang muncul dari banyak pihak, baik secara pribadi maupun secara kelompok dan organisasi.

Alasan kedua Jokowi, ia ingin agar besama-sama dengan seluruh komponen masyarakat membawa Solo ke arah yang lebih baik, baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional. “Yang ketiga, saya ingin pemerintahan ini diurus secara clean,  tegas dan tanpa kompromi, sehingga good governance dan clean government benar-benar terwujud,” tukasnya.

Meski belum sepenuhnya mampu mewujudkan keinginannya itu, Jokowi dengan gaya khasnya yang langsung turun ke bawah telah berhasil memikat hati masyarakat. Sebagai wali kota di daerah ini, Jokowi praktis ibarat raja. Semua titah dan kebijakannya dilaksanakan oleh segenap oleh aparat di bawahnya dan di-support penuh oleh lapisan masyarakat dengan suka cita.

Program-program prorakyat, terutama yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, pengembangan seni bidaya serta penataan usaha kecil mendapat sambutan yang sangat besar dari warga Solo. Salah satunya adalah pembangunan kawasan  Eco Culture City, atau kota ekonomi budaya. Dalam menjalankan program ini, Jokowi berhasil memindahkan ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang telah menempati lokasi-lokasi strategis dikota Solo, tanpa perlawanan apalagi menimbulkan bentrokan seperti yang kerap terjadi di daerah lain.

Dalam merancang sebuah kota dengan tata ruang yang benar, program ini justru didukung oleh para PKL karena Jokowi melakukannya dengan memanusiakan para pedagang itu.  “Kuncinya adalah pendekatan.  Dengan cara pendekatan kelompok dan pendekatan personal, kita ajak mereka dialog,” ujar Jokowi. jokowi 2

Turun langsung dan mengajak dialog tampaknya menjadi salah satu kunci sukses Jokowi. Cara ini pula yang ia terapkan kini, ketika ia memimpin Jakarta. Demi mengoptimalkan layanan kepada warganya, ia merancang sistem pelayanan terpadu satu pintu yang dapat digunakan untuk mengurus semua surat-surat birokrasi.

Sistem pelayanan terpadu satu pintu akan membuat birokrasi di pemerintahan DKI Jakarta berjalan lebih optimal. Pasalnya, sistem ini bakal memutus sejumlah kerumitan dengan memaksimalkan penggunaan teknologi informasi (online). Masyarakat yang menguasai teknologi dapat mengirim semua data berkaitan dengan surat yang ingin diproses melalui http://www.jakarta.go.id. Sementara masyarakat yang mengalami keterbatasan dapat mendatangi kantor terdekat dan akan dibantu dengan petugas di lokasi.

Dengan sistem tersebut, proses birokrasi pembuatan surat menjadi lebih mudah. Pengawasan pun dapat berjalan dari semua elemen karena masyarakat dapat mengetahui kendala yang memicu proses birokrasinya macet.

Untuk memastikan sistem tersebut berjalan dengan baik, Jokowi tak segan-segan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor kelurahan dan kecamatan. Langkah ini dipandang sebagai  tindakan awal yang baik untuk menata kinerja birokrat di Pemda DKI.

Selain mengunjungi kelurahan sebagai level jejaring birokrasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, Jokowi juga masih blusukan melakukan kunjungan ke banyak kawasan kumuh Jakarta. Hal itu dilakukan untuk memetakan permasalahan dan anggaran yang tersedia.

Jokowi seperti tak peduli dengan istilah pencapaian 100 hari kerja. Ia terus saja berkeliling kampung kumuh untuk mengatahui permasalahan yang ada agar dapat memutuskan langkah apa yang akan diambil untuk penyelesaiannya. Peninjauan langsung ke lapangan tersebut untuk mengetahui hal apa saja yang dapat segera dikerjakan.  “Masyarakat Jakarta perlu disegarkan dengan tindakan-tindakan lebih konkret dan cepat,” kata Jokowi kepada wartawan.

Dalam penanganan masalah kota Jakarta,  ia menargetkan harus ada kemajuan, hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun. Progresnya harus jelas.  Seperti mengenai banjir, setiap tahun harus ada perubahan sehingga lambat laun banjir tidak ada lagi di Jakarta. Juga  mengenai kemacetan lalu lintas, di mana pemerintah DKI Jakarta akan menangani secara bertahap. Jokowi mengaku  sudah memiliki konsep penanganannya dan akan disinkronkan dengan konsep yang dimiliki Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Untuk mengatasi kemacetan lalu lintas dan penataan pemukiman kumuh, Jokowi menemui Menteri BUMN dalam upaya menangani masalah kemacetan. Selain itu juga dibicarakan penataan pemukiman kumuh yang ada di kanan-kiri rel. Permasalahan kawasan kumuh memang harus segera ditata. Ruang terbuka hijau, kampung dengan drainase yang baik, kampung yang punya septic tank, dan kampung yang ada di ruang publik, serta yang ada ruang ekonominya menjadi sebuah keharusan untuk menuju Jakarta sebagai kota yang bersih dan bermartabat.

Sedangkan untuk mengatasi masalah banjir,  Jokowi telah menjalin sinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Ia sadar, penanganan masalah banjir tidak semudah membalik tangan. Karena itu, selain menggandeng instansi terkait, ia juga mengharap, warga juga ikut bekerja keras.

Gaya Jokowi yang sering blusukan ke daerah-daerah kumuh ternyata juga memancing komentar miring dari sejumlah kalangan.  Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Selamat Nurdin, meminta Jokowi agar mengambil langkah nyata, ketimbang melakukan kunjungan ke berbagai daerah. Dalam hal sengketa  Blok A Pasar Tanah Abang, kata Selamat, Jokowi harus memberikan opininya sehingga bisa menyelamatkan Blok A Tanah Abang tersebut.

Menanggapi masukan itu, Jokowi berkilah bahwa masalah di Jakarta banyak sekali. Pihaknya harus mempelajari satu-satu terlebih dahulu sebelum memberikan komentar atau tanggapan.

Itulah Jokowi, sosok yang sangat fenomenal tapi santun. Ia tak pernah emosional dalam menanggapai sesuatu. Bahkan, ketika ia harus berselisih paham dengan atasannya ketika itu, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, Jokowi terkesan mengalah meski ia tetap teguh mempertahankan pendapatnya.

jokowi 3 Di luar kesehariannya, Jokowi yang berperawakan kurus itu punya kegemaran yang cukup unik, yakni menggilai musik-musik cadas. Hampir semua grup musik rock di seluruh dunia ia suka.  Sebut misalnya Led Zeppelin, Nazareth, Queen, Metallica, Linkin Park, Lamb of God dan sejenisnya. Seperti ditulis Solopos, Jokowi  Punya koleksi lumayan komplet dari mulai kaset, poster hingga kaos.

Lagu-lagu rock tersebut sering diputarnya saat waktu senggang, baik di rumah maupun saat di mobil. Sedangkan kaos berbagai grup band musik cadas dalam beberapa kesempatan sering dipakainya. Terutama saat santai dan nonton konser rock. Jabatan yang disandangnya bukan halangan baginya untuk  tetap mencintai musik rock.

Dan kecintaan Jokowi terhadap musik rock, juga tak akan pernah mengganggunya untuk tetap aktif sebagai pemimpin yang harus fokus memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. (***)

Polo Lounge, Elegan Anggur di Jantung Kota Ibukota

Menikmati wine dari keramaian Jakarta dengan nuansa perbauran beragam citra. Polo Lounge menjadi tempat pilihan tepat bagi tempat kumpul eksekutif muda maupun ekspatriat.

Wahyu Arifin dan Ranap Simanjuntak POLO LOUNGE

Jejeran meja kursi di dalam Polo Lounge Jumat malam pekan lalu kemarin cukup ramai. Beberapa lelaki bule terlihat bercengekrama dalam satu meja dengan perempuan-perempuan lokal kolega perusahaannya. Cahaya lampu yang redup membuat ruangan itu temaram.

Tempat nongkrong asyik dengan tampilan klasik itu menyelip di antara hiruk pikuk Jakarta. Tepatnya di lantai 2 Menara Batavia, Jl. KH. Mas Masyur Kav126. Lokasinya amat strategis, tak jauh dari muara pertemuan dari Mega Kuningan dan jalan Sudirman.

Bila naik dari lift gedung Menara Batavia, Anda tinggal menuju ke arah selatan, hanya berjalan 10 meter. “Memang awalnya di sini sebagai tempat makan dan santai bagi karyawan yang ada di perusahaan gedung ini saja. Tapi kini, banyak pengunjung datang dari mana saja,” ungkap Arief Faisal Food & Beverage Manager Mercantile Atheletic Club sebagai induk usaha dari Polo Lounge.

Ketika memasuki pintu restoran sekaligus bar itu, pengunjung dihadapkan langsung dengan meja bartender. Hamparan wine atau anggur beragam merek dan juga cocktail tertata rapi di rak-rak belakang meja bartender. Meskipun cukup banyak pengunjung, ruangan tak terasa pengap dengan asap rokok. Maklum, biasanya banyak mulut-mulut asam yang tak tahan untuk mengepulkan asap nikotin. ”Di sini, bebas merokok mulai dari pukul 15.00 WIB sampai tutup. Kalau dari buka pagi pukul 08.00 WIB itu dilarang merokok. Tapi disediakan juga tempat smoking area di situ,” katanya seraya sebuah ruangan dengan sofa berwarna putih.

POLO LOUNGE 2 Arief menambahkan, pada ruangan utama Polo Lounge dapat menampung hampir 200 orang. Sementara disediakan VIP room yang berkapasitas 30 orang. ”Ada sekitar 40 seating dan 150 standing. Ruangan VIP juga bisa dipesan untuk berbagai urusan pribadi maupun meeting,” sebutnya.

Diana Indrani, Operational Manager Polo Lounge menambahkan, tak lama lagi tempat tersebut akan berubah konsep menjadi lebih elegan. ”Bakal ada peremajaan tempat serta setting tempat yang lebih menghadirkan nuansa hiburan lebih menjanjikan agar mengubah image kaku yang selama ini ada,” sebutnya.

Wine dan Sajian Makanan

Wine, cocktail, dan mocktail adalah jenis minuman yang bisa Anda nikmati. Pilihan wine berbagai jenis mulai dari merogoh kocek ratusan ribu hingga jutaan disediakan di tempat ini. ”Saat wine testing ini kami menghadirkan 4 jenis yang murah meriah, yaitu Chateau Subercaseaux Carbenet Sauvignon, Chateau Subercaseaux Sauvignon, D’arenberg Stump Jump Red, dan yang disukai perempuan yaitu Delicato Merlot. Harganya hanya Rp 350-450 ribu tiap botol,” jelas Arief.

Dirinya menambahkan, ada empat konsep anggur selain proporsi tanin dan alkohol. Karenanya wine sebagai ideologi yang menawarkan keseimbangan komponen dalam menunjukkan struktur anggur. ”Pertama soal manisnya. Anggur off-kering berada di antara dua ekstrem dan semi-sweet. Kedua, keasaman. Ini memberikan ketegasan karakteristik dan berfungsi sebagai tulang punggung. Lalu, tubuh. Ini karakteristik dalam anggur disediakan oleh kandungan alkohol di dalamnya,” urainya. ???????????????????????????????

Kemudian, komponen ketiga soal warna. Menurutnya, ini menjadi ciri khas dalam menentukan umur. Keempat, tekstur. Komponen ini menjadi penting di mana nuansa anggur saat menggulungnya dalam mulut. ”Anda bisa merasakan partikel, secara halus, kompleks, kering, dinamis, mentah, atau berat. Ia bahkan bisa mengganggu atau kasar. Dengan waktu dan usia, tekstur dari sebuah perubahan anggur dan memperoleh kedalaman dan kompleksitas,” tutur lelaki yang awalnya bekerja pada sebuah kapal pesiar berkeliling dunia ini.

Di sinilah, awal mula menikmati wine bukan hanya sekadar bermabuk ria. Rasa serta kualitas wine impor dari berbagai negara seperti dari Australia, Cili, Amerika Serikat pun bisa terus dijaga. Disediakan pula beberapa pilihan jualan per gelas untuk beberapa jenis wine. ”Kalau mau santai dengan minum wine sedikit saja bisa memesan per gelas saja dengan harga Rp 150 ribu. Selain itu ada pilihan minuman lainnya seperti bir. Atau yang tidak suka alkohol bisa memesan kopi, teh, susu, hingga juas buah segar,” lanjut Arief.

Selain itu disiapkan menu makanan, mulai tradisional sampai ala luar negeri. ”Ada nasi goreng, sop buntut, sandwich, pizza hingga pasta. Harga makanan Asia, Eropa, dan Jepang yang disajikan berkisar Rp 40 ribu hingga Rp 300 ribu. Jadi rasa premium harga kaki lima,” ketus Arief sambil tertawa.

Selain itu, Polo Lounge juga akan menggelar beberapa event yang disesuaikan dengan selera pengunjung seperti disertai musik disko. Bisa pula berubah menjadi tempat yang tenang bila diperuntukkan sebagai pertemuan bisnis. ”Pokoknya kami menyesuaikan dengan selera pengunjung,” pungkasnya.

Profil Yusril Ihza Mahendra, Sang Legenda Hukum Indonesia

Tak banyak praktisi hukum yang kritis, berani dan benar-benar memahami anatomi hukum di negeri ini dengan sangat baik. Diantara yang sangat sedikit itu, Yusril Ihza Mahendra adalah salah satunya.

Yusril-Iza-Mahendra

Dengan penguasaan hukum yang sangat baik, Yusril Ihza Mahendra mampu menunjukkan kepada publik, bahkan pembuat kebijakan dan peraturan perundang-undangan tentang adanya kekeliruan dalam sebuah konstruksi hukum.

Akibatnya, negara telah beberapa kali “dipermalukan” oleh Yusril di persidangan, baik di peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) maupun sidang Mahkamah Konstitusi (MK). Politisi yang kerap dijuluki Mohamad Nasir muda itu, antara lain pernah menggugat pemerintah dalam hal jabatan Jaksa Agung, kenaikan harga BBM, pemberian grasi atas terpidana narkoba Schapelle Corby, serta jabatan wakil menteri dalam kabinet pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Fakta terbaru tentang kemenangan Yusril terhadap negara adalah ketika hakim PTUN memenangkan gugatannya sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Bulan Bintang terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU).  “Dalam putusan baru ini, KPU harus mengikutkan PBB untuk menjadikan peserta pemilu 2014,” tegas hakim PTUN yang menyidangkan kasus tersebut.

Seperti diketahui, PBB dan sejumlah partai lainnya oleh KPU dinyatakan tidak lolos dalam keputusan lembaga penyelenggara Pemilu tersebut. Padahal, menurut Yusril, partai-partai yang lolos pun harusnya tidak masuk.

Sejak mengajukan gugatan atas KPU, Yusril Ihza Mahendra memang telah berkali-kali menegaskan akan  menggagalkan keputusan KPU yang hanya meloloskan 10 partai politik pada pemilu 2014. “Saya sudah himpun alat bukti dan saksi untuk membuktikan KPU melakukan kecurangan dalam verifikasi yang juga mengandung unsur penipuan,” kata Yusril dalam keterangan resminya, beberapa waktu lalu.

Dalam wawancara khusus dengan tim ,lensaindonesia.com Yusril Ihza Mahendra menyatakan bahwa sebagai orang yang mengerti hukum ia merasa terpanggil untuk ikut menunjukkan kepada masyarakat bahwa banyak produk hukum dan perundang-undangan yang harus dikoreksi. “Sebagai mantan menteri di bidang hukum saya sering menyampaikan masukan mengenai adanya ketidakberesan itu, namun saya tidak digubrik. Oleh karena itu saya mengajukan gugatan melalui Mahkamah Konstitusi maupun Peradilan Tata Usaha Negara, dan ternyata hakim membenarkan pendapat saya,” ujarnya.

Menurut Yusril, kondisi perekonomian dan pembuatan perundang-undangan Indonesia dinilai sarat oleh kepentingan asing.  Sekarang ini,  negara asing mudah saja menjajah Indonesia. Hanya dengan mengakuisisi aset sumber daya alam yang dimiliki Indonesia, pihak asing bisa memiliki kekayaan alam Indonesia. “Kita ini negara kaya tapi mau dibodohi terhadap negara lain. Kita mudah sekali tunduk pada asing,” ujar mantan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Kabinet Gotong Royong ini.

Pernyataan Yusril jelas, bahwa sesungguhnya ia selalu ingin melawan dan mengoreksi terhadap ketidakbenaran. Namun ia tak banyak cuap-cuap di depan publik. Ia memilih jalur resmi dengan mengirim surat misalnya. Namun jika tak ditanggapi, ia melayangkan gugatan ke MK atau PTUN. Itulah cara Yusril melawan.

Yusril Ihza Mahendra yang dikenal sebagai pakar hukum tata negara, dilahirkan pada 5 Februari 1956 di Lalang, Manggar, Belitung Timur. Ia adalah anak dari pasangan Idris dan Nursiha, yang aktif berorganisasi sejak di bangku SMP. Ketertarikannya pada kegiatan organisasi ia lanjutkan hingga bangku SMA, sebelum ia melanjutkan kuliah ke Universitas Indonesia mengambil ilmu filsafat Fakultas Sastra dan juga Hukum Tata Negara. Yusril-Iza-Mahendra 2

Saat kuliah di UI Yusril Izha Mahendra juga terpilih menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) UI dan bergabung ke Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Badan Komunikasi Pemuda Masjid Indonesia (BKPMI).

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Universitas Indonesia, Yusril Izha Mahendra melanjutkan S-2 ke University of the Punjab (India) untuk mengambil gelar master kemudian melanjutkan lagi S-3 mengambil spesialisasi Perbandingan Politik Masyarakat-Masyarakat Muslim di University Sains Malaysia dengan bidang University Sains Malaysia dan berhasil mendapat gelar Doctor of Philosophy dalam Ilmu Politik.

Di dunia pendidikan Yusril  dikenal sebagai Professor dan Pakar Hukum Tata negara.  Ia berprofesi sebagai dosen di beberapa universitas seperti dosen di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), dosen di Akademi Ilmu Pemasyarakatan, Departemen Kehakiman pada tahun 1983, serta Guru besar di Program Pascasarjana UI dan juga Fakultas Hukum UI. Ia diangkat sebagai Guru Besar Ilmu Hukum di Universitas Indonesia dan mengajar Hukum Tata Negara, Teori Ilmu Hukum dan Filsafat Hukum pada program pascasarjana.

Yusril pernah menjadi wakil Indonesia untuk berbicara dan berpidato dalam sidang Komisi Hak Asasi Manusia PBB, di Jenewa, Swiss.  Ia juga ikut menyusun Konvensi PBB serta menandatanganinya atas nama Pemerintah Republik Indonesia seperti UN Convention on Transnational Organized Crime di Palermo, Italia, dan UN Convention Against Corruption di Markas PBB New York.

Dalam bidang politik, Yusril Izha Mahendra pernah menjadi Ketua Umum Partai Bulan Bintang sejak 1998 hingga 2005. Ia juga pernah menjadi anggota organisasi yang berafiliasi kepada Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) yang bernama Pemuda Muslimin.

Sebagai politisi, ia pernah aktif di dalam kelompok yang disebut Poros Tengah, yang mendorong KH Abdurrahman Wahid ke puncak kursi kepresidenan melalui Sidang Umum MPR RI Oktober 1999.

Di bidang pemerintahan, Yusril pernah menjabat menteri di 3 kabinet.  Di bawah Presiden Gus Dur, ia dipercaya menempati posisi Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. Jabatan yang sama ia sandang di masa Presiden Megawati Soekarnoputri.

Ketika tampuk pemerintahan berpindah ke tangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Yusril dipercaya menjadi Menteri Sekretaris Negara. Namun, Yusril yang pernah menjadi penyokong utama SBY dalam Pilpres 2004 lalu, namanya dicoret dicoret dan digantikan oleh Hatta Rajasa ketika SBY melakukan perombakan kabinet.

Sejak keluar dari pemerintahan, Yusril kembali menjadi pakar hukum dan politik yang sangat kritis. Mantan Mensesneg SBY itu tak segan-segan mengeluarkan kritikan yang keras terhadap pemerintah SBY. Mengenai sikapnya itu, Yusril menegaskan bahwa tindakannya merupakan bagian dari  koreksi atas arah kebijakan yang dinilai salah dari pemerintahan SBY.

Dalam hal pemberian grasi presiden kepada Schapelle Leigh Corby, warga negara Australia yang dipidana atas kasus narkoba, misalnya, Yusril menilai pemerintah tak pernah jujur, alias suka berbohong.  Pada awalnya, pemerintah mengklaim bahwa pemberian grasi tersebut atas pertimbangan Mahkamah Agung (MA). Padahal,  MA membantahnya dan mengaku memberikan masukan agar Presiden tidak memberikan grasi tersebut. “Denny Indrayana (dulu juru bicara presiden,-red) berkilah bahwa grasi Corby telah sesuai pertimbangan MA. Kini terungkap bahwa MA sarankan agar grasi itu ditolak,” jelas Yusril.

Perlakuan khusus terhadap terpidana narkoba itu, kata Yusril menunjukkan bahwa pemerintahan SBY juga tidak memberikan perhatian lebih terhadap bahaya narkoba. Sebelumnya, presiden memberikan grasi kepada gembong narkoba jaringan internasional Deni Setia Maharwan alias Rapi Mohammed Majid. Selain itu, Presiden juga memberikan grasi kepada gembong narkoba Merika Pranola alias Ola alias Tania.

Yusril Ihza Mahendra_3Itulah Yusril, yang tidak hanya kritis namun juga sangat memahami apa yang ia kritisi. Sebagai politisi, tentu saja apa yang ia sampaikan ada muatan-muatan politik tertentu di dalamnya. Namun, sebagai pakar hukum ingin mengingatkan bahwa pemerintah semestinya cermat dan berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan maupun peraturan perundang-undangan.

Di luar aktivitasnya sebagai konsultan hukum dan politisi, kini Yusril aktif dalam sebuah ormas bernama Persatuan Indonesia (Perindo). Ormas ini, kata Yusril kepada tim lensaindonesia.com, didirikan sebagai ruang diskusi bagi para politisi yang merasa prihatin atas kondisi bangsa ini yang tak kunjung beranjak ke arah perbaikan. Selain nama Yusril Ihza Mahendra sebagai inisiator, di dalam ormas yang digawangi pengusaha Hary Tanoesoedibjo sebagai ketua umum itu, terhimpun nama-nama politisi top tanah air, seperti Wiranto, Agum Gumelar dan Azis Samsuddin.

Yusril mengharapkan, Perindo dapat menjadi forum diskusi dan pengembangan gagasan-gagasan segar tentang perpolitikan di tanah air. Dari situ, kelak akan muncul tokoh yang diharapkan dapat menawarkan solusi untuk mengatasi persoalan bangsa dan tantangan ke depan.

Banyak yang berharap, tokoh itu adalah Yusril Ihza Mahendra, pendekar hukum yang tak hanya punya nyali, tapi juga mengerti apa yang harus ia lakukan. (***)