Kejutan Samsung Bernama Tizen

samsung tizen Samsung yang mendominasi pasar global kini menelurkan sistem operasi teranyar bernama Tizen. Hal ini membuat Google ketar-ketir. Di sisi lain, ada dua sistem operasi lain meramaikan persaingan pasar ponsel.

Ranap Simanjuntak

Bukan main seriusnya Samsung menggarap ponsel kelas high end. Raksasa teknologi asal Korea Selatan ini bakal meluncurkan ponsel cerdas berbasis sistem operasi baru bernama Tizen. Padahal, baru saja mereka merilis Galaxy S IV dengan berbagai kecanggihan seperti fitur pendeteksi pergerakan mata. Serta, akan meluncurkan Galaxy Note 3 dengan mengusung layar fleksibel anti pecah, menggantikan kedigdayaan Galaxy Note 2.

Dari lansiran TheVerge, Wakil Presiden Eksekutif Samsung, Lee Young-Hee menyebut smartphone berbasis Tizen pada kuartal ketiga, antara Agustus atau September mendatang. “Ponsel Tizen akan menjadi tonggak sangat penting. Itu adalah produk terbaik yang dilengkapi dengan spesifikasi terbaik,” jelas Lee.

Lee pun memberi isyarat platform software ini menjadi produk isimewa. Ini bisa menjadi partner sekaligus pesaing berat si robot hijau. Bahkan, Samsung akan menelurkannya dalam beberapa seri ponsel. “Kami berharap bisa membawa sistem operasi Tizen untuk perangkat kategori menengah ke bawah kelak,” tambahnya.samsung tizen 2

Tizen merupakan proyek besar Samsung bersama produsen prosesor Intel dan Linux Foundation yang dipastikan menjadi pilihan lain dari sistem operasi yang sukses sebelumnya seperti Apple iOS, Google Android, RIM BlackBerry, dan Microsoft Windows Phone. Sistem operasi ini merupakan sistem operasi bersifat terbuka (open source) untuk perangkat mobile yang memakai inti program (kernel) Linux.

Ada penggabungan sejumlah modul seperti manajemen jaringan dari MeeGo proyek pada Tizen. Hasilnya merupakan kombinasi dari operasi sistem mobile Moblin yang diciptakan oleh Intel dan Maemo yang diciptakan oleh Nokia.

Selain itu, Tizen sendiri akan dirancang untuk digunakan dalam tablet, netbook, smartphone, Smart TV, GPS dan perangkat lainnya. Software development kit Tizen sudah diterbitkan oleh Samsung. Namun, hal tersebut masih pada pembatasan lisensi proprietary. Juga, termasuk web lingkungan pengembangan terintegrasi, kompilasi toolchain, contoh kode, emulator dan dokumentasi. samsung tizen 3

Apa sebenarnya kelebihan sistem operasi anyar ini? Secara akumulasi terletak pada dukungan HTML5 yang bisa dibilang terbaik. Lalu, mampu menampung banyak aplikasi lapisan kompatibilitas yang akan memungkinkan perangkat untuk menjalankan aplikasi yang dikembangkan untuk sistes operasi lain seperti Android.

Dengan begitu, Tizen mampu menjalankan aplikasi Android berkat sebuah program yang disebut Application Compatibility Layer (ACL). Open Mobile selaku perusahaan motor penggerak ACL mengklaim aplikasi Android akan dapat dijalankan pada perangkat berplatform Tizen dengan kompatibilitas 100% dan menampilkan respon pengguna yang sama seperti pada perangkat Android sebenarnya.

Tizen sejatinya membawa harapan menjadi proyek yang sukses, karena diperkirakan lebih disukai para pengembang untuk layanan aplikasi dan layanan Mobile. Selain itu diprediksi akan menjadi OS andalan dari beberapa perangkat khususnya Smartphone dan Tablet. samsung tizen 4

Makin panas

Hubungan Samsung dan Google akhir-akhir ini semakin panas. Google yang menjadi pimpinan dalam konsorsium Open Handset Alliance (OHA) yang beranggotakan 84 perusahaan dalam memasarkan Andoid lagi was-was. Robot hijau yang dia buat meski sudah menjelma menjadi sistem operasi paling handal teknologi dewasa ini dihantui hantu bagi-bagi kue.

Dengan memakai sistem operasi terbuka milik Google ini, Samsung menjadi raksasa mobile. Tahun lalu saja, produk mereka menguasai hingga 40% pasar smartphone global. Samsung dengan mudah mampu menjual puluhan juta unit hanya dalam hitungan kuartal saja. Hal ini membawa kekhawatiran bagi Google kalau Samsung yang selama ini mendapat bagian 10% dari penghasilan iklan mobile Google akan minta jatah lebih besar.

Di samping itu, Samsung juga gregetan dengan akuisisi Google atas Motorola Mobility. Beberapa produsen Android menilai Google akan member tempat lebih besar buat Motorola dalam industri ponsel pintar Android. Nah cara Samsung mendukung proyek Tizen ini disebut-sebut sebagai upaya agar tak bergantung sepenuhnya pada Android.

Samsung kemudian bergabung dalam proyek besar organisasi Linux Foundation setelah operator seluler Sprint Nextel asal AS dan raksasa teknologi otomotif Automotive Grade Linux Workgroup turut bergabung. Pada Juni 2012, Samsung menyatakan bergabung dengan Linux Foundation dan langsung menjadi donatur tingkat Platinum sebagai level tertinggi dalam struktur keanggotaan. Samsung dalam hal ini, diwajibkan donasi US$ 500 ribu per tahun. Karena itu, persaingan Google dan Samsung kian sengit.

Tandingan Lain

          Tahun ini, selain Tizen juga hadir dua sistem operasi operasi mobile open source baru selain Andoid, yakni Firefox OS, dan Ubuntu. Mereka akan memperebutkan tiket menjadi pengganti robot hijau.

samsung tizen 5 Secara ringkas, Firefox OS dikembangkan Mozilla Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang menciptakan perangkat lunak peramban (browser). Ia merupakan penamaan ulang dari proyek “Boot to Gecko” (B2G), yang pada mulanya juga proyek sistem operasi mobile berbasis web terbuka dari Mozilla. Firefox OS diungkapkan menjadi ekosistem mobile yang sepenuhnya terbuka.

Dibangun sepenuhnya pada standar web terbuka dan aplikasi yang dikembangkan juga dengan teknologi HTML5. Sejauh ini dua produsen ponsel asal China ZTE dan TCL menyatakan sanggup membuat ponsel dengan sistem operasi dibalut prosesor Snapdragon dari Qualcomm yang juga akan rilis tahun ini.

Sedangkan Ubuntu yang juga dibangun dengan kernel Linux dirancang buat gadget pada perangkat dengan prosesor berarsitektur ARM dan X86. Kabarnya akan ada tambahan Application Programming Interface (API) guna membujuk para pengembang dan diluncurkan akhir tahun. Namun, Ubuntu beda kelas karena menargetkan lebih banyak segmen pasar kelas menengah ke bawah.

Asa Dirut PT Askes Fahmi Idris

fahmi idrisPengalihan korporasi PT Askes menjadi badan publik BPJS Kesehatan sedang digenjot. Baru dilantik sejak Januari lalu, tugasnya sudah menggunung meracik sistem bantuan kesehatan bagi rakyat kecil.

 Ranap Simanjuntak

 “Saya melihat sejauh ini Pak Fahmi cukup baik. Dalam beberapa kali sidang, beliau memaparkan rencana kerja yang jelas dan transparan. Kita tunggu saja bagaimana nanti kinerjanya,” demikian Poempida Hidayatullah, anggota Komisi IX DPR RI menanggapi sosok Direktur Utama (Dirut) PT Askes (Persero) Fahmi Idris.

Poempida menekankan, perlunya nakhoda mumpuni buat PT Askes yang sedang mempersiapkan diri dalam transformasi menjadi Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS). Di mana, sejak 1 Januari 2014, perusahaan pelat merah ini akan menjadi BPJS Kesehatan yang memfasilitasi bantuan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu sesuai UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS.

Fahmi Idris sendiri menilai, proses peralihan itu tidaklah mudah. Sebab banyak yang diperhatikan, mulai dari data kepesertaan, perangkat pendukung sampai ketenagakerjaan. Begitu pula soal pengalihan aset, liability, dan kewajiban korporasi.Karenanya, hampir saban hari lelaki kelahiran Palembang, 1 Februari 1968 itu selalu rapat, baik internal maupun eksternal. “Di internal misalnya melakukan proses transformasi kultural maupun struktural. Untuk eksternal misalnya melakukan koordinasi dan komunikasi yang efektif dengan lintas sektoral,” sebut mantan Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) periode 2006 – 2009 ini.

Untungnya, Fahmi bukanlah baru dalam terbentuknya BPJS. Dia merupakan anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), yang membidani lahirnya BPJS. Suami dari Rini Purnamasari itu awalnya sebagai tokoh ahli DJSN pada 2008. Kemudian, menjadi Ketua Komisi Pengkajian dan Penelitian DJSN sejak 2012.

Selain itu, track record selaku dokter membuatnya paham betul perkara kesehatan. Setelah lulus fakultas kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) pada 1993 dia langsung mempraktekkan ilmunya di daerah kecil Sumatera Selatan (Sumsel). Dua tahun kemudian, menjabat Kepala Puskesmas Makarti Jaya, Sungsang di Sumsel. Kemudian, lulusan terbaik pasca sarjana program Ilmu Kesehatan Masyarakat UI pada 1998 itu selanjutnya menjadi pegawai negeri sipil sebagai staf pengajar di Universitas Sriwijaya. fahmi idris 2

Kecintaannya terhadap bidang pendidikan serta perkembangan ilmu kedokeran membuat Fahmi serius menelurkan pengetahuan kepada para mahasiswa. Alahasil dirinya mendapatkan penghargaan dosen berprestasi oleh Fakultas Kedokteran Unsri pada 2005. Juga meraih Life Achivement Award dari Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia pada 2008.

Anak almarhum H Ali Aga ini juga sempat santer ditawari jabatan wakil menteri kesehatan (wamen) saat resguffle 2011. Akan tetapi batal lantaran alasan seorang menjabat wamen harus pernah menjabat eselon 1A. Ini sesuai dengan UU tentang Kementerian Negara dan Peraturan Presiden No 47/2009 tentang Organisasi Kementerian.

Di sisi lain, dirinya juga terlibat aktf dalam organisasi sosial maupun keagamaan. Fahmi tercatat sebagai Ketua Majelis Pimpinan Pusat ICMI (2011-2016), pengurus pusat Dewan Masjid Indonesia (2012-2017),dan Ketua Koordinator Panti Asuhan/Majelis Taklim di bawah Yayasan HM Ali Agam (2006-saat ini). “Kita terus melakukan peningkatan layanan kepada masyarakat melalui program gotong royong untuk sehat,” imbuh Fahmi di hadapan anggota dewan masjid Indonesia.

Merujuk harapan, Fahmi berharap mewujudkan jaminan kesehatan buat seluruh rakyat pada 2019. “Saat ini saja, sekitar 63,13% dari 236 juta penduduk Indonesia yang bisa menikmati skema asuransi kesehatan. Sisanya 36,87% masih perlu penanganan lebih lanjut. Nah dengan adanya BPJS Kesehatan melalui program jaminan kesehatan nasional, kita berharap agar penduduk Indonesia dapat merasakan fasilitas jaminan kesehatan secara merata setidaknya di tahun 2019,” tambah mantan Koordinator Sekretaris Bersama 5 Organisasi Profesi Kesehatan (Ikatan Bidan Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia, Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia, Persatuan Dokter Gigi Indonesia, dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia) itu.

Fahmi menambahkan, saat ini, jumlah orang miskin dan tidak mampu yang ditanggung pemerintah melalui skema Jamkesmas meningkat dari 76,4 juta jiwa tahun 2012, menjadi 86,4 juta jiwa di 2013. Ditargetkan jumlah ini akan bertambah menjadi 97,6 juta jiwa, atau berkisar 40% dari seluruh masyarakat Indonesia dengan tingkat kesejahteraan terendah.

Ayah tiga anak yang pernah menerima penghargaan Satyalencana Karya Satya X oleh  Presiden SBY pada 2010 itu menjelaskan, nantinya jumlah peserta BPJS Kesehatan tatkala beroperasi sebanyak 121,4 juta orang. Jumlah itu berasal dari peserta Askes, program JPK Jamsostek, Jamkesda, Jamkesmas dan lainnya. “Hal yang perlu diperhatikan pemerintah salah satunya jumlah penduduk lanjut usia di atas 60 tahun diperkirakan akan terus meningkat hingga 2025. Masalah ini tidak hanya membayangi negara Indonesia saja tapi juga menjadi masalah negara-negara lain di dunia,” ungkapnya.

fahmi idris 3 Lelaki yang sudah mendapat pelatihan sekaligus pengkajian kesehatan di berbagai negara seperti Filipina, Australia hingga Jerman ini lantas menggenjot peran besar BPJS Kesehatan. Hal utama soal penyerapan kartu Jamkesmas yang tahun lalu baru mencapai 6.915.598 surat keabsahan peserta. Sehingga, akan menambah armada tenaga kerja. “Untuk verifikator independen yang ada selama ini akan direkrut menjadi pegawai BPJS Kesehatan karena sudah punya pengalaman. Tentunya melalui mekanisme rekrutmen pegawai dan seleksi pagawai yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Ketika ditanya soal nasib status nasib PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (PT AJII), Fami tak mau buru-buru ambil kesimpulan. Baginya, status anak usaha PT Askes ini masih menunggu disahkannya RPP Pengelolaan Aset dan Liabilitas BPJS Kesehatan. “Saat ini atas keputusan pemegang saham, PT Askes diminta melakukan kajian terkait divestasi PT AJII,”  jawab lulusan terbaik predikat andalan peserta program pendidikan reguler Lemhannas RI XLV pada 2010 tersebut.

 BIODATA FAHMI IDRIS

Nama : Dr. dr. Fachmi Idris, M.Kes

Tempat, Tanggal Lahir : Palembang, 1 Februari 1968

 Istri : Dr. dr. Rini Purnamasari, Sp. A.

Anak : Ridho Fachri M, Rizqy Fachri M, Rifa Rahma A

 PEKERJAAN:

Dirut PT Askes (Persero) : 2013-2018

Dewan Komisaris PT Askes (Persero) : 2008 s/d sekarang

Wakil Ketua Komite Audit PT Askes (Persero) : 2009-2011

Dewan Pengawas RS Moh Husin Palembang (BLU) : 2007- 2011

Dosen FK UNSRI : 1997 – Sekarang

Kepala Puskesmas Makarti Jaya, Sungsang MUBA Sumatera Selatan : 1995

PENDIDIKAN:

-      Sekolah Dasar Negeri 62, Palembang (1973 – 1980)

-      Madrasah Ibtida’yah 1 (Tangga Buntung), Palembang (1973 – 1980)

-      Sekolah Menengah Pertama Negeri 5, Palembang (1980 – 1983)

-      Sekolah Menengah Atas Negeri 10, Palembang (1983 – 1986)

-      Fakultas Kedokteran Unsri (1986 – 1993)

-      Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, Program Pasca Sarjana UI (1996–1998)

-      Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat dari UI (1998 – 2003)

Profil Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo: Dari Ekonomi Biru Sampai Swasembada Garam

Menjawab berbagai keraguan atas pengetahuan soal kelautan dan perikanan, Sharif Cicip Sutarjo mampu membawa konsep Blue Economy berazas kelanjutan. Ia juga berhasil  mengukir swasembada garam yang dirindukan selama setengah abad.

Sharif Cicip Sutardjo 2Angin reshuffle pada Oktober 2011 mencuatkan nama Sharif Cicip Sutardjo. Lelaki kelahiran Yogyakarta, 10 Oktober 1948 ini menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) menggantikan Fadel Muhammad.

Di tengah berbagai dukungan ada pula suara sumbang mengungkapkan nada sinis atau pesimistis berlebihan. Seperti diutarakan Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) Riza Damanik sehari sebelum Sharif Cicip Sutardjo dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai MKP. “Dari hasil penelusuran kami, tidak ada koneksinya antara dia dan kelautan serta perikanan, dia tidak memiliki keahlian di bidang itu,” katanya.

Riza menilai, kelautan dan perikanan memiliki pekerjaan rumah yang sangat banyak sehingga dibutuhkan orang yang berpengalaman dan memiliki keahlian di bidang itu.Pemilihan tersebut lebih terasa aroma kompromi politik dibandingkan keinginanan untuk meningkatkan kinerja. “Tidak ada keraguan kalau dia yang dipilih penuh pertimbangan politik,” tambahnya.

Namun Cicip—begitu dia disapa—tak banyak mengomentari perihal debat kusir. Dia langsung saja memulai lembaran baru pekerjaan dengan menapaki pekerjaan secara serius. Misalnya saja, melanjutkan pilot project Fadel Muhammad sebagai MKP dengan konsep Minapolitan, yakni pembangunan ekonomi kelautan dan perikanan berbasis kawasan.

Sosoknya yang terkesan low profile sekaligus tak ingin terikat kaku pada sistem protokoler membuatnya lima hari pasca dilantik langsung ikut rapat dengan dewan legislatif yang notabene doyan mengkritik. Di gedung kura-kura itu, Cicip dalam rapat kerja pertama dengan Komisi IV DPR RI bersedia menjalankan pekerjaan dengan mempelajari terlebih dulu.  “Kita mesti pelajari dulu, baru kita akan bicara langkah ke depan,” sebut Cicip.

Toh tak lama, dia memerintahkan program penuntasan pembangunan 41 lokasi program percontohan Minapolitan.  Selanjutnya, setelah memahami akar masalah, Cicip mengusung program industrialisasi sektor perikanan dengan upaya memodernisasi nelayan dan memperkuat sistem manajemen pelayanan pelabuhan.

Ada pencetusan konsep Ekonomi Biru alias Blue Economy. Hal ini yang kemudian bahkan sudah menjadi gaung di dunia internasional. Di mana, pemerintah Indonesia di Forum Rio+20 di Rio de Janeiro, Brasil pada akhir Juni 2012 menyampaikan usulan tentang prinsip Ekonomi Biru guna mendorong kesadaran global terhadap pengelolaan laut dan sumber daya pesisir.

Sebenarnya pemikiran Blue Economy sendiri terlahir dari oleh Gunter  Pauli, seoarang Pendiri Zero Emissions Research Institute. Dalam buku karangannya, Blue Economy: 10 Years-100 initiatives-100 Milion Jobs   (2010) itu tersusun langkah rapi mencapai tujuan akhir dalam menggeser masyarakat dari kelangkaan menuju kelimpahan. Prinsipnya, efesiensi sumber daya, nirlimbah (zero waste), inklusi sosial, pemerataan sosial dan kesempatan kerja bagi orang miskin, inovasi dan adaptasi serta  efek ekonomi pengganda.

Sebagai nakhoda Cicip melihat perlunya pencapaian peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan mengedepankan konservasi keanekaragaman hayati yang berpusat pada rakyat dengan pula menitikkan pada kearifan lokal. Sehingga, masyarakat pesisir dan nelayan mendapatkan pengetahuan atau edukasi soal pemeliharaan ekosistem.

Berbagai sosialisasi kemudian diluncurkan. Dibuatlah penyuluhan secara rutin soal pelarangan merugikan pelestarian seperti penangkapan ikan dengan bom. Pengembangan wisata bahari yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan juga diarahkan kepada pemikiran keberlangsungan dan keberlanjutan di masa mendatang.

Hal ini amat penting mengingat luas laut Indonesia lebih kurang 5,8 juta kilo meter persegi atau 2/3 luas wilayah keseluruhan RI. Dengan garis pantai sepanjang 95.181 km sebagai yang terpanjang kedua di dunia setelah Kanada, maka potensi sumberdaya perikanan laut yang cukup besar, bisa punah bila tak dijaga pelestariannya.

Sejatinya, program Cicip ini telah menunjukkan hasil. Beberapa indikator keberhasilan terpampang jelas dalam sumbangan kenaikan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Perikanan sebesar 6,48%, produksi perikanan mencapai 15,26 juta ton, produksi garam menyentuh angka 2,02 juta ton. Begitu pula tingkat konsumsi ikan dalam negeri naik hingga 33,89 kg/kapita serta Nilai Tukar Nelayan (NTN) yang memberi gambaran peningkatan taraf hidup nelayan.

Cicip pula memberi tambahan gambaran sukses konsep Blue Economy lewat pengembangan kawasan konservasi perairan yang dikelola secara berkelanjutan mencapai luas 16,06 juta hektar (ha). Selain itu, kawasan konservasi bertambah lagi seluas 661,4 ribu ha.

Bukan cuma itu, pemanfataan kawasan terbilang efektif. Pulau kecil yang selama ini menganggur mulai dimanfaatkan sekaligus dilestarikan. Setidaknya hingga 2012, jumlah pulau-pulau kecil termasuk pulau kecil terluar yang telah dikelola sebanyak 60 pulau. Di sisi lain, sektor pengawasan pun berlangsung baik. Presentase wilayah perairan yang bebas IUU Fishing dan kegiatan perusakan lainnya ditekan hingga 41%.

Pada 2013, pendekatan Blue Economy lalu dikembangkan melalui peningkatan nilai tambah dan sinergi hulu-hilir usaha ekonomi kelautan dan perikanan. Basisnya pada komoditas, kawasan serta pembenahan sistem dan manajemen. Di mana, pelabuhan sebagai salah satu yang dibenahi.

Cicip memerintahkan kelanjutan berbagai program yang terbukti membawa hasil seperti Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP), program Pengembangan Desa Pesisir Tangguh (PDPT), dan Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR). Hanya saja titik perhatiannya dipusatkan pada pelabuhan di 200 lokasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di seluruh wilayah Indonesia. “Juga memastikan kegiatan lintas sektor dapat terlaksana,“ imbuh alumnus Universitas Padjaran Bandung ini.

Agar mencapai hasil maksimal, pengembangan karantina ikan dan pengendalian mutu melalui peningkatan mutu produk digalakkan. Sekaligus melakukan pengendalian impor ikan secara maksimal. “Untuk bidang konservasi dan lingkungan, KKP telah mendorong Pemda terlibat pelaksanaan COREMAP III serta peningkatan kualitas lingkungan di pulau-pulau kecil melalui rehabilitasi ekosistem pesisir,” paparnya.

Dengan begitu, capaian produksi perikanan hingga 22,39 juta ton bisa terlaksana. Alhasil, sesuai target pertumbuhan PDB perikanan sebesar 7,25% yang memberi sumbangsih pembangunan nasional. Serta mengerucutkan jumlah penduduk miskin nasional di wilayah pesisir.

Akibat keterbatasan anggaran pemerintah, lantas Cicip mendorong terwujudnya kawasan pertumbuhan ekonomi berbasis partisipasi sektor usaha. Diberikan insentif dan perlakuan khusus agar mengundang sektor usaha membangun kawasan pertumbuhan ekonomi.

Hilirisasi Rumput Laut

Melihat komoditas rumput laut Indonesia punya keunggulan komparatif, Cicip lalu mendorong hilirisasi olahan rumput laut. Ini guna memacu ekspor produk rumput laut olahan. Sebab, selama ini ini berbagai produknya seperti ATC (Alkali Treated Cotonii), SRC (Semi Refine Caraginan), dan RC (Refine Caraginan) bisa menjadi daya jual tersendiri. Sharif Cicip Sutardjo

Menurut Cicip, hilirisasi ini akan berdampak pada penguatan struktur industri di dalam negeri, peningkatan nilai tambah, perluasan lapangan kerja, dan terpenuhinya pasar dalam negeri serta meningkatnya ekspor olahan rumput laut. “Industrialisasi rumput laut tidak hanya sebatas untuk meningkatkan devisa negara, tetapi juga untuk memberikan lapangan pekerjaan dan kesejahteraan bagi pembudidaya rumput laut yang umumnya merupakan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir,” terangnya.

Selama ini, ekspor bahan baku rumput laut Indonesia hingga mencapai kisaran 75-80 persen. Namun ada ketergantungan impor karagenan sebesar 1.320 ton. Karenanya Cicip menggulirkan menempatkan rumput laut sebagai komoditas utama, bersanding dengan komoditas tuna, tongkol, cakalang, udang, bandeng, dan patin.

Pada 2011 sendiri, produksi rumput laut Indonesia adalah sebesar 5,17 juta ton pada 2011. Namun dua tahun belakangan jumlahnya meningkat signifikan. Bahkan pada 2014 mendatang, target produksi basah rumput laut naik dua kali menjadi 10 juta ton per tahun. “Sebagai bahan baku industri, rumput laut memiliki lebih dari 500 end product. Saat ini permintaan akan produk olahan komoditas rumput laut sangat dibutuhkan oleh industri, baik pangan maupun non pangan,” begitu Cicip member alasan.

Swasembada Garam

Selama hampir 50 tahun negeri ini dilanda kekurangan produksi garam, akhirnya pada 2012 pemerintah telah mengklaim hasil swasembada garam. Hal ini berkat gebrakan Cicip mengintensifkan Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) untuk memacu produksi dan kualitas garam rakyat.

Program ini dinilai efektif karena berhasil meningkatan produksi garam dari rata-rata 55 ton/ha menjadi 73,73 ton/ha. Serta, mewujudkan kesadaran stakeholder garam nasional dalam membenahi sistem dan tata kelola niaga garam yang berkeadilan dan berkesinambungan antara petani garam rakyat, industri garam nasional.

Mengacu data Kementerian Kelautan dan Perikanan, stok garam konsumsi tahun 2012 sebanyak 2.978.616 ton, meliputi produksi garam rakyat pada 40 kabupaten/kota, tujuh sentra garam, dan 33 lokasi penyangga dengan total sebesar 2.473.716 ton. Ditambah stok PT Garam 385.000 ton dan sisa impor garam 119.900 ton. Sedangkan kebutuhan garam konsumsi pada semester II-2012 sebanyak 720.000 ton, dan pada semester I-2013 diprediksi 720.000 ton sehingga terdapat surplus garam konsumsi nasional sebanyak 1.538.616 ton.

Sang Politisi, Pengusaha, dan Hasrat Membangun Desa

 Sejatinya, Sharif Cicip Sutardjo sebagai politisi handal. Dia merupakan salah satu pimpinan Partai Golkar yang kini menjadi salah satu Wakil Ketua Umum periode 2009-2014. Di era Orde Baru dia pernah menjadi anggota MPR RI.

Perjuangan politiknya menyangkut pengentasan kemiskinan dan mengurangi pengangguran, terutama di kawasan pedesaan. Menurutnya, saat ini memang banyak pembangunan di desa. Namun pembangunan seperti hotel, lapangan golf, pusat perbelanjaan itu tak berorientasi pada pemberdayaan kapasitas masyarakat desa.

“Pembangunan di desa beda dengan pembangunan desa. Yang terjadi sekarang masyarakat desa semakin terpojok secara perekonomian dan tergeser secara sosial. Perlu segera diupayakan perubahan yang drastis. Kami yakin pemerintah bisa memanfaatkan momentum saat ini untuk mengubah postur APBN yang lebih pro desa,” ungkap mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 1986-1989 ini. Sharif Cicip Sutardjo fadel

Sebagai Anak dari seorang ayah yang berprofesi sebagai tentara ini terbiasa dengan kedisiplinan. Karenanya, Cicip selalu tepat waktu dalam mengerjakan tugas maupun pekerjaan. Begitu pula tatkala dia ditunjuk menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan menggantikan teman satu koleganya satu partai, Fadel Muhammad yang sama-sama menjabat Wakil Ketua Umum Partai Golkar.

Ketua Dewan Penasehat Kadin 2009-2010 ini, memberi perhatian soal konservasi pengelolaan sumber daya laut dan pesisir. Hingga pertengahan 2012 saja, Indonesia tercatat berhasil menetapkan kawasan konservasi laut seluas 15,35 juta ha atau mencapai 76,75 persen dari target yang telah ditetapkan sebesar 20 juta ha pada 2020. Salah satu yang berhasil misalnya penetapan kawasan konvervasi laut Sawu seluas 3,5 juta hektar sebagai kawasan konservasi laut dan terbesar di Asia Tenggara, bahkan di dunia berdasarkan jenisnya.

Selain itu, lelaki berusia 54 itu merupakan salah satu pengusaha properti sukses. Ia adalah seorang Dirut Ariobimo Perkasa yang sekaligus sebagai pemilik kelompok usaha tersebut. Perusahaan itu sendiri pernah menjadi kontroversial saat rencana pembangunan Mall Taman Ria pada 2010.

Perjalanan karirnya sendiri bermula saat terpilih sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) 1983 – 1989 dan Anggota Tim Evaluasi Program Pin Nasional 2002. Dirinya pun pernah menjadi Ketua Komite Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Telematika Perposan dan Media Massa pada tahun 2000 hingga 2004.

Cicip pernah mencalonkan diri menjadi Ketua Umum Kadin tetapi dikalahkan oleh MS Hidayat yang sekarang menjadi Menteri Perindustrian. Ia dikabarkan sebenarnya juga pernah menjadi salah satu orang yang sempat dinominasikan oleh Partai Golkar untuk menjabat posisi kementerian baik pada tahun 2004 maupun 2009. Barulah 19 Oktober 2011 dia resmi menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan.

Profil Roy Suryo Menpoira, Berpacu Demi Olahraga Nasional

Roy suryo Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya memastikan Roy Suryo Notodiprojo sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olahraga baru pada 11 Januari 2013. Ia menggantikan Andi Alifian Mallarangeng. Pengangkatan tersebut,  berdasarkan beberapa pertimbangan, saran,  pandangan dari wakil presiden dan pejabat lain, serta menjaring pandangan dan masyarakat luas.

Berdasarkan hasil wawancara serta uji kepatutan dan kelayakan, Roy Suryo dinilai berkompeten menjalankan tiga tugas utama sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga yang baru. “Dan hasilnya baik,” SBY mengatakan, seperti dikutip dari Tempo.co. Menurut SBY, anggota Komisi Pertahanan dan Luar Negeri ini cakap untuk mengemban tugas sebagai Menpora. Ia juga mempertimbangkan integritas yang bersangkutan.

Beberapa saat setelah resmi menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga, nama Roy Suryo langsung melejit di dunia maya. Ia  menjadi trending topic di Twitter pada hari itu. Tanggapan positif dan negatif keluar atas pengangkatan tokoh yang dikenal sebagai pengamat telematika itu.

Saat itu Roy sempat mengatakan beban tugasnya kali ini cukup berat. Apalagi, ia sama sekali tak memiliki latar belakang ilmu olahraga. Meski mendapat cibiran dari banyak orang, ia berjanji akan menjalankan amanat ini dengan sebaik mungkin.

Nama kader dari Partai Demokrat itu mulai dikenal di publik ketika ia mengumumkan hasil analisis keabsahan suara Jaksa Agung Andi Muhammad Ghalib dengan Presiden B.J. Habibie kala itu. Majalah Panji Masyarakat memuat transkrip percakapan keduanya. Isinya Habibie secara halus minta Ghalib bersikap lunak terhadap Soeharto.

Seperti dikutip dari ambar76.wordpress.com, Ghalib membantah itu suaranya. Tapi Habibie secara tak langsung mengakui adanya pembicaraan itu. Roy Suryo tergelitik. Roy melakukan analisis dengan menggunakan audio spectrum analyzer, sebuah piranti lunak yang mampu mengidentifikasikan suara. Ini dilakukan dengan membandingkan suara rekaman dengan suara asli. Hasilnya, suara itu identik dengan suara Habibie dan Ghalib.

Pada Agustus tahun yang sama, beredar lagi transkrip rekaman pembicaraan beberapa orang penting. Suara-suara itu di antaranya mirip suara Arnold Baramuli, ketua Dewan Petimbangan Agung, menteri kabinet Tanri Abeng, wakil bendahara Partai Golkar merangkap debt collector Setya Novanto, dan rekannya Djoko S. Tjandra, pengusaha hotel yang juga menawarkan jasa penagihan utang.

Dalam pertemuan itu, Golkar dituduh mendapat dana Rp 50 miliar dari Bank Bali sebagai imbalan atas peran orang-orang ini dalam rekapitalisasi bank itu. Mereka membantah. Pemeriksaan negara untuk menyelidiki kasus Bank Bali juga dianggap tak tuntas. Roy melakukan analisis. Dengan menggunakan piranti lunak yang sama, Roy mendigitalkan rekaman tersebut dan hasilnya memperkuat laporan majalah Gamma, majalah yang pertama kali menurunkan transkrip rekaman.

Wartawan pun berlomba-lomba mewawancarai Roy Suryo. Undangan jadi pembicara mulai berdatangan. Sejak itu pula sosok Roy  Suryo menjadi familiar di masyarakat. Roy kerap menjadi saksi ahli dalam sejumlah kasus kontroversial, di antaranya kasus Prita Mulya Sari dan kasus skandal video porno Ariel. Roy suryo 3

Seperti ditulis Republika.co.id, terakhir, Roy Suryo menebar kontroversi ketika insidennya di sebuah maskapai penerbangan pada tahun 2011, nyaris memancing ricuh dengan penumpang lain. Bahkan akibat insiden yang melibatkan Roy tersebut, pesawat yang akan berangkat dari Jakarta tujuan Yogyakarta sempat terlambat mengudara.

Roy Suryo lahir pada 18 Juli 1968 di Yogyakarta. Ayahnya, Soejono Prawirohadikusumo, seorang neurolog dan ibunya, Soeratmijati Notonegoro, guru sekolah menengah. Roy Suryo generasi keempat dari Sultan Paku Alam III. Ibunda Roy adalah cucu Paku Alam III. Sebagai keturunan langsung Paku Alam, masa kecil dia habiskan di nDalem Notowinatan yang rindang dan luas bersama ketiga saudaranya.

Meskipun menyandang gelar raden mas, Roy tak merasa dirinya istimewa. Ia bermain layang-layang dengan tetangga atau keluar-masuk kampung. Kebiasaan Roy itu oleh Soejono Prawirohadikusumo, ayah Roy, dianggap sebagai sesuatu yang berbeda. Kakak tertua dan adiknya hampir tak pernah keluar-masuk kampung.

Ketertarikan Roy Suryo terhadap teknologi sudah terlihat sejak duduk di bangku sekolah dasar di Yogyakarta. Roy kecil gemar mengutak-atik mobil-mobilan. “Bisa bongkar, tapi nggak bisa pasang,” kenang Yayik Suryo, kakak perempuan Roy.

Roy kecil mempunyai cita-cita jadi sopir bus. Berdua dengan adiknya, Roy menamai mobil mainan mereka. “Kita punya mobil untuk presiden, mobil menteri, bus sekolah, pokoknya lengkap,” kenang Dony Suryo, seperti dikutip dari ambar76.wordpress.com.

Ketika meneruskan pendidikannya di sekolah menengah pertama, ketrampilan Roy dalam bidang elektronika mulai tampak. Di sekolah ia mengikuti kegiatan ekstrakurikuler elektronika. Ia sering membetulkan peralatan elektronik milik ibunya yang rusak. Di sekolah menengah atas, Roy ikut Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (Orari). Berdua dengan kakak sulungnya, Sony, Roy mulai mengutak-atik peralatan komunikasi radio itu.

Roy suryo 2Ketika meneruskan pendidikannya di sekolah menengah pertama, ketrampilan Roy dalam bidang elektronika mulai tampak. Di sekolah ia mengikuti kegiatan ekstrakurikuler elektronika. Ia sering membetulkan peralatan elektronik milik ibunya yang rusak. Di sekolah menengah atas, Roy ikut Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia atau biasa disebut Orari. Berdua dengan kakak sulungnya, Sony, Roy mulai mengutak-atik peralatan komunikasi radio itu.

Ketika lulus, berbekal minat dan bakat, Roy bertekad mencari ilmu yang lebih dalam di jurusan teknik elektro Universitas Gadjah Mada. Dalam formulir pendaftaran, Roy memilih jurusan teknik elektro sebagai pilihan pertama dan komunikasi, pilihan kedua. Pertimbangan Roy, di jurusan komunikasi ia akan belajar hal yang kurang lebih sama dengan jurusan teknik elektro.

Roy ternyata gagal masuk jurusan elektro. Tapi ia diterima di jurusan komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik pada 1986. Ini dua jurusan yang sama sekali berbeda. Satu teknik, satunya ilmu sosial.

Menurut Metrotvnews.com, Roy Suryo sering meraih penghargaan dari lomba fotografi tingkat nasional serta penghargaan dari berbagai pihak. Di antaranya dari Kadin bidang Telematika, Menteri Perhubungan saat era Agum Gumelar, majalah Trend Digital, Telkomsel, dan Garuda Indonesia.

Selain itu, ia juga aktif dalam kepengurusan Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia, juga tercatat sebagai salah satu konsultan teknis di situs resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Terakhir, ia tercatat sebagai Ketua Departemen Komunikasi dan Informasi di Partai Demokrat dan penanggung jawab redaksi di situs resmi Partai Demokrat.

Kini, Roy Suryo berbergerak cepat untuk menuntaskan berbagai persoalan yang sedang mendera olahraga di Tanah Air, salah satunya konflik di tubuh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Profil Joko Widodo, Fenomena Blusukan

Gubernur DKI Joko Widodo adalah sosok yang sangat fenomenal. Pernyataan ini tidak berlebihan jika melihat rekam jejak perjalanan karirnya di birokrasi dan kesehariannya.

jokowiSaat menjabat Wali Kota Solo, Joko Widodo yang kerak disapa Jokowi,   tercatat ke dalam lima besar Wali Kota Terbaik di Dunia berdasarkan publikasi The City Mayors Foundation, London, Inggris. Pada pemilihan Wali Kota Solo periode kedua (2010 – 2015), ia memenangkan persaingan hanya dalam satu putaran dengan suara mutlak, di atas 90%.

Tak berhenti sampai di situ. Dalam pemilihan Gubernur DKI  Jakarta, Jokowi yang berpasangan dengan Basuki Tjahja Purnama alias A Hok,  berhasil mengungguli nama-nama besar seperti gubernur incumbent saat itu, Fauzi Bowo, Gubernur Sumatera Selatan Alex Nurdin dan pasangan kandidat lain yang tak kalah populer.

Kini, ketika kepemimpinannya di DKI Jakarta belum seumur jagung, lelaki berperawakan kurus itu telah digadang-gadang sebagai calon presiden. Hasil survei yang dilakukan Pusat Data Bersatu (PDB), Jokowi menempati urutan puncak dengan 21,2% dalam soal elektabilitas, mengalahkan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto (17,1%), Megawati Soekarnoputri (11,5%),  Rhoma Irama (10,4%), Aburizal Bakrie (9,4%), dan Jusuf Kalla (7,1%).

Toh, sebagai orang Jawa Jokowi rupanya tak harus nggege mongso dan mabuk pujian. Menanggapi hasil survey itu, ia sepertinya tak ambil pusing. “Saya mau fokus bekerja di DKI, menyelesaikan masalah-masalah yang ada. Wong baru 4 bulan bekerja,” kata Jokowi kepada para awak media di balaikota beberapa waktu lalu. Ia mengaku masih memiliki banyak tugas yang harus diselesaikan.

Kemenangan demi kemenangan yang diraih Jokowi dalam berbagai laga pemilihan kepala daerah,– termasuk hasil survei calon presiden,–  merupakan fenomena yang sungguh luar biasa, dan tak pernah terjadi sebelumnya. Bayangkan, dalam survei capres, Jokowi yang relatif orang baru dalam kancah politik dan birokrasi di tanah air mampu mengalahkan para politisi senior sekelas Prabowo, Megawati dan Aburizal Bakrie.

Anak Emas PDI Perjuangan

Pada awalnya Jokowi bukanlah seorang politisi.  Penyandang gelar insinyur dari Fakultas Kehutanan UGM pada tahun (1985), sebelumnya dikenal sebagai pengusaha daerah. Setelah menyelesaikan pendidikannya, Jokowi sempat merantau ke Aceh, dan bekerja di salah satu BUMN di Aceh.

Namun tak lama kemudian ia kembali ke Solo dan bekerja di CV. Roda Jati,  perusahan yang bergerak di bidang perkayuan. Pada tahun 1998, Jokowi akhirnya berusaha secara mandiri di bidang permebelan. Dari sinilah ia mulai menjadi simpatisan PDI Perjuangan.

Dalam sebuah wawancara dipublikasikan di ugm.ac.id., Jokowi mengaku bahwa keterlibatannya di bidang politik lantaran ada permintaan serius dari elemen dan komponen masyarakat. “Untuk menjadi Wali Kota, memang saya harus punya partai yang membawa saya,” ujar Jokowi. Dari situlah Jokowi bergabung dengan PDI Perjuangan. Kini, melihat kinerja dan popularitasnya, Jokowi menjadi anak emas partai yang mengusungnya, PDI Perjuangan.

Ketika maju sebagai Walikota Solo, Jokowi menyatakan bahwa pencalonan dirinya dilandasi dengan beberapa alasan, diantaranya adalah karena dia memang benar-benar serius untuk maju, sekaligus ingin mengakomodasi aspirasi-aspirasi serius yang muncul dari banyak pihak, baik secara pribadi maupun secara kelompok dan organisasi.

Alasan kedua Jokowi, ia ingin agar besama-sama dengan seluruh komponen masyarakat membawa Solo ke arah yang lebih baik, baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional. “Yang ketiga, saya ingin pemerintahan ini diurus secara clean,  tegas dan tanpa kompromi, sehingga good governance dan clean government benar-benar terwujud,” tukasnya.

Meski belum sepenuhnya mampu mewujudkan keinginannya itu, Jokowi dengan gaya khasnya yang langsung turun ke bawah telah berhasil memikat hati masyarakat. Sebagai wali kota di daerah ini, Jokowi praktis ibarat raja. Semua titah dan kebijakannya dilaksanakan oleh segenap oleh aparat di bawahnya dan di-support penuh oleh lapisan masyarakat dengan suka cita.

Program-program prorakyat, terutama yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, pengembangan seni bidaya serta penataan usaha kecil mendapat sambutan yang sangat besar dari warga Solo. Salah satunya adalah pembangunan kawasan  Eco Culture City, atau kota ekonomi budaya. Dalam menjalankan program ini, Jokowi berhasil memindahkan ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang telah menempati lokasi-lokasi strategis dikota Solo, tanpa perlawanan apalagi menimbulkan bentrokan seperti yang kerap terjadi di daerah lain.

Dalam merancang sebuah kota dengan tata ruang yang benar, program ini justru didukung oleh para PKL karena Jokowi melakukannya dengan memanusiakan para pedagang itu.  “Kuncinya adalah pendekatan.  Dengan cara pendekatan kelompok dan pendekatan personal, kita ajak mereka dialog,” ujar Jokowi. jokowi 2

Turun langsung dan mengajak dialog tampaknya menjadi salah satu kunci sukses Jokowi. Cara ini pula yang ia terapkan kini, ketika ia memimpin Jakarta. Demi mengoptimalkan layanan kepada warganya, ia merancang sistem pelayanan terpadu satu pintu yang dapat digunakan untuk mengurus semua surat-surat birokrasi.

Sistem pelayanan terpadu satu pintu akan membuat birokrasi di pemerintahan DKI Jakarta berjalan lebih optimal. Pasalnya, sistem ini bakal memutus sejumlah kerumitan dengan memaksimalkan penggunaan teknologi informasi (online). Masyarakat yang menguasai teknologi dapat mengirim semua data berkaitan dengan surat yang ingin diproses melalui http://www.jakarta.go.id. Sementara masyarakat yang mengalami keterbatasan dapat mendatangi kantor terdekat dan akan dibantu dengan petugas di lokasi.

Dengan sistem tersebut, proses birokrasi pembuatan surat menjadi lebih mudah. Pengawasan pun dapat berjalan dari semua elemen karena masyarakat dapat mengetahui kendala yang memicu proses birokrasinya macet.

Untuk memastikan sistem tersebut berjalan dengan baik, Jokowi tak segan-segan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor kelurahan dan kecamatan. Langkah ini dipandang sebagai  tindakan awal yang baik untuk menata kinerja birokrat di Pemda DKI.

Selain mengunjungi kelurahan sebagai level jejaring birokrasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, Jokowi juga masih blusukan melakukan kunjungan ke banyak kawasan kumuh Jakarta. Hal itu dilakukan untuk memetakan permasalahan dan anggaran yang tersedia.

Jokowi seperti tak peduli dengan istilah pencapaian 100 hari kerja. Ia terus saja berkeliling kampung kumuh untuk mengatahui permasalahan yang ada agar dapat memutuskan langkah apa yang akan diambil untuk penyelesaiannya. Peninjauan langsung ke lapangan tersebut untuk mengetahui hal apa saja yang dapat segera dikerjakan.  “Masyarakat Jakarta perlu disegarkan dengan tindakan-tindakan lebih konkret dan cepat,” kata Jokowi kepada wartawan.

Dalam penanganan masalah kota Jakarta,  ia menargetkan harus ada kemajuan, hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun. Progresnya harus jelas.  Seperti mengenai banjir, setiap tahun harus ada perubahan sehingga lambat laun banjir tidak ada lagi di Jakarta. Juga  mengenai kemacetan lalu lintas, di mana pemerintah DKI Jakarta akan menangani secara bertahap. Jokowi mengaku  sudah memiliki konsep penanganannya dan akan disinkronkan dengan konsep yang dimiliki Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Untuk mengatasi kemacetan lalu lintas dan penataan pemukiman kumuh, Jokowi menemui Menteri BUMN dalam upaya menangani masalah kemacetan. Selain itu juga dibicarakan penataan pemukiman kumuh yang ada di kanan-kiri rel. Permasalahan kawasan kumuh memang harus segera ditata. Ruang terbuka hijau, kampung dengan drainase yang baik, kampung yang punya septic tank, dan kampung yang ada di ruang publik, serta yang ada ruang ekonominya menjadi sebuah keharusan untuk menuju Jakarta sebagai kota yang bersih dan bermartabat.

Sedangkan untuk mengatasi masalah banjir,  Jokowi telah menjalin sinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Ia sadar, penanganan masalah banjir tidak semudah membalik tangan. Karena itu, selain menggandeng instansi terkait, ia juga mengharap, warga juga ikut bekerja keras.

Gaya Jokowi yang sering blusukan ke daerah-daerah kumuh ternyata juga memancing komentar miring dari sejumlah kalangan.  Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Selamat Nurdin, meminta Jokowi agar mengambil langkah nyata, ketimbang melakukan kunjungan ke berbagai daerah. Dalam hal sengketa  Blok A Pasar Tanah Abang, kata Selamat, Jokowi harus memberikan opininya sehingga bisa menyelamatkan Blok A Tanah Abang tersebut.

Menanggapi masukan itu, Jokowi berkilah bahwa masalah di Jakarta banyak sekali. Pihaknya harus mempelajari satu-satu terlebih dahulu sebelum memberikan komentar atau tanggapan.

Itulah Jokowi, sosok yang sangat fenomenal tapi santun. Ia tak pernah emosional dalam menanggapai sesuatu. Bahkan, ketika ia harus berselisih paham dengan atasannya ketika itu, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, Jokowi terkesan mengalah meski ia tetap teguh mempertahankan pendapatnya.

jokowi 3 Di luar kesehariannya, Jokowi yang berperawakan kurus itu punya kegemaran yang cukup unik, yakni menggilai musik-musik cadas. Hampir semua grup musik rock di seluruh dunia ia suka.  Sebut misalnya Led Zeppelin, Nazareth, Queen, Metallica, Linkin Park, Lamb of God dan sejenisnya. Seperti ditulis Solopos, Jokowi  Punya koleksi lumayan komplet dari mulai kaset, poster hingga kaos.

Lagu-lagu rock tersebut sering diputarnya saat waktu senggang, baik di rumah maupun saat di mobil. Sedangkan kaos berbagai grup band musik cadas dalam beberapa kesempatan sering dipakainya. Terutama saat santai dan nonton konser rock. Jabatan yang disandangnya bukan halangan baginya untuk  tetap mencintai musik rock.

Dan kecintaan Jokowi terhadap musik rock, juga tak akan pernah mengganggunya untuk tetap aktif sebagai pemimpin yang harus fokus memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. (***)

Polo Lounge, Elegan Anggur di Jantung Kota Ibukota

Menikmati wine dari keramaian Jakarta dengan nuansa perbauran beragam citra. Polo Lounge menjadi tempat pilihan tepat bagi tempat kumpul eksekutif muda maupun ekspatriat.

Wahyu Arifin dan Ranap Simanjuntak POLO LOUNGE

Jejeran meja kursi di dalam Polo Lounge Jumat malam pekan lalu kemarin cukup ramai. Beberapa lelaki bule terlihat bercengekrama dalam satu meja dengan perempuan-perempuan lokal kolega perusahaannya. Cahaya lampu yang redup membuat ruangan itu temaram.

Tempat nongkrong asyik dengan tampilan klasik itu menyelip di antara hiruk pikuk Jakarta. Tepatnya di lantai 2 Menara Batavia, Jl. KH. Mas Masyur Kav126. Lokasinya amat strategis, tak jauh dari muara pertemuan dari Mega Kuningan dan jalan Sudirman.

Bila naik dari lift gedung Menara Batavia, Anda tinggal menuju ke arah selatan, hanya berjalan 10 meter. “Memang awalnya di sini sebagai tempat makan dan santai bagi karyawan yang ada di perusahaan gedung ini saja. Tapi kini, banyak pengunjung datang dari mana saja,” ungkap Arief Faisal Food & Beverage Manager Mercantile Atheletic Club sebagai induk usaha dari Polo Lounge.

Ketika memasuki pintu restoran sekaligus bar itu, pengunjung dihadapkan langsung dengan meja bartender. Hamparan wine atau anggur beragam merek dan juga cocktail tertata rapi di rak-rak belakang meja bartender. Meskipun cukup banyak pengunjung, ruangan tak terasa pengap dengan asap rokok. Maklum, biasanya banyak mulut-mulut asam yang tak tahan untuk mengepulkan asap nikotin. ”Di sini, bebas merokok mulai dari pukul 15.00 WIB sampai tutup. Kalau dari buka pagi pukul 08.00 WIB itu dilarang merokok. Tapi disediakan juga tempat smoking area di situ,” katanya seraya sebuah ruangan dengan sofa berwarna putih.

POLO LOUNGE 2 Arief menambahkan, pada ruangan utama Polo Lounge dapat menampung hampir 200 orang. Sementara disediakan VIP room yang berkapasitas 30 orang. ”Ada sekitar 40 seating dan 150 standing. Ruangan VIP juga bisa dipesan untuk berbagai urusan pribadi maupun meeting,” sebutnya.

Diana Indrani, Operational Manager Polo Lounge menambahkan, tak lama lagi tempat tersebut akan berubah konsep menjadi lebih elegan. ”Bakal ada peremajaan tempat serta setting tempat yang lebih menghadirkan nuansa hiburan lebih menjanjikan agar mengubah image kaku yang selama ini ada,” sebutnya.

Wine dan Sajian Makanan

Wine, cocktail, dan mocktail adalah jenis minuman yang bisa Anda nikmati. Pilihan wine berbagai jenis mulai dari merogoh kocek ratusan ribu hingga jutaan disediakan di tempat ini. ”Saat wine testing ini kami menghadirkan 4 jenis yang murah meriah, yaitu Chateau Subercaseaux Carbenet Sauvignon, Chateau Subercaseaux Sauvignon, D’arenberg Stump Jump Red, dan yang disukai perempuan yaitu Delicato Merlot. Harganya hanya Rp 350-450 ribu tiap botol,” jelas Arief.

Dirinya menambahkan, ada empat konsep anggur selain proporsi tanin dan alkohol. Karenanya wine sebagai ideologi yang menawarkan keseimbangan komponen dalam menunjukkan struktur anggur. ”Pertama soal manisnya. Anggur off-kering berada di antara dua ekstrem dan semi-sweet. Kedua, keasaman. Ini memberikan ketegasan karakteristik dan berfungsi sebagai tulang punggung. Lalu, tubuh. Ini karakteristik dalam anggur disediakan oleh kandungan alkohol di dalamnya,” urainya. ???????????????????????????????

Kemudian, komponen ketiga soal warna. Menurutnya, ini menjadi ciri khas dalam menentukan umur. Keempat, tekstur. Komponen ini menjadi penting di mana nuansa anggur saat menggulungnya dalam mulut. ”Anda bisa merasakan partikel, secara halus, kompleks, kering, dinamis, mentah, atau berat. Ia bahkan bisa mengganggu atau kasar. Dengan waktu dan usia, tekstur dari sebuah perubahan anggur dan memperoleh kedalaman dan kompleksitas,” tutur lelaki yang awalnya bekerja pada sebuah kapal pesiar berkeliling dunia ini.

Di sinilah, awal mula menikmati wine bukan hanya sekadar bermabuk ria. Rasa serta kualitas wine impor dari berbagai negara seperti dari Australia, Cili, Amerika Serikat pun bisa terus dijaga. Disediakan pula beberapa pilihan jualan per gelas untuk beberapa jenis wine. ”Kalau mau santai dengan minum wine sedikit saja bisa memesan per gelas saja dengan harga Rp 150 ribu. Selain itu ada pilihan minuman lainnya seperti bir. Atau yang tidak suka alkohol bisa memesan kopi, teh, susu, hingga juas buah segar,” lanjut Arief.

Selain itu disiapkan menu makanan, mulai tradisional sampai ala luar negeri. ”Ada nasi goreng, sop buntut, sandwich, pizza hingga pasta. Harga makanan Asia, Eropa, dan Jepang yang disajikan berkisar Rp 40 ribu hingga Rp 300 ribu. Jadi rasa premium harga kaki lima,” ketus Arief sambil tertawa.

Selain itu, Polo Lounge juga akan menggelar beberapa event yang disesuaikan dengan selera pengunjung seperti disertai musik disko. Bisa pula berubah menjadi tempat yang tenang bila diperuntukkan sebagai pertemuan bisnis. ”Pokoknya kami menyesuaikan dengan selera pengunjung,” pungkasnya.

Profil Yusril Ihza Mahendra, Sang Legenda Hukum Indonesia

Tak banyak praktisi hukum yang kritis, berani dan benar-benar memahami anatomi hukum di negeri ini dengan sangat baik. Diantara yang sangat sedikit itu, Yusril Ihza Mahendra adalah salah satunya.

Yusril-Iza-Mahendra

Dengan penguasaan hukum yang sangat baik, Yusril Ihza Mahendra mampu menunjukkan kepada publik, bahkan pembuat kebijakan dan peraturan perundang-undangan tentang adanya kekeliruan dalam sebuah konstruksi hukum.

Akibatnya, negara telah beberapa kali “dipermalukan” oleh Yusril di persidangan, baik di peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) maupun sidang Mahkamah Konstitusi (MK). Politisi yang kerap dijuluki Mohamad Nasir muda itu, antara lain pernah menggugat pemerintah dalam hal jabatan Jaksa Agung, kenaikan harga BBM, pemberian grasi atas terpidana narkoba Schapelle Corby, serta jabatan wakil menteri dalam kabinet pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Fakta terbaru tentang kemenangan Yusril terhadap negara adalah ketika hakim PTUN memenangkan gugatannya sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Bulan Bintang terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU).  “Dalam putusan baru ini, KPU harus mengikutkan PBB untuk menjadikan peserta pemilu 2014,” tegas hakim PTUN yang menyidangkan kasus tersebut.

Seperti diketahui, PBB dan sejumlah partai lainnya oleh KPU dinyatakan tidak lolos dalam keputusan lembaga penyelenggara Pemilu tersebut. Padahal, menurut Yusril, partai-partai yang lolos pun harusnya tidak masuk.

Sejak mengajukan gugatan atas KPU, Yusril Ihza Mahendra memang telah berkali-kali menegaskan akan  menggagalkan keputusan KPU yang hanya meloloskan 10 partai politik pada pemilu 2014. “Saya sudah himpun alat bukti dan saksi untuk membuktikan KPU melakukan kecurangan dalam verifikasi yang juga mengandung unsur penipuan,” kata Yusril dalam keterangan resminya, beberapa waktu lalu.

Dalam wawancara khusus dengan tim ,lensaindonesia.com Yusril Ihza Mahendra menyatakan bahwa sebagai orang yang mengerti hukum ia merasa terpanggil untuk ikut menunjukkan kepada masyarakat bahwa banyak produk hukum dan perundang-undangan yang harus dikoreksi. “Sebagai mantan menteri di bidang hukum saya sering menyampaikan masukan mengenai adanya ketidakberesan itu, namun saya tidak digubrik. Oleh karena itu saya mengajukan gugatan melalui Mahkamah Konstitusi maupun Peradilan Tata Usaha Negara, dan ternyata hakim membenarkan pendapat saya,” ujarnya.

Menurut Yusril, kondisi perekonomian dan pembuatan perundang-undangan Indonesia dinilai sarat oleh kepentingan asing.  Sekarang ini,  negara asing mudah saja menjajah Indonesia. Hanya dengan mengakuisisi aset sumber daya alam yang dimiliki Indonesia, pihak asing bisa memiliki kekayaan alam Indonesia. “Kita ini negara kaya tapi mau dibodohi terhadap negara lain. Kita mudah sekali tunduk pada asing,” ujar mantan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Kabinet Gotong Royong ini.

Pernyataan Yusril jelas, bahwa sesungguhnya ia selalu ingin melawan dan mengoreksi terhadap ketidakbenaran. Namun ia tak banyak cuap-cuap di depan publik. Ia memilih jalur resmi dengan mengirim surat misalnya. Namun jika tak ditanggapi, ia melayangkan gugatan ke MK atau PTUN. Itulah cara Yusril melawan.

Yusril Ihza Mahendra yang dikenal sebagai pakar hukum tata negara, dilahirkan pada 5 Februari 1956 di Lalang, Manggar, Belitung Timur. Ia adalah anak dari pasangan Idris dan Nursiha, yang aktif berorganisasi sejak di bangku SMP. Ketertarikannya pada kegiatan organisasi ia lanjutkan hingga bangku SMA, sebelum ia melanjutkan kuliah ke Universitas Indonesia mengambil ilmu filsafat Fakultas Sastra dan juga Hukum Tata Negara. Yusril-Iza-Mahendra 2

Saat kuliah di UI Yusril Izha Mahendra juga terpilih menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) UI dan bergabung ke Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Badan Komunikasi Pemuda Masjid Indonesia (BKPMI).

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Universitas Indonesia, Yusril Izha Mahendra melanjutkan S-2 ke University of the Punjab (India) untuk mengambil gelar master kemudian melanjutkan lagi S-3 mengambil spesialisasi Perbandingan Politik Masyarakat-Masyarakat Muslim di University Sains Malaysia dengan bidang University Sains Malaysia dan berhasil mendapat gelar Doctor of Philosophy dalam Ilmu Politik.

Di dunia pendidikan Yusril  dikenal sebagai Professor dan Pakar Hukum Tata negara.  Ia berprofesi sebagai dosen di beberapa universitas seperti dosen di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), dosen di Akademi Ilmu Pemasyarakatan, Departemen Kehakiman pada tahun 1983, serta Guru besar di Program Pascasarjana UI dan juga Fakultas Hukum UI. Ia diangkat sebagai Guru Besar Ilmu Hukum di Universitas Indonesia dan mengajar Hukum Tata Negara, Teori Ilmu Hukum dan Filsafat Hukum pada program pascasarjana.

Yusril pernah menjadi wakil Indonesia untuk berbicara dan berpidato dalam sidang Komisi Hak Asasi Manusia PBB, di Jenewa, Swiss.  Ia juga ikut menyusun Konvensi PBB serta menandatanganinya atas nama Pemerintah Republik Indonesia seperti UN Convention on Transnational Organized Crime di Palermo, Italia, dan UN Convention Against Corruption di Markas PBB New York.

Dalam bidang politik, Yusril Izha Mahendra pernah menjadi Ketua Umum Partai Bulan Bintang sejak 1998 hingga 2005. Ia juga pernah menjadi anggota organisasi yang berafiliasi kepada Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) yang bernama Pemuda Muslimin.

Sebagai politisi, ia pernah aktif di dalam kelompok yang disebut Poros Tengah, yang mendorong KH Abdurrahman Wahid ke puncak kursi kepresidenan melalui Sidang Umum MPR RI Oktober 1999.

Di bidang pemerintahan, Yusril pernah menjabat menteri di 3 kabinet.  Di bawah Presiden Gus Dur, ia dipercaya menempati posisi Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. Jabatan yang sama ia sandang di masa Presiden Megawati Soekarnoputri.

Ketika tampuk pemerintahan berpindah ke tangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Yusril dipercaya menjadi Menteri Sekretaris Negara. Namun, Yusril yang pernah menjadi penyokong utama SBY dalam Pilpres 2004 lalu, namanya dicoret dicoret dan digantikan oleh Hatta Rajasa ketika SBY melakukan perombakan kabinet.

Sejak keluar dari pemerintahan, Yusril kembali menjadi pakar hukum dan politik yang sangat kritis. Mantan Mensesneg SBY itu tak segan-segan mengeluarkan kritikan yang keras terhadap pemerintah SBY. Mengenai sikapnya itu, Yusril menegaskan bahwa tindakannya merupakan bagian dari  koreksi atas arah kebijakan yang dinilai salah dari pemerintahan SBY.

Dalam hal pemberian grasi presiden kepada Schapelle Leigh Corby, warga negara Australia yang dipidana atas kasus narkoba, misalnya, Yusril menilai pemerintah tak pernah jujur, alias suka berbohong.  Pada awalnya, pemerintah mengklaim bahwa pemberian grasi tersebut atas pertimbangan Mahkamah Agung (MA). Padahal,  MA membantahnya dan mengaku memberikan masukan agar Presiden tidak memberikan grasi tersebut. “Denny Indrayana (dulu juru bicara presiden,-red) berkilah bahwa grasi Corby telah sesuai pertimbangan MA. Kini terungkap bahwa MA sarankan agar grasi itu ditolak,” jelas Yusril.

Perlakuan khusus terhadap terpidana narkoba itu, kata Yusril menunjukkan bahwa pemerintahan SBY juga tidak memberikan perhatian lebih terhadap bahaya narkoba. Sebelumnya, presiden memberikan grasi kepada gembong narkoba jaringan internasional Deni Setia Maharwan alias Rapi Mohammed Majid. Selain itu, Presiden juga memberikan grasi kepada gembong narkoba Merika Pranola alias Ola alias Tania.

Yusril Ihza Mahendra_3Itulah Yusril, yang tidak hanya kritis namun juga sangat memahami apa yang ia kritisi. Sebagai politisi, tentu saja apa yang ia sampaikan ada muatan-muatan politik tertentu di dalamnya. Namun, sebagai pakar hukum ingin mengingatkan bahwa pemerintah semestinya cermat dan berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan maupun peraturan perundang-undangan.

Di luar aktivitasnya sebagai konsultan hukum dan politisi, kini Yusril aktif dalam sebuah ormas bernama Persatuan Indonesia (Perindo). Ormas ini, kata Yusril kepada tim lensaindonesia.com, didirikan sebagai ruang diskusi bagi para politisi yang merasa prihatin atas kondisi bangsa ini yang tak kunjung beranjak ke arah perbaikan. Selain nama Yusril Ihza Mahendra sebagai inisiator, di dalam ormas yang digawangi pengusaha Hary Tanoesoedibjo sebagai ketua umum itu, terhimpun nama-nama politisi top tanah air, seperti Wiranto, Agum Gumelar dan Azis Samsuddin.

Yusril mengharapkan, Perindo dapat menjadi forum diskusi dan pengembangan gagasan-gagasan segar tentang perpolitikan di tanah air. Dari situ, kelak akan muncul tokoh yang diharapkan dapat menawarkan solusi untuk mengatasi persoalan bangsa dan tantangan ke depan.

Banyak yang berharap, tokoh itu adalah Yusril Ihza Mahendra, pendekar hukum yang tak hanya punya nyali, tapi juga mengerti apa yang harus ia lakukan. (***)

Profil Karni Ilyas, Ketajaman Jurnalistik Bang One

Reputasinya sebagai jurnalis tak diragukan lagi, sampai ia dijadikan maskot tokoh kritis di televisi yang ia pimpin, Bang One di TV One.

 Karni Ilyas “Kewajiban wartawan itu, menurut saya, bekerja di mana pun harus menciptakan berita-berita eksklusif.” Pernyataan itu bukan sekadar ucapan hampa. Wartawan senior Karni Ilyas telah membuktikannya.

Sebagai reporter, Karni Ilyas yang kini menjabat Pemimpin Redaksi TV One, memang selalu memperoleh berita-berita eksklusif. Contohnya, saat menjadi reporter majalah Tempo, ia berhasil mewawancarai Kartika Thahir di  Jenewa, Swiss. Kartika Thahir, istri seorang pejabat Pertamina yang menjadi tangan kanan Ibnu Sutowo, HA Thahir, pada era 1980-an. Karni satu-satunya wartawan yang berhasil menguak kasus korupsi di Pertamina ketika itu.

Seperti dikutip merdeka.com, hasil wawancara tersebut menjadi Laporan Utama majalah Tempo edisi 22 Februari 1992 dengan judul “Suami Saya Hanya Kambing Hitam”. Dalam wawancara sepanjang tiga halaman tersebut, Kartika menyangkal semua tuduhan yang ditujukan kepadanya. Oleh banyak orang, wawancara eksklusif Karni Ilyas dengan Kartika Ratna Tahrir dianggap sebagai pengejaran narasumber yang luar biasa. Ia membongkar skandal yang selama ini tertutup rapat.

Berkat ketajaman intuisinya sebagai pencari berita, banyak berita dan  tayangan ekslusif lahir dari tulisannya. Meskipun jabatannya pemimpin redaksi, Karni tak segan-segan turun ke lapangan berbaur dengan reporter yunior. Ia pula yang berhasil mengendus sekaligus melaporkan penggerebekan gembong teroris Dr. Azahari di Malang.

Itu beberapa contoh dari sederet prestasti yang pernah ditorehkan Karni Ilyas. Karni dikenal sebagai jaminan ekslusivitas berita. Oleh karena itu, tak berlebihan jika dikatakan, ke mana pun ia hinggap dan mengelola sebuah media, hampir bisa dipastikan media itu tumbuh, maju, dan berkembang.

Hingga kini, Karni terus berusaha menciptakan berita-berita eksklusif lewat program talkshow Indonesia Lawyer Club (ILC), sebuah program unggulan yang dikemas secara interaktif dan apik. Ia berusaha untuk memberikan pembelajaran hukum bagi para pemirsa yang ditayangkan di TV One. Melalui program ILC, sebelumnya bernama Jakarta Lawyer Club,– Karni pun berhasil menggugurkan mitos bahwa sebuah berita tidak identik dengan kening berkerut. Ia berhasil menyajikan informasi dengan menarik sehingga enak ditonton.

Sebagai wartawan senior, rekam jejak Karni Ilyas dalam dunia jurnalistik nyaris paripurna, mulai dari koran, majalah, hingga televisi. Tak berlebihan jika ia menjadi “incaran” banyak stasiun televisi.Karni Ilyas 2

Karni Ilyas lahir diBukittinggi, Sumatera Barat, 25 September 1952. Sejak kecil Karni  tampaknya memang ditakdirkan dekat dengan dunia jurnalistik. Minatnya pada dunia tulis menulis sebenarnya sudah terlihat sejak ia SD. Tulisan pertamanya berupa puisi dimuat di koran Haluan Padang.

Dari sanalah kekagumannya kepada sosok wartawan makin memuncak – dan ia pun bercita-cita ingin menjadi wartawan. Semua koran terbitan Jakarta yang masuk ke Padang, kota tempat ia dibesarkan, dibacanya. Agar bisa membaca gratis, Kani berteman dengan agen koran di ibu kota Sumatera Barat itu. Tapi kenapa harus wartawan? Katanya, ada satu hal dari wartawan yang tidak dimiliki profesi lain. “Kita bertarung agar bisa menjadi yang pertama dan terbaik,” cetusnya.

Karni memulai karier sebagai wartawan di Suara Karya pada 1972. Meski sempat meninggalkan kuliah publistiknya ketika menggeluti dunia kewartawanan, Karni tetap melanjutkan kuliahnya di Fakultas  Hukum Universitas Indonesia (UI). Sampai sekarang, selain sebagai wartawan, banyak orang mengenalnya sebagai “orang hukum”.

Pada 1978, Karni Ilyas hijrah ke majalah Tempo, hingga majalah tersebut dibreidel rezim Orde Baru pada 21 Juni 1994. Jabatan terakhir Karni, Redaktur Pelaksana yang antara lain membawahi Rubrik Hukum.  Hampir seluruh persoalan hukum di republik ini tidak penah lepas dari catatannya.

Pada 1991 hingga 1999 ia diberi kepercayaan memimpin majalah hukum Forum Keadilan sebagai Pemimpin Redaksi dengan tetap merangkap sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Tempo. Majalah tersebut sempat menjadi referensi para praktisi hukum dan pengambil keputusan yang terkait dengan masalah hukum. Karni menorehkan catatan kritisnya terhadap persoalan hukum tanah air lewat rubrik “Catatan Hukum”.

Sejak era televisi tiba, Karni meninggalkan media cetak beralih ke media elektronik dengan bergabung ke SCTV. Ia dipercaya memimpin Liputan 6 SCTV  pada 1999-2005. Di layar kaca Karni tampaknya menemukan dunia baru yang ternyata luar biasa. Dalam tempo hanya enam tahun, ia berhasil mengantarkan Liputan 6 SCTV menjadi program berita terkemuka di Tanah Air. “Benar. Itu bahkan dapat kita pertahankan selama enam tahun. Resep dari media cetak ikut masuk, tetapi media visualnya kan juga harus dikuatkan. Media visual itu yang dilihat, yang menarik orang itu kan gambarnya. Jadi intinya bagaimana kita bisa mendapatkan gambar yang lebih bagus daripada stasiun televisi lain,” kata Karni, seperti dikutip dari Republika.

Lalu, Karni hijrah ke Antv  pada 2005. Hanya bertahan dua tahun, Karni lalu dipercaya membenahi TV One  yang baru saja diambil alih keluarga Bakrie pada 2007. Di stasiun televisi yang semula bernama Lativi itu,  anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) itu menempati posisi Direktur Pemberitaan atau Pemimpin Redaksi News & Sports.

Meski tak mudah mengubah haluan dari televise hiburan menjadi televisi berita, toh ia berhasil membuktikan kepiawaiannya. Hanya dalam tempo setahun,  TV One sudah mampu berdiri, dan diperhitungkan sebagai televisi berita terkemuka, bahkan diakui sebagai TV Pemilu nomor wahid.

Sosok Karni yang kritis juga ditampilkan lewat kartun yang bernama Bang One. Tokoh ini muncul pada Maret 2008, sesaat setelah munculnya  TV One. Selama satu tahun karakter tersebut terselip dalam program-program berita TV  One (Kabar Pagi, Siang, dan Malam) dan mendapat apresiasi yang baik.

Sebagai wartawan yang lugas dan kritis, Bang One diberi kesempatan untuk memandu sebuah acara bincang-bincang interaktif berjudul Bang One Show. Dalam mewawancarai narasumber, Bang One selalu mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah.

Penerima Bintang Mahaputra 1999 itu—ia tidak hadir pada acara penyerahannya—juga aktif  di berbagai kegiatan Jakarta Lawyers Club. Pengabdiannya dalam dunia jurnalistik, membawa Karni meraih Panasonic Gobel Awards, untuk kategori “Life Time Achievement” pada 2012.Karni Ilyas 3

Dengan pengabdian yang tak kenal lelah dalam dunia jurnalistik, Karni Ilyas terus mengobarkan semangat untuk senantiasa berkarya dan  berkontribusi untuk mencerdaskan masyarakat. (***)

 

 

PROFIL AHMAD SYAFI’IE MA’ARIF, SANG PLURALIS SEJATI!

Sosok yang menghormati pluralisme ini dikenal bersahaja. Ia tak segan-segan mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah yang tak berpihak untuk kepentingan rakyat.

 SYAFII mAARIFDalam sebuah kesempatan diskusi di hadapan para mahasiswa dan dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta  (UMY) pada 17 Agustus 2012 lalu, Buya Ahmad Syafi’ie Ma’arif kembali  menyuarakan pemberantasan korupsi  yang telah menjadi masalah sangat serius bagi bangsa Indonesia. Ia mengatakan, terus berlangsungnya korupsi seolah menjadikan Indonesia sebagai kawasan  “kumuh”, karena hampir di setiap proyek besar ataupun dalam institusi pemerintahan terdapat berbagai kasus korupsi.

Konsekuensinya, masyarakat mulai kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah dan wakil rakyat. “Korupsi telah menjadi masalah yang sangat serius bagi bangsa Indonesia, hal ini perlu ditindaklanjuti melalui aksi nyata dari berbagai pihak,” tegas  Syafi’ie, seperti ditulis dalam situs um-surabaya.ac.id.  Ia mengajak kalangan perguruan tinggi sebagai institusi intelektual untuk ikut serta dalam upaya pemberantasan korupsi.

Di usianya yang menginjak 78 tahun, Ahmad Syafi’ie Ma’arif memang tak pernah lelah menyuarakan berbagai ketimpangan yang terjadi di Tanah Air, tak terkecuali persoalan korupsi. Syafi’ie dikenal luas sebagai tokoh agama dan ilmuwan yang mempunyai komitmen kebangsaan yang kuat. Sikapnya yang plural, kritis, dan bersahaja telah memposisikannya sebagai Bapak Bangsa. Ia tak segan-segan mengkritik sebuah kekeliruan, meskipun yang dikritik itu adalah temannya sendiri.

Syafi’ie paham betul kondisi itu dilakukannya karena Indonesia membutuhkan pemikiran kritis untuk memajukan bangsa. Menurutnya, dengan pemikiran kritis, tujuan kemerdekaan  bangsa Indonesia  dapat tercapai. Pemikiran kritis diperlukan untuk perubahan menuju Indonesia yang lebih baik.SYAFII mAARIF 2

Dalam masalah agama, sikap Syafi’ie Ma’arif juga sangat tegas dan jelas. Ia keras mengkritik setiap perlakuan tidak adil terhadap kelompok penganut agama manapun. Belum lama ini, misalnya, ia menyoroti  keberagaman di Indonesia. Dalam pandangannya,  Indonesia memang dikenal dengan bangsa yang beragama, tetapi prinsip keadilan dan lapang dada menerima perbedaan belum juga tegak. Saat ini kian banyak kelompok yang ingin membunuh perbedaan itu dengan dalih agama, yang sebetulnya karena kurang paham dan hanya dilandasi oleh egoisme sempit.

Padahal, sudah jelas konstitusi sangat kuat melindungi setiap warga negara untuk memeluk agama dan menjalankannya dengan rasa aman, damai, dan bebas. Namun, negara tidak selalu hadir di saat genting. “Jika negara yang memiliki hak memaksa agar setiap orang tunduk pada konstitusi dan peraturan lainnya menjadi lemah dan kehilangan wibawa, maka anarkisme akan sulit diatasi. Selama 15 tahun terakhir, energi bangsa sangat terkuras oleh rentetan konflik yang tak habis-habisnya,” kata Safi’ie,  seperti dikutip dari Suara Pembaruan.

Syafi’ie berprinsip, pluralisme harus terus dijaga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Pluralisme menunjukkan kemajuan suatu bangsa. Oleh karena itu, ia mengaku tak habis pikir bila banyak pihak menilai pluralisme sebagai prinsip yang haram. Syafi’ie menilai bahwa pluralisme menunjukkan tingkat intelektualisme suatu bangsa.

Oleh karena itu, Syafi’ie memastikan, negara atau masyarakat tanpa pluralisme akan menghasilkan kondisi yang berantakan. Baginya, setiap insan yang ingin melintasi abad harus berpikir cerdas. Maka, dia juga menilai pentingnya muncul majelis tarjih dan kemerdekaan berpikir di tengah-tengah PP Muhammadiyah.

Di luar persoalan pluralisme, Syafi’i juga krisis terhadap perpolitikan di Tanah Air. Menurutnya, tingkat peradaban politik  masih rendah dan “kumuh”. Kualitas demokrasi negara kita di bawah standar. Politik telah menjadi mata pencarian karena seluruh kegiatan politik bukan untuk menyejahterakan rakyat, tapi justru untuk kepentingan pribadi masing-masing. Hampir di setiap proyek besar ataupun dalam institusi pemerintahan terdapat berbagai kasus korupsi.

Anak Minang yang Besar di Yogya SYAFII mAARIF 3

Ahmad Syafi’ie Ma’arif lahir di Sumpurkudus pada 31 Mei 1935 di sebuah  kabupaten yang dinamakan Sijunjung, Sumatera Barat,. Sejak kecil ia hidup dalam lingkungan keislaman yang kental. Masa sekolah Syafi’ie bisa dibilang banyak menemui kesulitan.

Ketika hendak masuk SMA Muhammadiyah di Yogyakarta pada tahun 1956,  ia sempat ditolak karena berasal dari SLTP di Desa Lintau di Sumatera Barat, yang dianggap tidak bermutu. Ia lalu mendaftar ke Madrasah Muallimin Muhammadiyah di kota yang sama. Di sekolah yang mencetak kader-kader da’i Muhammadiyah itu, nilai rapor Syafi’ie selalu bagus dan selalu mendapat peringkat satu.

Ia  hijrah ke Yogyakarta di sekolah yang sama. Ia memang mengambil seluruh pendidikan menengahnya di Mualimin Muhammadiyah. Ia lalu melanjutkan pendidikannya ke Fakultas Hukum Universitas Cokroaminoto, Solo, hingga memperoleh gelar sarjana muda. Selama mahasiswa, ia aktif di  Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Setamat dari Fakultas Hukum, ia melanjutkan pendidikannya ke IKIP Yogyakarta, dan memperoleh gelar sarjana sejarah.

 

Setelah itu ia concern menekuni ilmu sejarah dengan mengikuti Program Master di Departemen Sejarah di Universitas Ohio, Amerika Serikat. Sementara gelar doktornya diperoleh dari Program Studi Bahasa dan Peradaban Timur Dekat, Universitas Chicago, AS, dengan disertasi Islam as the Basis of State: A Study of the Islamic Political Ideas as Reflected in the Constituent Assembly Debates in Indonesia.

Selama di Chicago ia terlibat secara intensif melakukan pengkajian terhadap Al-Quran, dengan bimbingan dari seorang tokoh pembaru pemikiran Islam, Fazlur Rahman. Di sana pula ia  sering terlibat diskusi intensif dengan Nurcholish Madjid dan Amien Rais yang ketika itu juga  sedang mengikuti pendidikan doktornya.

Selama di bawah kepemimpinan Syafi’ie Ma’arif, Muhammadiyah menunjukkan komitmen keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan yang kuat. Perkembangan pemikiran Muhammadiyah pun mengalami kemajuan yang signifikan. Kemajuan ini ditandai oleh banyaknya generasi yang digawangi oleh kaum muda, seperti Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM), Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP), al-Maun Institute.

Komitmen Syafi’ie itu pula yang membuat ia menerima penghargaan Magsaysay Awards 2008 untuk kategori Peace and International Understanding. Dalam kacamata Syafi’ie, perdamaian mempunyai banyak halangan dan tantangan. Tetapi, tanpa perdamaian, hidup menjadi tidak relevan (irrelevant) dan tak lagi bermakna (meaningless). Karena itu, kita tidak boleh lelah untuk memperjuangkannya.

Syafi’ie juga mendirikan sebuah lembaga keislaman, yaitu Ma’arif  Institute for Culture and Humanity. Lembaga ini didirikan pada tanggal 28 Februari 2003 di Jakarta. Didirikannya lembaga ini dilatarbelakangi oleh kasadaran akan pentingnya institusi kultural yang memperjuangkan tersosialisasikannya watak dan ciri khas Islam Indonesia yang berpihak pada keadilan.

SYAFII mAARIF 4 Kemunculan lembaga-lembaga tersebut dilatarbelakangi oleh kegelisahan kaum muda Muhammadiyah sebagai generasi penerus bangsa dan perserikatan. Kaum muda dituntut lebih berani menyuarakan aspirasi dan kepentingan rakyat demi perubahan dan pemihakan. Corak pemikiran dan perkembangan yang dibawa oleh kaum muda tentu akan berbeda dengan pemikiran golongan tua.

Menurut Syafi’ie,  gesekan antargenerasi dan perbedaan cara pandang seharusnya menjadi energi bagi generasi muda untuk selalu eksis di tengah masyarakat yang plural.

Di tengah hiruk-pikuknya persoalan politik, hukum, Syafi’ie terus melangkah. Ia terus “menularkan” komitmennya terhadap keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan kepada kalangan generasi muda.(***)SYAFII mAARIF 5

Profil Ketua KPK Abraham Samad

Keberaniannya dalam melawan para koruptor melalui lembaga yang dipimpinnya, KPK, telah memunculkan harapan baru bagi terciptanya Indonesia yang bersih dari korupsi. 

Abraham Samad

Jum’at, 2 Desember 2011. Ruang Rapat Komisi III DPR-RI terlihat riuh rendah. Sejumlah anggota DPR dari Komisi Hukum itu tampak serius berdiskusi dengan para koleganya. Wajah tegang tampak dari para komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang saat itu tengah menanti keputusan, siapa yang akan dipilih menjadi ketua di lembaga antirasuah tersebut.

Sebelumnya, DPR telah terpilih empat pimpinan KPK untuk periode yang baru, 2012-2016. Mereka adalah Abraham Samad, Bambang Widjojanto, Adnan Pandu Praja, dan Zulkarnain. Komisi III harus memilih ketua dari empat pimpinan tersebut bersama dengan  Busyro Muqoddas, yang  menjabat Ketua KPK periode sebelumnya.

Setelah melalui pemilihan secara langsung oleh anggota Komisi III DPR-RI, Abraham Samad secara mutlak meraih suara terbanyak. Ia menjadi ketua dengan perolehan suara mayoritas, yaitu 43 suara dari 56 anggota Komisi III yang hadir. Sedangkan Busyro mendapat dukungan lima suara, Bambang empat suara, Zulkarnain tiga suara, dan Adnan satu suara.

 Abraham Samad 2Terpilihnya Abraham Samad sebagai Ketua KPK cukup mengejutkan, sekaligus menebar harapan baru tentang pemberantasan korupsi. Mengejutkan lantaran sebelumnya ia tak dinominasikan untuk memimpin lembaga tersebut. Di luar dua hal itu, ada pula sikap pesimistis dan menduga-duga bahwa anak muda asal Makasar itu adalah sosok titipan dari lembaga tertentu yang tak suka diusik sepak terjangnya berkaitan dengan korupsi.

 Selain dipandang masih relatif muda, Abraham adalah aktivis anti korupsi yang selama ini lebih banyak berkiprah di daerah asalnya, Makasar.  Sedangkan kandidat lain, utamanya Bambang Widjojanto yang diperkirakan bakal menjadi ketua, dipandang lebih senior, lebih berpengalaman, dan lebih dikenal publik. Abraham Samad 3

Meski  pada awalnya tak pernah diperkirakan, Abraham Samad yang tampil sebagai kuda hitam dalam kancah pemilihan Ketua KPK  ternyata direspon positif  oleh publik. Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Trimedya Panjaitan mengatakan, pihaknya menginginkan pimpinan KPK yang independen. “Abraham ini punya komitmen mengerjakan kasus-kasus yang sering kita bilang empat kasus itu (skandal Bank Century, cek pelawat, perkara pajak Gayus Tambunan, dan korupsi di Wisma Atlet),” ujarnya, seperti dikutip Republika. Trimedya juga mengatakan, pertimbangan memilih Abraham yang dari berasal dari daerah juga menjadi kekuatan. “Orang daerah sekali-kali memimpin. Memang kita  tidak punya pilihan lain di luar Abraham dan Bambang.”

Abraham Samad lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 27 November 1966. Ia menyelesaikan  gelar sarjana hukum di Universitas Hasanuddin pada tahun 1993 dan melanjutkan untuk mengejar gelar Master di universitas yang sama sebelum melanjutkan untuk mendapatkan gelar doktor di sana pada tahun 2010.

Abraham telah meniti karirnya sebagai pengacara sejak tahun 1995. Pada awal karirnya ia lebih banyak mendedikasikan waktunya sebagai advokat LSM Anti-Corruption Committee (ACC) di Sulawesi Selatan, di mana ia bertindak sebagai pendiri sekaligus koordinator. Melalui lembaga yang dipimpinnya, Abraham memfokuskan layanan pada pemberantasan korupsi demi terciptanya tata pemerintahan dan sistem pelayanan publik yang lebih baik.

Di luar kegiatannya sebagai penggiat anti korupsi, Abraham dikenal dekat dengan beberapa kelompok Islam dan tokoh produktif. Ia juga tampil sebagai pengacara bagi organisasi Komite Penegakan Syariah Islam (KPSI). Pada tahun 2002 Abraham Samad menjadi pengacara untuk terdakwa terorisme Agus Dwikarna, WNI yang dijatuhi hukuman 17 tahun penjara oleh pengadilan Filipina karena ditangkap di bandara Manila atas kepemilikan bahan peledak. Abraham juga akrab dengan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, pimpinan Jamaah Anshorut Tauhid yang sering dikait-kaitkan dengan gerakan terorisme.

Dengan latar belakang sebagai aktifis itulah, publik berharap Abraham Samad tidak hanya berani memimpin gerakan pemberantasan korupsi, namun juga mampu memahami anatomi korupsi di Tanah Air yang sudah semakin berurat berakar. Seolah ingin semakin meyakinkan publik, tak lama setelah terpilih sebagai Ketua KPK, Abraham Samad  menegaskan,  “Yang salah, saya sikat!. Jika dalam setahun ia tidak berbuat apa-apa untuk pemberantasan korupsi, maka ia akan mundur dan kembali ke Makasar.

Abraham Samad 4Pemberani dan Percaya Diri

Dalam hal keberanian, Abraham Samad telah menjamin dan menunjukkannya kepada publik. Di tangan dialah proses pemberantasan korupsi mulai menunjukkan tajinya. Sejumlah pejabat tinggi, baik di kepolisian maupun pemerintahan, satu demi satu ia seret ke meja hijau.

Dalam kasus korupsi pengadaan alat simulator SIM di Korlantas Polri yang memicu memanasnya hubungan antara kepolisian dengan KPK, Abraham tampil dengan sangat dingin. Ia tak ragu menggeledah kantor korlantas Polri, lembaga yang selama ini cukup ditakuti dan karenanya sulit disentuh hukum. Ketika perseteruannya dengan kepolisian semakin memanas, Abraham Samad justru mendatangi pimpinan Mabes Polri, bukan  untuk berkompromi melainkan mencari solusi, sambil memegang teguh prinsip yang ia yakini kebenarannya.

Sebelumnya,  mantan Deputy Senior Gubernur BI, Miranda S. Gultom,  juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus bagi-bagi cek perjalanan kepada sejumlah anggota DPR. Padahal, sosialita kelas atas  yang sering mengganti warna cat rambutnya ini  selalu bisa berkelit dari kasus hukum terkait dengan pencalonan dirinya sebagai gubernur senior bank sentral.

Tak berhenti sampai di situ, Abraham Samad juga menyeret politisi Partai Demokrat, M. Nazaruddin dalam perkara korupsi pembangunan Wisma Atlit dan proyek-proyek lainnya. Setelah itu, kolega Nazarudin di partai yang sama, Angelina Sondakh juga dia perkarakan. Yang cukup mengagetkan adalah keputusannya untuk menetapkan pejabat aktif di kementerian sebagai tersangka, yakni Menteri Pemuda dan Olah Raga, Andi A. Malarangeng. Tak lama setelah itu, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum juga ditetapkan sebagai tersangka.

Penetapan Angelina, Andi Mallarangeng dan Anas sebagai tersangka merupakan tindakan penuh keberanian. Ketiga orang itu, seperti diketahui adalah orang dekat di lingkaran Cikeas. Andi Mallarangeng tidak hanya sedang menjabat sebagai menteri yang notabene pembantu presiden. Ia adalah orang lingkar dalam Cikeas yang sangat dekat dengan SBY, lantaran sebelumnya Andi dipercaya sebagai juru bicara presiden. Sedangkan Angie dan Anas, adalah pimpinan Partai Demokrat yang digawangi SBY sebagai Ketua Dewan Pembina.

Keputusan untuk menetapkan orang-orang dekat penguasa tersebut hanya dapat dilakukan oleh penegak hukum yang punya nyali. Terlebih lagi, di dalam internal KPK sendiri, konon Abraham juga menghadapi tentangan yang sangat keras. Meski sempat dibantah dan sulit dibuktikan, indikasi adanya pertentangan di internal itu dapat dilihat ketika Abraham Samad mengumumkan penetapan status atas Angelina Sondakh seorang diri. Tak satupun pimpinan KPK yang mendampingi. Abraham Samad hanya berujar, bukti-bukti  hukum sebagai dasar penetapan sudah dianggap cukup.

Indikasi adanya pertentangan internal juga terendus ketika hendak mengumumkan penetapan status Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Menurut selentingan yang berkembang, Abraham sebenarnya  telah lama bermaksud menetapkan Anas Urbaningrum sebagai tersangka. Namun karena ada pertentangan, rencana itu sempat tertunda. Setelah Abraham marah,–hingga menggebrak meja,– pimpinan KPK yang lain akhirnya menyerah, dan penetapan atas status Anas segera dilansir kepada publik.

Politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo mengapresiasi keberanian KPK  terkait penetapan tersangka terhadap Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng sebagai tersangka kasus Hambalang.  “Awalnya saya heran, kok Andi M hanya dicekal. Tidak langsung tersangka. Sebab, sebenarnya berdasarkan data dan fakta sudah memiliki bukti yang cukup. Namun demikian, kita tetap memberikan apresiasi kepada KPK. Karena siapapun tahu, Andi Mallarangeng adalah putra mahkota SBY yang gagal jadi ketum PD,” ujarnya, seperti dikutip Tribunews.com (6/12/2012).

KPK, katanya lagi, harus segera dapat mengungkap apakah ini kejahatan korporasi atau individu. Kalau melihat fakta-fakta yang sudah terungkap di publik,  lanjut Bambang lagi, ini adalah kejahatan korporasi yang terencana, terstruktur dan rapih.

“Jujur, saya angkat topi dan salut pada kepemimpinan Abraham Samad. Century naik ke penyidikan, Hambalang sudah ada yang tersangka,  petinggi partai dan menteri aktif juga. Ini baru dalam sejarah KPK,” puji Bambang.

Dalam diskusi bertajuk “Menakar Keberanian KPK Mengungkap Kasus Besar”   Bambang Soesatyo menilai, setidaknya ada tiga kasus yang sudah mengalami kemajuan, yaitu Bank Century, cek pelawat, dan Wisma Atlet. Prestasi itu berbeda dengan pimpinan KPK sebelumnya. “Kontribusi KPK sebelumnya dalam kasus tersebut sangat minim, bahkan cenderung jalan di tempat,” kata Bambang, seperti dikutip Tempo.co.id.

Abraham Samad 5

Menurut Bambang, tugas yang diemban Abraham Samad sangatlah berat, karena para koruptor dan kroninya akan selalu melakukan upaya perlawanan. Karena itu ia berharap agar Abraham Samad dan kawan kawan senantiasa waspada agar peristiwa Bibit-Chandra dan Antasari tidak menimpa mereka.

 

Seperti diketahui, ketika menjadi ketua KPK, Antasari Azhar dijerat dengan kasus pasal pembunuhan. Banyak yang meyakini bahwa Antasari sengaja dijebak dan diperkarakan agar ia tak menyentuh kasus korupsi yang melibatkan sejumlah pembesar di negeri ini. Hal yang sama juga terjadi pada pimpinan KPK yang lain, yakni Bibit Samad Riyanto dan Chandra M. Hamzah, yang dikenal dengan kasus Cicak-Buaya.

 

Sinyalemen adanya ancaman pelengseran terhadap Abraham Samad antara lain dilontarkan oleh anggota Komisi III DPR-RI dari Fraksi PPP, Ahmad Yani. “Saya sudah mulai dengar ada gerakan seolah Abraham melanggar SOP, agar dia mau ikut diajak berkompromi, tapi dia tetap kokoh,” jelasnya. Ia menandaskan, ada upaya pelemahan dari dalam KPK, dan Abraham sudah mengetahui persekongkolan itu.

 

Namun, Abraham Samad tak terlalu risau dengan selentingan itu. “Enggak apa-apa. Kalaupun kita di antasarikan,” katanya enteng.  Ia menyatakan siap menjalani segala risiko menjadi orang nomor satu di KPK, meski harus meregang nyawa. “Kalaupun kita meninggal karena pemberantasan korupsi itu lebih terhormat,” tegasnya. (***)

Harap Cemas Menanti Kebangkitan Sepak Bola

Hasil KLB membawa PSSI dalam babak baru mengakhiri dualisme sepak bola Indonesia. Namun, bagi-bagi kue masih kentara. Akankah yang kecewa bakal membuat kekuatan tandingan? KLB PSSI

Ranap Simanjuntak

Sihar Sitorus terlihat kurang semangat. Intonasinya terdengar landai. “Ya ini sebuah realita. Apakah saya masuk ke realita yang sama atau enggak, itu kemudian hari,” jawabnya kepada SINDO Weekly ketika ditanya upaya apa yang akan dia lakukan menyusul hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Minggu (17/13) di Hotel Borobudur.

Sihar sepertinya tak mau terpancing dalam polemik yang membelit PSSI . Namun, aksi walk out (WO)-nya bersama lima anggota anggota Komite Eksekutif (Komek) paling tidak membuktikan rekonsiliasi belum selesai. Apalagi, ada 18 caretaker pengprov yang mencoba masuk arena sidang. “Mereka seharusnya diperbolehkan masuk mengikuti kongres,” ungkap Sihar.

Kelima tambahan anggota Komek yang keluar ruangan selama KLB itu adalah Wakil Ketua Umum PSSI Farid Rahman, Tuty Dau, Widodo Santoso, Mawardy Nurdin, serta Bob Hippy. Akibatnya, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin mengeluarkan keputusan skorsing kepada mereka. “Untuk sekarang saya lagi tidak mood hasil keputusan ini. Kalau mau diskors sah-sah saja. Yang penting dijelaskan saja aturan apa yang menyatakan kami bersalah,” pinta anak pengusaha ternama DL Sitorus ini.

Sihar coba membela diri. Menurutnya langkah mereka keluar ruangan tersebut bukanlah aksi WO. Ada agenda terselubung yang digulirkan tambahan di luar agenda tersusun yaitu penentuan waktu dan tempat pelaksanaan Kongres Tahunan PSSI. Poin ini baginya tidak tercantum dalam kontrak kerja sama (MoU) antara PSSI dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) yang ditandatangani di Kuala Lumpur, Malaysia, Maret 2011. KLB 2

“Itu bukan WO. Kami hanya keluar karena agenda KLB hanya empat sesuai MoU yaitu unifikasi liga, revisi statuta, menyertakan pemilik suara Kongres Solo 2011, dan pengembalian empat status anggota Komite Eksekutif (exco) terhukum; La Nyalla Mattalitti, Roberto Rouw, Tonny Aprilani, dan Erwin Dwi Budiawan, ke PSSI. Jadi kami keluar karena keempat agenda itu sudah selesai,” tuturnya.

Di sisi lain, Djohar Arifin menyembulkan senyum atas bentukan duet baru hasil peleburan Indonesian Premier League (IPL)  dan Indonesia Super League (ISL). Sementara, Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) resmi dibubarkan. Disaksikan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo dan perwakilan FIFA, Djohar bersama La Nyalla menandatangani kesepakatan bersama.

La Nyalla sebagai orang nomor satu di KPSI kini diberi jabatan baru sebagai Wakil Ketua Umum PSSI.  Menurutnya, pembubaran KPSI ini diikuti syarat perubahan struktur komite etik, banding, dan wasit harus dirapatkan ulang di rapat Komek. “Justru saya harus mengucapkan Inalilahi Wainalilahi Rojiun karena ini adalah tanggung jawab besar bagi saya,” sanggahnya.

KLB 3 Hasil KLB ini juga memberikan konsep penyatuan liga yang diyawarkan PT Liga Indonesia (LI) diterima dalam kongres ketimbang pesaingnya PT Liga Prima Indonesia Sportindo. Kartu tanda hijau yang diacungkan peserta kongres lauh lebih banyak ditujukan buat konsep yang diajukan PT LI (lihat box). CEO PT LI, Joko Driyono menjelaskan, jumlah klub ISL akan kembali ke titik asal pada 2016. Secara bertahap peserta dikurangi dengan memperbanyak julah tim yang terkena degradasi. Ini pernah dilakukan PSSI era Agum Gumelar.  “22 klub juga bias berkurang kalau tidak lolos verifikasi sesuai standar AFC. Bila ada kembaran klub pada IPL, maka akan digantikan dengan posisi di bawahnya dari keempat klub yang lolos kompetisi tahun 2014,” jelas Joko.

Menanti Keputusan FIFA

Djohar optimis KLB PSSI kali ini akan sukses dari penilaian FIFA dan AFC. “Indonesia sudah pasti terhindar dari FIFA. Baru setelah itu kongres selanjutnya akan dilaksaanakan pada 6 Juni di Jakarta.,” tuturnya bersemangat.

Namun tentu ini belum final. Ada rumor tak sedap yang diterbitkan lewat akun Twitter @Asian_Football Divisi Marketing dan Bisnis AFC menyangkut situasi persepakbolaan Indonesia. Tertulis “Rumblings from Geneva that FIFA will reject the unexpected #Indonesia FA congress resolutions and go ahead with ban. History says unlikely.” Atau berarti, “Merujuk pada bocoran dari suara-suara di Jenewa bahwa FIFA akan menolak hasil kongres yang tidak terduga dari federasi sepakbola #Indonesia dan akan menyiapkan sanksi. Sejarah berkata tidak mungkin.”

Namun itu hanyalah rumor yang belum terbukti. Kepastian soal keputusan FIFA sejatinya baru terbit paling lama Mei mendatang. Kita harus menunggu dengan lapang dada. Di satu sisi, ada masalah yang belum terselesaikan yakni akar pahit yang dirasakan enam anggota Komek dan 18 caretaker pengprov yang suaranya dibuang. Akankah mereka melakukan PSSI tandingan?

Revisi Statuta PSSI:

-      Anggota Komek berjumlah 15 orang. Ketum PSSI berhak memilih langsung empat Komek baru hingga 2015

-      Bab I ketentuan Umum (ada penambahan poin)

-      Ada penambahan pada pasal 23 yakni soal Peserta Kongres

-      Pasal 31 adanya penambahan poin soal pengadaan KLB

-      Isi pasal 38 yang menyebut Komek tidak bisa mengambil keputusan  jika jumlah anggota Komek yang hadir di bawah dua pertiga direvisi menjadi satu pertiga

-      Perubahan isi di Bab V: Komite Eksekutif

-      Perubahan dan penambahan poin BAB VI: Ketua Umum

Proses Penyatuan PT Liga Indonesia :

-      Penyatuan atau unifikasi liga baru dimulai pada tahun 2014. Tahun ini ISL dan IPL masih akan berjalan sendiri-sendiri.

-      Peserta kasta teratas liga profesional pada tahun 2014 berasal dari 18 klub ISL dan 4 klub IPL.

-      Pada tahun 2014 dan 2015 akan diberlakukan sistem dua promosi-empat degradasi, sehingga pada tahun 2016 hanya akan ada 18 klub peserta kasta teratas liga profesional. Mulai tahun 2016 dan seterusnya, akan diberlakukan sistem tiga promosi-tiga degradasi.

-      Nama liga tetap Indonesian Super League (ISL).

-      Pengelola liga tetap PT. Liga Indonesia.

-      Liga Super dan Divisi Utama adalah liga profesional, sementara divisi di bawahnya adalah liga amatir.

 

Profil Susno Duadji, di Antara Kontroversi Putusan dan Pinangan Politik

susno Ditetapkan sebagai tersangka sejak 2010, kasus Susno menjadi perdebatan publik. Mantan Kabareskrim itu mengaku, siap menjalani keputusan hukum apabila prosesnya benar. Dia juga akhirnya melabuhkan diri ke PBB

Ranap Simanjuntak

Diskusi bertajuk ‘Ketika Hukum Menghadapi Kekuasaan Penguasa’ di Galery Café, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Kamis sore pekan lalu terasa menegangkan. “Pak Susno ada di Indonesia. Sebentar lagi saya akan menghadirkan beliau ke ruangan ini,” ungkap salah seorang kuasa hukum Susno Duadji, Aryanto Sutadi menjawab desakan wartawan yang ingin melaihat kehadiran pensiunan polisi bintang tiga tersebut.

Berselang sejam, sekitar pukul 17.00 WIB, mobil Toyota Camry berpelat nomor B 2 DJI memasuki pelataran. Lelaki yang mengenakan kemeja berwarna abu-abu itu sontak dikerubungi para pencari berita. Inilah kehadirannya yang pertama kepada publik setelah hampir setahun bak ditelan bumi.

Dengan suara lantang dan penuh ketegasan, pensiunan jenderal polisi bintang tiga itu memaparkan posisinya yang senantiasa menaati hukum. Lelaki kelahiran Sumatera Selatan, 1 Juli 1954 tersebut mengaku tidak takut dijebloskan penjara. “Perkara Susno ini beda dengan perkara koruptor lainnya. Tolong jangan ada kalimat jurus Susno berkelit. Saya belum pernah menolak eksekusi putusan. Ada sekali pemanggilan eksekusi tapi itu salah,” katanya.

Mantan Kabareskrim Mabes Polri ini juga selama dalam pengasingan sudah mempersiapkan diri menerima hal terburuk. “Saya sudah latihan selama sembilan bulan untuk dihukum. Saya sudah menyuruh kepada pengacara saya untuk menulis surat permohonan ke MA, Kejaksaan Agung, eksekutor kejaksaan negeri Jakarta Selatan dan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang isinya agar dipercepat mengeluarkan keputusan dan dipercepat mengeluarkan eksekusi,” sebut jebolan Akabri Kepolisian tahun 1977 ini.

Seperti diketahui, orang yan pertama kali mengeluarkan pernyataan cicak versus buaya tersebut mejalani masa persidangan dalam kasus penanganan perkara PT Salmah Arowana Lestari (SAL) serta kasus dana pengamanan Pilkada Jawa Barat 2008 sebesaar Rp 4,2 miliar. Di persidangan PN Jakarta Selatan, untuk kedua kasus dia dinyatakan bersalah dengan hukuman penjara 3 tahun 6 bulan dan denda Rp 200 juta subsider kurungan penjara 6 bulan dari Putusan PN Jaksel bernomor 1260/pid.B/2010PN.Jkt.Sel pada 24 Maret 2011. Susno lantas mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta. Namun pengadilan PT Jakarta menolak banding dan memutuskan Susno tetap dipenjara 3 tahun 6 bulan. Akan tetapi, dalam putusan PT ditulis nomor dan tanggal yang salah, yakni tertera bernomor 1288/Pid.B/2010/PN.Jkt.Sel tanggal 21 Februari 2011. “Itu bukan perkara Susno, tapi perkara orang lain. Nomor registernya berbeda,” jelas suami dari Herawati ini.

Bagi, anak kedua dari delapan bersaudara ini ada kejanggalan menjelang putusan PT tersebut. Di mana, dua majelis hakim dua minggu menjelang putusan sidang malah diganti sehingga keduanya hanya menjadi penonton. “Ini kenapa tidak diungkap? Kenapa malah fokus hanya ingin menghukum saya. Tapi ya sudahlah, kalau saua mau dihukum saya tidak takut. Tapi tolong caranya yang benar,” tambahnya. susno 3

Susno juga mewanti-wanti dirinya dimajukan sebagai tersangka kasus korupsi karena sebelumnya berjuang memberantas korupsi. “Dan, harus diingat perkara mafia pajak sesungguhnya dengan memasukkan saya ke dalam sel tidak berjalan. Misalnya kasus Gayus (Tambunan) tentu melibatkan para pejabat. Saya sudah ungkapkan semua pada 2010, tapi orang cepat lupa. Loh kasus dakwan Arwarna juga pertama saya yang mengungkap,” ungkap orang yang pernah mengeluarkan testimoni soal kasus Bank Century tersebut.

Kemudian, Susno melanjutkan ke tingkat lebih tinggi lewat MA. Namun, MA menolak permohonan kasasinya namun tak disebutkan masalah penahanan sebagaimana tertuang pasal 197 KUHAP. Putusan hanya mengisyaratkan menolak kasasi dan membebankan biaya perkara sebesar Rp 2.500. “Ada yang menafsirkan kalau ditolak kembali ke PT. Hukum jangan ditafsir-tafsir, apalagi putusan itu bukan kasus saya,” imbuhnya.

Selasa pekan ini, Kejaksaan Negeri melakukan upaya eksekusi dari hasil rekomendasi MA, MK, dan pakar hukum. Namun kuasa Susno hal ini melanggar aturan.”Tidak sah karena tidak ada kewenangan. Kalau jaksa memalsukan putusan MA maka akan dijerat pasal 23 UU No 31tahun 1999 jo pasal 421 KUHP ancaman 6 tahun penjara,” sebut Fredrich Yunadi dalam pesan singkatnya kepada SINDO Weekly.

Masuk Politik

Lalu, apa saja yang dilakukan mantan Wakil Ketua PPATK ini selama menghilang dari publik? Dia bilang hanya menikmati kebersamaan dengan keluarga. Saya habiskan waktu dengan cucu serta mengikuti perkembangan berita, termasuk Bank Century tapi biarlah soal itu¸wong urusan saya saja belum selesai,” aku ayah dua anak ini. yusril-ihza-mahendra-dan-susno-duadji

Sebagai seorang yang dibesarkan dari keluarga pas-pasan, Susno ingin menelurkan rasa kesederhanaan. Sebab, ayahnya, Duadji yang berprofesi sebagai seorang supir dan ibunya, Amah hanyalah pedangang kecil membiasakannya hidup dengan segala rasa syukur.”Saya lulus SMA pilih Akpol karena gratis. Di dunia ini tidak ada yang direncanakan. Semua atas sutradara Sang Maha Kuasa yang membuat,” cerita orang yang sudah melancong ke puluhan negara dalam mempelajari perkara hukum termasuk korupsi ini.

Kemudian, Yusril Ihza Mahendra sebagai petinggi Partai Bulan Bintang (PBB) mengajaknya ikut bergabung. Susno pun menjawab tantangan itu sebagai niat memperbaiki bangsa. “Tapi saya tidak mau jadi caleg.

Saya kan katanya koruptor. Kalau nanti terpilih, nah nanti memangnya saya mewakili para koruptor?,” pungkasnya sambil terkekeh.

 

BIODATA

Nama: Drs. Susno Duadji, SH, MSc

Tanggal Lahir: Pagar Alam, 01 Juli 1954.

Pangkat : Purn. Komjen Polisi

Rumah: Puri Cinere, Depok

Pelatihan dan Kursus :

-              Senior Investigator of Crime Course (1988)

-              Hostage Negotiation Course (anti-teror) di University of Louisiana USA (2000)

-              Studi Perbandingan Sistem Kriminal di Kuala Lumpur, Malaysia (2001)

-              Studi Perbandingan Sistem Polisi di Seoul, Korea Selatan (2003)

Dan Anti Money Laundering Training Counterpart in Washington DC,USA

Samsung Galaxy S4, Primadona Baru Ponsel High End

Menggunakan fitur-fitur terbaru, ponsel anyar ini diprediksi menjadi primadona baru kelas high end. Bisa dioperasikan lewat pandangan mata serta dilengkapi alat pendeteksi kesehatan.

Ranap Simanjuntak

Produsen mie asal Korea Selatan yang kini menjadi raksasa teknologi, Samsung terus  menancapkan taring dalam pembuatan gadget. Kali ini, muncul generasi baru ponsel pintar bernama Samsung Galaxy S4 sebagai pengganti ponsel pintar yang disandang Galaxy S3. Samsung Galaxy S4

Sebagai produk flagship ini, tentu Samsung menjejali Galaxy S4 dengan aneka keunggulan. Peluncuran resminya sudah berlangsung dalam pameran bertajuk Samsung Unpackedakbar di Time Square New York, Amerika Serikat, Kamis pekan lalu.

Galaxy S 4 hadir dengan ukuran layar jauh lebih besar dari pendahulunya, yakni sebesar 4,99 inci. Selisih 0,2 inci dari pendahulunya Galaxy S3. Namun, bentuknya lebih tipis dan ringan dibandingkan Galaxy S3. Ponsel ini memiliki ketipisan 7.9mm, dan berat 130gram.

Menggunakan teknologi LITI (Laser-Induced Thermal Imaging), Samsung membuat layar AMOLED dengan piksel berbentuk heksagon dan berlian. Ditambah kemampuan grafis dengan chip PowerVR SGX 544 MP, kepadatan layarnya pun memukau, yakni mencapai  441ppi display dan mampu mendukung resolusi Full HD 1080p. Sebagai perbandingan, Galaxy S3 hanya memiliki kepadatan gambar 306 ppi, sementara iPhone 5 sendiri hanya 326 ppi. Samsung Galaxy S4 KETIGA

Beberapa analisis memeperhitungkan, produk ini akan diminati pasar dan akan tembus 10 juta unit dalam sebulan penjualan pertama. “Berdasarkan pemeriksaan kami dengan pemasok, Samsung telah melakukan pekerjaan yang signifikan untuk menjamin kelancaran pasokan dan tidak mengulangi apa yang harus mereka tangani pada saat-saat terakhir,” kata seorang analis di IBK Securities, Lee Seung-woo, seperti dikutip dari Reuters.

Untuk urusan prosesor, dapur pacu Galaxy S4 menggunakan dua model prosesor yang berbeda, disesuaikan dengan negara pemasaran. Di Amerika Serikat prosesornya menyandang Snapdragon S4 Pro, sedangkan di tempat lain menggunakan prossesor Exynos 1.6 GHz Octa-core atau 1.9 Ghz Quadcore Qualcomm.

Dengan menggunakan sistem operasi  4.2 jellybean ponsel ini punya pilihan memori internal 16GB, 32GB, hingga 64GB. Galaxy S4 juga didukung jaringan nirkabel WiFi, bluetooth 4.0, infra merah, 3G serta 4G LTE. Ketersediaannya akan disesuaikan dengan wilayah peredaran.

Samsung Galaxy S4 OHApa yang menjadi kelebihannya? Ada beragam fitur baru seperti Air Gesture yang Memungkinkan pengguna menggulir laman web atau gambar-gambar hanya lewat sapuan tangan, tanpa menyentuh layar. Cukup taruh jari tidak jauh dari layar, sapukan jari, kemudian layar secara otomatis akan berpindah. Atau, aplikasi IR dalam mengontrol sistem hiburan seperti TV, pemutar DVD, dan bahkan AC.

Selain itu, teknologi pada fitur ‘S Health’ ponsel ini bias berfungsi sebagai alat deteksi kesehatan. Dilengkapi pedometer, termometer, dan sensor kelembaban, alat ini membantu kondisi badan pengguna. Apalagi, ditambah aksesoris S-Band yang bisa memonitor denyut jantung. Informasi makanan saat olahraga seperti, kalori, jumlah langkah, dan rincian latihan harian bisa didapatkan dengan mudah. “Ini benar-benar akan membuat Galaxy S4 Anda menjadi pendamping aktivitas olah raga yang cocok seumur hidup,” ujar President Samsung Electronics, JK Shing.

Guna mengantisipasi keamanan, maka disematkan fitur Knox sebagai system penjamin agar data-data penting menjadi aman. Knox berfungsi memisahkan ruang telepon antara data pekerjaan dan pribadi. Dirancang bagi pebisnis, fitur keamanan Knox mengunci perangkat untuk menjaga dari ancaman program jahat  atau malware. Pada saat yang sama fitur ini menjaga pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab mengakses data pribadi. “Ini seperti memiliki dua ponsel dalam satu. Fitur keamanan ini membatasi urusan kantor dan pribadi,” tambah JK Shing.

Soal foto dan video, Galaxy S4 memanjakan konsumen dengan kamera bersensor 13MP dengan bukaan f/2.2 yang menghasilkan gambar dengan resolusi 4208 x 3120 pixel. Sedangkan kamera depannya bersensor 2MP. Kamera ini diklaim dapat mengambil gambar dengan cepat.

Di dalam kamera tersebut, ada fitur Shot, yang membuat kamera mereka lima detik audio sebelum memotret. Dengan modus Dual Camera, maka kedua kamera bisa mengambil gambar dan mengintegrasikan keduanya dalam satu adegan. Ditambah fitur Smart Pause yang akan menjeda video lewat pandangan. Ketika pengguna menatap atau melihat ke arah lain maka video yang ditonton untuk sementara berhenti (pause). Canggih bukan?

Sementara Smart Scroll akan menggerakan layar ke atas atau ke bawah saat Anda membaca email atau artikel di browser, yang secara cerdas mendeteksi pandangan mata ke layar. Saat membaca artikel pandangan mata berada di bagian akhir, maka aplikasi canggih ini secara otomatis akan menggulirkan layar ke bawah untuk menampilkan halaman selanjutnya.  Apalagi, semua pesan itu dapat diterjemahkan lewat fitur S Translator, terjemahan dalam 10 bahasa.

Belum cukup, Galaxy S4 mampu pula menyinkronkan lagu dan foto antar sesama pengguna Galaxy S4. Bagi penyuka game, ponsel ini menyediakan aksesoris tambahan multiplayer. Setidaknya suda ada dua game yang sudah mendukung fitur ini, yaitu Asphalt 7 dan Gun Bros 2. Kontroler game sendiri dilengkapi dengan dua stik analog, empat buah tombol pada bagian depan, dua buah tombol di bagian atas, dan D-Pad.

Untuk meraih sukses di pasar global, Galaxy S4 harus bersaing dengan ponsel Android lain sekelasnya, seperti Sony Xperia Z, HTC One, dan LG Nexus 4. Sebisa mungkin berusaha menandingi platform ponsel lainnya seperti Apple iPhone 5, Nokia Lumia 920 yang berbasis Windows Phone 8, serta BlackBerry Z10 yang mengejutkan pasar dengan sistem operasi terbaru, BlackBerry 10.

Lalu kapan Galaxy S4 masuk Indonesia? Gregory Lee, CEO Samsung wilayah Asia Tenggara mengungkapan, ponsel ini bakal dipasarkan untuk 155 negara dan 327 operator. Pemasarannya dilakukan secara simultan sehingga kemungkinan masuk tanah air pada akhir April mendatang. Soal harga sendiri, prediksinya akan dibanderol lebih mahal Rp1-2 juta di atas harga Galaxy S3.

 SPESIFIKASI SAMSUNG GALAXY S4

 Samsung Galaxy S4 SPESIFIKASI

Sistem Operasi : 4.2.2 JellyBean

Jaringan : GPRS, EDGE, HPSA, 3G, 4G LTE

Prosesor: Exynos 5 Octa 5410 (quad-core 1,6 GHz Cortex-A15 + quad core 1.2 GHz Cortex-A7, GPU PowerVR SGX 544MP3.

Di AS memakai Qualcomm Snapdragon S4 Pro (quad core 1,9 GHz) yang sudah mendukung LTE

Layar: Super AMOLED 4,99 inci, 1920×1080 (full-HD), 441 ppi, dilapis Corning Gorilla Glass 3

Konektivitas: micro-USB, Bluetooth 4.0, Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, NFC, infra-red, DLNA, WiFi, MHL.

Sensor: Accelerometer, gyro, proximity sensor, kompas, barometer, GPS

Dimensi: 136,6 x 69,8 x 7,9 mm

Baterai: Lithium-ion 2.600 mAh

Warna: White Frost (putih) dan Black Mist (hitam)

Profil Harry Tanoe, Lokomotif Politisi Muda

Dengan kekuatan finansial dan jaringan yang dimiliki, Hary Tanoe diprediksikan mampu menjadi motor penggerak bagi generasi muda di bidang politik. Mampukah ia?

Gambar

 Ketika itu, bos MNC Grup, Hary Tanoesoedibjo memutuskan untuk bergabung dengan Partai Nasional Demokrat (Nasdem), banyak kalangan yang tersentak kaget. Publik tak menyangka jika Hary yang selama ini dikenal sebagai professional bisnis tiba-tiba tertarik terjun ke bidang politik.

 Berbagai analisis dari para pengamat dan politisi pun segera bermunculan. Bergabungnya Hary Tanoe, sapaan akrabnya, di Partai Nasdem besutan Surya Paloh, diprediksi bakal menjadi kekuatan yang sulit ditandingi. Betapa tidak, Hary Tanoe adalah pemilik kelompok MNC yang menaungi berbagai media, antara lain RCTI, MNC TV, Koran Sindo, dan media lainnya. Sedangkan Surya Paloh selama ini dikenal sebagai pengusaha media yang memiliki Metro TV dan Media Indonesia,– dua media yang dikenal getol mengulas persoalan-persoalan politik di dalam negeri.

 Praktis tak ada yang memperkirakan bahwa kedua orang itu, Hary Tanoe dan Surya Paloh, adalah sosok pengusaha yang punya ego masing-masing dan sangat sulit menyatukan visi diantara keduanya.

 Sebagai pengusaha bertangan dingin yang sukses mengelola berbagai bidang usaha, Hary Tanoe adalah sosok yang tak mudah menyerah dan cenderung ingin menjadi orang nomor satu. Ingat, ketika berkongsi dengan Siti Hardijanti Rukmana alias Tutut di Televisi Pendidikan Indonesia (TPI), Hary tampak tak mau menjadi pemegang saham minoritas. Dengan caranya, akhirnya ia bisa menguasai saham PT TPI yang kini menjadi MNC TV.

 Sifat ini tentu saja tak mudah bisa berubah. Di sisi lain, Surya Paloh sebagai penggagas dan pendiri ormas Nasdem, dan belakangan berubah menjadi partai, juga merasa berhak untuk menjadi orang nomor satu di partai yang ia bentuk. Pada sisi ini akhirnya Hary Tanoe dan Surya Paloh, yang bersikukuh menjadi ketua umum Partai Nasdem, tak bisa menyamakan visi.

 Lantaran merasa tak bisa menyamakan visi, Hary Tanoe yang sempat dipercaya menjabat Ketua Dewan Pakar Partai Nasdem akhirnya hengkang dari Nasdem dan memilih bergabung di Partai Hanura. Dalam konferensi pers tentang pengunduran dirinya, Hary Tanoe menyatakan bahwa Ia menginginkan NasDem dijalankan oleh kelompok muda. Sedangkan, Paloh ingin mengambil alih partai dengan menjadi ketua umum partai.

 

Belakangan Hary tak hanya menyatakan keluar dari Partai Nasdem namun juga membentuk perkumpulan yang disebut Persatuan Indonesia (Perindo). Perindo berisikan anggota Partai Nasem yang memutuskan keluar karena tidak sejalan dengan ambisi Surya Paloh yang bersikukuh menjadi Ketua Umum.

 Kepada para wartawan Hary menjelaskan, dirinya memanfaatkan Hanura sebagai momentum untuk menuju ke perubahan.”Saya masuk ke politik bukan untuk meramaikan percaturan politik saja, tapi tentu tujuan akhirnya agar bagaimana Indonesia lebih baik. Parpol itu hanya sarana untuk mengubah Indonesia lebih baik,” kata Hary, di Kantor Fraksi Hanura, Gedung DPR, Jakarta, Kamis (28/2/2013). Karena itu, Hary mengaku mau tidak mau harus terjun ke politik dengan tujuan akhir kemenangan.

Pengusaha Ulet

Sepak terjang bisnis Hary Tanoe memang tak diragukan. Sejak muda ia rajin mengubah haluan bisnisnya, mulai dari perusahaan sekuritas, investment company, lalu membentuk induk perusahaan dan merambah ke bisnis media.

Pada awalnya Hary Tanoe hanyalah anak pedagang kusen dan daun jendela semasa kuliah di Kanada dan Amerika, sembari main di Wall Street. Kembali ke Indonesia, ia mendirikan perusahaan sekuritas PT Bhakti Investama bersama Titiek Soeharto.

Hary Tanoe berhasil berjibaku memutar bisnis justru pada saat turbulensi keuangan Asia Tenggara berepisentrum di Indonesia. Ia mampu meyakinkan Bambang Trihatmodjo dan trah Cendana untuk menjalankan macam-macam bisnis, melalui holding company-nya, Bhakti Investama.

Pada tahun 2002, Hary Tanoe membeli saham Bimantara Group, kerajaan bisnis yang didirikan Bambang Triatmodjo pada 1981. Entah bagaimana sejarahnya, tiba tiba semua kontrol Bimantara sudah bukan lagi di tangan Bambang Tri. Kurang dari lima tahun setelah Hary masuk Bimantara, tanpa banyak bicara, Bimantara Citra tiba-tiba sudah berubah nama menjadi Global Media Network, dan nama Bimantara kini tinggal kenangan.

Dengan gebrakan secepat kilat, ia menggemukkan jaringan media di bawah bendera Media Nusantara Citra yang mengkongkonsolidasikan kepemilikan media elektronik televisi (RCTI, Global TV, MNC TV), radio (Sindo Radio), portal berita okezone.com dan cetak (Koran Sindo dan mengangkat anak tiri majalah Trust–kini berubah nama menjadi SINDO Weekly–menjadi anaknya).

Melalui MNC, Hary Tanoe melakukan akuisisi ataupun kemitraan strategis dengan sejumlah pemilik radio swasta niaga, televisi lokal, termasuk pengembangan channel-channel kosong yang ada di jaringan TV Berbayar Indovision.

 Setelah membuat gebrakan dengan menguasai saham Bimantara, Hary Tanoe kembali merambah bisnis keluarga Cendana yang lain. Sasarannya adalah stasiun televise milik Siti Hardiyanti Rukmana alias Tutut. Kini Hary Tanoe tengah  bersengketa kepemilikan saham di  Televisi Pendidikan Indonesia (TPI). Mbak Tutut yang putri penguasa Orde Baru dan menjadi Presiden RI selama 32 tahun, dibuat Hary Tanoe ‘tidak berkutik’.

 Puncaknya, di penghujung 2011 lalu Harry Tanoe mulai “spinning” lagi, dengan memproklamirkan diri sebagai pentolan Partai Nasdem bersama koleganya, pemilik televisi berita pertama Metro TV dan pendiri Koran Media Indonesia, Surya Paloh.

 Masuknya Hary Tanoe ke politik praktis pada saat bisnisnya mulai menggeliat, tentu menimbulkan tanda tanya berbagai kalangan. Ketika kepercayaan rakyat kepada para politisi dan partai politik menipis, mengapa ia justru memasuki ranah tersebut?

Sebelum merapat ke Partai Nasdem, Hary Tanoe dikenal sangat dekat dengan Partai Demokrat dan masuk dalam lingkaran Presiden SBY. Karena itu, ketika Hary Tanoe memilih merapat ke Surya Paloh,– politisi yang gencar mengkritik kebijakan pemerintah,– spekulasi pun muncul. Kabar beredar, masuknya Hary Tanoe ke partai dengan icon Surya Paloh itu lantaran ia sakit hati ditinggal SBY. Menurut selentingan kabar, Hary merasa ditinggalkan saat didera kasus Sisminbakum di Kejagung.

Benarkah? Hary Tanoe membantah keras spekulasi yang mengatakan, pilihannya bergabung bersama Partai Nasdem berlatar-belakang kekecewaan pada penguasa dan partainya. Ia menegaskan bahwa bisnisnya telah mapan, sehingga ia merasa sudah waktunya memenuhi panggilan hati nurani untuk terjun di bidang politik. “Ini karena ada motivasi, ada panggilan. Ada niat ada jalan. Saya ingin menyumbangkan, membangun bangsa dan memberikan kontribusi positif. Tidak ada niatan untuk mencari uang dari politik.” Demikian  Hary Tanoe menepis kecurigaan.”

 Meski belum menunjukkan “kelasnya” sebagai politisi, keberanian Hary Tanoe naik ke panggung politik mendapat apresiasi sejumlah kalangan. Salah satunya adalah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie.

Menurut Jimly, etnis Tionghoa yang pengusaha, yang berani terjun ke politik baru Haryy Tanoe. Saya apresiasi bahwa politik itu dunia kita semua. Jadi tidak usah segan, darimana pun latar belakang kita, untuk terjun ke dunia politik. Karena itu mulia.”

Sebagai warga negara, Hary Tanoe tentu sepenuhnya berhak menentukan haluan politiknya. Apalagi, ia telah matang di bidang bisnis sehingga bisa diharapkan ia tak akan tergoda untuk memupuk kekayaan dari kancah politik.

Pakar Komunikasi Politik Univeritas Indonesia (UI) Effendy Ghazali menyatakan, masuknya Hary Tanoesoedibjo ke kancah politik  merupakan suatu gejala yang wajar. Karena, di luar negeri juga terjadi serupa: seorang pengusaha masuk partai politik. Hal itu terjadi pula pada Thaksin di Thailand dan di beberapa negara lain.

Namun, sebagai pengusaha di bidang media,– yang pengaruhnya besar dalam membangun opini publik,– langkah Hary Tanoe memang layak dicermati. Terlebih lagi, ia bergabung dengan Surya Paloh, yang juga memiliki media.

Pengamat politik senior Arbi Sanit mengatakan bahwa masuknya Hary Tanoe ke pentas politik merupakan hal yang lumrah sebagai pengusaha.  Sebab, katanya, orang-orang bisnis semakin yakin dengan masuk ke politik, bisnisnya akan lebih terlindung atau malah bisa ekspansi. Sejalan dengan itu, bergabungnya Hary Tanoe ke parpol tidak akan membuat perpolitikan Tanah Air menjadi produktif. Justru akan terjadi konflik kepentingan, terkait posisinya sebagai pengusaha dan politisi.

Kecurigaan tersebut agaknya menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab oleh Hary Tanoe. Jika niatnya terjun ke dunia politik adalah ingin menjadi pencerah bagi politisi muda tanah air agar semakin aktif membangun demokrasi di Tanah Air, tentu harus didukung. Dengan kekuatan financial yang ia miliki, Hary Tanoe bisa menjadi lokomotif bagi gerakan politisi muda Indonesia.

Namun jika ia punya agenda terselubung, misalnya membalut bisnis dengan baju politik, cepat atau lambat Hary Tanoe bakal menjadi pecundang yang bakal dilindas zaman

Acer Liquid C1, Android Tenaga Atom

acer Mempersunting Intel, Acer merilis android tenaga atom. Dengan berbagai fitur menarik dan baterai tahan lama, harganya terbilang murah, yakni Rp 2,79 juta saja.

Ranap simanjuntak

Pesatnya pilihan beragam vendor dengan pilihan berbagai varian gadget tak menyurutkan niat Acer dalam meramaikan pasar ponsel. Baru-baru ini, sudah ada beberapa varian yang diluncurkan, yakni Liquid Z110, Liquid Gallant E350, dan Cloud Mobile S500.

Namun, hanya Acer Liquid C1 paling khas. Smartphone kelas high end, tapi kelas lebih murah ini menjadi salah satu pendatang terbaik pada ajang Mobile World Congress 2013 di Barcelona akhir Januari lalu. Berselang sebulan, tepatnya Rabu pekan lalu, pabrikan komputer dan gadget asal Taiwan itu sudah memoboyongnya ke Indonesia.

Liquid C1 merupakan android perkawinan silang antara Acer dan Intel. Perpaduan antara teknologi komputasi milik Acer dan cip buatan Intel membuat android ini lebih bertenaga. Juga, menyematkan predikat sebagai

smartphone pertama di Indonesia yang menggunakan prosesor Intel (Atom Z2420) single-core yang notabene menggunakan basis arsitektur x86. Hasilnya kecepatan maksimal kecepatan 1,2GHz.

Namun dengan teknologi Hyper-Threading yang menghadirkan dua jalur eksekusi, sehingga seolah-oleh ditenagai oleh prosesor dual-core. Sedangkan mesin grafis yangdisematkan Imagination Technology PowerVR SGX540 berbalut RAM sebesar 1 GB DDR2. Jadi, terasa cepat.

President Director Acer Indonesia, Jason Lim mengungkapkan, Acer Liquid C1 memang dirancang untuk negara-negara berkembang di kawasan Asia, seperti Indonesia, Thailand, Malaysia, Filipina, dan India. Kehadiran ponsel ini guna memenuhi permintaan ponsel cerdas kelas menengah yang kian pesat.

“Saat ini kebutuhan kaum profesional semakin tinggi terhadap perangkat bergerak dengan performa tinggi dan daya tahan baterai yang lama. Acer Liquid C1 dengan prosesor Intel Atom menjawab kebutuhan mereka akan produktivitas sekaligus untuk hiburan,” jelasnya.

Memang soal ketahanan baterai Liquid C1 punya performa tinggi. Dengan bekal baterai 2,000 mAh, membuat ponsel ini bisa menyala selama hingga 9 jam pemakaian atau 400 jam waktu stand-by. Ponsel tablet ini memang teruntuk profesional super sibuk dalam menelepon, berselancar di Internet hingga main game sepanjang hari. Berkat penggunaan prosesor Intel Atom maka daya tahan baterai 18 persen lebih hemat.

Liquid C1 sendiri memiliki ukuran 127,3 x 65,5 x 10 mm dan berat 140 gram. Di mana pada bentang layar 4,3 inci tersebut mampu menyemburkan resolusi qHD dengan kerapatan 960×540 piksel teknologi IPS (In-Plane Switch). Apalagi, Acer membekali Liquid C1 dengan memori internal sebesar 4GB dan dilengkapi dengan slot microSD untuk ekspansi ruang penyimpanan eksternal hingga maksimal 32GB sehingga bisa menyimpan beragam file.

Menurut Wiswanathan, Chief Representative Intel Indonesia kehadiran Liquid C1membawa nuansa baru. “Hari ini adalah hari bersejarah bagi Intel dan Acer. Melalui kerja sama, kami menawarkan perangkat hebat melalui pengalaman menyenangkan seperti daya tahan baterai yang lama, grafik definisi tinggi untuk game dan video, kaya akan fitur kamera, dan kemampuan multi-tasking,” akunya. acer 2

Ya, soal kamera yang tersemat pada smartphone terbilang apik. Liquid C1 memakai kamera 8MP yang mempunyai fasilitas cukup lengkap seperti autofocus, LED, dan geo tagging. Ada kemampuanfitur kamera seperti fast launch dan burst shot hingga 5 frame per detik serta foto panorama, yang bisa dikirim secara instan melalui media sosial dengan kecepatan konektivitas 3G yang mencapai 21megabita per detik.

Acer mengklaim kamera pada smartphone ini sanggup merekam video hingga resolusi HD 1080p/30 fps. Kualitas ini sepertinya belum mampu merekam video dengan kualitas HD yang baik. Dan sayangnya, kamera sekunder yang dibenamkan juga termasuk rendah, yaitu hanya sekelas VGA. Tetapi, itu ditutupi dengan keunggulan kamera yang bisa digunakan untuk video chatting.

Kelemahan lainnya, pada sistem operasi. Untuk interfacenya, Liquid C1 hanya mengadopsi sistem operasi Android 4.0 Ice Cream Sandwich. Acer sendiri berjanji akan melakukan pembenahan dalam waktu dengan atau diupgrade Jelly Bean. Toh dengan konektivitas jaringan HSDPA bisa menghasilkan internet lumayan cepat. “Tapi untuk kecepatan konektivitas tentu tergantung operator juga,” tambah Pre-sales Specialist Acer Indonesia Elvira Anggraeni.

Di sisi harga C1 ini akan membidik pasar smartphone menengah dengan banderol harga 2,79 juta. Sepertinya ponsel ini siap bersaing kuat dengan smartphone dikelas tersebut, seperti LG Optimus L9 dan Lumia 620. Ada penawaran khusus selama Mega Bazar Computer 2013 di pekan ini, yakni harga diskon pre-order menjadi Rp2,5 juta saja.

 

SPESIFIKASI ACER LIQUID C1 acer 3

CPU/Chipset      1.2 GHz / Intel Atom Z2420

Tipe :          CandyBar  IPS LCD, layar sentuh kapasitif multi sentuh, 16 juta warna

Ukuran :     540 x 960 pixel, 4.3 inci (256 ppi pixel density)

Ukuran/Berat :    127.3 x 65.5 x 10 mm (5.01 x 2.58 x 0.39 in) / 140 g

Alert :         Vibration, MP3, WAV ringtones

Koneksi :   Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi hotspot

Bluetooth : Ya, v2.1 dengan A2DP

USB/Port : microUSB v2.0

OS : Android v4.0 (Ice Cream Sandwich)

Koneksi : GPRS, EDGE, HSDPA, 21 Mbps; HSUPA, 5.76 Mbps, Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi hotspot, Bluetooth 2.1 with A2DP, microUSB v2.0

Radio : TBD

Sutarto Alimoeso, Direktur Utama Badan Urusan Logistik (Bulog): “Yang Penting Rakyat Tidak Lapar”

ceo bulog Jangkar kestabilan harga di era Orde Baru ada di tangan Badan Urusan Logistik. Mewakili pemerintah, lembaga ini ditasbihkan sebagai raja segala pangan pokok orang banyak, dari beras hingga gula, dari terigu hingga daging sapi. Namun, perubahan politik di tahun 1998 datang ibarat mesin sawmill. Lembaga-lembaga donor internasional, yang membandari negara di tengah krisis keuangan saat itu, memaksakan syarat pengucuran utang yang berbisa. Jakarta diminta mempreteli kewenangan besar Bulog, kecuali hanya untuk urusan beras. Cerita selebihnya adalah sejarah: ladang basah yang ditinggalkan Bulog menjadi rebutan pihak swasta dan asing, yang kemudian berbisnis seperti tanpa ada kontrol negara. Nah, satu dekade lebih setelah Reformasi, Bulog seperti macan yang terbangun dari tidur panjang. Berbenah diri, Bulog menggeliat di tengah keinginan pemerintah agar lembaga ini, sekali lagi, kembali jadi sebagai jangkar kestabilan harga. Direktur Utama Bulog, Sutarto Alimoeso, berbicara seputar perjalanan melelahkan lembaga dan aneka tantangannya ke Deby Abdullah dari SINDO Weekly. Berikut petikannya:

Seberapa besar kebijakan pemerintah memengaruhi kinerja perusahaan Anda?

Sangat besar. Saat awal memimpin, saya memahami tugas lembaga ini mewakili tugas pemerintah. Kami menjalankan public service obligation, penyediaan beras murah untuk masyarakat miskin, pengendalian stok beras, dan pembelian gabah dari petani. Itu yang menjadi bidang pekerjaan utama kami sampai saat ini. Di samping itu, kami berstatus sebagai perusahaan umum sejak 2003. Ada aturan-aturan yang tidak boleh dilanggar. ceo bulog 2

Apakah pilihan-pilihan politik pemerintah juga memberi pengaruh?

Politik ekonomi atau politik apa pun itu, saya tidak tahu persis. Katakanlah sekarang politik ekonomi pangan. Tapi ini, menurut saya, tergantung pada politik nasional. Menurut saya tetap saja ada hubungannya. Kalau soal politik, saya tidak tahu persis, karena saya ini profesional. Saya selalu mengatakan saya ingin menjadi profesional. Saya berpikir dan bekerja secara profesional. Kami di sini juga orang-orang profesional. Saya profesional sebagai CEO perusahaan.

Di 2014 merupakan ajang pemilu presiden. Adakah tokoh yang Anda harapkan?

Kami di Bulog tidak berpolitik. Saya tidak pernah berpolitik meski presiden pun sadar jabatan ini penting dan strategis. Presiden tahu bahwa saya ada di sini. Saya tidak akan hubungkan kerja Bulog dengan politik. Saya selalu berpikir tugas saya di sini pada dasarnya agar rakyat tidak lapar. Orang bisa lapar karena harga, juga bisa karena stok yang menipis. Oleh karena itu, kita harus selalu menghitung risiko, walaupun risiko itu selalu ada.

Risiko seperti apa?

Misalnya, pemerintah memutuskan impor. Biasanya, dan bahkan selalu, pihak yang disalahkan di publik adalah Bulog. Bulog dianggap tidak becus sehingga stok beras kurang. Padahal analisisnya tidak sesederhana itu. Impor bisa terjadi karena stok kurang, bisa juga karena harga dalam negeri naik. Harga naik pasti karena ada gangguan suplai dari produksi dalam negeri. Nah, inilah yang jarang disadari sehingga Bulog selalu dipersalahkan. Tapi, saya mengatakan tidak punya kepentingan pribadi. Kepentingan selalu saya emban sebagai amanah yang harus saya laksanakan dengan baik dan benar.

Kebijakan pemerintah yang Anda idam-idamkan seperti apa?

Perusahaan ini kan berdiri di dua kaki. Pertama, sebagai perusahaan umum, kami harus mencari uang sendiri dan menghidupi diri sendiri. Pendeknya, harus jika masih ingin tetap hidup. Di lain pihak, kami diminta sebagai stabilisator harga. Nah, tentunya ini memerlukan infrastruktur pendukung. Dari aspek perusahaan, supaya untung, tentu urusan perusahaan. Begitu kita diberi penugasan untuk stabilisasi, tentunya pemerintah tidak boleh tinggal diam. Karena, fungsi stabilisasi kadang membawa risiko dan pemerintah harusnya bersedia mengambil alih.

ceo bulog 3  Soal posisi unik Bulog itu bisa dijelaskan lebih detail?

Ambil contoh dalam rangka stabilisasi, kami diminta mengimpor beras. Pada 2011 lalu, kami diperintahkan menutup keran impor dan membeli gabah di atas HPP (harga pokok penjualan). Apa yang terjadi kemudian? Di tahun berikutnya, lebih Rp800 miliar keuntungan Bulog habis untuk membeli stok gabah dalam negeri. Nah, kalau permintaan itu tidak ada, Bulog kan praktis menikmati untung Rp800 miliar dan dari keuntungan tambahan lainnya. Ini yang penting, dari keuntungan itu, Bulog mestinya bisa berinvestasi, memperbesar, dan memperkuat diri.

Pukul rata, bagaimana Anda menggambarkan kondisi Bulog sejauh ini?

Ibarat kapal, Bulog dulu tak ubahnya kapal pesiar. Yang diangkut adalah raja-raja: raja minyak, raja gula, raja beras, raja kedelai, raja terigu, dan raja daging. Tapi sejak 1998, ada banyak perubahan. Paling tidak, secara kelembagaan, kami sudah berstatus perusahaan umum. Kapal pesiar Bulog kini “turun kelas” jadi kapal niaga. Kondisinya belum dapat dikatakan bagus, namun tidak juga dapat dikatakan jelek. Yang pasti, ada tantangan besar saat kami dituntut menjadi stabilisator harga, walaupun masih bersifat perusahaan umum.

Ada suara-suara yang meragukan?

Oh, banyak. Ada yang bahkan bertanya-tanya: apa benar Bulog bisa berubah? Sebab, kapal pesiar pasti lebih enak, kan? Kalau kapal niaga, ya kami harus lepas kemeja, singsingkan lengan, dan mau letih serta berkeringat. Misi saya adalah mengendalikan kapal niaga ini agar masih bisa berlayar dan menjadi stabilisator harga, khususnya beras.

Kembali ke soal stabilisasi, bagaimana sebenarnya Bulog memainkan perannya?

Di tahun-tahun lampau, mekanisme kerja Bulog sepenuhnya menunggu. Kalau tidak ada “krisis”, ya sudah, mekanisme pasar berjalan. Soal ini ada hubungannya dengan desakan WTO seputar penghormatan atas “mekanisme pasar”. Padahal, pemerintah di mana pun dan kapan pun harus memiliki wahana melakukan stabilisasi harga pangan strategis. Kalau dilihat lebih jauh, acuan pertama kami dalam bekerja adalah stok. Stok ada hubungannya dengan produksi. Yang kedua, yakni harga. Harga ada hubungannya dengan produksi dan stok. Ketiga adalah distribusi. Tiga hal ini penting: produksi, harga, dan stok. Nah, produksi sudah ada, Kementerian Pertanian yang lebih berwenang. Dalam kaitannya dengan stok, di sinilah pentingnya peran Bulog. Target kami, pegawai Bulog harus berpikir memperbesar stok dengan efisien. Pegawai kami minta menjemput bola. Kepala gudang jangan menunggu di gudang. Sekarang mereka kami minta mencari dan mendekati kelompok-kelompok tani. Kami menjemput bola agar petani mendapat harga sesuai dengan harga pasarnya. Kami menyebut pola ini dengan “Jaringan Semut”.

Apa agenda penting di 2013?

Agenda utama dan menjadi bagian dari kerja utama kami adalah perusahaan harus memperoleh keuntungan. Tapi di lain pihak, pemerintah meminta Bulog sebagai stabilisator. Tentunya target kita adalah menjadi stabilisator pangan yang baik. Perihal keuntungan, titik tolaknya dari komersial, sejauh mana Bulog bisa mendatangkan keuntungan dari memanfaatkan aset sendiri. Aset itu menjadi modal kerja kami. Karena itu kami akan lebih mendorong adanya kemandirian berbisnis pangan. Yang kami kembangkan saat ini adalah target menguasai jalur hulu ke hilir. Hulunya kerja sama dengan petani. Di tingkat pengolah, kami bekerja sama dengan Unit Pengolahan Gabah dan Beras. Di jalur distribusi, kami punya unit jasa angkutan sendiri, plus pemasarannya. Selain menjalankan kewajiban PSO (public service obligation), yakni menyalurkan beras untuk kalangan miskin, kami juga merambah penyaluran beras ke pasar umum, koperasi, ritel melalui Bulog-mart. Agenda kami jejaring pemasaran itu bisa kuat dan stabil hingga memotong mata rantai tata niaga yang “luar biasa”.

Biodata Sutarto Alimoeso

Nama                           : Ir. Sutarto Alimoeso, M. M.

Tempat, tanggal Lahir : Pacitan, 25 Juni 1949

Istri                             : Rohati

Anak                           : 1) Adityo Wibowo,  2) Tita Nurahmi Kusumaningrum,                                                                   3) Renda Aryadi Budiharto

Pendidikan                  :

1974    : Fakultas Pertanian UGM Yogyakarta                                                          1997    : Magister Manajemen, STIE-IPWI Jakarta

Jabatan                                    : Direktur Utama Bulog

 

Bulog di Antara Mimpi  bulog

Sekali wartawan, tetap wartawan. Bertahun-tahun duduk di birokrasi tak membuat Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan, kehilangan kepekaan indra penciuman berita. Awal Februari silam, via seorang stafnya, Dahlan—eks wartawan dan raja media Jawa Pos Group—membagi kabar yang punya scoop besar untuk kuli lintas semua media. Ini beritanya: Badan Urusan Logistik, lembaga yang sejak era Soeharto tenar dengan berita korupsi, ketakbecusan dan permainan kongkalikong, mendadak memecahkan rekor pengadaan dan stok cadangan beras. “Terbesar sepanjang sejarah,” kata Dahlan.

Dahlan bisa jadi punya motif membagi kabar sedap itu setelah berpekan-pekan seperti kehilangan angin di tengah citranya yang kian dekat dengan permainan politik. Tapi, staf Dahlan membawa statistik yang meyakinkan bahwa ini sungguh sebuah prestasi besar. Detailnya: jumlah pengadaan beras Bulog, persisnya beras yang dibeli dari petani di berbagai provinsi, per Desember 2012 mencapai 3,6 juta ton. Stok beras, termasuk impor: 2,23 juta ton. Pukul rata. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka-angka itu melonjak 40%.

Kendati kabar itu melegakan, itu belum bisa mengulang peran dan posisi Bulog sebagai jangkar kestabilan harga dan pasokan bahan pangan di era Orde Baru. Kala itu, negara berdiri penuh di belakang lembaga, membantu dengan kebijakan dan modal yang kuat. Wilayah kekuasaannya pun tak sebatas dunia sempit perberasan, tapi semua jenis pangan pokok, termasuk gula, minyak, terigu, kedelai dan daging sapi. Bulog kala itu menguasai seluruh mata rantai perdagangan, dari hulu ke hilir, termasuk distribusi, pergudangan, dan pemasarannya. Pendek kata, di padang luas menggiurkan bisnis bahan pangan, hanya ada satu raja dan itu adalah Bulog. Swasta, apalagi asing, hanya boleh bermain di pinggiran.

Tapi apa lacur, perubahan politik di tahun 1998, ditandai krisis moneter dan kejatuhan Soeharto, menempatkan negara di posisi yang sangat lemah. Bertingkah layaknya rentenir, Dana Moneter Internasional (IMF) menjanjikan pengucuran utang pada pemerintah dengan sejumlah syarat yang mematikan, termasuk keharusan Jakarta mengerdilkan Bulog dan menyerahkan urusan harga serta stok pangan ke “mekanisme pasar”. Bulog hanya diperbolehkan bermain di wilayah pengadaan beras.

Kebijakan yang dipaksakan asing ini, kata Guru Besar Ekonomi di Universitas Brawijaya, Erani Yustika, membawa dampak membunuh. Dengan keuangan yang dicekik dan bahkan “dipaksa mencari makan sendiri”, Bulog seketika keok di hadapan “mafia pangan”. Stok mereka kalah. Dalam soal beras, menurut Erani, mafia baru bisa diberantas jika pemerintah memberi sokongan dana yang besar sehingga Bulog bisa mempunyai gudang dengan stok 5 juta ton. “Jika ini bisa direalisasikan, kami yakin mafia beras tidak akan bisa bermain lagi,” kata Erani dalam sebuah seminar awal 2012.

Seorang pekerja mengecek stok beras di gudang Bulog Divisi Regional DKI Jakarta di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (5/2).            Belakangan, muncul keinginan pemerintah untuk mengembalikan fungsi Bulog sebagai jangkar kestabilan stok dan harga bahan pokok. Tapi, detail revitalisasi ini belum juga terpublikasi. Apa pun itu, Bulog masih harus berhadapan dengan perkara pelik. Fakta dari tahun ke tahun memperlihatkan bangsa ini punya ketergantungan besar pada pangan impor plus kuatnya cengkraman pihak swasta dalam distribusi dan pemasaran bahan pangan.

Johnny Darmawan Danusasmita, Presdir PT Toyota Astra Motor: “Banyak Ikan tapi Kita Tak Memiliki Jala”

astra gbr mobil Besarnya nilai investasi yang ditanamkan TMC sudah pasti tak lepas dari peran Johnny Darmawan Danusasmita. Siapa dia? Pria ini adalah Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM). Dialah pemain otomotif yang sukses merekatkan ikatan emosional antara mobil dan konsumennya. Jika dulu, di era 70-an masyarakat begitu akrab dengan nama Toyota Kijang, maka di era Johnny Darmawan konsumen kenal benar dengan mobil yang diberi nama Toyota Avanza. Sejak diluncurkan pertama kali pada 2004, penjualan Toyota Avanza hampir mencapai satu juta unit. Julukan sebagai kendaraan sejuta umat pun lantas disematkan.

Atas semua keberhasilannya itu, Johnny kemudian diberi gelar sebagai CEO terbaik di bidang industri otomotif. “Saya tak melakukan apa-apa kok,” katanya merendah, kepada SINDO Weekly, pekan lalu.

Berikut kutipan wawancara lengkapnya.

Penjualan mobil di Indonesia tembus sejuta unit tahun lalu. Komentar Anda?

Sebagai basis industri, Indonesia punya populasi dan sumber daya alam. Sebenarnya kita lebih baik dibanding Thailand. Kita punya populasi empat kali lipat dan Thailand tidak punya SDA. Nah, di sini problemnya adalah masalah manajemen. Dulu di era Pak Harto kebijakan industri otomotif mengarah pada mobil nasional (mobnas); Thailand production base; dan Malaysia sama dengan Indonesia. Kenyataannya, menurut saya, yang benar adalah Thailand. Mengapa? Kalau mobnas ada keterbatasan-keterbatasan. Ada subsidi, misalnya.

Kalau melihat sejarah, mestinya Indonesia sudah sejak lama meraih pencapaian itu. Malah dulu market kita ada di atas pada era 70-80-an. Nah, setelah ada kebijakan mobnas, para investor mulai menarik diri, Indonesia jadi ketinggalan. Barulah sekarang Indonesia mulai menyusul. Saya surprise penjualan Indonesia mencapai satu juta. Ada beberapa contoh. Cina pada 2003 pasarnya cuma berapa jutaan. Sekarang menjadi yang terbesar di dunia, sekitar 20 juta, menyalip Amerika. India juga makin tinggi, yakni bisa mencapai tiga juta lebih.

Kalau melihat negara-negara yang penduduknya banyak itu, Indonesia sebenarnya punya peluang. Masalahnya cuma manajemennya. Pada waktu itu di kepala saya angka itu baru bisa dicapai pada 2013. Pada semester pertama I-2012 saya memperkirakan paling bisa mencapai satu juta berapa, atau di bawah satu juta. Tapi di luar dugaan penjualannya luar biasa.

Apa yang mendorong penjualan setinggi itu? ceo astra

GDP per kapita kita meningkat. Itu biasanya bisa menjadi indikator. Biasanya kalau sudah di atas US$3000, penjualan otomotif pasti naik dan akan menjadi motorisasi, contohnya adalah Thailand. Faktor lain adalah kemudahan-kemudahan. Dulu kalau tidak bawa uang cash, tidak bisa membeli mobil. Sekarang, bisa lewat kredit yang prosesnya gampang sekali. Selain itu, di Indonesia belum ada transportasi umum yang layak dan nyaman.

Lebih jauh lagi investor mulai percaya dengan Indonesia. Toyota, misalnya, begitu konsisten untuk berinvestasi di sini.

Seberapa besar kontribusi industri otomotif terhadap ekonomi?

Otomotif itu industri, bukan jualan mobil. Lewat pajak, otomotif memberikan kontribusi terbesar buat APBD. Mana ada yang dipajaki sebelum lahir sampai sudah nenek-nenek, selain otomotif. Kedua, memberikan kesempatan kerja yang banyak. Berdasarkan hitungan-hitungan sudah ada lima juta orang yang terlibat dalam industri otomotif. Belum pihak-pihak informal yang terkait, seperti para pedagang.

Sektor otomotif bisa menarik investasi, dan investasi terbesar ada di sektor ini. Jangan lupakan ekspor juga. Kalau kita jadi production base, maka kita akan mengekspor dan memberi nilai tambah buat pemerintah.

Indonesia berpeluang menjadi negara production base?

Sudah di depan mata. Contohnya Toyota, investasinya Rp13 triliun selama tiga tahun ini, dan dimungkinkan menjadi Rp26 triliun. Masalahnya, bagaimana pemerintah menyikapi itu. Harus ada kekompakan dalam menyikapi sesuatu yang menarik ini. Analoginya, banyak ikan tapi kita tak memiliki jala. Bagaimana mau menangkapnya kalau tak punya jala. Nah, jala itu ibaratnya adalah regulasi berupa insentif pajak.

SONY DSC Dampaknya?

Berpengaruh pada industri kecil, seperti baut, mur, dan kopling. Untuk membuat harga murah, produsen akan beralih dari first tier ke second tier, lalu ke third tier. Nah, Indonesia sekarang baru sampai second tier. Selama kualitasnya bagus tak masalah.

Soal regulasi pemerintah atas kepemilikan mobil?

Ada regulasi yang membuai, misalnya DP yang murah dan kemudahan-kemudahan. Nah, belakangan itu mulai disetop dengan menaikkan besaran DP. Tapi itu tak menghambat penjualan mobil.

Lalu, bagaimana prospek ke depan?

Tergantung dari kondisi ekonomi. Bulan-bulan terakhir ini pasarnya agak menurun karena harga komoditas turun. Memang ada yang bilang penjualan mobil berdasarkan pertumbuhan ekonomi. Tapi, harus diingat bahwa mobil merupakan kebutuhan sekunder, bukan primer.

Soal bubble kredit otomotif? astra perakitan

Indikator paling absolut soal itu adalah NPL (kredit macet), dan NPL kredit otomotif terbilang kecil. Nah, mungkin pemerintah punya persepsi lain sehingga perlu mengerem kredit otomotif.

Apa yang bisa membuat industri otomotif kita bisa lebih maju lagi?

Investasi. Dua tahun ini investasi datang berlimpah-limpah. Bukan cuma Toyota, tapi juga Nissan, Mitsubishi, Honda, dan Ford. Semua berlomba-lomba mendapatkan kapasitas yang notabene membuat pasar menjadi kompetitif karena suplainya lebih besar daripada demand.

Soal hambatan?

Salah satunya adalah regulasi. Contohnya adalah soal low cost and green car atau LCG. Pemerintah yang meminta soal itu, tapi sampai sekarang kebijakannya belum keluar.

Industri otomotif dibilang mendapatkan keuntungan atas murahnya BBM?

Ya, naikkan saja harga BBM kalau itu benar secara fundamental. Tidak mungkin kita beralih ke gas. Harga gas Rp3.100, sedangkan premium Rp4.500. Di dunia, negara yang berhasil menggunakan gas disparitas harganya minimum 50%. Kenaikan BBM memang akan membuat penjualan shocked, namun hanya sementara. Dulu pada 2005 Pak Jusuf Kalla pernah menaikkan BBM dan itu hanya membuat shock sekitar empat bulan. Kenaikan BBM kalau memang sebuah solusi saya setuju. Dana itu nanti bisa digunakan untuk infrastruktur. Itu lebih bagus.

Banyak investor yang menanamkan investasinya di bidang otomotif. Suplai lebih banyak daripada demand. Persaingan bisa tak sehat?

Baik sekali buat konsumen karena mereka punya pilihan. Mereka akan merasa happy. Tapi yang paling happy adalah pemerintah karena banyaknya penjualan makin besar pajaknya.

Industri otomotif Jepang sangat dimanja di sini.

Kalau G to G itu biasa. Tapi kalau soal politik saya tidak bisa menjawab. Sekarang era transparan, jadi peraturan berlaku untuk semua. Memang pemerintah pro kepada investor yang sungguh-sungguh. Ada investor yang datang belakangan minta keistimewaan karena sudah ketinggalan jauh dengan para investor Jepang.

Jadi Anda tak sependapat soal mobil nasional?

Saya mendukung program mobnas dan saya menghargai sikap kreatif. Tapi untuk membuat sebuah mobil yang seutuhnya itu tidak mudah. Suatu saat kita bisa membuat mobil sendiri, ya why not?

BIODATA Johnny Darmawan Danusasmita

Nama                                       : Johnny Darmawan Danusasmita

Tempat/Tanggal Lahir         : Jakarta/1 Agustus 1952

 Pendidikan:

Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi, Universitas Trisakti, Jakarta

Karier

2010 – sekarang                      Presiden Komisaris PT Astra Otoparts

2008 – sekarang                      Komisaris PT Serasi Autoraya

2008 – 2010                            Komisaris PT Toyota Astra Financial Services

2006 – sekarang                      Komisaris PT Intertel Nusaperdana

2006 – sekarang                      Komisaris PT Astratel Nusantara

2006 – sekarang                      Komisaris PT Suryaraya Prawira

2006 – sekarang                      Komisaris PT Brahmayasa Bahtera

2005 – sekarang                      Direktur PT Astra International Tbk.

 Organisasi Profesi

2011 – sekarang                      Ketua Bidang APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia)

2011 – sekarang                      Ketua Bidang KADIN

2008 – sekarang                      Komisaris Bursa Efek Indonesia

2007 – sekarang                      Anggota Dewan Konsultatif Standard Akuntansi Keuangan (IAI)

2007 – sekarang                      Wakil Ketua Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia)

 

PT Toyota Astra Motor, Peluang Sudah di Depan Mata ceo astra 2

Sejak krisis ekonomi melanda Amerika Serikat (AS), titel produsen mobil terbesar pun beralih ke Toyota. Produsen mobil asal Negeri Matahari terbit itu sukses menyingkirkan General Motor (GM). Sejak itu pula, GM beserta pabrikan mobil di Amerika Utara lainnya, seperti Ford dan Chrysler, menutup satu per satu unit pabriknya di Detroit. Masa kejayaan industri otomotif Negeri Paman Sam pun berakhir.

Toyota tak hanya berjaya di AS. Di Indonesia gelar sebagai penguasa pasar bahkan sudah disandang produsen mobil dari Jepang itu sejak pertengahan dekade 1970-an.

Tahun lalu Toyota Astra Motor (TAM), distributor kendaraan roda empat itu, di Tanah Air ini sukses membukukan penjualan mobil hingga 400 ribu unit. Dengan angka penjualan itu, Astra menguasai pangsa industri otomotif nasional sebesar 35%.

Tak berhenti di situ, TAM juga terus memperbesar kapasitas produksi mobilnya guna memenuhi permintaan dalam negeri dan ekspor. Pendirian pabrik baru di daerah Karawang dengan nilai investasi Rp2,9 triliun akan segera direalisasikan pada tahun ini.

Nilai investasi itu merupakan bagian dari komitmen Toyota Motor Corporation (TMC) yang ingin menginvestasikan dananya sebesar Rp26 triliun. Nantinya, produksi mobil Astra akan bertambah 250 ribu unit per tahun.

Soal besarnya minat industri otomotif dunia menanamkan modal di Indonesia, menurut Johnny Darmawan, pasar Indonesia amatlah menggiurkan. Besarnya populasi dan melimpahnya sumber daya alam menarik minat pihak asing untuk menanamkan investasinya di sini.

Hanya saja, Johnny mengingatkan jika pemerintah menyiapkan regulasi yang tepat, maka Indonesia bisa menjadi negara production base. “Peluang itu sudah di depan mata,” ujarnya, lalu menambahkan jika benar terwujud maka dampak positifnya bisa berlipat-lipat, termasuk ke kalangan industri kecil. Kontribusi industri otomotif pun akan semakin besar buat negara.

Profil Dirut PT Pembangunan Jaya Ancol Budi Karya Sumadi: “Masyarakat Kita Sudah Dewasa dan Cerdas”

ceo ancol 3 Lama melenggang sendirian tanpa saingan sebagai tujuan wisata terbesar di Tanah Air, Taman Impian Jaya Ancol (TIJA) kini mendapatkan saingan baru dengan hadirnya Trans Studio di Jakarta dan Bandung.

Namun, manajemen PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (PJA) anak usaha dari Ciputra Group selaku pengembang TIJA tak merasa khawatir dengan persaingan tersebut. “Kami memandang persaingan sebagai suatu hal yang positif. Masyarakat mempunyai beragam pilihan tempat wisata,” ujar Direktur Utama PJA Budi Karya Sumadi.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus meningkat dan jumlah penduduk Indonesia yang besar juga memberi peluang bagi pertumbuhan industri wisata. “Jangan lupa, saat ini jumlah penduduk Indonesia sekitar 250 juta orang, sementara sasaran dari industri wisata sendiri baru 25–30 juta orang. Jadi, peluang untuk pertumbuhan industri wisata masih besar,” lanjut pria yang gemar mengumpulkan kayu-kayu antik ini. OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kondisi politik pun, menurut Budi, situasinya relatif stabil. “Dengan demikian, dunia usaha akan berjalan sebagaimana mestinya tanpa gangguan berarti,” ujar Budi. Nah untuk mengetahui lebih jauh pandangannya mengenai Indonesia saat ini, berikut petikan wawancara Budi Karya Sumadi dengan Windarto dari SINDO Weekly:

Apakah situasi politik akan memanas menjelang Pemilu 2014 sehingga iklim usaha terganggu?

Tidak ada masalah dengan situasi politik saat ini. Apalagi situasi politik saat ini relatif stabil. Saya pikir hal ini disebabkan oleh masyarakat kita yang sudah semakin dewasa dan cerdas dalam memandang siklus 5 tahunan tersebut. Dengan demikian, dunia usaha pun akan berjalan sebagaimana mestinya tanpa gangguan yang berarti.

Gonjang-ganjing di Partai Demokrat, misalnya, tentunya akan memicu perkembangan politik yang lebih luas lagi?

Itu kan dinamika politik di dalam partainya sendiri. Bukankah hal semacam itu sudah biasa. Rakyat pun menanggapinya biasa saja.

Bagaimana Anda menilai jalannya pemilu yang akan datang?

Saya meyakini pemilu akan berjalan lancar dan damai. Kemudian, terlepas dari mana pun asalnya atau apa pun partai politiknya, saya berharap pemilu tersebut akan melahirkan pimpinan nasional yang terbaik.

Bila kondisi politik stabil, bagaimana dengan situasi perekonomian saat ini?

Situasi ekonomi Indonesia saya pikir sangat baik. Apalagi, di saat banyak negara lain dunia mengalami perlambatan ekonomi, ekonomi Indonesia tetap tumbuh stabil. Pertumbuhan ekonomi yang tetap positif, tingkat inflasi dan suku bunga yang rendah merupakan modal yang baik bagi perseroan yang tengah memperbaiki kinerjanya untuk melaju lebih cepat lagi.

Apa konsekuensi pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut terhadap perseroan?

Tentu saja berdampak kepada meningkatnya pendapatan dan daya beli masyarakat. Kondisi ini menyebabkan kemampuan konsumsi masyarakat di sektor wisata juga meningkat. Selain karena pertumbuhan ekonomi Indonesia, kenaikan jumlah pengunjung juga dipengaruhi oleh jumlah penduduk Indonesia yang sekitar 250 juta orang. Sementara, sasaran dari industri tempat wisata sendiri baru 25–30 juta orang. Jadi, peluang untuk industri tempat wisata tumbuh masih besar.

Bagaimana Ancol menangkap peluang pertumbuhan ekonomi tersebut?

Kami menangkap peluang tersebut dengan menghadirkan berbagai macam pilihan fasilitas hiburan. Selain itu, wahana permainan yang ada juga kami lengkapi. Dengan makin lengkapnya fasilitas permainan hingga fasilitas penginapan tersebut, kami menargetkan pertumbuhan jumlah pengunjung sekitar 3–5 persen per tahunnya. Itu pertumbuhan yang wajar dalam industri untuk yang sudah di atas 10 juta (pengunjung). Bahkan di Amerika dan Jepang, mereka juga tumbuh sekitar 3 persen satu tahun. Ini karena volume-nya sudah besar sekali.

ceo ancol Dari sisi regulasi, apakah ada yang perlu diperbaiki untuk mendukung pertumbuhan industri wisata?

Saya pikir, regulasi yang sudah dibuat oleh pemerintah saat ini sudah pas untuk menciptakan situasi yang kondusif untuk mendukung industri. Jadi tidak ada persoalan dalam hal ini.

Ancol kini mendapatkan saingan dari Trans Studio yang sudah berdiri di Bandung dan Makassar. Bagaimana Anda menanggapi persaingan tersebut?

Kami memandang persaingan sebagai suatu hal yang positif. Dengan persaingan di industri tempat rekreasi yang semakin ramai, masyarakat mempunyai beragam pilihan tempat wisata. Selain itu, kami juga memandang pangsa pasar industri tempat wisata masih besar.

Kabarnya, perseroan juga akan melakukan ekspansi ke sejumlah daerah ?

Ya Anda benar, kami sudah mulai berpikir untuk melakukan ekspansi ke daerah lain di Indonesia. Saat ini kami sedang menjajaki sejumlah lokasi di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Prosesnya sedang berjalan. Kami berharap semoga lancar dan segera selesai.

Apakah ada rencana Ancol menggarap bidang lain di luar rekreasi dan properti?

Kami tidak bisa hanya fokus untuk mengeksploitasi Ancol, karena itu ada batasnya. Maka mulai beberapa tahun lalu, selain menguatkan dan mengembangkan usaha yang telah ada, kami juga akan mencari sumber-sumber pendapatan baru untuk diversifikasi usaha yang menunjang pertumbuhan yang berkesinambungan.

Salah satu contohnya, adalah diversifikasi usaha dengan membentuk anak usaha yang berfokus pada bidang infrastruktur jalan tol Akses Tol Priok (ATP), yang diharapkan akan menghasilkan pendapatan. Sekadar informasi, pada 2011 lalu, kami telah melakukan pengembangan usaha baru berbasis bisnis infrastruktur dan utilitas. Misalnya melalui pengoperasian Ancol New Water, yang merupakan aplikasi Sea Water Reverse Osmosis (teknologi penyulingan air laut menjadi air tawar sebagai bahan baku air bersih). Saat ini produksinya sudah 5.000 meter kubik per hari. Sekarang memang baru untuk kebutuhan sendiri, tetapi nanti akan dikembangkan untuk warga di DKI Jakarta.

Biodata Budi Karya Sumadi

Nama                                       : Ir. Budi Karya Sumadi

Tempat, tanggal tahir : Palembang, 18 Desember 1956

Pendidikan      :

1981                            Sarjana Arsitektur Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta

1975                            SMA Xaverius Palembang

1972                            SMPN 1 Palembang

1969                            SD Muhammadiyah Palembang

Karier              :

1979–1980                  Asisten Dosen Jurusan Arsitek FT UGM

1989–1991                  Manager Marketing Property PT Pembangunan Jaya Ancol

2001–2004                  Direktur Keuangan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.

2001–2004                  Direktur Keuangan PT TIJA

2001–sekarang            Komisaris PT Philindo

2004–sekarang            Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.

2004–sekarang            Direktur Utama PT TIJA

Ingin Menjadi yang Terbesar di Asia Tenggara

Bila ada satu perusahaan yang kiprahnya hampir mencapai setengah abad, salah satunya adalah PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. Pasalnya, sejak awal berdirinya kawasan wisata terpadu di belahan utara Jakarta, yang semula bernama Taman Impian Ancol itu pada 1966, perusahaan itu sudah terlibat. ancol 1

Saat itu, untuk mewujudkan kawasan wisata terpadu tersebut, Pemerintah Propinsi DKI Jakarta, menunjuk PT Pembangunan Jaya sebagai Badan Pelaksana Pembangunan (BPP) Proyek Ancol. Sejalan dengan peningkatan kinerja, pada 1992, status BPP Proyek Ancol diubah menjadi PT Pembangunan Jaya Ancol.

Atas perubahan itu, konsekuensinya terjadi perubahan kepemilikan dan persentase kepemilikan saham, yakni 20% dimiliki oleh PT Pembangunan Jaya dan 80% dimiliki oleh Pemda DKI Jakarta.

Agar bisa terus mengembangkan kawasan itu, serta untuk mencitrakan kuatnya bisnis yang dikembangkan, Juli 2004 PT Pembangunan Jaya Ancol pun go public. Artinya, status kepemilikan saham pun kembali berubah, 72% saham dimiliki Pemda DKI Jakarta, 18% PT Pembangunan Jaya, serta 10% masyarakat.

Langkah go public ini, dilakukan dalam rangka meningkatkan kinerja perusahaan serta menciptakan sebuah good & clean governance. Kinerja dan citra yang positif ini, diyakini akan memacu perusahaan untuk terus tumbuh dan berkembang secara sehat di masa depan.

Selain itu, PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk. juga melakukan upaya repositioning, ditandai dengan diluncurkannya logo baru Ancol pada Juli 2005. Perubahan tersebut tidak semata mengganti logo perusahaan, tetapi juga untuk memacu semangat dan budaya perusahaan secara keseluruhan.

Sejak itu pula, di bawah Budi Karya Sumadi sebagai Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol yang menggantikan pendirinya, yaitu Ciputra, visi perusahaannya pun berubah. Visinya, “Ancol Spectacular”, yang bertujuan menjadi perusahaan pengembang properti dengan kawasan wisata terpadu terbesar dan terbaik di Asia Tenggara yang memiliki jaringan sentra rekreasi terluas.

Visi itu pun diwujudkan secara nyata, melalui pendapatan yang terus meningkat. Menurut Budi, pada 2012 lalu realisasi pendapatan sekitar Rp1,1 triliun dengan laba senilai Rp170 miliar. Tahun ini, Budi menargetkan pendapatannya naik ke angka Rp1,3 triliun, dengan laba diprediksi mencapai Rp190 miliar.

Harus diakui, hingga saat ini kawasan wisata terpadu dan terlengkap—paling tidak—di Indonesia adalah Ancol. Di kawasan tersebut, PT Pembangunan Jaya Ancol hingga kini mengelola lebih dari 20 wahana wisata, pertunjukkan, dan permainan. Beberapa yang terkenal adalah Dunia Fantasi (Dufan), Seaworld, Atlantis Water Adventure, dan yang baru diluncurkan yaitu Ecopark.

Terkait wisata ilmiah, PT Pembangunan Jaya Ancol pun mengembangkan Dunia Fantasi alias Dufan sebagai salah satu pusat edutainment yang ada di Ancol, yakni dengan dibukanya Fisika Dunia Fantasi (Fidufa) dan Pentas Prestasi. Sekadar informasi, Dufan telah memiliki sertifikat ISO 9001:2008 sejak 2009. ancol

Selain itu, perusahaan milik Ciputra ini juga mengembangkan bisnis propertinya, meliputi hunian berupa kaveling dan unit townhouse. Lalu ada pula properti komersial, seperti ruko, gedung perkantoran, service residence, serta penyewaan lahan. Adapun bisnis property lain, di antaranya berupa Coasta Villa Best Resort Living dan Apartemen Northland Ancol Residence.

 

Profil Johanes Auri, Sang Legenda Hidup Sepak Bola Tanah Air

Gambar Legenda sepak bola era 70-an berjuluk Black Silent ini menjadi salah satu pionir lahirnya bibit unggul pemain. Dalam usia tergolong senja, dia terus memupuk kesuksekan proses regenerasi.

Gambar

Orang telah tahu, semua pun tahu di lapangan hijau

kini tlah muncul di ufuk timur, mutiara hitam.

 Timo Kapisa, Johanes Auri, dan kawan-kawannya…

bermain gemilang, menerjang lawan dan selalu menang.

 Persipura, mutiara hitam…

Persipura, selalu gemilang

 Tiada disangka tiada diduga akan semua itu

mereka gemilang di lapangan hijau, semua gembira

 Timo Kapisa, Johanes Auri, dan kawan-kawannya…

bermain gemilang, menerjang lawan dan selalu menang.

 Persipura, mutiara hitam…Persipura, selalu gemilang

 Tiada disangka tiada diduga akan semua itu

mereka gemilang di lapangan hijau, semua gembira

 Syalalalalala, lalalalala … lalalalala, lalalalala

 Lagu berjudul Persipura yang diciptakan band lawas, Black Brothers seperti memaksa kenangan era 70-an. Lagu itu, terlontar saat Persipura atau Mandala Jaya Jaya juara Soeharto Cup tahun 1976. Black Borthers pun memasukkan dua nama pemain andalan Persipura: Timo Kapisa (striker) dan Johanes Auri (bek kiri). Alhasil, lagu ini menjadi populer pada 1977 hingga 1978.

 Di era 70-an, memang pemain dari negeri Papua (dulu bernama Irian Jaya) sedang naik daun. Secara singkat, Persipura di Perserikatan 1973 berada di peringkat ke-5, dua tahun kemudian pada Perserikatan 1975  naik ke posisi keempat. Selang setahun, menjuarai turnamen Piala Soeharto III. Dan, dalam PON IX tahun 1977, Persipura menyematkan medali perak setelah di babak final dikalahkan DKI Jakarta 4-2 melalui adu penalti (2 Agustus 1977). Karenanya, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI)  mengirimkan tim Persipura Jayapura

 Atas dasar itulah, PSSI menghargai prestasi Papua-Persipura dengan mengirimkan Persipura ke King’s Cup 1977 bukan mengutus tim nasional (timnas). Alasannya, PSSI melihat prestasi menanjak persepakbolaan secara umum. Gambar

 Adalah Johanes Auri yang menjadi legenda hidup sepak bola tanah air dari Persipura. Dan, lelaki berusia 58 tahun ini masih eksis dalam kepengurusan badan persepakbolaan nasional saat ini, PSSI dengan menjabat  sebagai anggota Komite Etika PSSI.

 Hampir seluruh hidup Johanes memang dihabiskan dalam lapangan sepak bola. Pria kelahiran Manokwari, 30 Oktober 1954 ini sejak belia memang sudah aktif bermain bola. Hal tersebut karena sang ayah, Leonard Auri juga pemain bola. “Papa saya kebetulan waktu muda juga pemain sepak bola. Kami 12 bersaudara, yaitu 4 laki-laki dan 8 perempuan. Keempat anak laki-laki ini kebetulan juga ikut bermain bola seperti papa saya,” akunya.

 Meski begitu, dirinya bukanlah sosok yang manja. Sejak masih kecil dia punya tekad untuk mandiri. Misalnya untuk membeli sepatu bola. Johanes harus kerja keras. Saban hari sepulang sekolah dia mencari botol-botol minuman yang kemudian dijual. “Pokoknya setiap pulang sekolah saya cari itu botol-botol minuman dan dijual kepada pabrik limun. Lama-lama hasilnya dikumpulkan untuk beli aksesoris bermain sepak bola seperti sepatu, celana sampai kaos. Padahal, papa saya mampu belikan, tapi saya tidak mau,” dia menceritakan.

 Bukan hanya itu, sambil tetap menyalurkan hobi bermain sepak bola, Johanes juga mengumpulkan batok kelapa untuk dijual. Tak jarang pula harus banting tulang membelah kayu yang kemudian dijual. “Dulu harga sepatu yang pernah saya beli harganya Rp 15. 000. Sepatu itu dulu dipakai Waskito (pemain legendaris sepak bola Indonesia era 60-an) yang dibuat langsungnya dari Surabaya dari kakaknya Waskito,” katanya. Untuk sekelas sepatu saja, uang sebesar Rp 15.000 di masa 60-an itu terasa sangat mahal sebab bisa setara dengan gaji bulanan seorang karyawan menengah. “Karenanya saya sangat senang kalau pakai sepatu itu,” tambahnya.

 Namun bukan hanya tampilan yang dia banggakan. Johanes muda juga menjadi pemain bola yang atraktif. Karirnya perlahan menanjak. Boleh dibilang, setelah mengikuti kejuaraan Pekan Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (POPSI) tingkat kabupaten namanya mulai diperhitungkan. Lelaki berkulit hitam ini lalu diboyong Perseman Manokwari. “Mulai saat itu saya banyak mengikuti kompetisi,” sambung dia.

 Karena seringnya bertanding hingga ke luar daerah, dirinya pindah sekolah di Jayapura. Tak lama, Johanes dipinang klub Persipura. Dia pun makin aktif keliling Indonesia ikut berbagai pertandingan. Kakinya cekatan mengamankan serangan bola yang datang. “Saya mulai tanding ke berbagai penjuru tempat Indonesia seperti Ujung Pandang, Jakarta, Surabaya, Padang, atau Manado,” imbuhnya.

Tahun 75, saat itu PSSI dinakhodai pelatih asal Belanda:  Wiel Coerver. Tak dinyana, Johanes dipanggil dalam jajaran skuad. Coerver merupakan pelatih yang membantu mengembangkan semangat, kreatifitas hingga rasa percaya diri para pemain, termasuk Johanes.

Saat itu, eforia nasionalisme sepak bola dalam negeri sangat kental. Pasalnya, hampir dua dekade tim Merah Putih tak bisa tampil dalam pentas dunia karena mendapat sanksi larangan bermain selama 16 tahun akibat memboikot pertandingan kualifikasi Piala Dunia 1958 melawan Israel. Sosok kepelatihan Coerver dirasa membawa angin segar sebab berhasil menukangi Fayenord Rotterdam juara Piala UEFA 1974. PSSI yang di bawah kepemimpinan Bardosono mengikat pria kelahiran Belanda 3 Desember 1924 ini.

Dengan sikap tegas Coerver, maka nama Johanes masuk dalam jajaran timnas. Meskipun dalam pemilihan pemain, Coerver harus beradu pendapat dengan Bardosono. Terlebih, pelatih tersebut dikenal begitu membela hak para pemainnya, baik ketika berkiprah di Eropa maupun di Indonesia. “Saat itu saya ikut memperkuat PSSI pada pra olimpiade. Saya bermimpi bisa bermain di PSSI, dan berhasil dengan perjuangan keras Inilah awal kebangkitannya,” ungkap Johanes.

Sebagai anak asli Papua, dirinya mengaku bangga dapat memperjuangkan Indonesia dalam pagelaran internasional. “Saya bangga sebagai anak Papua yang ikut membela mengharumkan nama republik ini. Ada beberapa event, tapi yang paling berkesan adalah pertandingan Pra Olimpiade melawan Korea Utara di Senayan,” kenangnya.

Pertandingan di depan 120 ribu pendukung yang memenuhi stadion Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta itu membawa hasil seri 1-1 melawan Korea Utara. Sayang, Indonesia kurang beruntung karena kalah adu penalti dengan  skor 5-6. Namun, dari kaki Johanes lahirlah sebuah gol dalam laga dramatis tersebut. “Saya mencetak satu gol, meskipun kemudian tangan saya kemudian harus patah karena di pertandingan melawan Rusia tahun 1977. Tangan saya diinjak,” tutur Johanes.

Saking hebatnya Johanes menjaga lini belakang Tim Garuda, maka dalam beberapa pendapat soal pemain legendaris, selalu saja namanya dicantumkan dalam barisan belakang sebelah kiri. Johanes yang bersama timnas dalam satu dekade (1975 – 1985) bahkan bergelar Black Silent karena tak banyak bicara atau mengeluh.

Akhirnya, sang legenda memilih karir di klub elite milik ibukota Jakarta, yakni Persija. Johanes saat itu menjadi bagian kwartet dalam asuhan pelatih Persija asal Polandia, Jonata, yaitu Rumahpasal-Johannes Auri-Oyong Lisa-Suaeb Rizal yang dikenal sukar dilewati penyerang lawan. Johanes juga satu klub dengan dengan pemain legendaris lainnya seperti Sofyan Hadi, Anjas Asmara, bahkan Iswadi Idris.

Peduli Soal Regenerasi

Sebagai salah seorang yang merindu kembalinya kejayaan Indonesia dalam mata internasional, Johanes pun memandang perlunya pelatihan kepada regenerasi muda. Meski kisruh kepengurusan sepak bola yang berlanjut alot dewasa ini, tak menghalangi suami dari Wihalmina itu ikut terjun langsung ke lapangan.

 Pada 20 Maret 2011, secara aklamasi dibentuklah Badan Sepak Bola Rakyat Indonesia (BASRI) resmi dibentuk. Badan ini sejatinya bukan tandingan PSSI melainkan sebagai mitra kerja. Johanes Auri ditunjuk menjadi Ketua Umum pertama, sementara mantan pemain timnas lain, Nasri Sallasa mengemban jabatan sekretaris jenderal.

 Bagi Johanes BASRI dibentuk untuk mencari pemain-pemain berbakat di desa. BASRI didaulat menyelenggarakan kompetisi antar klub-klub yang ada di desa dengan membuat LIDI (Liga Desa Indonesia) dengan jumlah klub mencapai 90.000 buah. “Ini tentu bukan pekerjaan mudah. Tapi kami punya komitmen, hal ini harus dilakukan sekarang, bukan besok,” terang Johanes Auri saat dirinya dilantik menjadi Ketua Umum BASRI.

 Dan, hingga Januari 2013, Johanes digantikan Eddy Sofyan sebagai Ketua Umum BASRI periode 2013-2018, namun tetap ikut dalam sistem pola regenerasi yang ada. Seperti halnya, di kampung halamannya, Manokwari dia membangun tempat pelatihan.

 “Tidak ada yang mengambil sepakbola dari Tanah Papua. Sepakbola tetap menjadi milik masyarakat Papua di tanahnya sendiri,” jawabnya setelah terlontar ungkapan salah satu anggota DPR RI mengatakan, orang Papua merasa sepakbola seolah sudah dirampas dari tanah Papua. Hal itu karena PSSI menjatuhkan sanksi kepada Persipura Jayapura yang tetap mengikuti kompetisi Superliga Indonesia tahun 2012.

 Johanes mengaku sangat prihatin, persoalan di luar sepakbola dicampuraduk dengan urusan sepakbola. “Orang politik bicara sepakbola, dengan caranya sendiri. Saya tidak habis pikir bisa seperti itu.” Johanes yang mengikuti kepengurusan Djohar Arifin pun menambahkan, bahaya ketika kepentingan tertentu masuk dalam ranak sepak bola. “Yang berbahaya adalah, ketika persoalan di luar sepakbola di bawah masuk dalam dinamika perkembangan sepakbola. Sepakbola punya aturan main sendiri, mulai dari PSSI, AFC, maupun FIFA. Tidak mungkin dicampuradukkan dengan berbagai kepentingan perorangan ataupun kelompok,” dia menyerukan.

 Johanes sendiri mempertanyakan kondisi perpecahan kepengurusan sepak bola dalam negeri. “Kenapa harus mencabik-cabik sendiri hanya karena kepentingan satu golongan? Orang-orang pasti akan tertawa. Malaysia, Thailand atau lainnya sekarang menertawakan kita, padahal dulu Indonesia sangat disegani,” kata Johanes geram

 “Harapan saya tiada lain, kapan Indonesia bisa merebut kembali menjadi juara di Asia Tenggara atau Asia? Hal itu membuat saya kecewa kepada pembina. Meskipun saya kecewa saya tetap berusaha membina sepak bola. Sebagai ajang pembuktian paling tidak ada kerja nyata.  

Cita-cita saya dua atau tiga tahun lagi, aka nada pemain untuk U-19 atau U-21 yang lahir lahir dari Manokwari,” pungkas ayah dua anak ini.

 

Wawancara Dirut PT Askes (Persero) Fahmi Idris

“Proses Transformasi Berlangsung Cepat”

dirut askes 2 Baru dilantik menjadi Direktur Utama (Dirut) PT Askes (Persero) medio Januari lalu, Fahmi Idris langsung dihadapkan segudang pekerjaan. Apalagi Badan usaha milik negara (BUMN) bidang asuransi kesehatan itu sedang bersiap melakukan peralihan menjadi Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) awal tahun depan.

Mantan Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia ini harus bisa mengejar sisa pekerjaan rumah yang ditinggalkan I Gede Subawa untuk lima tahun mendatang. DKI Jakarta pun ditunjuk menjadi proyek percontohan realisasi jaminan kesehatan buat masyarakat. Fahmi Idris telah menandatangani nota kesepahaman dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo awal Maret ini.

Peluncuran Kartu Jakarta Sehat (KJS) di ibukota ini menargetkan 4,7 juta jiwa dengan premi asuransi per anggota per bulan sebesar Rp23 ribu. Bahkan, sudah dibuat layanan panggilan darurat sebagai Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) dengan nomor 119. Jadi, tak perlu repot lagi.

Fahmi sendiri mengingatkan, penduduk berusia 60 tahun ke atas diprediksi bakal meningkat hingga tahun 2025. Ini merupakan beban pemerintah yang seharusnya ditanggulangi sejak dini. Lalu, bagaimana masa persiapan transformasi perusahaan pelat merah ini? Simak dalam wawancara berikut :

Saat ini, bagaimana portofolio instrumen investasi di PT Askes (Persero)?

Portofolio investasi PT Askes terbagi atas 74,93 % pendapatan tetap. Itu yang terdiri dari deposito dan obligasi serta 25,07 % non pendapatan tetap yang terdiri dari saham, reksadana serta investasi dalam tanah.

New Picture (1)

Untuk pemakaian anggaran, bisa dijelaskan penggunaan terbesar buat apa?

Alokasi biaya terbesar adalah komponen biaya pelayanan kesehatan. Dari alokasi biaya pelayanan kesehatan ini, rata-rata sekitar 32,61% adalah biaya obat-obatan.

Sebagai asuransi kesehatan, kalau boleh tahu berapa besaran klaim yang sudah dikeluarkan PT Askes sampai tahun lalu?

Sebelumnya perlu diingat jumlah penduduk Indonesia yang telah lanjut usia atau lansia yang usianya di atas 60 tahun diperkirakan bakal terus meningkat hingga tahun 2025. Masalah ini tidak hanya membayangi negara Indonesia saja tapi juga menjadi masalah negara-negara lain di dunia.

Karena itu, pemerintah perlu menyadari akan adanya beban kesehatan yang lebih besar di kemudian hari. Jika tidak ada pencegahan dan jaminan pembiayaan terhadap masalah kesehatan di hari tua sejak dini maka bisa nanti makin rumit. dirut askes kjs org miskin

Saat ini saja, sekitar 63,13% dari 236 juta penduduk Indonesia yang bisa menikmati skema asuransi kesehatan. 36,87% sisanya masih perlu penanganan lebih lanjut. Nah dengan adanya BPJS Kesehatan melalui program jaminan kesehatan nasional, kita berharap agar penduduk Indonesia dapat merasakan fasilitas jaminan kesehatan secara merata setidaknya di tahun 2019.

Kembali kepada pertanyaan Anda untuk biaya pokok atau biaya pelayanan kesehatan langsung PT Askes mencapai kurang lebih Rp 8,2 triliun sampai akhir tahun lalu.

PT Askes sendiri lagi bersiap dalam proses transformasi menjadi BPJS. Bisa dijelaskan sedikit soal fungsinya?

Beberapa peran dan fungsi BPJS Kesehatan ini ada beberapa hal. Pertama, menyelenggarakan program jaminan kesehatan berdasarkan prinsip asuransi sosial dan prinsip ekuitas bagi setiap orang termasuk orang asing yang bekerja paling singkat enam bulan di Indonesia. Dengan catatan, sudah bayar iuran.

Kedua, mengelola dana jaminan kesehatan sosial nasional untuk kepentingan peserta sesuai prinsip, nirlaba, keterbukaan, kehati-hatian, akuntabilitas, dana amanat dan hasil pengelolaan untuk pengembangan program sebesar-besarnya untuk kepentingan peserta. Kemudian, mengembangkan sistem pelayanan kesehatan, sistem kendali mutu pelayanan, dan sistem pembayaran pelayanan kesehatan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas jaminan kesehatan.

Apa langkah persiapan menuju BPJS bidang kesehatan ini?Persiapannya meliputi internal dan eksternal.

Bisa dijelaskan lebih rinci?

Persiapan internal dilakukan melalui proses transformasi kultural maupun struktural yang meliputi berbagai kegiatan untuk mencapai transformasi tuntas 2013 dan cakupan semesta pada 2019. Hal ini diwujudkan dengan menuntaskan transformasi Askes menjadi BPJS per tanggal 1Januari 2014 dan memantapkan penyelenggaraan jaminan sosial bidang kesehatan.

Dalam rangka menuntaskan transformasi Askes menjadi BPJS Kesehatan, agenda yang dibidik adalah penuntasan pengalihan operasional dan tuntasnya pengalihan korporasi menjadi badan publik. Kami sedang menyelesaikan sistem prosedur BPJS, menyelesaikan pengalihan peserta, mensosialisasikan BPJS tepat sasaran efektif dan efisien, serta menyelesaikan pengalihan aset, liability, pegawai, serta hak dan kewajiban korporasi.

Lalu, persiapan eksternal dilakukan melalui koordinasi dan komunikasi yang efektif  juga dengan lintas sektoral. Hal ini bertujuan untuk memberi masukan atas berbagai peraturan dan kebijakan pemerintah terkait. PT Askes (Persero) terus meningkatkan komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menyamakan persepsi dan memperoleh dukungan politis, keuangan, mental dan moral sekaligus program.

Persiapan secara internal itu sudah sejauhmana?

Agar memantapkan penyelenggaraan jaminan sosial bidang kesehatan, kami berupaya untuk mewujudkan tercapainya jaminan pemeliharaan secara optimal dan berkesinambungan bagi peserta. Kami juga berusaha mencapai kepesertaan semesta yang sesuai dengan peta jalan menuju Jaminan Kesehatan Nasional 2019. Ada upaya pengendalian biaya, peningkatan kepuasan peserta, peningkatan pendapatan premi serta peningkatan pendapatan investasi.

Bahkan, untuk optimalisasi transformasi PT Askes sebagai BPJS Kesehatan sudah dibentuk unit pelaksana transformasi (OPT) yang dikepalai kepala unit setingkat General Manager. Tujuan unit ini dalam memastikan proses transformasi ini berlangsung cepat, tepat, dan Aman. Sehingga, nanti pembubaran PT Askes dan pendirian BPJS Kesehatan berlangsung baik sekaligus sudah didukung dengan persiapan operasional BPJS Kesehatan yang optimal.

New Picture (2)

Tentang penyerapan kartu Jamkesmas sendiri sudah berapa persen penyerapan kartu Jamkesmas? Dan, bagaimana pemakainya yang dilayani PT Askes?

Sampai akhir tahun lalu, jumlah surat keabsahan peserta (SKP) yang sudah diterbitkan dalam program Jamkesmas sebanyak 6.915.598 SKP. Rinciannya seperti ini:

Pertama, pada pelayanan rawat jalan tingkat lanjutan (RJTL) itu ada 5.212.394 SKP dengan pemanfaatan per bulan sebesar 5,69 %0 atau 0,57 % dari sasaran peserta Jamkesmas 76,4 juta jiwa. Jumlah ini meningkat 434.772 SKP  atau naik 9,10% kalau dibandingkan tahun 2011.

berusahan meningkatkan pelayanan di rumah sakit

berusahan meningkatkan pelayanan di rumah sakit

Kedua, pada pelayanan rawat inap tingkat lanjutan (RITL) sebanyak 1.230.377 SKP dengan pemanfaatan per bulan sebesar 1,34 %0 atau 0,13 % dari sasaran peserta Jamkesmas 76,4 juta jiwa. Jumlahnya meningkat 35.958 SKP  dan naik 3,01% dibandingkan  tahun sebelumnya.

Ketiga, untuk pelayanan gawat darurat ada 472.827 SKP dengan pemanfaatan per bulan sebesar 0,52 %0 atau 0,05 % dari sasaran peserta Jamkesmas 76,4 juta jiwa. Angkanya meningkat 6.234 SKP  atau bertambah 1,34%) dibandingkan tahun 2011.

Kemudian, jumlah SKP yang diterbitkan, didalamnya sudah termasuk SKP yang diterbitkan bagi peserta penghuni panti sosial, korban bencana, Lapas, PKH, Rutan, penghuni panti asuhan penderita Thalasemia dan kunjungan KIPI sebanyak 197.234 SKP. Terdiri dari 155.419 SKP RJLT, 37.048 RITL dan 4.767 SKP Gawat Darurat. Jumlah ini juga meningkat 34.019 SKP atau 20,84%) dibandingkan tahun 2011.

Sejak 2008, dibentuk verifikator independen yang merupakan orang yang bertugas melakukan verifikasi terhadap pertanggungjawaban dana pelayanan kesehatan. Tenaga yang dilibatkan menggunakan sistem kerja kontrak. Nah bagaimana langkah memperjelas mereka ini?

Verifikator independen akan direkrut menjadi pegawai BPJS Kesehatan melalui mekanisme rekrutmen pegawai dan seleksi pagawai yang telah ditetapkan. Hal ini karena mereka sudah punya pengalaman dalam pengelolaan klaim Jamkesmas selama ini.

Namun mereka harus melalui proses penyeleksian. Bagi yang memenuhi persyaratan dan lulus seleksi maka pasti diangkat menjadi pegawai tetap.

Soal nasib PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (PT AJII) sebagai anak usaha usaha PT Askes seperti apa?

Status PT AJII masih menunggu disahkannya RPP Pengelolaan Aset dan Liabilitas BPJS Kesehatan. Saat ini atas keputusan pemegang saham, PT Askes diminta melakukan kajian terkait divestasi PT AJII.

dirut askes

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

I. DATA PRIBADI

1. Nama : Dr. dr. Fachmi Idris, M.Kes.

2. Tempat, Tanggal Lahir : Palembang, 1 Februari 1968

3. Agama : Islam

4. Istri : Dr. dr. Rini Purnamasari, Sp. A.

5. Anak : Ridho Fachri M

 

Rizqy Fachri M

Rifa Rahma A

II. DATA RIWAYAT PENDIDIKAN

II. 1 FORMAL

1. 1973 – 1980 : Sekolah Dasar Negeri 62, Palembang

2. 1973 – 1980 : Madrasah Ibtida’yah 1 (Tangga Buntung), Palembang

3. 1980 – 1983 : Sekolah Menengah Pertama Negeri 5, Palembang

4. 1983 – 1986 : Sekolah Menengah Atas Negeri 10, Palembang

5. 1986 – 1993 : Fakultas Kedokteran UNSRI

6. 1996 – 1998 : Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, Program Pasca

 

Sarjana UI, Jakarta (Lulusan Terbaik)

7. 1998 – 2003 : Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat, Program Pasca

Sarjana UI, Jakarta (Lulusan dengan predikat Cum Laude)

II. 2 NON FORMAL

§ World Medical Association, Leadership Course, INSEAD University, Fountaineblue, French, 2007

§ Program Pendidikan Reguler Angkatan XLV Lemhannas RI, 2010 (lulus dengan nilai tertinggi: sangat istimewa dengan pujian)

dirut askes 3

II. 3 KURSUS LAIN

§ Study on Philippine Reforms toward Universal Health Coverage. Pasig City, 1-10 Feb 2012. By PhilHealth Training Institute, Philippine.

§ Follow up Workshop of the International Leadership Training “Social Security” 2007-2010. Berlin 21-24 Feb, 2011. By Deutsche Gesellchaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH, German.

§ Professional Director Program Course, Batch ke 61. Penyelenggara: Indonesia Institute for Corporate Directorship, Jakarta, Jun/Jul2009

§ Training and Directorship Certification Program for Directors and Commissioners. Penyelenggara: Indonesia Institute of Commissioners and Directors, Jakarta, Maret 2009.

§ Course of Safety Case Induction, Held by Diamond Offshore General Company, Melbourne, Australia, April 1998.

2

III. RIWAYAT PEKERJAAN

1. 2008 s.d sekarang : Dewan Komisaris PT. ASKES (Persero)

SK Meneg BUMN No. Kep-170/MBU/2008

- Wakil Ketua Komite Audit 2009-2011 (SK Dekom No. Kep-02/DK-ASKES/0909

- Ketua Komite Manajemen Resiko 2011 sd sekarang (SK Dekom No. Kep-02/DK-ASKES/1211

2. 2008 s.d sekarang : Dewan Jaminan Sosial Nasional (Mewakili Unsur

Tokoh/Ahli Jaminan Sosial. Nb: Bid Kesehatan)

SK Presiden RI No. 110/M Tahun 2008

- Ketua Komisi Pengkajian dan Penelitian (SK DJSN No. 31 Tahun 2012)

3. 2007 s.d 2011 : Dewan Pengawas RS Moh Husin Palembang (BLU)

SK Menkes RI No. 017/MENKES/SK/I/2007

4. 2007 s.d 2009 : Dosen Tamu pada Mata Kuliah Kebijakan Kesehatan, Program Magister Hukum Universitas Hassanudin

5. 2006 s.d 2011 : Dosen Tamu pada Mata Kuliah Regulasi Kesehatan, Program MMR Universitas Gajah Mada.

6. 1997 – Sekarang : Dosen FK UNSRI Bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat/Kedokteran Pencegahan.

SK Menteri Depdikbud No. 431/PT11.1.1/C/3/k/1997.

7. 1995 (1 Februari – 1 Juli) : Kepala Puskesmas Makarti Jaya, Sungsang MUBA Sumatera Selatan. (Dokter PTT).

SK Menkes RI No. KP.01.02.5.2.906

IV. DATA RIWAYAT PENGABDIAN LAIN

IV. 1 BIDANG SOSIAL KEMASYARAKATAN

Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia 2012-2017

- Ketua (Pembidangan: Kepemudaan, Kesehatan dan Lingkungan)

Majelis Pimpinan Pusat Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia 2011-2016

- Ketua Koordinator (Pembidangan: Kesejahteraan dan Kesehatan).

Panti Asuhan/Majelis Taklim

- Ketua Dewan Pembina Yayasan HM Ali Agam, Jl. Perikanan, Swadaya, Palembang (2006-sekarang).

3 Ikatan Alumni Lemhannas (IKAL) RI

- Sekretaris Umum Koordinatoriat IKAL 45 (2010- sekarang).

 

IV. 2 BIDANG KEPROFESIAN

TINGKAT INTERNATIONAL

President of Confederation of Medical Association on Asia and Ocenia (2009-2011) – Presiden ke-29

TINGKAT NATIONAL

1. Ikatan Dokter Indonesia

a. Ketua Purna PB IDI (2009-2012)

b. Ketua Umum PB IDI (2006 – 2009)

c. Ketua Terpilih PB IDI / Wk. Ketua Umum (2003 – 2006)

d. Sekretaris I PB IDI (1997 – 2000)

2. Sekretaris Bersama 5 Organisasi Profesi Kesehatan

(Ikatan Bidan Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia, Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia, Persatuan Dokter Gigi Indonesia, Persatuan Perawat Nasional Indonesia)

- Koordinator (1999 – 2004).

V. PENGHARGAAN

1. Salah Satu Lulusan Terbaik Penataran P4 Pola 100 jam. Mahasiswa UNSRI 1986.

2. Mahasiswa Berprestasi Utama II FK UNSRI, 1990.

3. Lulusan Terbaik Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat. Program Pascasarjana UI, 1998.

4. Dosen Berprestasi Tahun 2005, Fakultas Kedokteran UNSRI

5. Penghargaan Adi Satya Utama IDI Tahun 2006

6. Penghargaan Life Achivement Award dari Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI), Munas ISMKI Yogjakarta, 2008.

7. Penghargaan KPU: Moderator Debat Cawapres Putaran II Pemilu 2009

8. Penghargaan Satyalencana Karya Satya X Tahun, Presiden RI, 2010

9. Salah Satu Lulusan Terbaik Peserta Program Pendidikan Reguler Lemhannas RI XLV Tahun 2010 (Predikat Andalan)

 

 

Profil Pengelola BPJS Kesehatan, PT Askes: Transformasi Tiada Henti

Askes Perusahaan pelat merah asuransi kesehatan PT Askes (Persero) selama ini menjadi penyelenggara jaminan pemeliharaan kesehatan bagi pegawai negeri sipil hingga perintis kemerdekaan beserta keluarganya dan dadan usaha lainnya.

 Gerrit A. Siwabessy-Pendiri PT Askes

Gerrit A. Siwabessy-Pendiri PT Askes

Adalah Prof. Gerrit A. Siwabessy sebagai tokoh yang membidani lahirnya perusahaan ini. Menteri Badan Tenaga Atom Nasional dan Menteri Kesehatan Republik Indonesia ini menelurkan embrio kelahiran PT Askes lewat Badan Penyelenggara Dana Pemeliharaan Kesehatan (BPDPK). Payung hukumnya mengacu UU No 9 tahun 1960 terutama pasal 1 yang menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dan perlu diikutsertakan dalam usaha kesehatan pemerintah. askes 2

Lalu, pada 1984 lahirlah Peraturan Pemerintah Nomor 22 soal pemeliharaan kesehatan bagi PNS,penerima pensiun beserta anggota keluarganya .Status BPDPK  pun berubah menjadi Perusahaan Umum Husada Bhakti. Dan, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1991, kepesertaan program jaminan pemeliharaan kesehatan yang dikelola Perum Husada Bhakti ditambah dengan Veteran dan Perintis Kemerdekaan beserta anggota keluarganya. Perusahaan diijinkan memperluas jangkauan kepesertaannya ke badan usaha dan badan lainnya sebagai peserta sukarela.

Setahun kemudian, status Perum diubah menjadi Perusahaan Perseroan (PT Persero) sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1992. Barulah tahun, perusahaan bertransformasi lagi menjadi PT Askes (Persero) di bawah naungan Kementerian Kesehatan.

Kehadiran UU Nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) lalu membawa warna baru dalam perjalanan bisnis PT Askes.UU tersebut mewajibkan semua penduduk  menjadi peserta Jaminan Sosial dan sekaligus menjadikan PT Askes sebagai salah satu BUMN yang terpercaya menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bidang kesehatan yang dimulai Januari 2014 mendatang.

Target yang ingin dicapai oleh PT Askes sebagai BPJS pada tahun 2014 adalah seluruh peserta jaminan kesehatan yang berasal dari Askes Sosial/PNS, Jamkesmas, JPK Jamsostek, TNI/POLRI dan sebagian PJKMU yang berjumlah sekitar 121,6 juta jiwa sudah dikelola oleh BPJS. PT Askes sebagai Universal Coverage berusaha memastikan tersedianya sumber dana untuk pembiayaan pelayanan kesehatan bagi peserta JKN. Namun, beberapa tantangan seperti keterbatasan tenaga kesehatan di daerah masih menghantui.

askes bpjs Soal tugas perusahaan terbilang BUMN berkinerja apik. Tahun lalu saja, kucuran biaya pokok atau biaya pelayanan kesehatan langsung hingga Rp 8,2 triliun. Dan, portofolio investasinya juga besar, yakni Rp 12,928 triliun dengan sumbangan terbesar dari obligasi sebesar Rp 9,686 triliun atau 55,04% dari keseluruhan investasi.

Tepat, 16 Januari Menteri BUMN Dahlan Iskan merombak susunan direksi perusahaan ini. DR. dr. Fachmi Idris, Mkes menjadi nakhoda sebagai Direktur Utama. Sementara jajaran direksi lainnya disandang

Purnawarman Basundoro, Ak. MBA selaku Direktur Keuangan dan Investasi. drg. Fajriadinur, MM sebagai Direktur Pelayanan, dr. Tono Rustiano, MM ditunjuk menjadi Direktur Perencanaan Pengembangan dan Teknologi Informasi, drg. Sri Endang Tidarwati, MM sebagai Direktur Kepesertaan dan Hubungan Antar Lembaga, dan dr. Taufik Hidayat, MM menjabat Direktur SDM dan Umum.